"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Laura mendekati Dirga seolah-olah menjadi seorang penyelamat baginya. Ia memanfaatkan kerenggangan hubungan antara Dirga dan Karin sebagai sebuah kesempatan. Segala cara dilakukan Laura demi menghancurkan hidup Karin, bahkan dengan cara merebut Dirga darinya. Laura sama sekali tidak ingin melihat Karin merasakan kebahagiaan, sedikit pun.
Namun, Dirga masih ragu untuk menjalin hubungan dengan Laura. Baginya, ia belum sepenuhnya menguasai seluruh harta milik Karin. Dirga tidak ingin suatu hari nanti hidup dalam kemiskinan jika harus bercerai dengan Karin. Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa Dirga juga menyukai Laura. Selain karena kecantikannya, Laura mampu membuat hati Dirga merasa nyaman.
“Berhenti, Laura. Jangan bersikap seperti ini. Aku takut Karin mengetahuinya. Dia masih di kamar dan belum tidur,” ucap Dirga kepada Laura yang memeluknya dengan sangat manja.
Mendengar ucapan Dirga, Laura memasang wajah masam. Ia merasa tidak diperhatikan dan diacuhkan oleh Dirga, lalu beranjak pergi dan berlari menuju kamarnya.
“Ih, kenapa sih harus Karin? Karin dan Karin terus! Apa aku masih kurang cantik sampai Dirga masih memikirkan Karin?” gerutu Laura sambil melempar bantal ke lantai.
Karin yang melihat rekaman CCTV di layar ponselnya hanya tertawa melihat sikap Laura yang marah karena Dirga tidak meresponsnya dan tidak memedulikan usahanya untuk menggoda suaminya.
“Hahaha, dasar perempuan licik. Memang enak dicuekin mas Dirga,” umpat Karin dengan kesal terhadap sahabatnya itu.
Namun Karin tetap harus mengawasi gerak-gerik Laura dan Dirga. Mungkin saat ini hubungan mereka belum terlihat jelas olehnya, tetapi Karin bertekad menyelidikinya sendiri. Bukan dengan menuduh secara langsung, melainkan dengan mengumpulkan bukti-bukti kuat agar, jika mereka benar-benar berselingkuh, semuanya dapat ia buktikan.
Keesokan harinya, saat Dirga libur bekerja, Karin meminta izin untuk pergi ke rumah orang tuanya. Ia sengaja melakukan itu agar bisa mengamati aktivitas Dirga dan Laura ketika dirinya tidak berada di rumah.
“Mas, hari ini aku mau ke rumah Mama Mona, ya,” ucap Karin sambil meminta izin kepada suaminya yang sedang sibuk memainkan ponselnya.
“Iya, sayang. Mas anterin, ya.”
“Enggak perlu, Mas. Aku berangkat sendiri aja. Kamu pasti butuh istirahat.”
“Oh, ya sudah kalau gitu sayang".
Setelah berpamitan kepada suaminya, Karin pun pergi meninggalkan rumah. Laura yang mengetahui Karin telah pergi segera mendekati Dirga. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua dengan Dirga begitu saja.
Dirga yang mendapatkan perhatian serta kasih sayang lembut dari Laura pun tidak menolak. Ia justru menikmati setiap sentuhan manja yang diberikan Laura, tanpa menyadari bahwa di setiap sudut ruangan telah terpasang kamera CCTV. Meski Karin tidak berada di rumah, ia masih bisa melihat semuanya dengan jelas melalui layar ponselnya.
Karin yang menyaksikan adegan mesra mereka berdua melalui layar ponselnya merasa dunianya seakan runtuh. Suaminya, yang selama ini ia anggap sebagai laki-laki setia dan penuh kasih, ternyata tega mengkhianatinya. Lebih menyakitkan lagi, Laura sahabat yang ia anggap sudah seperti saudara kandung justru menjadi orang yang menghancurkan kebahagiaannya.
"Dasar Dua manusia penghianat. lihat saja akan aku balas semua perbuatan kalian".
Ponsel itu dilempar ke sofa. Air matanya jatuh, bercampur dengan amarah yang tak lagi bisa dibendung.
Namun Karin bertekad untuk tidak langsung melabrak mereka berdua. Ia memilih menyimpan amarahnya, menyusun rencana dengan tenang. Karin ingin membuat suami dan sahabatnya itu menyesal telah mengkhianatinya.
Ia mengikuti setiap permainan yang diciptakan Laura, Karin berpura-pura tidak mengetahui apa pun, seolah-olah rencana Laura berjalan mulus. Padahal, tanpa mereka sadari, Karin lah yang sejak awal mengendalikan permainan dan pada akhirnya, dialah pemenang nya.
"Bersambung"
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak