NovelToon NovelToon
I'M the mafia

I'M the mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Misteri
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita puspitasari

"Bercerita tentang kisah Adel seorang mafia yang mengalami sebuah kecelakaan dan menyebabkan dia lupa akan segalanya."



Adelia yang kehilangan ingatannya membuatnya melupakan kehidupan dunia gelap yang ia miliki.





Kehidupan Adelia dimulai saat ia menikah dengan CEO bernama Adrian, pernikahan yang bermula dengan sebuah perjodohan sangat sulit menimbulkan rasa cinta.



Akankah Adelia akan meninggalkan Adrian?


Semua kisah masalalu akan muncul menghantui Adelia bagaikan mimpi buruk. Akankah Adelia bisa mengingat kembali masalalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08

Adelia kini masih tertidur, dia mengalami guncangan yang begitu berat. kepalanya yang pernah mengalami sebuah kecelakaan, membuat Adelia tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Bahkan Adelia tidak bisa ikut dalam proses pemakaman sang Ayah. Selama beberapa hari, Adelia ditemani oleh Nyonya Wina.

Hari ini Adelia telah kembali membuka matanya. Ia mencoba bangun dari tempat tidurnya. Wajahnya terlihat kecewa, saat orang pertama kali ia lihat adalah Nyonya Wina. Kemana sang Ayah pikirnya, kemudian dia teringat bahwa sang Ayah telah tiada. Mengingat itu Adelia kembali meneteskan air matanya.

"Ayah... "ucap Adelia lirih. Hatinya sangat sakit kenapa Ayah yang sangat ia sayangi pergi secepat itu. Takdir macam apa ini, kini Adelia hidup seorang diri di dunia ini.

"Adelia, tante berharap kamu bisa bersabar.

Ikhlaskan kepergian Ayahmu sayang, jangan bersedih terus. Ayahmu yang melihatmu seperti ini pasti juga sedih. Putri yang sangat amat di disayanginya kini tengah menangis karenanya. kamu tidak sendiri Nak, masih ada Tante di sini. Tante akan menjadi pengganti ibumu yang telah tiada. Mulai sekarang panggil Tante dengan sebutan Mama," pinta Nyonya Wina sambil menggenggam sebelah tangan Adelia.

Mendengar nasehat dari Nyonya Wina hati Adelia sedikit lebih tenang. Sekarang dirinya harus bisa mengikhlaskan kepergian sang Ayah tercinta. Dan berdoa semoga sang Ayah bisa tenang di sana.

"Mama....." ucap Adelia lirih sambil memeluk tubuh wanita paruh baya yang kini telah menjadi Mamanya.

Pemandangan itu tanpa sengaja dilihat oleh Adrian. Kebetulan ia ingin masuk ke dalam kamar untuk menemui sang Mama. Merasa datang disaat yang tidak tepat, buru-buru Adrian meninggalkan ruangan itu lalu melangkahkan kakinya ke sebuah taman yang ada di rumah sakit.

Jimy dan Alex dengan setia selalu menemani Adrian kemanapun dia melangkah. Kini keduanya sudah berdiri tegap di samping Adrian.

"Tuan, apa anda membutuhkan sesuatu? tanya Alex khawatir.

"Tidak ada, sebaiknya kalian kembali dan mengurus perusahaan. Aku akan disini menunggu Mama. Aku tidak ingin keadaan ini di manfaatkan oleh saingan kita." perintah Adrian.

"Baik Tuan, alangkah baiknya biar saya saja yang mengurus perusahaan. Biarkan Jimy tetap menemani anda disini." ucap Alex dengan hati-hati.

Adrian terdiam beberapa saat, setelah itu menganggukkan kepala tanda setuju.

pikirannya kini campur aduk. Perasaannya pun begitu bimbang. Apa yang harus dia lakukan. Ia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak permintaan sang Mama yang amat dia sayangi.

