"maaf,aku ga bisa ngejanjiin kapan aku bisa siap menikah dan saat ini pernikahan belum ada di rencana hidup aku"jawab Mita mantap
"jadi...???"
"kalo kamu emang ga bisa nunggu aku,kamu bisa cari wanita lain yang siap buat kamu nikahin kapan aja sesuai dengan permintaan Abang kamu itu"
Rasya yang di minta segera menikah oleh abangnya yang juga akan menikah harus menerima kenyataan pahit dengan penolakan dari sang kekasih yang malah pergi meninggalkannya demi mengejar karir.
namun beberapa Minggu sebelum abangnya menikah terjadi kehilangan kontak dengan pesawat yang di tumpangi oleh Safi,Abang Rasya.
amanah Safi yang meminta Rasya untuk dapat menjaga ibu dan Nissa calon kakak iparnya pun membuat Rasya terbebani.terlebih saat ibunya mengalami depresi karena kehilangan Safi dan membutuhkan perhatian dan perawatan intens dari keluarga
sanggupkah Rasya menjaga ibu terlebih menjaga calon kaka iparnya sesuai dengan permintaan sang abang dengan baik!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunchiez chie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
"Mas Rasya,,,maaf ada berita penting"
Dion yang menjumpai Rasya yang sedang beristirahat dikantornya setelah melakukan meeting di kantor cabang terlihat memasang wajah panik dan sedih bercampur menjadi satu membuat Rasya yang sedang melamun terkejut dan langsung menanyakan apa yang terjadi
"ada apa mas Dion,kok kelihatannya panik gitu?apa meeting tadi di kantor cabang ada yang tidak beres!?"
"mmaaf mas Rasya,,,ini ada berita tentang pesawat tujuan malaysia_indonesia yang hilang kontak dan sampai sekarang belum bisa terhubung kembali.dan salah satu penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut adalah pak Safi"
"innalilahi,,,yang benar mas Dion!?"
Rasya yang awalnya dalam posisi duduk di kursi kebesarannya sontak langsung berdiri untuk memastikan bahwa apa yang diucapkan Dion bukanlah berita hoaks
"iya mas,ini saya dapat berita terkini di salah satu wartawan freelance yang terbiasa memberikan hasil kerjanya di Kantor berita milik mas rasya"jelas Dion dengan nada bergetar dan nafas yang terengah-engah engah
Rasya yang benar benar panik pun langsung mencari informasi dengan menghubungi maskapai penerbangan yang di gunakan Safi untuk memastikan bahwa berita yang ada tersebut adalah hoaks.
setelah mendengar langsung dari bagian informasi atas kebenaran berita tersebut kaki Rasya menjadi lemas tak sanggup menegakan kakinya walaupun untuk sekedar berdiri.tubuh kekarnya terjatuh di kursi kebesarannya.telephon genggam yang dia gunakan untuk menghubungi kantor maskapai penerbangan pun hampir terjatuh dari genggaman tangannya yang terasa lemas hanya untuk menggenggam benda pipih tersebut.
Dion yang melihat ekspresi Rasya pun sudah memastikan bahwa berita hilangnya kontak pesawat yang ditumpangi Safi itu benar.untuk sekedar memastikan dugaannya Dion pun memberanikan diri untuk menanyakan pada Rasya.
"bagaimana mas Rasya,apa ada kabar!?"
"berita itu benar mas, pesawat yang ditumpangi bang Safi hilang kontak dan sampai sekarang belum bisa dihubungi kembali"
Rasya pun meletakan sikut sikut tangannya di atas meja dengan kedua tangan menutupi wajahnya yang berubah memerah karena menahan kesedihan.sepasang matanya terlihat mulai berkaca kaca seolah sedang menampung buliran air mata yang ingin keluar untuk membuktikan betapa hatinya sangat takut kehilangan Abang yang amat sangat dia sayangi.
"bagaimana ini mas Dion,,,apa yang harus saya lakukan!???saya belum siap untuk kehilangan bang Safi dan bagaimana dengan ibu.kesehatan ibu pasti akan memburuk jika mengetahui berita ini.yaaa ALLAH lindungi bang Safi ,semoga ini hanya kehilangan kontak saja.semoga tidak terjadi apa apa dengan pesawat yang bang Safi tumpangi"
Rasya terus saja berdoa agar ada keajaiban yang terjadi pada Safi dan pesawat yang ditumpanginya.
"mas Rasya yang sabar ya,,,semoga saja ada keajaiban"
Dion menenangkan padahal dalam hatinya pun merasakan perasaan yang sama dengan Rasya yaitu takut kehilangan sosok Safi karena untuk Dion,Safi bukan saja sekedar bos yang bijaksana tapi Safi sudah seperti kakak yang selalu ada untuknya.
di tempat lainnya,Nissa yang sedang beristirahat untuk solat menghentikan langkah kakinya yang akan menuju kamarnya karena mendengar berita tentang hilangnya kontak pesawat tujuan malaysia_indonesia.
Nissa yang mengetahui bahwa Safi akan pulang hari ini pun langsung terkejut mendengar hilangnya kontak pesawat tujuan malaysia_indonesia yang sudah dipastikan bahwa safi menjadi salah satu penumpang yang berada didalamnya.
Nissa yang panik pun langsung mengambil ponselnya dan langsung menghubungi rasya untuk memastikan kebenaran berita tersebut.
"assalamualaikum mas Rasya"
"walaikum salam niss"
"mas Rasya,Nissa baru saja menonton berita di tv.apa pesawat yang hilang kontak itu adalah pesawat yang di gunakan mas Safi untuk pulang ke Indonesia!?"
dengan menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan kasar, Rasya berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Nissa.
