NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:697.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Camping

"Pak Ade... Pak Ade... Kita camping di hutan, yuk." Ajak Satrio yang tiba-tiba punya ide untuk berkemah di hutan setelah melihat tayangan televisi.

"Iya, Pak Ade... Ayo, mumpung kita masih di sini. Kan sebentar lagi kita mau pulang." Bujuk Bagas.

"Lah jan! Kok ya ada-ada aja to, mintanya." Jawab Arjuna.

"Mbok ya kayak anak-anak perempuan itu lho. Anteng, gak suka keluyuran." Imbuh Arjuna.

"Kita kan laki, Mo ya beda lah. Laki-laki kan harus berani." Jawab Bima.

"Ayolah, Mo. Sesekali kita nginap di hutan." Kata Aka yang turut membujuk.

"Di hutan banyak nyamuk. Nanti pada gak bisa tidur karena di gigit nyamuk." Jawab Arjuna yang mencari-cari alasan.

"Kan bawa obat nyamuk, Mo." Kata Aka.

"Nanti kalau nyamuknya bandel, biar gantian di gigit sama Mas Bagas." Timpal Bima yang membuat Arjuna tertawa.

"Kamu aja yang gigit, Bim. Enak aja nyuruh-nyuruh aku gigit nyamuknya." Protes Bagas.

"Camping di kebun belakang itu aja lho. Udah sama aja kayak di hutan." Kata Arjuna.

"Ya beda lah, Pak Ade..." Sahut Satrio.

"Nanti kalo gak di bolehin sama Mbun, Bubu, dan Mama, gimana?" Tanya Arjuna.

"Kalo sama Pak Ade, pasti boleh. Gak mungkin gak di bolehin. Percaya deh, sama Bagas." Jawab Bagas.

Keempat bocah itu terus saja merayu Arjuna. Mereka pantang menyerah sampai Arjuna mau mengajak mereka untuk berkemah di hutan. Pada akhirnya, Arjuna pun luluh dengan bujuk rayu dari anak dan keponakannya.

"Yaudah, izin dulu sama Mbun, Bubu, dan Mama." Titah Arjuna yang membuat keempat bocah itu lari ke teras rumah, karena Meshwa, Nala, dan Kamelia sedang bersantai di sana.

"Bubu..." Panggil Satrio.

"Duh! Gak enak perasaanku kalo udah dateng bareng-bareng gini." Celetuk Meshwa.

"Tercium aroma proyek baru ini." Sahut Nala.

"Kita mau camping di hutan." Kata Satrio.

"Nah, bener apa kata Te Ala." Ujar Kamelia.

"Coba kalian berempat ini istirahat dulu di rumah, sehari aja." Kata Nala.

"Ya gak bisa lah, Ma. Kita kan kesini mau liburan." Jawab Bagas.

"Sama! Mama juga mau liburan. Tapi, bukannya tenang yang ada malah pusing tiap hari." Kata Nala.

"Aah. Mama. Ayolah, Ma.. Kan dua hari lagi kita udah pulang." Bujuk Bagas.

"Mamas sama Dek Bima, ya, yang ngajarin mau camping di hutan?" Tuduh Meshwa.

"Astaghfirullah, istighfar, Mbun. Jangan nuduh anaknya sembarangan." Kata Bima yang membuat Meshwa, Nala dan Kamelia langsung menyemburkan tawa.

"io yang ngajakin, Mbun. Karena tadi kita nonton bule yang lagi berpetualang di hutan. Bulenya itu camping di hutan, seru banget kelihatannya loh, Mbun." Timpal Aka.

"Waktu itu katanya pada mau nginep di rumah pohon aja, pada gak jadi karena takut. Padahalkan terang, udah di pasangin lampu sama Kung-kung. Emang sekarang berani, mau tidur di hutan yang lebih gelap?" Tanya Meshwa.

"Kan sama Pak Ade Juna, Bude. Jadi kita gak akan takut." Jawab Satrio.

"Emang dasar Pak Adenya, ya. Gampang banget luluh sma bocah-bocah." Kata Nala sambil geleng-geleng kepala.

"Boleh ya, Ma..." Rengek Bagas.

Keempat bocah itu pun kembali membujuk dan merayu ibu mereka masing-masing. Cukup lama mereka merayu, hingga akhirnya diizinkan juga oleh para Ibu.

"Awas ya, tapi gak boleh bikin repot Pak Ade." Pesan Kamelia.

"Iya, kalo sampe bikin repot, nanti Mama suruh Pakde ninggalin kalian di hutan aja." Timpal Nala.

"Yeee! Yuhuuuu!" Seru mereka yang melompat-lompat kegirangan.

Setelah mendapatkan izin, keempat bocah itu, bersama Arjuna pun mulai menyiapkan alat-alat yang di perlukan untuk berkemah.

"Lho! Pada mau kemana?" Tanya Mifta yang baru datang setelah mengunjungi Pabrik bersama Arsha dan Dipta.