Melihat Tuan Wijaya, ia sangat mengerti kalau kedua orang tuanya meminta Adelia menjadi istrinya bukan tanpa alasan. Selain karena persahabatan mereka. Tapi juga karena separuh perusahaan yang kini ia pimpin, adalah milik Tuan Wijaya. Orang yang menjadi ayah kandung wanita yang akan dinikahinya nanti.

Tuan Agung berjalan mendekati Adrian yang kini masih duduk merenung di taman. Ia sangat mengerti apa yang dipikirkan oleh putra semata wayangnya. Ia kemudian duduk berdampingan dengan sang Putra. Kemudian menatap lurus ke depan.

"Adrian, kamu harus bicara baik-baik dengan Mamamu. Jika kamu memang tidak menginginkan pertunangan ini kamu bisa menolak, jangan memaksakan kehendak. Papa sangat mengerti akan posisimu saat ini," ucap Tuan Agung pelan.

"Mama akan melakukan segala cara untuk tetap menikahkan kami Pa, aku memiliki sifat yang sama seperti Mama, dan kami tidak suka dengan penolakan." ucap Adrian dengan mengukir satu senyuman tipis.

"Papa sangat mengenal wanita yang akan kau nikahi. Saat ia kecil, Papa sering berjumpa dengannya. Ia gadis yang baik, Nak. Mamamu tidak mungkin memilihkan pendamping yang sembarangan. Tapi, hanya saja waktunya kini sangat mendadak. Papa menyerahkan keputusan ini di tanganmu. Kau bisa pergi meninggalkan rumah sakit ini dan kembali pulang ke rumah. Jika pertunangan ini tidak terjadi." ucap Tuan Agung kemudian berdiri dan meninggalkan Adrian di sana.

Aku tidak ingin mengalami apa yang dirasakan gadis itu. Melihat wajah sedihnya saat kehilangan Ayah kandungnya. Aku tidak ingin membuat Mama kecewa dan bersedih.

Adrian masih tertunduk, bingung dengan keputusan apa yang akan ia ambil.

Di ruang perawatan Adelia, Tuan Agung datang dengan wajah penuh kecewa. Ia bingung harus berkata kepada sang istri bahwa kemungkinan besar pertunangan ini tidak akan terjadi.

"Pa, dimana Adrian?" ucap Nyonya Wina dengan celingukan mencari keberadaan sang Putra.

"Adrian....." ucap Tuan Agung setengah gugup.

"Adrian disini, Ma!" ucap Adrian dengan kepala menyembul dari arah pintu.

"Adrian... dari mana saja kamu, Nak. Mama sangat senang melihatmu!" ucap Mama Wina bahagia. lalu berdiri sambil memeluk Adrian.

"Adelia perkenalkan ini Adrian,.dia pria yang akan menjadi suamimu." ucap mama Wina memperkenalkan Adrian.

"Mama ingin kalian sekarang bertunangan," tambah Mama Wina dengan mantap.

Mendengar itu Adrian dan Adelia melebarkan matanya tanda bahwa mereka terkejut.

"Sekarang?" ucap Adrian dan Adelia bersamaan.

"Iya sekarang juga, Mama sudah menyiapkan cincinnya. Adrian, Adelia sekarang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya kita yang ia miliki. Pernikahan akan berlangsung beberapa minggu lagi," ucap Mama Wina.

Adelia memang sudah tidak memiliki pilihan lain. Apa yang dikatakan Mama Wina benar adanya. Satu-satunya orang yang ia miliki saat ini, adalah Nyonya Wina.

"Adelia, apa kamu bersedia menikah dengan Adrian?" tanya Mama Wina dengan penuh harapan.

"Iya, Ma. Adelia mau menikah dengan Adrian," ucap Adelia dengan yakin sambil memandang wajah Adrian didepannya.

Kenapa dia terlihat sekali tidak men**yukai pernikahan ini. Pasti dia dipaksa oleh Nyonya Wina untuk menikah denganku. Mana mungkin ia mau menikah denganku. Aku hanya wanita miskin yang tidak pantas bersanding dengannya. levelnya pasti wanita kaya dan cantik, yang lebih modern dari pada diriku. Semua ini aku lakukan demi Ayah, agar Ayah bisa tenang di sana.