"iya niss,tadi saya sudah menghubungi maskapai penerbangan tersebut dan bang Safi menjadi salah satu penumpang yang berada didalamnya"
mendengar jawaban Rasya sontak membuat Nissa sedih.sepasang matanya mengeluarkan air mata yang sudah mengalir melewati pipi mulusnya tanpa permisi dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.bibirnya terkunci tak tahu harus mengeluarkan kata kata apa sedangkan pikirannya sudah melayang pada bayangan Safi yang tadi pagi masih bisa menghubunginya.
"mas Rasya,,,,,bagaimana dengan keadaan ibu!?"tiba tiba Nissa menanyakan keadaan calon ibu mertuanya karena dia teringat ucapan Safi yang menitipkan ibunya pada Nissa.
"saya harap ibu belum melihat berita sampai pesawatnya benar benar bisa ditemukan.kita berdoa saja ya semoga ada keajaiban"ucap Rasya penuh harap
akhirnya Rasya dan Nissa pun mematikan sambungan telepon mereka masing masing
"heh Nissa,,,apa Safi ada dipesawat yang kehilangan kontak itu!?" suara Darsa Tiba tiba mengejutkan Nissa yang baru saja menutup panggilannya bersama Rasya.
Nissa hanya menganggukkan kepalanya lemah.
tanpa bisa ditebak Darsa langsung tertawa puas seolah olah dia sedang menemukan harta Karun yang tersembunyi
"paman,kenapa paman malah tertawa bukankah ini antara hidup dan mati mas Safi?"tanya Nissa menahan kesal karena pamannya seperti tidak tahu situasi dan kondisi dan dengan ringannya mengeluarkan tawa yang begitu puas
"aku tidak perduli dengan nyawa Safi karena justru dengan tidak adanya Safi aku bisa memberikanmu pada Datuk Ramji untuk menjadikan mu istri keduanya,,,hahaha,,,dan uang yang dia berikan akan menjadi tambahan modal untuk aku membuka supermarket yang lebih besar,,,hahaha"Darsa terus saja tertawa dengan lantangnya tanpa memikirkan perasaan Nissa.
Nissa yang mendengar ucapan Darsa pun benar benar sakit hati dan air matanya sudah tak dapat terbendung lagi.cairan bening itu pun terus saja keluar dari mata sendu Nissa hingga Nissa pun memilih untuk pergi ke kamarnya untuk meluapkan rasa sedihnya atas kecelakaan yang menimpa Safi dan rasa kecewanya pada paman yang sudah dia anggap sebagai pengganti ayahnya tersebut.
▪️▪️▪️▪️▪️
di tempat ibu Rita berada.perawatnya yang hendak mematikan saluran televisi karena ibu Rita yang sudah harus beristirahat pun dihentikan oleh ibu Rita saat stasiun televisi yang sedang tayang menyiarkan berita terkini dan memberikan kabar tentang hilangnya kontak sebuah pesawat dengan tujuan Malaysia_Indonesia.perasaan Bu Rita langsung terhenyak mengingat anak sulungnya yang akan pulang dari negeri Jiran tersebut hari ini.bu Rita pun meminta perawat untuk membesarkan volume televisi agar bisa mendengarkan berita dengan jelas.dan betapa teekejutnya Bu Rita saat mendengar bahwa pesawat tersebut belum dapat di temukan keberadaanya.bu Rita yakin pesawat tersebut adalah pesawat yang di tumpangi putra sulung kebanggaannya untuk pulang kembali ke tanah air.
Bu Rita yang tak bisa menahan kesedihannya pun langsung terkulai lemah tak sadarkan diri.perawat yang bertugas menemani Bu Rita di panti jompo itu pun kaget dengan keadaan Bu Rita dan langsung berteriak meminta pertolongan agar bisa membawa bu Rita kerumah sakit tempat biasa Bu Rita melakukan pengobatan.dan petugas panti lainnya langsung menghubungi Rasya untuk memberi tahukan keadaan Bu Rita yang melemah dan meminta Rasya untuk langsung pergi ke rumah sakit tempat Bu Rita di bawa.
-
-
-
**jangan lupa like,komen dan vote nya ya
terima kasih yang udah mampir🤗🤗🤗**
stop normalisasi kelakuan salah yang menguntungkan pemeran utama wanita(sudut pandang kalian pembaca wanita)
ELO SAPA BHEKTI, LO CMA ANAK SATU YG BRU KNL MA NISSA UDH JATUH CINTA, SBLM JATUH CINTA, LO CARI DLU INFORMASI SIAPA TU NISSA, MSH SINGLE ATAU UDH BRSUAMI, KLO MSH SINGLE WAJAR LO JATUH CINTA, INI ISTRI ORANG..
DN SI BHEKTI ITU DI PRESSURE SDIKIT AGAR JGN DEKATI ISTRI ORANG
INGAT NOVEL YG BERJUDUL DI KIRA SECURITY, TRNYATA SULTAN.. MNTAN PACAR SI SULTAN YG MODEL, TPI AKHIRNYA MNIKAH SAMA SANG ASSISTENT SULTAN, SI ASSISTEN JUGA DITINGGALKN SI MODEL UNTUK TRIMA TAWARAN MODEL LN, PDHAL ASSISTEN SDH MLARANG,, BIAR ISTIRAHAT BUAT PROMIL, TPI DIMODEL TTP NGOTOT, AKHIRNYA SI MODEL BRANGKAT KE LN, NAH DISANA MLH SLINGKUH DN HAMIL SMA LKI2 AGENSI YG MNAUNGINYA DI LN...