NovelToon NovelToon
Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri

Status: tamat
Genre:Cerai / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:141.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hawa zaza

Awalnya kehidupan rumah tanggaku bersama Mas Haris selalu mesra dan penuh canda tawa, Namun semua itu berubah saat aku habis melahirkan buah cinta kami yang pertama.
Mas Haris selalu mengeluh dengan tubuhku yang sudah tidak langsing dan bahkan dia mulai bersikap pelit mengurangi jatah uang belanja.

Aku sempat down dan putus asa, hingga mau mangajukan cerai, namun niat itu aku urungkan karena rencana dari sahabatku yang memintaku untuk memiskinkan suami terlebih dahulu, dengan pura pura jadi selingkuhannya.

Yuk simak cerita Menjadi Gundik Suami Sendiri dan jangan lupa dukung Hawa dengan kasih vote, love, like dan komentar ya guys, Karena semua itu sangat berharga untuk author ❤️🙏🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hawa zaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8

"Heh, Bu Emi. Sebelum ngomong itu ngaca dan di pikir dulu. Ini rumahku, bukan rumahnya Haris. Enak saja ngaku ngaku rumahnya Haris. Kapan dia beli rumah ini, semua isi dirumah ini saja, suamiku yang membelinya untuk Dara. Mikir itu pakai otak, jangan sama dengkul. Gak tau malu!" bantah Bu Hanna dengan mata melotot tajam, emosinya sudah benar benar tak bisa di bendung. Menghadapi Perempuan serakah kayak besannya, harus dengan keberanian yang lebih dan kesombongan, agar tidak di injak-injak seenaknya.

"Haris itu suaminya, jadi dia juga punya hak dirumah ini, apa yang jadi milik istrinya ya milik suaminya juga. Enak saja mau menguasai rumah sebesar ini sendirian." balas Bu Emi dengan bersungut sungut, Dara hanya diam menatap tak percaya dengan omongan mertuanya yang tidak masuk akal.

"Lha memang ini rumah yang dibangun Suamiku untuk anak kami, Dara. Ya suka suka Dara mau apa. Kenapa Bu Emi gak terima, emang anak kamu punya apa dirumah ini?

Datang cuma bawa baju saja kok, pake ngaku ngaku berhak dengan rumah ini. Jangan mimpi terlalu tinggi Bu, nanti jatuh bisa patah tulang!" hina Bu Hanna kesal dengan pemikiran gila besannya.

"Terserah kamu mau ngomong apa.

Ini urusanku dengan Dara.

Aku mau dara pergi dari rumah ini, karena aku dan keluargaku mau pindah, tinggal dirumah ini.

Dara bisa tinggal dirumahku yang lebih kecil. Dia kan cuma sama anaknya. Jadi lebih baik rumah ini biar Haris dan kami yang nempatin.

Enak saja, mau menguasai semua sendiri. Gak terima aku, anakku diperlakukan gak seharusnya sebagai seorang suami!" balas Bu Emi penuh percaya diri dengan wajah sok angkuhnya.

membuat Dara dan ibunya melongo tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"Dasar gila, kalau sampai kalian berani usir anakku dirumahnya sendiri. Siap siap saja kalian semua masuk penjara. Karena sertifikat rumah ini masih sah atas nama suamiku. Dia berhak melakukan apapun sama rumah ini. Kalau kalian sampai berani tinggal disini tanpa ijin anakku, kami akan melaporkan kalian atas tuduhan perampokan dan perbuatan tidak menyenangkan. Siap siap saja tidur di penjara." sahut Bu Hanna dengan senyum sinis dan mata melotot tajam.

"Dasar besan gila. Aku gak mau tau, Haris harus kembali kerumah ini. Awas kalau kamu tidak menerima dia masuk kerumah ini." tunjuk Bu Emi melotot benci ke arah Dara.

"Tanyakan sama anak ibu. Mas Haris sendiri yang bilang, kalau kakinya sudah haram menyentuh rumahku. Jadi kalau dia tidak tau malu ya silahkan saja datang ke rumahku. Tapi ya maaf, dia harus tidur di teras depan.

Dan katakan sama anak ibu, sebentar lagi aku akan mengurus perceraian kami."

"Apa?" Bu Emi, Vita dan Susi terbelalak kaget mendengar ucapan Dara. Mereka pikir, Dara akan nangis nangis meminta Haris kembali, ternyata justru Dara yang akan menggugat cerai Haris.

"Kenapa kalian melongo kayak gitu?

Kaget?

Apa kalian pikir aku gak bisa hidup tanpa mas Haris?

Kalian salah, justru tanpa mas Haris, hidupku jauh lebih baik dan tenang. Jadi gak masalah kalau dia tidak kembali kerumah ini. Lagian, tinggal dirumah seluas ini sendirian itu sangat nyaman, bisa buat lari larian. Gak sumpek dan uyel uyelan." Sindir Dara dengan senyum penuh ejekan.

