Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.
Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: Skandal Teh Herbal Azure Coast
Kota Pelabuhan Azure Coast menyambut Raditya dengan hembusan angin laut yang asin dan aroma rempah-rempah yang tajam. Berbeda dengan Oakhaven yang menyukai kopi, penduduk di sini adalah pemuja setia teh herbal kuno sebuah ramuan pekat, sangat kental, dan rasanya pahit seperti kehidupan para petualang yang gagal mencapai level maksimal.
"Selamat datang di wilayah musuh, Manajer," gumam Lira sambil memandangi deretan kedai teh yang mendominasi pasar. "Di sini, kopi dianggap sebagai 'air lumpur' dan mereka sangat fanatik dengan ritual penyeduhan teh selama empat jam."
"Justru itu yang kita cari, Lira," sahut Raditya, matanya menatap tajam ke arah kios-kios pedagang lokal. "Semakin fanatik pasarnya, semakin besar gap untuk masuk dengan sesuatu yang praktis."
Namun, di tengah kesibukan menurunkan stok barang, Raditya diam-diam teringat pada sesuatu yang tertinggal di Oakhaven. Sebelum berangkat, dia telah menitipkan sebuah kotak kecil kepada Nona Lira untuk diberikan kepada Lady Vivienne sebagai bentuk 'perpisahan' yang tidak sempat dia ucapkan secara langsung.
Di sisi lain, di kediaman mewah Baron Vane, Lady Vivienne sedang duduk di balkon dengan wajah yang tampak lebih pucat dari biasanya. Sejak kedai Warkop Sachet tutup kemarin, dia merasa ada kekosongan yang aneh di rutinitas sore harinya. Tidak ada lagi aroma kopi susu sachet yang menguar di alun-alun, dan tidak ada lagi pemuda menyebalkan yang selalu bisa membuat wajahnya memerah karena omong kosong tentang 'bisnis efisien'.
"Dia pergi begitu saja?" bisik Vivienne, suaranya pelan dan penuh kekecewaan. "Bahkan tanpa sepatah kata pun?"
Tiba-tiba, seorang pelayan menghampirinya dengan sebuah kotak kayu kecil yang dibungkus rapi. "My Lady, ini dikirimkan oleh seorang asisten pedagang kopi yang pergi pagi tadi."
Vivienne membuka kotak itu dengan tangan sedikit gemetar. Di dalamnya terdapat satu paket Kopi Sachet Premium Edisi Khusus yang diracik sendiri oleh Raditya dan sebuah cermin kecil sihir. Saat Vivienne menyentuh cermin itu, suara Raditya bergema dengan nada santai khasnya.
"Lady Vivienne, maafkan saya karena tidak sempat mengucapkan selamat tinggal secara langsung. Bisnis tidak pernah menunggu orang yang sedang jatuh cinta, kan? Jangan terlalu rindu, ini kopi terakhir yang saya racik khusus untuk Anda. Jika Anda meminumnya sambil memikirkan saya, mungkin efek kafeinnya akan dua kali lebih kuat. Sampai bertemu lagi, saat saya kembali dengan kekaisaran bisnis yang lebih besar."
Wajah Vivienne memerah, antara kesal karena 'kegeeran' Raditya dan rasa haru yang tak bisa ia bendung. "Pria tidak tahu malu! Siapa juga yang merindukannya!" serunya, meski air mata tipis mulai membasahi sudut matanya. Ia memeluk kotak itu erat-erat, merasa sedikit lebih lega.
Kembali ke Azure Coast, Raditya sedang menghadapi tantangan besar. Dia mencoba menawarkan kopi sachet-nya, namun seorang Tea Master lokal bernama Master Zale menatapnya dengan jijik.
"Bubuk hitammu itu tidak punya jiwa! Teh kami memiliki esensi alam yang disaring dengan doa selama berjam-jam!" bentak Zale di tengah alun-alun.
Raditya hanya tersenyum. Dia mengambil segelas air dingin dari laut, memasukkan sachet kopi hitam spesial, dan memberikan sentuhan es batu dari kekuatan sistem.
Ding!
[Sistem v4.0 Mengeluarkan Fitur Baru]:
Mode Cold Brew Instan Terpasang!
Gelar Absurd Baru: [Pencipta Kopi Dingin di Tengah Lautan Teh].
Efek Gelar: Menurunkan tingkat kesombongan NPC sebesar 15% setiap kali Anda menyajikan minuman dingin di cuaca panas.
Raditya menyajikan Cold Brew itu ke Master Zale. Zale yang kepanasan karena cuaca pantai, terpaksa meminumnya. Matanya terbelalak. Rasa kopi yang dingin, segar, dan tidak pahit karena ekstraksi air dingin membuatnya membisu.
"Ini... ini tidak seperti teh yang kental itu," gumam Zale. "Ini... menyegarkan!"
"Ini namanya inovasi," kata Raditya. "Teh herbalmu enak, tapi dunia butuh kecepatan dan kesegaran. Selamat datang di era sachet, Master Zale."
Ding!
[Analisis Ekonomi]:
Target Pasar: Terjangkau (30%).
Poin Bertambah: +2.000 Poin.
Gelar Absurd Tambahan: [Orang yang Menghancurkan Tradisi dengan Air Dingin].
Lira yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum. Raditya mungkin egois dalam bisnis, tapi dia tahu cara membuat setiap orang termasuk musuhnya tergila-gila dengan produknya.