"Terima kasih,.Adelia." ucap Nyonya Wina dengan perasaan bahagia. "Adrian, sematkan cincin ini pada jari Adelia." tambah Nyonya Wina cepat.

Nyonya Wina memberikan kotak cincin kepada Adrian. Tanpa membantah lagi, Adrian mengambil cincin itu. Kemudian memasangkan cincin itu, di jari manis Adelia.

Suasana menjadi hening seketika, saat pertunangan singkat itu terjadi. Nyonya Wina mengukir senyuman bahagia, menyaksikan pertunangan itu. Adelia hanya diam, memandang cincin yang sangat indah kini melingkar di jari manisnya.

"Ma, bolehkah aku mengunjungi makam Ayah," tanya Adelia dengan sangat hati-hati.

"Tentu saja boleh sayang, nanti Mama yang akan menemanimu." ucap Nyonya Wina.

Tinggal beberapa minggu lagi aku akan memulai hidupku yang baru bersama pria yang belum aku kenal dan baru saja aku temui hari ini. Dan rasanya seperti mimpi aku sudah terikat hubungan dengan seorang pria.

Adelia kembali terdiam. Entah apa yang ia pikirkan hanya dia yang tau wkwkwk 😂

Setelah proses pertunangan sederhana itu,

Adrian dan Tuan Agung memutuskan kembali pulang terlebih dulu. Sementara Nyonya Wina menemani Adelia ke makam Tuan Wijaya. Dan hari ini Adelia sudah diperbolehkan untuk pulang, keadaannya sudah membaik. Tanpa menunggu lama mereka segera pergi dari rumah sakit, setelah membayar semua biaya administrasi.

Didalam perjalanan hanya ada keheningan.

Adelia terus saja melamun dan kembali teringat kenangan bersama sang Ayah tercinta. Kenangan yang sangat indah tidak akan pernah bisa dilupakan, banyak canda tawa setiap harinya tanpa adanya beban. Mengingat itu Adelia kini tersenyum sendiri.

lamunan Adelia pecah saat mendengar kata bahwa mereka sudah sampai di area pemakaman. Lalu Adelia segera turun dari mobil diikuti Nyonya Wina.

Sampailah mereka ke tempat yang dituju. Adelia segera berjongkok melihat batu nisan bertuliskan nama sang Ayah. Adelia kembali meneteskan air mata mengingat ia tidak hadir saat proses pemakaman sang Ayah waktu itu.

Ayah, Adelia datang menemui Ayah. Bagaimana kabar Ayah disana? kenapa secepat ini Ayah pergi meninggalkan aku. Apa Ayah sudah tidak sayang lagi denganku sehingga Ayah memilih pergi jauh. Adelia minta maaf baru bisa menemui Ayah. Adelia sudah menuruti permintaan Ayah semoga Ayah tenang disana. Sampai berjumpa lagi Ayah.... Adelia sangat menyayangi Ayah.

Adelia segera berdiri dan berjalan menuju mobil. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Nyonya Wina membawa Adelia ke Kota S, yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

"Ma.... apa Mama sudah lama mengenal Ayah?" tanya Adelia.

''Tuan Wijaya sudah lama bekerja di perusahaan kami, namun Tuan Wijaya orang yang sangat tertutup. Jadi Mama tidak banyak mengetahui tentang Ayahmu. Namun yang Mama tahu, ia memiliki seorang putri yang sangat cantik." jawab Nyonya Wina sambil mencubit gemas pipi Adelia.

"Benarkah, yang Mama katakan itu?" Apa tidak ada yang Mama sembunyikan dariku." ucap Adelia cepat.

"Percayalah sama Mama sayang, mana mungkin Mama membohongimu, Mama sangat menyayangimu." ucap Nyonya Wina mengelus kepala Adelia dengan sayang.

