Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..
Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..
Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..
Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..
"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.
Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!
Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."
_Shica Mahali_
"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.
Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.
Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?
Tapi aku......"
_Raihan Alfarizi_
PERINGATAN!!!
17+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
".. Apa kau pernah mengalami hal yang sama seperti yang ku alami sekarang ini? "
***
•••Raihan Alfarizi•••
Hari ini adalah hari minggu. Sepanjang hari ini, aku berjualan dengan leluasa. Lala juga ikut dengan kami berjualan didekat terminal.
"Raihan?" panggil seseorang. Aku menoleh ternyata bu Lina. Beliau guru mata pelajaran bahasa Inggris di SMP.
"Ibu," gumamku.
"Kamu berjualan? Ibu baru tahu." kata bu Lina. Aku hanya tersenyum sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
"Ibu pesan 4 di bungkus ya," kata bu Lina.
"Baik bu" jawabku.
Aku pun menumis bumbu.
"Kamu anak yang baik dan rajin ya. Ibu menyesal pernah marahin kamu karena telat masuk kelas. Mungkin kamu telat masuk kelas karena kamu berjualan, ya. Seperti sekarang?" tanya bu Lina.
"Ah itu karena saya tidak disiplin bu.." jawabku.
Aku memasukkan nasi ke wajan kemudian mengaduknya.
"Kamu anak yang cerdas Raihan.. Ibu harap kamu serius bersekolah " kata bu Lina.
"Saya akan berusaha bu," kataku.
"Ibu kenal dengan ayah dan ibu kamu," kata bu Lina yang membuatku sangat terkejut.
Namun aku segera menyembunyikan keterkejutanku. Kumasukkan nasi goreng yang sudah siap itu kedalam wadah kap.
"Ibu tahu, mereka pasti memperhatikanmu" kata bu Lina.
Aku mengepalkan tanganku. Menahan semua perasaan yang terbendung ini.
Aku memberikan pesanannya. Bu Lina memberikan uangnya.
"Terimakasih, bu." kataku sambil tersenyum ramah.
"Sama-sama," jawabnya.
Aku menghela napas berat.
Selesai berjualan, aku pulang ke rumah dan memberikan uang hasil penjualan nasi goreng hari ini pada kakak.
"Alhamdulillah.. Penjualan hari ini menguntungkan sekali," kata kak Riska.
Aku tersenyum mendengarnya.
Keesokan harinya, aku pergi ke sekolah. Aku menyapa Pak Anwar.
"Selamat pagi, Pak." sapaku. Pak Anwar tersenyum padaku. "Selamat pagi, nak Raihan. Bagus datang pagi-pagi," kata Pak Anwar sambil mengacungkan jempolnya.
Aku tersenyum sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Aku memasuki lapangan upacara. Hari ini adalah hari senin. Aku berbaris di barisan siswa kelas B.
Aku melihat barisan siswi F. Aku tidak melihat si teropong itu. Apa dia sakit karena terbentur bola?
Atau dia takut padaku?
Ah kenapa juga aku memikirkan perempuan aneh seperti dia.
Hari terus berlalu. Aku mendengar kalau siswi kelas F berkurang satu dan benar saja.
Perempuan itu pindah sekolah.
Aku mulai merasa bersalah. Apa dia pindah karenaku?
Tapi, sudahlah. Nanti rasa bersalahku juga perlahan hilang dengan sendirinya.
Bel sekolah 4 kali berbunyi. Aku keluar dari gerbang kemudian duduk dibangku taman yang berbenjer didepan sekolah.
Aku menunggu kakakku yang sedang bekerja di hajatan temannya di kompleks dekat sekolah.
Aku melihat siswi yang sering bersama perempuan teropong lewat didepanku.
"Hei, kau." panggilku. Dia menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearahku.
"Aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kau." jawabku kemudian aku bangkit dari tempat dudukku dan menghampirinya.
"Emm begini, aku di suruh pak Hendrawan untuk menanyakan tentang jumlah siswa dan siswi kelas F," kataku mencari alasan.
"Lalu?" tanyanya.
"Emm.. Apa siswinya genap? " tanyaku.
"Tidak, kemarin ada yang pindah jadi sekarang ada 11 orang perempuan di kelas F" jawabnya.
