NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecerdikan Wulan

Sepanjang hari di kantor Abi merasa gelisah gara-gara ketemu sama teman sekampungnya tadi pagi.

"Aduh gimana ini kalau sampai si Karsiman mengadu pada keluargaku di kampung kalau aku punya istri lagi di sini, sedang aku belum menceraikan Dewi" gumam Abi dalam hati.

"Ah bodo amat lah kalau pun mereka tau nanti tinggal talak aja sudah beres" gumam Abi mencoba mengalihkan pikirannya dari rasa takut ketahuan.

Hp Abi berdering, ada panggilan masuk dari Wulan.

"Sayang ada apa?" tanya Abi saat sambungan terhubung.

"beliin aku makan siang di tempat biasa, buruan enggak pakai lama!" pinta Wulan pada Abi.

"iya sebentar, aku akan segera membelikannya" jawab Abi patuh, kemudian sambungan pun terputus.

"Hah...untung saja bapak kau kaya jadi aku terpaksa mengalah dan nurut sama kau, padahal aku ini laki-laki, harga diriku kau injak-injak seperti ini, tunggu saja kalau nanti aku sudah sukses dan bisa menguasai seluruh harta kalian maka aku tak akan sudi lagi tunduk sama kalian!" tekat Abi dalam hati.

Abi pun segera pergi untuk membelikan makan siang untuk Wulan, dia merogoh kantong bajunya dan di sana hanya sisa 100ribu rupiah saja.

"Astagah, betapa kerenya diriku, hanya punya uang segini saja di kantong" keluh Abi sebelum pergi, uang tersebut hanya cukup untuk membeli makan siang Wulan, sedang Abi sendiri cuma makan makanan sisa dari Wulan kalau tidak habis nanti.

Dulu Abi membayangkan jika dirinya menikahi anak orang kaya maka hidupnya bakalan mapan dan enak, nyatanya setelah dia menghianati Dewi dan menikahi Wulan dia hanya dapat gelar menantu orang kaya saja, faktanya hidupnya kini di atur oleh istri dan juga mertuanya, bahkan uang pun dia tak boleh pegang sama sekali, hanya beberapa ratus ribu saja dia pegang itu pun buat makan dan keperluan hidup lainya.

Sementara itu di dalam ruangannya Pak Safrudin sedang berbincang sama Wulan.

"Bagaiamana suami kamu, apa kamu enggak curiga sama dia?" tanya pak Safrudin.

"Curiga bagaimana maksut papa?" tanya Wulan yang belum paham akan ucapan sang papa.

"Wulan, coba kamu berfikir secara logika, dari pertemuan kamu sama dia aja papa rasa ada yang janggal" ucap pak Safrudin sembari mengingat-ingat masa lalu.

"Waktu itu aku lagi jalan di mall, terus ada copet yang ngambil tas aku, kemudian mas Abi datang menolong hingga preman yang mau ngambil tas aku itu gagal, sejak saat itu kami dekat" jelas Wulan yang membayangkan masa-masa bertemu Abi yang pertama kalinya.

"Preman itu kabur dan enggak luka sama sekali, atau memang dia sengaja di bayar buat ganggu kamu dan Abi pura-pura datang nolongin kamu" ucap pak Safrudin berpendapat.

"Ah masak sih Pa mas Abi setega itu sama Wulan" bantah Wulan pada sang papa.

"Wulan jaman sekarang apa sih yang enggak bisa di lakukan seseorang demi ambisinya, lihatlah...kau itu putriku satu-satunya, pewaris keluarga ini sedang dia apa, percayalah Feeling papa enggak pernah meleset, kamu harus hati-hati sama suami kamu itu'' ucap pak Safrudin mengingatkan.

''Papa tenang saja, Wulan bukan perempuan bodoh, meski Wulan cinta sama mas Abi tapi kalau soal uang Wulan yang akan lebih berkuasa, Wulan lah yang pegang kendali'' ucap Wulan meyakinkan sang papa.

''Bagus, ini baru anak papa, papa jauh lebih tenang mendengarnya.

Kedua orang itu pun sama-sama tersenyum puas.

Kita berpindah ke tempat lain, saat ini Dewi sudah kembali bekerja di toko milik Bu Mandor seperti biasanya.

''Wi...pesanan pak Lurah sudah di antar?!'' tanya Bu Mandor dari dalam toko sedang Dewi dan Dadang sedang menaikkan barang-barang yang akan di kirim ke pelanggan ke dalam mobil.

''Sudah Bu Bos, ini tinggal pesanan juragan Darwis segera di antar!'' jawab Dewi setengah berteriak.

''Oh oke, hati-hati kalian bawa barangnya ya jangan sampai rusak!'' ucap Bu Mandor mengingatkan.

''Siap Bu Bos, kami berangkat dulu!, ayo kang Dadang kita berangkat!'' ajak Dewi dengan semangat 45.

''Ayok siapa takut!'' jawab Dadang yang segera masuk ke mobil bagian sopir setelah semua barang di naikkan.

Dadang pun segera melajukan mobil tersebut menuju rumah juragan Darwis orang terkaya di kampung itu.

Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di depan sebuah rumah mewah berpagar tinggi, Dewi segera turun dari mobil dan memencet bel.

ting tong....ting tong!

''Permisi...!!!'' teriak Dewi memanggil.

Tak berapa lama kemudian muncul seseorang dari dalam rumah.

''Siapa...?!'' teriak orang tersebut sembari membuka pintu.

''Bhaaaaaaaaaaaa!!!'' Teriak Dewi saat gerbang di buka.

''Astagah...Dewwiiiiiiiiiiii....bikin kaget saja!'' oceh orang tersebut pada Dewi.

''Hahahahaha....kaget ya mbok?!'' Dewi tertawa puas bisa ngagetin pembantu di rumah itu.

''Kamu ini iseng banget sih sama orang tua, nanti kalau simbok jantungan bagaimana hiiiiiihhhh!'' ucap simbok geram.

''Hehehe maaf mbok, lain kali Dewi ulangi lagi hahahaha!'' jawab Dewi iseng.

''Wow minta di jewer kupingmu itu ya, sudah sana bawa masuk belanjaannya, sudah di tunggu in sama nyonya Darwis sedari tadi'' ucap simbok sembari membuka lebar gerbang rumah tersebut, Dewi dan Dadang segera membawa barang belanjaan Bu Darwin masuk ke dalam rumah.

''Nak Dewi!'' panggil Bu Darwis pada Dewi.

''Ya Bu'' jawab Dewi dengan sopan sembari mendekat ke arah Bu Darwis.

''Ini uang belanjaannya, kamu kasihkan sama majikan kamu ya, total 1,5 juta rupiah'' ucap Bu Darwis sembari menyerahkan sejumlah uang kertas pada Dewi.

''Baik Bu akan saya sampaikan amanah ibu pada majikan saya'' ucap Dewi sembari menerima uang tersebut tanpa menghitungnya karena Dewi percaya sama Bu Darwis,

''Semua sudah saya bawa masuk Bu Darwis silahkan di cek dulu sebelum kami pergi'' Ucap Dewi sembari memasukkan uang tersebut ke dalam tas kecil yang ada di pinggangnya.

Bu Darwis pun segera mengecek barang belanjaannya, setelah di rasa cocok Bu Darwis pun mengangguk puas.

''Sudah sesuai, kalian boleh kembali, makasih ya sudah di anterin dengan selamat dan utuh semua belanjaan saya'' ucap Bu Darwis puas.

''Sama-sama Bu, kalau begitu kami permisi pulang dulu'' pamit Dewi.

Dadang dan Dewi segera kembali ke pasar karena masih banyak kerjaan lainnya.

Sesampainya di toko, Dewi segera memberikan uang dari Bu Darwis pada Bu Mandor.

"Bu Bos ini uang belanjaan Bu Darwis, katanya 1,5 juta" ucap Dewi sembari mengulurkan tangan memberikan uang dari Bu Darwis.

"Makasih ya wi" jawab Bu Mandor yang langsung menerima uang tersebut dan menghitungnya kembali.

"Loh Wi...ini kok kurang 100 ribu?" tanya Bu Mandor.

"Apa bos, kok bisa, padahal itu dari sana belum saya apa-apain lowh, langsung saya masukkan tas dan pulang, sumpah demi Allah Dewi enggak bohong Bu Bos!" ucap Dewi meyakinkan Bu Mandor.

"Jadi nggak kamu hitung dulu di sana?" tanya bu Mandor memastikan, Dewi pun geleng kepala.

"enggak Bos, saya percaya aja gitu sama Bu Darwis" jawab Dewi jujur.

"Aduh Wi Wi...lain kali jangan di ulangi lagi, setiap terima uang pastikan sudah di hitung lagi di tempat agar tau pas atau kurangnya di tempat jadi nggak kayak gini kejadiannya, sedang kita mau protes juga enggak ada buktinya" jelas Bu Mandor mengingatkan.

"baik Bu Bos, maaf saya lalai dalam tugas, bu Bos bisa potong dari gaji saya soal kerugiannya" ucap Dewi tulus.

"Sudahlah biar saja ibu yang nanggung tapi ini peringatan pertama dan terakhir buat kalian berdua!" ucap Bu Mandor dengan tegas, Dewi dan Dadang pun mengangguk patuh.

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!