seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8
"Ashan!? Apa itu kamu? Tapi kenapa?"tanya Tiffany berulang-ulang, saat Ashan berjalan semakin mendekatinya.
"menjauhlah! Jangan mendekat, dan tetap disana!"teriak Tiffany ketakutan. Ia takut Ashan akan melakukan hal tidak senonoh terhadapnya.
Namun saat Tiffany mengatakan hal tersebut. Ashan menurutinya, ia berhenti melangkah saat Tiffany memintanya untuk berhenti.
"jangan takut nona Tiffany, apa kain itu menyakitimu?, apa para pelayan bodoh itu tidak tau cara mengikat tangan gadis ku, kenapa mengikatnya sampai sekuat itu. mereka harus di lenyapkan"
"Siapa! Jangan lenyapkan siapa-siapa Ashan. Dan kenapa kamu mengikatku!? Apa salahku kepadamu?"lirih Tiffany dengan wajah memelas.
Ashan terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu, ia juga membalas tatapan Tiffany dengan wajah memelas.
"maafkan saya, jika saya melepaskan tali itu, kamu pasti akan meninggalkan saya bukan?"keluhnya, "saya tidak ingin kamu pergi, jika kamu pergi saya akan merasakan sepi, maafkan saya, bisakah kamu tetap disini saja bersama saya?, uang, makanan, pakaian, tempat yang nyaman akan saya berikan asal kamu tetap disini bersama saya, bisakah?"
*hey! Ada apa dengan pria tampan tapi gila ini!? Dia pikir aku ini apa!? MANA BISA AKU TETAP BERADA DISINI! IBU DAN AYAHKU PASTI SEDANG MENUNGGU KU PULANG...., aku juga bingung dengan ucapannya, bukankah kita hanya bertemu beberapa hari saja? Kenapa bisa ia berpikir akan kehilangan diriku!?*batin Tiffany sambil mengerutkan kedua alisnya, ia mencoba berpikir keras untuk mengerti apa yang di maksud Ashan, namun tidak dapat ia mengerti juga.
*tapi bagaimana pun, ikatan sialan ini lepas dulu dari tubuhku!*
"tidak, aku tidak pergi ke mana-mana Ashan, tapi bisakah kamu melepaskan ikatan ini dari tubuhku, ini sangat sakit.."lirih Tiffany, mencoba membujuk Ashan untuk melepaskan ikatan tali tersebut dari tangan dan juga kakinya.
Ucapan Tiffany tentu di percaya oleh Ashan. Dia dengan lembut melepaskan ikatan tersebut.
"ah akhirnya"seru Tiffany merasa lega saat ikatan itu benar-benar terlepas dari tubuhnya.
Ia menatap Ashan yang masih berdiri tegak memandanginya. Dengan wajah kembali marah dan kesal Tiffany mulai bertanya lagi. Soalnya Ia masih penasaran dengan tindakan Ashan kepadanya, "kenapa kamu menahanku disini? apa tujuanmu sebenarnya? Dan sekarang aku dimana!?"
Dengan menghela napas panjang, Ashan menarik kursi kecil yang terlihat mewah di dekatnya dan duduk menghadap Tiffany. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Tiffany dengan serius. Sementara itu, Tiffany masih duduk di atas kasur yang empuk dengan gaya waspada, terhadap Ashan.
"jika saya mengatakan bahwa saya tertarik dengan mu, apa kamu percaya?"
*kenapa ia berbicara dengan wajah tampan seperti itu, hati wanita mana yang tidak luluh! Pria sialan!*batin Tiffany mengumpat sendiri agar ia tetap sadar.
"tapi ini salah Ashan, jika kamu tertarik dengan seseorang, tidak pantas jika kamu menculik orang tersebut, apalagi ia memiliki keluarga yang saat ini sedang menunggunya untuk pulang"ujar Tiffany mencoba menasehati Ashan agar ia sadar, bahwa perbuatannya itu salah.
Ashan terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, maka ia langsung mengganti topik pembicaraan kedua yaitu, siapa Ashan dan dimana Tiffany sekarang berada.