"Kalau sudah selesai lebih baik ibu pulang, karena saya sedang sibuk." usir Dara dengan wajah datarnya.

"Berani kamu usir keluarga suami kamu?

Dasar perempuan gak ada otak, pantesan Haris kabur dan tak Sudi punya istri sepertimu, sudah jelek, sombong lagi." balas Susi dengan mata melotot.

"Biarin jelek, nanti juga cantik lagi kalau aku sudah perawatan seperti dulu. Jadi istri adikmu saja hidupku sengsara, jangankan buat merawat diri, buat makan saja harus irit irit dan sering di kasih ibuku.

Dan aku sombong?

Biarin sombong, kan aku punya apa yang harus aku sombong kan.

Silahkan keluar dari rumahku, maaf aku terganggu dengan kedatangan kalian. Merusak mood ku saja!" Dara tersenyum sinis ke arah tiga wanita beda generasi yang terlihat sangat marah dengan sikapnya. Dara sudah benar benar tidak perduli. Hatinya sudah terlalu lelah menghadapi sikap semena mena keluarga suaminya. Sekarang Fara sudah tidak akan diam lagi.

"Kayak bau orang bikin kue?

Apa kamu sedang bikin kue?

Mana, kok gak di suguhin?" tanya Bu Emi sambil hidungnya mengendus endus bau harum kue buatan Dara.

"Paling ada tetangga yang bikin, wajar kan kalau baunya dari sini.

Lebih baik kalian pulang, karena aku tidak akan membiarkan siapapun merebut rumah pemberian orang tuaku. Kalau mau punya rumah besar ya di bangun dong rumahnya ibu, kan halamannya masih luas tuh, masak gaji mas Haris besar, bangun rumah saja gak bisa." sinis Dara dan membuat Bu Emi berpikir, membenarkan apa yang di katakan Dara.

"Lihat saja, aku juga bisa punya rumah besar kayak ini. Akan aku suruh Haris untuk merenovasi rumah kami. Dari pada uangnya kamu habiskan, lebih baik buat kami yang benar benar keluarganya, bukan kamu yang hanya orang lain." sahut Bu Emi dengan wajah angkuh dan mengajak kedua anaknya pergi meninggalkan rumahnya Dara.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

"Dasar keluarga aneh!

Jauh jauh kamu dari mereka, ibu gak setuju kalau kamu mempertahankan si Haris. Cepat urus surat cerai secepatnya. Kamu gak usah khawatir masalah biaya. Biar jadi urusan ibu sama bapakmu." Bu Hanna benar benar kesal dengan kelakuan keluarga suami anaknya.

Ada dirinya saja mereka berani menghina Dara, apalagi kalau Dara sendirian, pasti mereka akan lebih sadis dari itu.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)

#Coretan pena Hawa (ongoing)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)

#Sekar Arumi (ongoing)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )

New karya :

#Karena warisan Anakku mati di tanganku

#Ayahku lebih memilih wanita Lain

#Saat Cinta Harus Memilih

#Menjadi Gundik Suami Sendiri

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

1
Nicko Putra Jelita
Luar biasa
wahjoenita
baru baca
yg bener mamanya Harris, Emi ato Linda?
coba baca yg teliti
abdul adul
Luar biasa
Arni
keluarga yg sangat lucu, otaknya ditaroh di mana y, di lutut x
mardhatillah khairiani
secepatnya Haris menyadari prilaku buruknya pada Dara dan Hilya
Masinggih Singgih
Luar biasa
Atmita Gajiwi
/Rose//Rose//Rose/
Elena Sirregar
dasar semua laki² sama saja
Elena Sirregar
hahaha baru tau rasa ni Emi apa yg dirasakan menantu mu punya suami pelit
Elena Sirregar
semangat 💪💪💪
Elena Sirregar
semoga Rangga jadi ayah sambung Hilyah, tapi rawat dulu diri kamu Dara
Elena Sirregar
sudah ga usah banyak fikir. rias dan rawat diri agar kembali cantik Dara
Elena Sirregar
pelit sama isteri nanti Allah akan pelit pula bagi s rezeki pada para suami
Elena Sirregar
Yes masuk perangkap kamu Haris
Elena Sirregar
dasar sinting kau haris percaya diri se x kamu
Elena Sirregar
penulisan nya banyak yg di ulang²
Roshamilia: baru mau Komen yg sama..
total 1 replies
Elena Sirregar
sokongan dari orang tua memang harus Dara dapatkan agar lebih kuat hadapi keluarga benalu tu
Elena Sirregar
lawan terus jangan takut kasi malu itu orang tak sedar diri
Elena Sirregar
Dasar benalu dah pelit ga tau diri pulak tu
Suriati Azis
lho aku kira bpknya Tomi itu suami pertama ibu eni, bukan ayah angkat Edwar ttp pak sugandala ayah angkat Edwar dan ayah kandung Haris, ....pusing 🤦🤦🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!