NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon Bentley

Bulan pertama di tahun 113,

Isu wilayah Dargaville yang bersiap menyerang Kaitaia meningkat. Total ada 4.000 prajurit bersiap melewati pegunungan Xeon dan dipimpin seorang Jenderal utama dan 3 perwira tinggi. Sementara itu di wilayah Whangarei, Earl Whangarei dan 3 perwiranya juga sudah mulai melakukan latihan perang untuk persiapan menuju Kaitaia. Kemarahan Whangarei pada peristiwa sabotase sebelumnya menguatkan tekad mereka untuk memberikan balasan.

Di Kaitaia, persiapan perang juga dilaksanakan. intensitas latihan dan rapat juga terus dilakukan untuk mengantisipasi serangan atau dengan cara lain mendahului menyerang dua wilayah itu.

Akhirnya disepakati kekuatan akan dipecah dua ; Regen Manollion akan menyerang Whangarei dengan 2500 pasukan. Dan Lauren Lamalurra bergerak ke barat dengan 1.500 pasukan.

Misi Lauren hanya akan menahan serangan kekuatan Dargaville. Di antara para pejuang yang menuju Barat adalah keluarga-keluarga Suku Yulara. ; Atilla Winter, Mago Queen, Delayer Moon, Charles Kaemon, Nero Talindurum. Dengan jumlah pasukan di 5 keluarga ini berjumlah 400 orang. Selebihnya 1100 orang adalah dari keluarga lain yang ikut serta, termasuk Uon Bloodstone dan 4 kesatria keluarga lain ; Osiris Phagan, Capri Rush, Arius Mandon. Dan Olga Darvo. juga Jhon Bentley pemimpin Iblis Merah dan dua anggotanya ; Dick Duckwort dan Mick Hamill.

Sementara yang menuju Whangarei, selain Regen yang menjadi pemimpin, juga di bantu oleh Oliver Pho-Bela, Aragon Balyn dan anaknya Beryn Balyn, 6 anggota Iblis Merah yang di pimpin William Meredith dan para kesatria keluarga ; Hud Pathania, Sasan Stoneheart, Avaris Ashara, Het Damollie, Nefertari Imborn, Phidias Imrian, Perikles Crane, Hannibal Lyon, Pompey Damodar, Merv Balaena dan Thor Mayanna .

***

Sudah 3 hari pasukan yang menuju barat tiba di perbatasan antara wilayah Kaitaia dan Dargaville.

Tenda-tenda berdiri, meskipun ribuan orang, Lauren memerintahkan untuk meminimalisir suara dan pembakaran lahan atau api unggun yang menarik perhatian dari jauh. tugas mereka disini hanya memantau dan mengantisipasi serangan. Mata-mata disebar sejauh wilayah lawan. dalam kelompok kelompok kecil.

Sampai suatu hari, kabar buruk datang.

Utusan dari Kastel Kai datang memberikan sepucuk surat yang ditanda tangani oleh Ser Jhuma yang isinya ;

“Baginda meninggal dunia siang ini. Harap Tuan Lauren bisa Kembali ke Kastel. Serahkan kepemimpinan di pos perbatasan pada Jhon Bentely. ” demikian isi surat itu.

Kabar duka itu tentu mendatangkan goncangan pada pasukan baik yang menuju barat maupun yang menuju timur. Lauren akhirnya kembali, ia dikawal oleh Olga Darvo dan 20 orang prajurit.

Namun pasukan yang menuju timur tak bisa ditinggalkan oleh Regen, Aragon dan Oliver karena sudah terlibat konflik terbuka dengan pasukan Whangarei yang terkejut akan kehadiran mereka di wilayah Whangarei. Perang mulai terjadi disana. Sehingga kabar kematian Owen tak menyurutkan tekad Regen dan pasukannya untuk meninggalkan medan laga.

Sepeninggal Lauren,

Di pos perbatasan Kaitaia - Dargaville, berkumpul para pemimpin rombongan. Saat Lauren tak ada, Jhon menjadi pemimpin sementara ditempat ini. Uon Bloodstone, Mago Queen, Delayer Moon, Charles Kaemon, Nero Talindurum, Osiris Phagan, Atiila Winter, Capri Rush, Arius Mandon.dan dua Ibis Merah ; Mick Hamill dan Dick Duckworth. untuk membahas rencana selanjutnya di wilayah ini, Namun satu hal yang tak diketahui oleh Jhon dan para kesatria suki Adara adalah ; keluarga-keluarga Suku Yulara yang dipimpin Kaemon sudah merencanakan untuk meninggalkan perkemahan.

