Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat nya risih.
Keesokan paginya, semua keluarga sudah berkumpul di meja makan, Ny. Andin beserta suaminya, juga Tn. Diwan yang juga masih dengan sang istri di rumah Davvien.
Mata mereka langsung beralih pada suara langkah kaki yang menggema di atas tangga, senyuman merekah mereka berikan pada pasutri yang turun dengan bergandengan tangan.
"Selamat pagi, Papa, Mama, dan semuanya!" sapa Syakira, dia melepaskan lengan Alif dan berjalan mencium kedua pipi Davvien dan Vera.
Meski dia sudah menikah, akan tetapi Syakira masih belum bisa mengubah kebiasaan itu.
"Pagi, sayang!" jawab orang tua nya itu.
"Heh, kamu sudah punya suami, cium suami mu saja sana!" seru Fadlan yang selalu suka menggoda kakak perempuan nya.
"Bilang saja kamu iri kan!" ledek Syakira, sambil berjalan duduk di kursinya sebelah sang suami.
"Apa kamu tidak mau mencium kami, Nak?" tanya Ny. Andin.
"Iya, kan sekali-kali kami di sini juga mau mendapatkan ciuman di pagi hari dari cucu perempuan kami." timpal Ny. Rina.
"Yang benar saja, kalian sangat banyak, minta cium sama Fadlan dan Aidan saja ya," sergah Syakira dengan senyuman cekikikan nya.
"Ih ... Kami itu gak selebay kamu ya, masak anak laki-laki suka cium-cium gitu." sarkas Aidan yang tidak setuju dengan usulan Syakira.
Semua yang ada di sana tersenyum lebar mendengar ocehan cucu-cucu mereka.
Namun, tidak bagi Davvien, sedari tadi dia hanya memperhatikan cara putri nya berjalan, dan tarikan nafas lega pun terdengar dari mulutnya, melihat cara Syakira berjalan masih normal. Dia ingat, saat menggempur istrinya, Vera tidak bisa berjalan hampir satu Minggu, itu artinya Alif tidak bermain kasar, pikir Davvien.
"Syukur lah, itu artinya dia tau cara lembut dengan perempuan!" batin Davvien.
Sementara Alif yang menatap interaksi antara keluarga besar Wilmar hatinya kembali memanas.
"Kalian bisa tersenyum setiap hari tanpa beban dan hidup bahagia, sedangkan aku harus terpuruk karna kehilangan orang yang aku sayangi!" batin Alif, tanpa sadar meremas kuat sendok di tangan nya.
"Kak, hati-hati ya! Kaka ku itu paling suka berciuman, semoga Kak Alif tidak merasa risih dengan tingkah Kakak ku!" bisik Fadlan yang duduk di sebelah Alif. Seketika lelaki berperawakan dingin itu mengendurkan tangan nya dan berusaha tersenyum.
"Kamu tenang saja, aku yang akan membuat nya risih setiap hari!" balas Alif dan di angguki antusias oleh Fadlan, tanpa dia tau jika Alif bermaksud lain dari yang dirinya pikirkan.
"Fadlan, aku mendengar mu ya!" tukas Syakira yang mendengar obrolan suami dan adik bungsunya itu.
"Ups, sengaja," gumam Fadlan membuat Syakira semakin kesal, di saat seperti ini biasanya ada Kakak nya yang melerai mereka berdua.
"Kak Syakir dimana, Ma?" tanya Syakira yang tidak melihat keberadaan sang kakak di meja makan.
"Mungkin masih tidur, dia masih ambil cuti. " jawab Vera yang tengah menuangkan nasi dalam piring suaminya.
"Aku mau panggil Kaka dulu boleh kan, Mas?" tanya Syakira meminta izin pada sang suami.
Kakinya langsung di ayunkan saat melihat Alif mengangguk.
"Terimakasih istri ku tersayang..." ucap Davvien pada Vera. Hingga semua mata tertuju pada mereka.
Tak kalah juga, Fero yang bersikap romantis di depan mereka semua "Terimakasih istri ku yang cantik," ucap Fero dan Intan hanya tersenyum.
"Heh kutu kupret, kamu meniru ku?" protes Davvien pada asisten nya itu.
"Enak saja, aku kan juga punya istri, wajar saja aku berterimakasih pada nya.
"Halah ... Bilang saja kam--"
"Ini kapan kita akan mulai sarapan?" tanya Tn. Andre menengahi. Seketika mereka berdua langsung terdiam.
"Mereka memang tidak pernah berubah!" ucap Tn. Diwan di iringi dengan kekehan dan gelengan kepala.
Begitupun para wanita hanya terkekeh, sementara Fadlan dan Aidan hanya saling melirik dan memutar mata malas, sudah tidak asing lagi saat melihat Papa mereka berdebat seperti itu.
Alif lagi-lagi merasa panas, ingin rasanya dia melempar garpu di tangan nya di ulu hati Davvien.
"Lama-lama di sini aku jadi tidak bisa mengontrol emosi ku, aku harus segera mengajak wanita itu ke rumah ku." batin Alif menjerit keras.
Sementara Syakira, dia sudah sampai di depan kamar Syakir. Dengan perlahan gadis 22 tahun ini mengetuk daun pintu kayu bercorak coklat itu.
"Siapa?" terdengar suara dengan nada dingin dari dalam.
"Kak, ini aku!" jawab Syakira, dia tidak akan masuk jika belum mendapatkan izin dari pemilik kamar.
"Masuklah!"
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Semoga niat Alif membawa Syakira tidak berhasil ya, wkwkwkw....
...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....