"Iya. Kok bawa terpal tenda segala. Di usir ta?" Timpal Dipta.

"Ngawur! Ini lho, anak-anak ngajakin camping di hutan." Jawab Arjuna.

"Iya, Yah! Kita udah di bolehin sama Bubu, Bude Awa dan Te Ala." Kata Satrio.

"Wihh, seru nih. Ikutan lah!" Kata Dipta yang juga tergoda utuk berkemah dengan Arjuna dan anak-anak.

"Papa gak ikut?" Tanya Bagas.

"Enggak ah! Papa jagain anak-anak perempuan aja." Jawab Mifta.

"Yaudah kalo gak mau ikut. Awas nanti nyesel loh, Papa." Ujar Bima yang turut mengompori.

"Udah, kalian aja. Kan udah ada Pak Ade sama Pakde Dipta. Papa banyak kerjaan." Jawab Mifta yang memang memiliki pekerjaan yang harus di kerjakan.

"Kalo Papamu gak ada kerjaan, udah pasti kintil (ikut) itu." Kata Arjuna sambil terkekeh.

"Kita gak bawa bahan makanan, Pak Ade?" Tanya Satrio.

"Ngapain bawa makanan? Wong hutan sumber makanan kok. Tambah berat nanti tasnya, kalau bawa-bawa makanan." Kata Arjuna yang dijawab anggukan mengerti oleh para bocah.

"Siap-siap diajarin survival sama pakarnya. Kalo Mamas sama Dek Bima sih, udah biasa. Yang dua ini..." Kata Mifta sambil tertawa.

"Gak boleh ngeluh lho, ya. Gak boleh pilih-pilih makanan." Kata Dipta yang kembali dijawab anggukan oleh Satrio dan Bagas.

Setelah selesai beriap, sore itu juga mereka berangkat ke hutan dengan di antar oleh Mifta. Keempat bocah itu tampak sangat antusias dengan pengalaman baru mereka menginap di hutan.

Bagi Aka dan Bima, ini jug menjadi pengalaman pertama mereka. Walaupun sudah sering keluar dan masuk hutan, tetapi mereka belum pernah sama sekali menginap di hutan.

"Nah! Jangan pada bandel lho ya." Pesan Mifta saat mereka sudah sampai di depan jalur masuk hutan yang biasa mereka lalui untuk keluar dan masuk hutan.

"Iya, Pa. Papa tenang aja." Jawab Bagas sambil menyalami Mifta.

"Di jemput jam berapa besok, Jun?" Tanya Mifta.

"Jam sembilan atau jam sepuluh. Besok tak telfon aja kalaukita udah di sini." Jawab Arjuna.

"Oke!" Ujar Mifta sambil mengacungkan jempolnya.

Mereka segera masuk ke dalam hutan setelah Mifta pergi dengan mobilnya. Karena hari yang masih belum terlalu sore, mereka pu berjalan santai sembari mengambil buah-buahan yang ada di jalur masuk yang akan menjadi stok perbekalan mereka.

1
aku baru
emang ya putune aksa,,,,,,,lambene biiiiim 🤣🤣🤣🤣🤣
Elizabeth
ws karepmu lah bim.. nek omong kok sak sake🤣🤣🤣
Nina Maryanie
mas aka sudah bijak..ketimbang Mbah kung e Bien dolanan neng alas Karo elang e ...
Nina Maryanie
la kawos ..di bikin bangkrut ma aunty cima kan om ikhsan ne
falea sezi
🤣🤣 jambret ngakak denger doa bima
aurora
ya Allah dungomu Bim suwe2 bojomu dadi pentol Bim🤣🤣🤣
Lhia Alimin
lanjut dong 3pisode selanjutnya
Murti Puji Lestari
naahhhh kan bener tas mbun lebih mahal, kalian sampai istighfar berjamaah 😅
Murti Puji Lestari
🤣🤣🤣🤣🤣
Atik Kiswati
ya Allah to bim...bim.....doa mu ki lho.....🤣🤣🤣🤣
piah Hasan
enaknyaa thor.. kita mah apa atuuuhhh.. 😍
Rahmawati
kl cuma pentol gk modal bgt itu namanya bim😂
Rusi Rusi
lanjut lagi thor
Nur Wakidah
Mas Aka shok Bim ngerti regane tas e Nty Sima 🤣🤣🤣 selikur juta , padahal tas e Mbun e luweh larang maneh 🤭🤭🤭
Ayunda
😂😂😂😂
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 bima ini definisi cucu kembaran kakek nya 🤣🤣🤣 padahal emak bapaknya gak begitu 🤣🤣
Humay Uum
🤣🤣🤣🤣🤣aduuh semoga kebalikany jodoh bima mintay yg mahal2 aamiin 🤣🤣🤣🤣🤣
Evy
ditunggu kelanjutannya 🥰🥰🥰
Asihfitr
shock terapi ya kalian🤭
Nuri 73749473729
hadeeuuuhh si Bima ada 2 aja... lanjuutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!