"Oh iya.. Lalu siswanya? " tanyaku.
"Siswanya ada 14 orang, seperti dulu." jawabnya.
"Oh iya, terimakasih informasinya." kataku.
Dia mengangguk kemudian berlalu. Aku yakin yang pindah adalah si teropong itu.
Semoga dia pindah bukan karena aku. Kenapa juga dia pindah hanya karena hal kemarin? Apa aku terlalu kasar padanya? Kurasa tidak.
Hari terus berlalu dan berlalu.
Aku memarkirkan motorku di tempat parkir didekat terminal.
Aku akan membantu kakakku berjualan sore ini. Tapi kulihat sesuatu yang membuatku terkejut.
Kulihat ada si teropong sedang duduk bersama seorang laki-laki. Laki-laki itu duduk membelakangiku.
Mereka membeli nasi goreng kakak.
Aku mengurungkan niatku untuk kesana. Biar aku disini dulu memperhatikan mereka. Entah kenapa aku merasa senang melihat keberadaan dia disana.
Beberapa menit aku berdiri di tempat parkir. Akhirnya mereka berdua hengkang memasuki mobil.
Aku menghampiri kakakku. "Hai, kak." aku menyapaa kakakku.
"Hai, Raihan." jawab kak Riska.
"Yang barusan itu, lama sekali ya makannya." kataku.
"Oh yang barusan itu langganan nasi goreng kakak. Gadis itu baik sekali dan ramah." kata kak Riska.
Ramah?
Dia itu cerewet sekali
Dan yang pasti menyebalkan
"Kamu kenal dia?" tanya kak Riska
"Iya, dulu waktu semester pertama, dia satu angkatan di SMP Nusa Bangsa." jawabku.
"Oh, dia teman kamu?" tanya kak Riska sambil menoleh kearahku.
"Bukan, aku tidak mengenal dia, Kak." bohongku. Aku mengalihkan pandanganku dari kakak.
Kak Riska ber'oh ria.
"Oh ya, lalu laki-laki yang bersamanya barusan itu siapa?" tanyaku penasaran.
Seketika kak Riska menghentikan aktivitasnya dan menatapku.
"Kamu cemburu?" tanya kak Riska sambil menatapku dan menggodaku.
Aku terkejut. "Tidak kak, mana mungkin aku cemburu. Aku bahkan tidak mengenal perempuan itu, Kak." kataku menggerutu.
"Lalu sejak kapan kamu peduli pada seseorang? Sejak kapan kamu mau bertanya tentang seseorang? Kamu tidak mungkin tidak mengenalnya. Kamu itu cuek. Sama mantan kamu yang kemarin aja kamu tidak terlalu memperhatikannya." kata kak Riska menggodaku lagi.
Aku menghela napas berat. "Kakak, yang kemarin itu sungguh gadis menyebalkan. Dia itu manja dan aku kesal sekali. Hubungan kita juga sudah berakhir, dan sekarang kami cuma mantan." kataku membela diri. Ya, aku benci gadis manja.
"Terserah, kamu selalu menganggap setiap wanita itu menyebalkan. Padahal kau sendiri begitu menyebalkan, tidak tahu diri." gerutu kak Riska. Kulihat kakak mendelik kesal padaku.
Aku tertawa. "Setidaknya hanya kakakku yang tidak menyebalkan.. Aku 'kan sayang kakak" kataku menggodanya.
"Ah ingin sekali aku mencubit kedua pipi adik tampanku ini. Tapi sayang sekali, aku sedang sibuk." gerutu kak Riska.
Aku tertawa mendengarnya. "Kau bisa mencubit pipiku kapan saja, kak." kataku sambil membantunya.
"Laki-laki tadi itu kakaknya, mereka sangat akrab. Seperti kamu dan kakak," kata kak Riska
Tentu mereka sangat akrab, mereka 'kan adik kakak. Namun sayang sekali, tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Hanya aku yang tahu.
"Kali ini kau tidak akan lepas dariku, kita bertemu lagi dan selain mendapatkanmu, aku akan menghajarnya juga, sampai dia sadar, bahwa dia pria paling berengsek yang pernah kutemui.."
By
_Ucu Irna Marhamah_
Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan
Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya