NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjanji

Tanpa sepengetahuan Agatha, Jefry sudah menemui official tim voli, memberitahukan rencana pernikahan mereka dan memberi undangan pernikahan yang sudah jadi. Sehingga mereka sudah tahu maksud kedatangan Jefry selain menyemangati calon istrinya juga memberitahu dan menyerahkan undangan pernikahan mereka.

"Jadi mas sudah memberitahu mereka."

"Iya, bahkan mereka meminta ijin bahwa kamu masih dibutuhkan buat pertandingan mendekat yang artinya???"

"Artinya??"

"Kita harus menunda calon keturunan kita."

"Trus menurut mas gimana?"

"Ya mas setuju, menunda bukan berarti mas tidak bisa menyetubuhi kamu kan sayang." Jefry tersenyum mengoda. Agatha memukul bahu Jefry.

"Dasar mesum. Nyebelin." Jefry tertawa. Malam ini mereka menikmati keindahan kota beijing, pusat - pusat perbelanjaan dan kuliner mereka berdua singgah. Sebelum kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjalanan mereka ketempat dinas mereka di Indonesia bagian timur. Permohonan nikah dinas yang sudah mereka masukan dan akan direalisasi.

Janji suci mereka pun di ucapkan dihadapan Tuhan. Agatha Anastasya begitu cantik ketika masuk gereja dengan digandeng oleh papanya. Suatu kebahagian tersendiri yang dirasakan oleh mama dan papanya. Apalagi dia adalah anak seorang tamtama yang melahirkan seorang perwira cantik dan seorang dokter, atlit kebanggan juga.

"Papa bangga nak, sangat bangga sayang. Kamu mengangkat derajat papa yang dipandang sebelah mata ini. Agatha Anastasya gadis kecilku yang aku rawat dengan cinta bersama mamamu di daerah kami. Papa bangga memiliki kamu sayang." Papa Agatha langsung memeluk anak perempuannya, semua yang hadir di gereja terharu. Lalu papanya menggegam tangannya dan diserahkan kepada calon suaminya. " Nak, Jefry Xaverius Wibowo, papa titipkan buah cinta papa kepadamu untuk kamu jaga dan lindungi. Sayangi dia sama seperti kami menyanyanginya." Agatha sudah meneteskan air matanya, ketika mendengarkan kata - kata papanya kepada Jefry calon menantunya yang tidak lama lagi akan menjadi satu - satunya menantunya. Di depan meja Altar, Jefry memberikan tisu buat Agatha agar tidak menangis lagi.

Mereka berjanji untuk mencintai dalam suka dan duka disaksikan oleh semua orang termasuk rekan - rekan atlit voli, teman - teman Agatha, juga rekan - rekan kerja serta keluarga kedua belah pihak.

"Kamu harus berbesar hati Dan."

"Ya, meskipun berat. Menjadi kakak buat dia saja sudah bahagia bagiku."

Foto bersama digereja juga menjadi kebersaman tim voli putra dan putri maupun rekan - rekan atlit renang. Mereka juga dipilih sebagai groomsmen dan Daniel yang dipercayakan mengatur pernikahan ini. Hal ini atas permintaan Agatha waktu di Beijing China selesai bertanding, meskipun berat hati, dia mau membahagiakan Agatha. Agatha melakukan ini, karena memang dia tulus menjadi Daniel sebagai kakaknya. Bahkan sangat berat, Agatha berjuang agar Jefry bisa percaya.

Resepsi di sebuah hotel besar di kota kelahiran suaminya. Kota ini dipilih karena mudah bagi semua teman - teman mereka hadir. Acara khusus buat perwira yang menikah pun dilakukan. Jefry melangkah gagah dan tegas mengandeng seorang dokter perwira cantik dan atlit berprestasi dengan gaya feminisnya dikawal oleh perwira - perwira berseragam putih membawa pedang dan janji pernikahan seorang perwira di ikrarkan. Semua kagum melihat itu. Lagi - lagi Daniel mengaku kemenangan Kapten Jefry memikat hati seorang dokter perwira Agatha Anastasya. Teman - teman mereka kagum atas ketegaran Daniel, hanya yang merasa sedih adalah Meli, sosok yang mencintai Daniel namun tidak dilihat.

Agatha kelelahan menerima ucapan selamat diatas pelaminan. Jefry yang melihat istrinya kelelahan. Langsung memberi ciuman di kening Agatha dan senyuman.

"Duduk sayang."

"Ngak enak sayang."

Satu hal yang menjadi kebahagian Agatha adalah diusianya dua puluh lima tahun, dia baru melihat oma dan opanya dari mamanya. Agatha tidak marah, namun dia menyayangkan saja sikap keluarga mamanya. Mama dan papanya adalah contoh dia dalam membangun rumah tangga, meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga, mamanya juga tegas kalau papa, adik - adik papanya semena - mena padanya. Papanya juga menghargai mamanya, tidak perna beban kerja rumah tangga di pikul oleh mama, papa tidak segan - segan membantu. Melihat papanya diakui saja, Agatha sudah bangga. Dia tidak punya hak membenci mereka, karena papanya tidak perna membenci mereka.

"Maafkan oma dan opa."

"Terima kasih karena oma dan opa mau hadir di pernikahan ini."

"Opa malu, nak dua puluh lima tahun baru opa melihat kamu sayang. Opa durhaka."

Memang hari ini, opa dan omaku hanya menangis, sampai selesai pemberkatan Agatha harus memeriksa opanya karena menangis sampai sesak nafas. Dengan baju pengantinnya dia melayani opanya dengan baik. Di kamar hotel yang khusus Agatha dan Jefry pesan buat keluarga besar mereka, Agatha yang seharusnya siap - siap untuk acara resepsi harus meluangkan waktu satu jam buat opa dan omanya. Semua kakak dan adek mamanya menangis melihat Agatha, dan membuat mereka tambah bersedih Agatha tidak membenci mereka. Agatha ingat kata - kata papanya, bahwa kamu adalah permata papa yang akan mengangkat derajat papanya.

Sebagai anak tugas, Agatha bukan anak manja dia juga di didik keras oleh papanya. Membentuk mentalnya. Agatha bersyukur untuk itu.

Agatha sudah lebih dahulu diantar Jefry ke kamar yang dijadikan kamar pengantinnya. Padahal urusan lain belum selesai. Sampai di kamar, Jefry melihat kaki istrinya. Ditiup kaki istrinya.

"Mau jadi ratu sehari ternyata ribet dan menyakitkan." Jefry tertawa.

"Setiap hari sayang tetap jadi ratunya mas." Jefry mencium istrinya dibibir membantu dia membuka baju pengantin dan melepaskan atribut pengantin lainnya. "Mas selesaikan urusan dibawa dulu ya. Sayang bersihkan diri dulu ya. Terus tunggu mas."

"Mas sendiri ngak masalah." Jefry tersenyum. Tiba - tiba pintu kamar mereka terdengar orang mengetuk. Jefry membuka setelah mengenakan kimono handuk bagi istrinya. Yang datang mertua Agatha bersama kedua kakak Jefry.

"Mba dan mama, mau perlu dengan Agatha. Bisakan mas?" Jefry sedikit bersikap seperti intel.

"Jangan buat istriku menangis ya, bidadari - bidadariku. Dek, mas urusan di bawa dulu." Agatha hanya mengangguk, Jefry mencium istrinya dan berbisik. "Jika ada sesuatu yang tidak aman hubungi mas. Janji ya."

"Iiiiiiiih istrinya ngak bakalan dilukai." Mama mertua Agatha hanya tersenyum.

Ternyata mama dan kakak iparnya memberikan perhiasan satu set kepada Agatha. Agatha terharu melihat.

"Mama, ini sangat indah."

"Ini buat menantu perempuan mama, ini mama dan kakak - kakakmu menyiapkan buat calon istri Jefry."

"Kamu berhak mendapatkannya dek."

"Terima kasih mama,mba. Terima kasih sudah menerima Agatha dalam keluarga."

"Kamu itu cintanya Jefry, wanita yang sangat Jefry cintai. Kamu juga berhak mendapat cinta dan sayang kami dek." Mereka semua berpelukan. Agatha kembali menangis bahagia menerima perlakukan istimewa dari mertua dan ipar - iparnya.

"Kalau Jefry, nakal jahat sama kamu, lapor mama dan mba mu dek." Agatha hanya tersenyum.

"Jefry itu egonya tinggi, namun sama kamu dia bisa mengontrolnya. Dia dimanjakan oleh kami, makanya seperti itu."

"Saling mengerti ya sayang."

"Agatha akan berusaha menjadi istri yang baik buat mas Jefry."

"Terima kasih sayang. Kamu itu berarti buat kami. Mama, papa dan mba - mba sayang kamu nak."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!