"benar, tapi kamu tidak akan kemana-mana. Saya adalah seorang pangeran di wilayah ini, tidak ada yang bisa keluar dari negara ini tanpa izin saya, dan yah, sekarang kamu berada di istana saya, sebentar lagi ada beberapa pelayan yang akan membawamu makan malam dan pakaian ganti, beristirahatlah dengan tenang Tiffany. Saya harus pergi, tapi saya akan kembali lagi ke sini untuk memastikan gadisku tetap aman"pungkasnya, langsung berdiri dari tempat duduknya. "ah yah, saya tidak pernah menyerah mendapatkan apa yang saya inginkan, begitu juga kamu, saya akan membuatmu tertarik dengan saya, Tiffany. Selamat malam"tambahnya lagi, sebelum ia benar-benar pergi dari sana.
Tiffany yang mendengar itu, terdiam membeku. Saat ia menyadari bahwa pria yang dia anggap hanya seorang pekerja biasa, ternyata adalah seorang Pangeran Negara. Berita ini membuatnya lebih terkejut dibandingkan dengan berita tentang kehamilan ibunya.
"oh Tuhan, nasib macam apa ini? nasibku terlihat seperti tuan Aladin, seorang rakyat miskin yang tidak sengaja berhubungan dengan anak bangsawan?"
...----------------...
"yang mulia!, akhirnya kamu kembali....!"seru Yamin saat melihat Ashan masuk ke ruang kerjanya pada malam itu. Sebagai asisten Ashan, ia hanya bisa menggantikan dan mewakili Ashan dalam bekerja saat Ashan kabur dari istana.
Hal ini membuatnya hampir mati karena setumpukan pekerjaan negara. Saat ia melihat Ashan kembali, ia merasa lega seperti melihat surganya. Ia yang tadinya duduk di kursi kerjanya, karena mereka berdua berada di ruangan yang sama, langsung berlari untuk memberikan hormat dan ucapan selamat datang kepada Ashan.
Namun keramahannya di balas dengan tatapan dingin oleh Ashan. "laporkan keseluruhan masalah yang terjadi selama saya tidak ada, waktumu hanya satu menit di mulai dari sekarang!"ucap Ashan sembari duduk di kursi kerja miliknya yang terlihat sangat megah. Dan di hadapanya juga terdapar banyak berkas-berkas yang tertumpuk di atas meja kerjanya.
Yamin yang sudah mengetahui sikap nya Ashan yang dingin dan tidak peduli dengan perasaan orang itu pun membuat ia hanya bisa menelan dan menyimpan lukanya sendiri. Ia menghela nafasnya panjang, sambil membuka buku besar berwarna hitam. Ia pun langsung menyebutkan dan menjelaskan permasalahan yang terjadi di negaranya secara merinci. Masalah yang sering terjadi adalah masalah pendidikan dan kemiskinan. Walau di kotanya banyak pedangang tapi tempat lain yang jarang di jangkau oleh nya, memiliki banyak masalah. Itu yang sedang di bahas oleh Yamin kepada Ashan.
"kumpulkan para parlemen kerajaan, besok mereka harus bertemu dengan saya"pungkas Ashan.
...----------------...
Pada malam itu, Tiffany hanya bisa patuh. Ia makan dan beristirahat dengan baik saat dilayani. Namun, di pikirannya, ia memikirkan bagaimana caranya ia bisa kabur dari istana yang menahannya saat itu. Ia berusaha bertanya kepada beberapa pelayan yang melayaninya tentang jalan keluar dari istana tanpa ketahuan, tetapi tidak mendapatkan jawaban apapun. Para pelayan hanya diam dan fokus melayani Tiffany. Tiffany sadar bahwa mereka diam karena merasa takut, khawatir ketahuan membantunya untuk kabur.
"akan ku pikirkan bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini besok saja, aku benar-benar kelelahan..., haah bahkan pria itu tidak membiarkan aku menggunakan hp, bagaimana aku bisa menghubungi keluargaku, ibu.. Ayah.., apa kalian sedang mencemaskan aku?"lirih Tiffany sambil menutup matanya pelan-pelan dan akhirnya ia tertidur pulas pada malam itu di atas kasur besar.
Tanpa ia sadari, ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya, dan duduk di hadapanya dengan kursi yang sama yang ia gunakan saat berbicara dengan Tiffany. Ia hanya memandang wajah Tiffany selama 2 jam lamanya, setelah itu ia kembali ke kamarnya sendiri yang hanya seberangan dengan kamar yang di gunakan Tiffany. Ia adalah Pangeran Mahkota Ashan.
...********BERSAMBUNG********...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