Princilia Deandra.
Ia hanyalah seorang gadis manis dengan kehidupan sempurna, keluarga mapan, ayah meyayanginya dan seorang pacar ganteng.
Semua berubah saat ayahnya jatuh sakit dan bangkrut. Terpaksa dengan keadaan, Deandrapun menyetujui penawaran rekan bisnis ayahnya untuk menikah dengan anaknya.
Nicolas Anderson.
Pria arrogant yang selalu merasa benar dan mempunyai banyak wanita. Nico yang tidak percaya akan cinta, menolak menikah dan berusaha untuk mengusir Deandra dari rumah.
Bagaimana kisah cinta Deandra dan Nico? Kisah cinta yang manis, sengit, penuh drama dan komedi.
Yuk ikutin kisahnya ya.
jangan lupa vote, like, comment,dan rate 5 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rayu Aku!
Deandra menghela nafas berat, sudah seminggu ia disini, tapi ia merasa tak suka dan sangat bosan! Bagaimana ia tidak bosan? Deandra bahkan tidak melakukan apapun di rumah ini. Ia hanya bangun, duduk tidak melakukan apapun seharian selain makan mandi dan tidru lagi. Dan yang lebih membosankan lagi, Deandra hanya di rumah sendirian saat pagi sampai sore. Pembantu di rumah ini tinggal di ruangan di luar rumah inti dan hanya akan datang melakukan tugasnya dan setelah selesai mereka akan kembali ke rumah satunya. Mereka tetap standbye jika sewaktu-waktu dipanggil oleh tuan muda sok mereka itu.
Pernah suatu ketika Deandra menanyakan pada para pelayan saat mereka sedang mempersiapkan sarapan. Mengapa demikian?
"Maaf nona, itu keinginan tuan Nico, tuan Nico tidak suka jika ada orang asing di rumahnya. Semenjak dulu sudah seperti ini peraturannya". Jawab para pelayan saat Deandra menanyakan
"Hufh...aku yakin Nico melarang mereka masuk agar bisa bebas membawa cewek dan menggrayangi mereka. Dasar lelaki hidung belang!!". Deandra mengumpat kesal.
"Ngomong ngomong tentang pria itu, aku bahkan tidak pernah melihatnya sama sekali sejak pertemuan tak mengenakkan kami di awal. Entah kemana pria itu beberapa hari belakangan ini! Entah, dia ada di rumah atau tidak tapi aku tak pernah berpapasan dengannya sekalipun. Aku yakin dia berkelayapan di luar dan tak pulang di rumah. Entahlah apa yang dilakukan pria itu tapi yang jelas aku tak mau ambil pusing". Deandra melihat sekelilingnya , rumah ini sepi saat siang dan malam hari.
"Ah, persetan dengan pria sok sempurna itu! Aku bosan disini!". Deandra menghempaskan badannya di sofa besar. Lalu ia mengacak acak rambutnya kesal.
Deandra memang tidak pernah ambil pusing masalah Nico pergi kemana, toh itu bukan urusannya! Yang saat ini membuatnya pusing adalah ia sangat bosan berada dalam suatu rumah terus tanpa melakukan apapun. Deandra bukan tipe cewek yang suka berdiam diri di rumah. Deandra dulu suka berkutat di butik yang ia dirikan dengan jirih payahnya sendiri tampa bantuan dana dari ayahnya. Deandra suka mengunjungi panti bersama kak Doni untuk berbagi sedikit rejeki bagi yang tidak mampu. Dulu hidupnya bahagia tapi sekarang ia harus berjuang melawan harga dirinya untuk membuat pria arogan itu mau menikahinya.
Aku rindu ayah, aku rindu kak Doni. Kak Doni pasti bingung ketika tak bisa menghubungiku. Aku memang sengaja mengganti No agar kak Doni tidak bisa menemukanku. Aku tidak mau kak Doni kecewa melihatku menjadi seperti ini. Aku tak ingin kak Doni tahu, bahwa wanita yang dicintainya telah menjual dirinya demi uang dan keselamatan ayahnya.
Deandra menatap nanar langit-langit rumah, Matanya mulai berkaca-kaca.
"Ehem..." sebuah suara deheman membuyarkan lamunannya
Deandra segera buru-buru menghapus air mata yang berada di pelipis matanya. Ia langsung duduk namun tetap diam. Ia berpura-pura membaca majalah yang berada di meja.
"Kukira kamu sudah pergi dari sini." Suara berat itu mulai berkicau.
Deandra hanya melirik ke arah Nico dengan kesal. Nico mendekatinya dan duduk di kursi sebelahnya. Penampilannya sungguh berantakan! Kemejanya sudah tak teratur, kancing kemejanya terlepas benerapa kancing, dasinya berantakan, rambutnya berantakan, semuanya berantakan!
Darimana dia? apa dia bekerja? tapi masa dengan penampilan seperti ini. Ah...pria macam dia mana mau bekerja. Pasti dia kelayapan menghabiskan uang ayahnya untuk bersenang-senang dan main wanita!
"Kamu darimana saja selama ini?." Tanya Deandra penuh selidik.
Nico hanya terkekeh. "Kupikir kamu tidak tertarik denganku. Lalu mengapa bertanya aku dari mana?."
"Aku hanya bertanya, bukan berarti aku tertarik." jawab Deandra cuek. Deandra menajamkan penciumannya, ia mencium bau parfum wanita yang sangat menyengat.
"Kamu bertemu dengan wanita ya? Bau parfumnya terlalu mencolok". Deandra mengibas ngibaskan tangannya berusaha mengusir bau menyengat dari Nico.
Nico semakin terkekeh" Ternyata penciumanmu tajam juga. Bisa tahu aku dari mana. Yang jelas aku bersenang-senang dengan para wanitaku".
"Jadi benar kamu kelayapan tidak jelas hanya untuk menemui wanita-wanita genit itu?". Deandra masih tidak percaya dengan jawaban Nico. Dimana-mana pria akan mengelak jika ditanya pergi dengan wanita lain atau tidak. Lha ini? Nico justru terang-terangan mengakuinya.
"Mengapa kamu bertanya? Atau kamu masih berfikir menjadi wanitaku yang kesekian kalinya? tenang saja masih banyak kesempatan setelah aku bosan dengan yang lama." seringai di wajah Nico mulai lagi.
Deandra menatap tajam Nico.
Apa? Jadi wanitanya setelah ia bosan dengan Oh Tuhan...dia memang menyebalkan. Kenapa bisa sepede itu?
"Maaf...aku tidak tertarik denganmu dan aku yakin kamu juga tidak tertarik padaku. Jadi tidak usah memancing perdebatan denganku." Deandra menatap Nico dengan tatapan kesal.
Nico hanya melongo lalu terkekeh. Lalu ia berpindah duduk di samping Deandra. ia menatap Deandra lekat. "Apa kamu yakin tidak tertarik padaku? Akan susah menolak pria sepertiku".
"Kamu terlalu pede!".
"Kalau kamu tidak tertarik, lalu mengapa mau jadi tunanganku?". Tanya Nico penuh selidik.
Deandra memalingkan wajahku. "Bukan urusanmu! Yang kutahu aku harus bertunangan denganmu secepatnya"
Nico terdiam lalu menatapku. "Kalau aku menolak??."
Ganti Deandra yang terdiam. Dulu Deandra berfikir putra tuan adam laki-laki cacat yang tidak mungkin menolak untuk bertunangan dan menikah dengan Deandra.
Dugaanku ternyata salah besar! Pria di depanku sehat wal afiat, dan perfect secara fisik. Ia juga dikelilingi banyak wanita. Kalau Nico menolak bertunagan dan menikah, tuan Adam akan membatalkan kesepakatan. Ayahku masih membutuhkan banyak perawatan untuk sembuh seperti sedia kala. Ini tidak boleh terjadi !!
"Kamu tidak bisa menolak." Deandra menatap Nico penuh keyakinan. Meskipun ia tidak menyukai pria arogan di depannya ini! Ia lebih akan menyesali jika terjadi sesuatu pada ayahnya.
"Hahaha....Aku tidak tahu apa yang dijanjikan dad kepadamu sampai kamu segitu berkukuh menjadi tunanganku. Tapi yang jelas kalau aku saja tak tertarik padamu mana mungkin aku mau bertunangan denganmu." Nico terkekeh mengejek.
Deandra mendengus kesal, kupikir aku datang ke Jakarta dan semua akan berjalan mudah. ternyata ia salah besar! Nico amat sangat menyebalkan! Patas saja kalau calon tunangannya terdahulu tak pernah lama betah. Tuan Adam pasti sudah frustasi melihat kelakuan anak semata wayangnya.
"Sudah kukatakan, aku tidak peduli kamu suka atau tidak. Aku akan tetap jadi tunanganmu dan menikah denganmu. Aku akan memaksamu dan kalau perlu aku akan menyeretmu." Deandra tersenyum penuh seringai, kalau ia ingin menang menghadapi pria menyebalkan, Deandra harus berubah menjadi wanita menyebalkan juga.
"hahaha....Kamu wanita yang aneh. Kamu cukup berani menentangku rupanya. Hm....Kamu mempersulit dirimu sendiri." Nico tertawa lalu sedikit menggeser duduknya mendekati Deandra.
Deandra sedikit menggeser duduk menjauh dari Nico. Ia mulai risih. Deandra membuang muka dan berpura pura membaca majalah di meja.
"Jangan mempersulit dirimu sendiri...hm.... mengapa kamu tidak mengambil langkah yang lebih mudah saja. Hmm... Kamu... siapa namamu?". suara berat Nico terdengar semakin jelas.
"Deandra!! Deandra namaku!". Deandra meletakkan koran dan menatap Nico kesal.
Aku sudah seminggu di sini? Bahkan pria di depannku ini tidak mengingat namaku?!! Apa terlalu banyak nama wanita yang ia ingat sehingga tidak mengingatku!!
"Deandra... atau apalah namamu. Mengapa tidak mengambil langkah yang lebih mudah?".
"Apa maksudmu..."Deandra mengkerutkan dahi.
"Rayu aku!!" Nico tersenyum menggoda.
"Apa??!! Merayu??". Deandra berteriak kaget. Nico hanya menganggukan kepala mengiyakan sambil tersenyum seringai.
W**hatt!? dia menyuruhku merayunya? apa dia sudah gila! Bahkan aku tidak pernah merayu pria manapun, termasuk kak Doni tunanganku sendiri!!
"Jangan mimpi!" ucap Deandra ketus.
****
BERSAMBUNG
Hi teman-teman....
terimakasih sudah membaca karyaku, jadikan favoritmu ya... supaya saat aku up kamu langsung bisa baca.
Mohon dukungannya dengan komentar tentang karyaku, like, rate dan vote ya...
Terimakasih banyak...
tunangan nya Dea apa kbar ny tu