"Adelia juga sangat menyayangi Mama.

Terimakasih banyak, Mama sudah menyayangiku dengan tulus." ucap Adelia pelan.

"Sama-sama, Nak." jangan sungkan kepada Mama. Kalau ada apa-apa ceritakan saja kepada Mama. Jangan merasa kamu sendirian. ucap Nyonya Wina sambil memeluk erat tubuh Adelia.

Adelia dan Nyonya Wina menikmati momen kebersamaan mereka yang baru pertama kalinya. Adelia sempat berfikir bahwa Nyonya Wina itu sosok orang kaya yang tidak mudah didekati. Tapi ternyata malah sikap Nyonya Wina sangat baik terhadapnya. Malah menyayanginya dengan tulus walau mereka baru saja bertemu.

Pernikahan yang mungkin akan terjadi sebentar lagi itu karena permintaan terakhir, orang yang paling ia cintai dan ia sayangi setulus hati. Janjinya kepada mendiang Tuan Wijaya, membuat Adelia harus tetap merahasiakan identitas dirinya sampai kapanpun. Adelia kini tinggal menjalani takdir kehidupan selanjutnya dengan mengikuti alur yang ada. Entah dia nantinya akan bahagia atau tidak itu adalah resiko yang harus ia terima. karena menjalani hubungan tanpa adanya rasa cinta di hati keduanya. Yang terpenting baginya dia bahagia bisa mewujudkan permintaan terakhir sang Ayah tercinta.

Sekarang adalah waktunya memulai hidup baru.Semoga di awal mulanya hidup yang baru ini membawaku kepada orang-orang yang tulus menyayangiku, seperti Ayah yang sangat menyayangiku tanpa syarat. Aku juga berharap semoga ingatanku ini segera kembali biar aku bisa mengingat akan segalanya tanpa rasa penasaran yang teramat.karena mengunggu sebuah jawaban dari semua yang ingin aku ketahui. harapan seorang Adelia.

*****

Simak cerita selanjutnya.....

Jangan lupa nanti tetap like dan komentar ya

Selamat membaca, dan maaf kata-kata nya. ada yang belepotan alias typo hehehe. maklum keyboard ini masih suka selingkuh dan berpindah ke lain hati wkwkwkwk.😄😄

1
Filindra Indra
ayo dong kan nulis lagi...msih setia nunggu cerita selanjutnya low
Zuny Achmad
kak knpa gk dlanjut lagi kak
Dedi Priyanto
sampe skrang gk update2 juga, lama x, berhari2, bahkan udah berminggu kayaknya
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Hadir, semangat
Filindra Indra
kak.masoh setia nunggu kelanjutanyA
meikehans 💕💕
ternyata adel kekasihnya mr.A to...

lanjut up nya thor
Kevin
kalau adel ketemu mr a apa ingatannya akan kembali?
Kevin
semangat up nya thor aku menunggu
Kevin
wah semakin mebarik nih ternyata adel dan kekasih devan berhubungan dekat
Kevin
walah itu dari bunga mawar pengaruhnya dan adel belum mampu menerima tekanan dari masalalu nya
Kevin
ada apa dengan adelia??? semoga nggak kenapa" dia
Kevin
wajar senang karna cewek itu suka dikasih bunga mawar.. ya nggak semua suka sih
Kevin
itu rumah sakit tau malah kalian teriak" hadeh
Kevin
kekasihnya hilang , dan dikira mr a pelakunya astaga devan kau ini janganlah emosi dulu dan cari tau kebenarannya
Kevin
astaga devan ternyata itu orang ...
Kevin
kedatangan mr menjenguk adel hihi mulailah tegang
Kevin
wahh siapa pria itu???
Kevin
wkwkkwwk pasti adel malu tuh sampe nutup muka dengan selimut
Kevin
ekhem udah ngaakuin kalo adelia itu cantik kan
Kevin
jangan bergerak dulu del lukamu belum kering
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!