Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Provokasi Huang Wen
Huang mei memilih beristirahat di ruang dimensi, selain waktu nya yang berbeda dengan waktu luar ia juga ingin meningkatkan kultivasi nya. Ilmu beladiri nya sudah semakin kuat , tubuh yang ia tempati sudah terbiasa dengan hal itu seperti tubuh nya dulu.
Tahap kultivasi nya berada di tahap lima tingkat ketiga, sebuah tahap yang sama dengan kedudukan seorang kaisar. Kini Huang Mei sedang menyuling pil kecantikan dengan kemurnian 99%, pil - pil nya yang hanya mencapai kemurnian 60% - 70% di berikan kepada hewan - hewan spirit beast agar kekuatan mereka semakin bertambah besar.
"Berhasil ! " Huang Mei mengumpulkan enam pil kecantikan dengan kemurnian sempurna.
"Aku yakin tuan akan mendapatkan banyak koin emas dengan menjual pil itu " ucap Yan.
"Kau benar, aku akan menggunakan uang itu untuk membuat sebuah kelompok bayaran yang hebat bahkan kehebatan nya mampu mengalahkan kekuatan prajurit kerajaan ini ".
Huang Mei keluar dari ruang dimensi dengan membawa pil kecantikan tersebut, nuan memberi kabar bahwa ruan jenderal sedang melakukan perjalanan ke perbatasan bersama kakak pertama nya. Sedangkan kakak keduanya sudah kembali ke akademi bersama para pangeran kecuali pangeran mahkota yang juga ikut ke perbatasan.
"Adik apakah kau di dalam ? * teriak Huang Wen.
Huang Mei duduk di kursinya sambil memakan buah anggur, biarkan saja Huang Wen menunggu lama bukan kah ia tahu kalau adik nya buta. Setelah cukup Huang Mei keluar dari kamar nya.
"Kakak apakah kau masih menunggu ku , maaf aku habis buang air jadi agak sedikit lama. Maaf kan aku yang telah membuat kakak menunggu " ucap Huang Mei dengan senyuman pura - pura polos nya.
Huang Wen mengepalkan tangan nya, tidak tahu kah cuaca saat ini sedang panas dan bisa - bisa nya Huang Mei membuat Huang Wen emosi.
"Tidak apa adik kakak tahu kalau kamu itu buta dari lahir, oh ya aku ingin bercerita dengan mu, pangeran ketiga memberikan ku sebuah gelang emas yang indah " ucap Huang Wen dengan wajah angkuh nya.
"Itu sangat bagus kak, aku beharap kelak kakak akan menjadi istri sah pangeran bukan hanya sekedar selir seperti ibu kaili " balas Huang Mei membuat Huang Wen kesal.
...----------------...
"Nona Huang Wen aku dengar dari para pelayan kalau Huang Mei mengagumi pangeran mahkota bukan pangeran ke empat. Apakah berita yang selama ini kita dengar itu salah ? " ucap salah satu bangsawan A.
"Ya begitulah, salah kan adik ku yang tidak bisa melihat jadi ia salah memberikan informasi kepada " ucap Huang Wen sambil tersenyum palsu.
"Bukan kah lain kali anda harus cermat nona huang , dengan membiacarakan berita palsu itu membuat kita semua menjadi salah paham dengan nona muda huang " sambung putri Wang Yi.
"Nona muda Huang terlalu percaya diri, seharusnya suruh ia bercermin agar ia bisa tahu apakah dia layak atau tidak untuk memuji pangeran mahkota kita ". ucap bangsawan B..
"Bagaimana ia akan bercermin, dia seorang tunanetra bahkan ia tidak bisa melihat dirinya dengan baik " sambung bangsawan C dengan tertawa terbahak.
Huang Wen ikut tertawa bersama mereka membuat putri Wang Yi menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Bagaimana bisa kau menertawakan kekurangan saudari mu sendiri nona Huang Wen, menjalani hidup sebagai nona muda Huang itu sangat sulit. Aku yakin jika kalian yang mengalaminya pasti kalian akan langsung bunuh diri, lebih baik kita sudahi acara perjamuan teh ini ". Putri Wang Yi pergi dari taman dengan meninggalkan Huang Wen yang menatap Wang Yi dengan penuh kekesalan.