Malam sebelumnya mereka sudah mengadakan rapat rahasia.

“Saat yang kita tunggu-tunggu sudah tiba. Tuan-tuan . kesetiaan kita hanya pada Lord Owen . Dan keturunannya, sampai saat ini anaknya belum lagi ada diantara kita. Keadilan yang kita harapkan dengan hadirnya negara baru, aku ragu akan terjadi dengan kejadian dermaga yang menyakitkan kita. Jika kita bertahan disini dan dipimpin oleh mereka para kesatria utama yang semuanya juga bersuku Adara, kita hanya akan menjadi pembantu-pembantu mereka. Dengan meninggalnya Lord Owen saatnya kita mengambil jalan lain. Kita berpisah, kita akan pulang ke pulau Selatan. Disana kita akan mendirikan negara sendiri atas identitas kita sebagai suku Yulara.” demikian penyataan Charles Kaemon pada pendukungnya.

Dengan pernyataan itu, keluarga Suku Yulara lain mempersiapkan pasukannya untuk meninggalkan pos pada dua hari setelah itu. Persiapan mereka sudah ada tinggal menunggu perintah dari Kaemon.

Maka suatu hari di pagi yang cerah itu, didalam tenda komando. Jhon Bentley yang tak tahu niat Kaemon dan 4 kesatria Keluarga lain, mengajak mereka untuk melaksanakan rapat koordinasi.

“Posisi musuh belum lagi terlihat 5 kilo meter dari perbatasan saat ini. ” kata Jhon membuka rapat.

“Benar mata-mata kita belum lagi melihat mereka. Apakah tidak sebaiknya kita lakukan lagi penyelidikan diarahlain? atau lebih dekat dengan pusat kota? ” tanya Uon Bloodstone.

“Benar. Sebaiknya kita lakukan penyelidikan langsung kearah Selatan Ser.,” kata Charles Kaemon. Seketika ia teringat kesempatan telah tiba.

“Biarkan pasukan utama kita tetap di pos perbatasan. Kami akan melihat kesana” kata Charles lagi.

“Aku akan bersama kalian. Kita akan melakukan pengecekan.” kata Jhon . Jiwa kepemimpinanya, sebagai kesatria Iblis Merah, tentu tak meminta ia untuk sekedar menerima laporan.

“Sebaiknya tuan tetap ada di pos, agar tetap ada pemimpin diantara prajurit yang ada.” kata Queen, ia khawatir Jhon akan tahu niat mereka jika bersama.

“Benar. Biarkan kami yang akan menuju Selatan. Ini terlalu berbahaya Ser.” kata Uon Bloodstone. Ia menatap sekeliling meminta dukungan atas usulnya.

“Ini tak akan lama. Kita sebaiknya bersiap diri. Karena jika tak ada tanda-tanda dari musuh. Aku akan kembali ke Kaitaia, melihat perkembangan situasi disana. Melihat langsung pergantian kepemimpinan disana. Aku yakin Jhuma akan diangkat sebagai pengganti baginda” kata Jhon Bentley. Ia langsung berdiri, mengambil pedang dan bersiap.

Demikianlah. siang itu Jhon Bentley bersama dua pengawalnya, juga Uon Bloodstone dan 4 kesatria Yulara yang dipimpin Charles Kaemon bersama-sama menuju kearah selatan.

Saat bersiap, Jhon dan Uon curiga ada rombongan pasukan keluarga Suku Yulara lain yang ikut. Jumlah mereka kurang lebih 20 orang, padahal ini adalah misi pengintaian. Yang harusnya dilaksanakan tidak secara sembunyi- sembunyi. Namun menunjukkan ketidaksukaan pada mereka hanya akan menimbulkan masalah bagi kebersamaan. Maka Jhon membiarkan para prajurit itu.

Mereka berjalan perlahan dan hati-hati mengitari lereng bukit sebelah barat daya, membelah hutan, melewati beberapa anak sungai dan setelah beberapa saat mereka sampai ke pinggir jalan utama.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!