Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 20
Ghazi bangun di pagi hari, tapi dia tak melihat keberadaan Elea. Hanya saja dia melihat di ranjang sebelahnya ada banyak noda merah. Sepertinya semalam Elea benar-benar mengeluarkan banyak cairan merah karena pms.
"ck! Dasar jorok! Aku harus mengganti kasur kalau begini!" omel Ghazi dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelahnya dia keluar dari dalam kamar dengan keadaan sudah rapi dan wangi dan siap berangkat ke kantor. Tapi saat keluar kamar dia tak melihat keberadaan Elea. Entah kemana perginya istrinya padahal biasanya dia yang lebih dahulu bangun.
"Mbak, Elea kemana?" tanya Ghazi kepada mbak yang sedang berada di dapur.
"Saya belum melihat Non Elea keluar kamar den. Dan ketika saya masuk juga pintu rumah dalam keadaan tak di kunci. Apa Den Gahzi semalam lupa mengunci pintu?" tanya mbak membuat Ghazi mengerutkan keningnya.
Semalam dia memastikan sendiri jika pintu rumah dalam keadaan terkunci. Dan mana mungkin dia lupa, lalu kemana Elea pagi-pagi begini?
",ck! Apa dia ngambek karena aku semalaman menghubungi Celine?" kasal Ghazi.
"Apa perut Non Elea sudah lebih baik Den? Sepetinya semalam non Elea lupa meminum ini. Jamu buatan Bu Nara, jamu ini menurut Bu Nara harus di minum sebelum tidur agar perut Non Elea tak kesakitan di hari ke dua. Semalaman non Elea pasti sangat tersiksa karena lupa," ucap Mbak memperlihatkan botol kecil yang ada di maja dapur.
Ghazi ingat sebelum kedua orang tuanya pamit, Mama Nara meminta Ghazi untuk mengingatkan Elea meminumnya. Tapi dia malah lupa karena terlalu asyik bertelepon dengan Celine sampai berjam-jam. Ghazi terlihat bersalah dan kembali mengingat saya Elea kesal padanya ketika dia akan mendekatinya.
"Apa mungkin semalaman dia kesakitan? Sedangkan aku malah menghubungi Celine berjam-jam. Lalu kenapa dia tak bilang padaku kalau sakit? Kemana dia sekarang? Jangan sampai membuat papi mami malah mengomel!" ucap Ghazi panik dan segera menghubungi nomor Elea tapi tidak aktif.
"Astaga! Kekanakan sekali dia sampai nomor ponselnya nggak aktif!" kesal Ghazi.
"Mbak, kalau Elea pulang kabari aku ya! Jangan bilang mami atau papi! Aku mau ke kantor dulu!" pamit Ghazi yang di angguki oleh mbak.
"Dasar anak muda!" ucap mbak geleng kepala.
Ghazi pergi ke kantor dengan perasan tak karuan, dia mengira jika Elea pergi ke kantor lebih dahulu. Mungkin karena marah, akhirnya Elea pergi ke kantor lebih dahulu. Selama dalam perjalanan, Ghazi kembali mencoba menghubungi Elea, tapi nomornya masih tak aktif. Tak lama ponselnya berbunyi, ternyata yang menghubungi dia Celine.
"Iya ada apa Celine? Aku sedang di jalan! Nanti saja aku hubungi kamu kalau sudah tiba di kantor!" jawab Ghazi.
"Iya sayang, kalau begitu hati-hati di jalan ya. Misss you!" jawab Celin dengan suara yang sangat manja kepada Ghazi.
Ghazi tak membalas ucapan Celine, dia mematikan panggilan dan kembali fokus dengan jalanan. Ghazi sedikit mengebut untuk tiba di kantor. Dia ingin bertemu dengan Elea dan memastikan keadaan istrinya baik-baik saja. Apalagi melihat banyaknya cairan merah di tempat tidur membuat dia jadi merasa sangat bersalah.
Saat tiba di kantor, Ghazi buru-buru dan sedikit berlari menuju ke ruangannya. Berharap Elea sudah tiba, dia akan marah kepada istrinya yang bersikap menyebalkan.
"Tumben kamu datang sendirian? Kemana Wibbyy kamu?" tanya Zain saya berpapasan dengan Ghazi yang baru saja tiba di lantai ruangannya.
"Apa maksudmu Zain? Jadi Elea tak ada di kantor?" tanya Ghazi kaget.
"Lah kamu lakinya! Ngapain tanya aku? Kamu yang serumah dengan dia, biasanya kan kalian datang bersama? Elea tak ada di dalam kok! Kamu cek saja! Apa kalian bertengkar?" tanya Zain.
Ghazi tak mempedulikan pertanyaan Zain. Dia segera berlari menuju ruangan kerjanya dan benar saja Elea tak ada di sana. Lalu kemana Elea? Apa dia ada di rumah orang tuanya? Astaga, cari perkara saja Elea kalau dia pulang ke rumah kedua orang tuanya. Dia pasti akan kena omel lagi. Apalagi semalaman dia mengabaikan Elea dan lebih memilih menghubungi Celine sampai tengah malam.
"Kamu dimana Elea? Jangan membuat aku panik dan khawatir!" kesal Ghazi saat mencoba menghubungi Elea tapi tetap nomornya tak aktif.
ting
Satu pesan masuk dari Mama Nara yang meminta Ghazi untuk mengingatkan Elea meminum jamu yang yang biasa dia minum selama datang bulan.
"Berarti Elea tak ada di rumah kedua orang tuanya! Lalu dimana Elea sekarang?" Ghazi semakin khawatir dan meminta Zain untuk datang ke ruangannya.
"Ada apa?" tanya Zain saat masuk ke dalam ruangan Ghazi tapi bersamaan dengan ponsel Ghazi kembali berbunyi. Nama Celine memanggilnya kembali.
"Aku baru tiba di kantor Celine, aku sedang banyak pekerjaan. Nanti malam aku telepon kamu lagi!" jawab Ghazi membuat Zain memutar bola mata malas.
"Ternyata kamu belum sembuh! Lepaskan saja Elea! Jangan sakiti dia kalau kamu menyakiti dia terang-terangan seperti itu!" ucap Zain.
"Lagian Elea juga sudah tahu kok. Dia saja tak masalah! Celine adalah wanita yang mau menerima aku saat aku bilang tak memiliki apapun untuk aku berikan karena semuanya sudah di batasi papi! Dan dia mengatakan jika dia tak butuh itu. Tapi dia hanya membutuhkan cinta dan perhatian aku saja!" jawab Ghazi membela dirinya.
"Terserahlah! Yang terpenting aku sudah sering mengingatkan kamu! Tak ada wanita yang benar-benar menerima kamu tanpa duit, termasuk Celine! Kau tak tahu jika dulu di antara wanita yang pernah kamu kencani dia adalah wanita yang paling banyak minta dari kamu! Aku hanya mengingatkan, jika kamu melupakan hal itu! Lagian dia bukan wanita baik-baik!" jawab Zain ketus.
"Aku tak minta pendapat kamu untuk masalah Celine, Zidni! Aku memintamu kesini untuk mencari keberadaan Elea. Dia tak ada di rumah semenjak pagi buta! Mbak saja sampai tak tahu jika dia pergi kemana! Apalagi dari kemarin dia sedang sakit. Sakit pms yang membuat dia bahkan sampai pucat" jawab Ghazi.
"Lah, kenapa tanya aku? Ya kamu suaminya cari sendiri lah! Sudah tahu istrimu sakit kenapa malah fokus dengan wanita lain? Dia pasti kesal dan marah lah merasa di abaikan! Ingat Elea itu wanita indipendent bukan wanita manja! Dia tahu kalau suaminya itu tak peduli kepada dia! Makanya dia lebih baik pergi daripada makan hati!" jawab Zain membuat Gahzi malah kesal kepada sahabat sekaligus asistennya itu.
"Lalu aku harus mencari Elea kemana?" tanya Ghazi bingung. Sedangkan Celine malah terus menghubungi dengan mengirimkan banyak pesan membuat dia pusing saja. Wanita ternyata di beri perhatian sedikit malah terus menerus menghubungi dia. Tapi berbeda dengan Elea yang kemarin dia berikan perhatian tapi semalam dia menolak.
"Dia marah karena aku sepertinya sengaja menelepon di depan pintu kamar dengan Celine. Semalaman apa mungkin Elea ..." ucap Ghazi.
"Dia kesakitan dan suaminya tak peduli! Dasar suami durjana kau! Setidaknya kalau memang tak mencintai Elea, jangan sakiti begitu! Dia jauh berada di posisi yang tak dia inginkan. Hargai sedikit perasananya! Cari dia ke rumah sakit sana! Mungkin dia berada di rumah sakit karena sudah tak bisa menahan rasa sakit semalaman! Jika sudah bertemu minta maaf dan selesaikan pernikahan kalian kalau memang kamu lebih memilih Celine!" jawab Zain membuat Gahzi segera mengambil ponsel dan kunci mobil bergegas menuju rumah sakit terdekat dengan rumahnya untuk mencari Elea.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan