Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Regita tidak pernah menduga jika Kellano memiliki rekaman video yang aslinya. Dalam rekaman itu Regita terlihat sedang membaringkan Kellano yang tampak tak sadarkan diri. Semuanya nampak jelas, dari mulai Regita membuka pakaian Kellano, sampai wanita itu membuka pakaiannya sendiri.
Tidak ada adegan panas yang tercipta. Namun, semuanya nampak jelas jika Regita sengaja menjebak Kellano.
Sementara itu, dalam rekaman video milik Regita, sekilas memang tampak sempurna. Namun jika dilihat lebih teliti lagi ada keanehan dalam video itu.
"Sepertinya video yang pertama itu hasil editan," bisik seseorang yang ikut menyaksikan.
"Iya, orang bodoh juga tahu itu editan," bisik yang lainnya.
Orang-orang semakin gencar mencibirnya membuat Regita semakin panik. Keringat dingin mulai membasahi keningnya, sementara bisik-bisik semakin riuh.
"TIDAK!"
Regita tak bisa lagi mengendalikan dirinya. Emosi yang mati-matian ia tahan, kini mulai meluap, tak terbendung.
"Video itu asli, Kellano memperkosa ku. Jika tidak, mana mungkin aku sampai hamil dan melahirkan anaknya?" Ucap Regita dengan menggebu-gebu.
Regita tidak akan membiarkan Kellano menang apalagi sampai mempermalukan dirinya. Ia akan memperjuangkan harga dirinya hingga akhir.
Entah harga diri yang mana.
Namun, perjuangannya untuk mendapatkan Kellano sudah sampai sejauh ini, perceraian tidak akan membuat langkahnya terhenti. Kali ini ia akan menggunakan Arlend sebagai tamengnya.
"Lihat, hasil tes DNA menunjukkan jika Arlend terbukti darah daging Kellano," ucapnya lagi. Regita menunjukkan hasil tes DNA antara Arlend dan Kellano di depan semua orang.
Semua orang nampak diam. Tidak sedikit orang yang meragukan hasil tes DNA itu. Bisa saja tes itu dipalsukan, mengingat Regita sangat pandai memanipulasi.
Namun melihat wajah Arlend yang sangat mirip dengan Kellano membuat mereka sedikit terpengaruh oleh perkataan Regita.
"Arlend memang putra kandungku," ucap Kellano dengan lantang.
Regita tersenyum puas. Tentu saja Kellano tidak akan mengelak karena Arlend memang putra kandung Kellano.
"Kalian dengar, kan? Kellano sudah mengakuinya," ucap Regita dengan bangga.
"Tapi apa Kamu yakin, Kamu yang melahirkan putraku, Regita?"
Deg
Pertanyaan yang keluar dari mulut Kellano itu memunculkan tanda tanya besar di benak semua orang. Berbagai spekulasi mulai bermunculan, apa sebenarnya maksud perkataan Kellano itu?
Tak terkecuali Azelva, wanita cantik itu ikut bertanya-tanya. Kenapa Kellano bertanya seperti itu? Batin Azelva.
"Ma-maksud Kamu apa? Te-tentu saja aku yang melahirkan Arlend," jawab Regita. Wanita itu terlihat gugup dan sedikit terbata saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kellano.
Beberapa waktu yang lalu, Arjuna sempat menanyakan pertanyaan yang sama padanya, namun Regita tidak pernah menduga jika pertanyaan ini akan kembali dipertanyakan.
Dulu, Regita sempat menduga jika Kellano sudah mengetahui semuanya. Namun ketakutannya itu terbantahkan mengingat ia sudah menyingkirkan semua bukti-bukti kejahatannya.
Kini saat Kellano kembali mempertanyakannya, ketakutan Regita kembali lagi. Jangan-jangan...
Deg deg deg
Jantung Regita berdebar kencang saat melihat seringai di wajah Kellano. Senyuman pria itu tampak menakutkan, membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri.
"Tidak... tidak mungkin," gumam Regita.
Kellano semakin puas saat melihat wajah Regita yang terlihat semakin panik. Tangannya gemetar, sorot matanya menyiratkan ketakutan yang mendalam.
Kellano terlihat memberikan kode pada pengacaranya, tidak lama kemudian satu persatu bukti-bukti kejahatan Regita mulai terpampang di dalam layar.
Regita menjebak Kellano, video panas itu terbukti hasil editan. Regita sengaja menambahkan adegan panasnya dengan seorang pria dan mengeditnya dengan wajah Kellano.
Berpura-pura hamil anak Kellano, padahal sebelum menikah dengan Kellano wanita itu sudah mengandung anak pria lain.
Dan pemeran pria dalam video panas itu sebenarnya adalah ayah dari bayi yang Regita kandung kala itu. Pria itu bersekongkol untuk menjebak Kellano, karena tidak ingin bertanggung jawab pada kehamilan Regita.
Regita juga bersekongkol dengan dokter untuk menukar bayinya yang sudah meninggal dengan bayi Azelva. Tidak hanya itu saja, wanita itu juga dengan sadar sudah melenyapkan sang dokter untuk menghilangkan saksi kejahatannya.
"ITU SEMUA TIDAK BENAR!" Regita berteriak histeris. "ITU SEMUA REKAYASA!"
Brukkk
Tubuh Regita ambruk bersama dengan linangan air mata yang mengalir deras. Namun tidak ada yang peduli dengan wanita itu. Bukti yang tersaji sudah cukup membuktikan seberapa jahat dan manipulatif nya wanita itu. Tidak ada satu orang pun yang tersentuh apalagi merasa iba padanya.
"Selamat membusuk di penjara," bisik Kellano tepat di telinga Regita.
"BRENGSEK KAMU KELLANO!"
Kellano tertawa keras, ia sangat puas sekali. Akhirnya penantiannya selama ini tidak sia-sia. Selama hampir setahun ini, Kellano menunggu hari ini tiba, hari pembalasannya pada Regita.
"Dasar wanita gila, iblis terkutuk!" Umpat seseorang yang sangat geram dengan perbuatan Regita.
"Orang seperti mu tidak pantas hidup!"
"Pergi saja Kamu ke neraka!"
Umpatan demi umpatan semakin menggema memenuhi isi ruangan. Suasana persidangan pun mulai tak terkendali. Sampai akhirnya hakim pengadilan memutuskan untuk menunda persidangan.
"Bangun, Nak. Ayo kita pergi dari sini." Ayah Regita tidak tega melihat keadaan putrinya saat ini.
Pria paruh paruh baya itu tidak menyangka pihak Kellano memiliki semua bukti kejahatan putrinya. Satu-satunya cara yang harus ia lakukan saat ini hanyalah membawa Regita pergi dari tempat itu saat ini juga, sebelum Kellano bertindak lebih jauh.
"Yah, kenapa semuanya jadi begini?" Regita terisak dalam dekapan Ayahnya.
Semua rencana yang sudah ia susun, hancur berantakan. Tidak tersisa. Regita pikir, sampai akhir Kellano tidak akan pernah tahu semua rahasianya.
Namun ternyata, bukan hanya rahasianya saja, pria itu juga mengetahui semua kebusukannya. Selama ini Kellano pura-pura tidak tahu hanya untuk membodohinya. Pria itu mencari waktu yang tepat untuk menghancurkannya hingga ke dasar.
"Nanti kita pikirkan cara lain untuk membalas Kellano. Sekarang, lebih baik kita pergi dari sini."
"Saudari Regita, Anda Kami tahan atas dugaan pembunuhan, pengrusakan dan juga tindak kriminal karena sengaja menukarkan bayi Nona Azelva!"
Belum juga sempat melarikan diri, tiba-tiba saja beberapa anggota kepolisian menghalangi jalan Regita dan Ayahnya.
"Anda tidak bisa membawa putri saya seenaknya, Pak."
Ayah Regita tidak terima dengan tindakan anggota kepolisian yang tiba-tiba memborgol kedua tangan putrinya.
"Kami hanya menjalankan tugas sesuai prosedur. Kami juga sudah mengamankan semua bukti kejahatan putri Anda."
"Yah, tolong aku. Aku gak mau di penjara."
"Kamu tenang saja, ayah akan membawa pengacara terbaik untuk membebaskan mu."
Regita menganggukkan kepalanya, ucapan sang ayah berhasil mengurangi sedikit ketakutannya.
Namun tiba-tiba saja...
"Kenapa Anda memborgol saya?"
Salah satu anggota kepolisian lainnya memborgol tangan Ayah Regita.
"Karena Anda terbukti ikut terlibat dalam rencana putri Anda."
Hah
...----------------...
"Maafkan aku, Zel."
Kellano menekuk lututnya di hadapan Azelva. Tangannya menggenggam tangan Azelva yang sejak tadi mematung dengan mata berkaca-kaca.
Kellano tak lagi mempedulikan kehancuran Regita, ia sepenuhnya menyerahkan wanita itu kepada pihak yang berwajib. Fokusnya saat ini hanyalah memohon pengampunan dari Azelva, ibu dari putranya.
"Gara-gara aku, Kamu harus menderita. Maafkan aku, Zel. Maaf."
Entah sudah berapa kali Kellano mengucapkan kata maaf. Namun, Azelva tetap bergeming. Wanita itu masih setia membisu, diam seribu bahasa.
Azelva tidak kuasa menahan tangisnya. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Namun mulutnya terlalu berat untuk bersuara.
"Azel, Kamu boleh pukul aku. Maki aku sepuasmu, tapi aku mohon, jangan diam seperti ini, Zel."
Kellano membawa Azelva ke dalam dekapannya, ia tahu wanita cantiknya ini pasti masih sangat shock dengan semua yang terjadi saat ini.
"Jadi, Arlend..."
"Hmmm, Arlend putra kita Azel."
To be continued