NovelToon NovelToon
H.U.R.T

H.U.R.T

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Mengubah Takdir / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

Cinta Berselimut Dendam.

IG@ Shinee0503

Apa itu TERLUKA?
Setiap orang pasti pernah merasakan terluka. Sebagian orang bijak mengatakan LUKA adalah proses pendewasaan diri. Setiap seseorang yang terluka, pintu akan terbuka untuk dunia yang penuh dengan permulaan baru, peluang baru. Pertanyaannya, apakah sesuatu yang baru itu akan menjamin kebahagiaan? Akankah peluang yang diberikan bisa menyamarkan LUKA tersebut?
Apakah Olivia Phyllida mampu menyembuhkan lukanya setelah dihina, dicaci, dipukul hingga dilecehkan, diperkosa oleh beberapa pria secara brutal dan bergilir
Bagaimana dengan Steven Percy, pria culun yang mencintai Olivia. Mampukah ia mengatasi rasa bersalahnya di samping luka yang dibebankan semesta kepadanya?
Olivia diperkosa di hadapannya, tapi dirinya tak bisa melakukan apapun. Suaranya dan Olivia diabaikan pemerintah hanya karena para keparat itu berasal dari kalangan elite.
Olivia depresi. Memutuskan mengakhiri hidup. Lantas, bagaimana Steve menyembuhkan luka di tengah dendam yang membara di hatinya. Masih bergunakah pepatah bijak yang mengatakan Luka adalah proses pendewasaan?
Steve menjawab, Tidak!
Luka bisa dimaafkan tapi perbuatan tidak bisa dilupakan.
"Oh, tidak seperti itu. Aku tidak semurah hati itu, Kawan. Selama aku mengingat, selama itu aku tidak bisa memaafkan. Bunuh aku atau aku yang membunuhmu."
Di tengah dendam yang ia rasakan, Lexi Stevani Willson datang menawarkan cinta, gadis yang sejak dulu tergila-gila kepadanya. Mampukah Steven melupakan dendamnya dan menerima Lexi sebagai kekasih. Namun, bagaimana jika kematian Olivia ada hubungannya dengan Willson, yang tidak lain adalah ayah Lexi sendiri. Akankah Steve menjadikan Lexi sebagai alat untuk membalaskan dendamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejamnya Takdir

"Ibu, Ayah, aku datang." Lexi membuka pintu bahkan sebelum dipersilakan masuk. Seorang wanita setengah baya muncul dengan celemek yang motifnya sudah tidak jelas. Daphne Percy, wanita cantik itu segera merentangkan kedua tangan dengan senyum lebar di wajahnya menyambut kedatangan Lexi di gubuk mereka.

"Oh Putriku, kau datang?" Lexi pun tanpa merasa canggung segera menjatuhkan diri ke dalam pelukan Nyonya Percy. Ya, dia adalah ibunya Steven.

"Tapi tunggu dulu, kau tidak sekolah?" Diurainya pelukan mereka, diperhatikannya wajah Lexi dengan seksama. "Kau habis menangis?" tebaknya tanpa meleset sama sekali.

Lexi pun mengangguk, memasang wajah menyedihkan seolah meminta belas kasih ibu dari pria yang dicintainya itu. "Ya, putramu menolakku dua kali," adunya dengan bibir mengerecut.

Ny. Percy terkejut dan kemudian tertawa, "Oh, Lexi yang malang." Wanita itu kembali menarik Lexi ke dalam pelukannya. "Jadi kau sedang marah kepada putraku hingga membolos sekolah?"

Lexi menggeleng, "Aku tidak ingin wajahku cepat keriput, jadi aku sudah menerima kekalahanku dengan besar hati. Kau sedang memasak apa, Ibu? Wanginya enak sekali?" Lexi menarik tangan wanita itu ke dapur tanpa malu-malu ataupun risih dengan kondisi rumah keluarga Percy yang jauh berbanding terbalik dengan rumahnya yang serba mewah dan bersih.

Menuju ke rumah Steven, Lexi harus melalui dua jam perjalan dan juga melewati gang sempit yang sangat becek. Mobil tidak bisa masuk hinga ia harus berjalan kaki sejauh lima belas menit. Mengunjungi keluarga Steven sudah merupakan kebiasaan baginya. Hari Jumat, ia tahu jika ibu Steven selalu libur bekerja di hari itu.

"Ayah masih bekerja?" Tanya Lexi begitu mereka sampai di dapur sempit yang sangat pengap. Peluh membasahi dahinya.

Nyonya Percy tersenyum melihat gadis itu, diangkatnya celemeknya dan diusapnya kening Lexi yang mulus. "Tunggulah di depan, aku akan menyalakan kipas untukmu."

Lexi menolak dengan tegas sembari menggeleng, "Aku datang untuk berbincang-bincang denganmu. Kau malah menyuruhku menunggu di ruang tamu. Ouh, focaccia," Lexi memekik kegirangan setelah melihat apa yang dimasak Ny.Percy. Roti Focaccia ini memiliki aroma yang sangat harum, karena dibuat dengan tambahan aneka rempah-rempah khas Italia. Roti ini biasanya diberi tambahan keju yang kemudian dipanggang, sehingga rasa roti ini sangat manis.

"Apa kau tahu aku akan datang hari ini? Kau sengaja memasaknya untukku, Ibu?" Lexi melompat kegirangan seperti anak kecil yang baru menemukan harta karun.

Ny.Percy tertawa dan mengangguk. Ia selalu terhibur dengan kedatangan gadis itu. Saat pertama kali Lexi mendatangi rumahnya, ia dan suaminya sungguh terkejut, mengira Lexi adalah barbie hidup yang terdampar di halaman rumah mereka. Hal selanjutnya yang terjadi tidak kalah mengejutkan. Lexi tiba-tiba mengumumkan jika dirinya adalah menantu keluarga itu.

"Tentu saja aku tahu kau akan datang. Ini sudah seperti kebiasaanmu. Kali ini apa yang kau bawa, Sayang?"

Lexi menyengir. "Aku lapar sekali. Bisakah kita menikmati rotinya terlebih dahulu sebelum kau memarahiku?"

Ny. Percy menghela napas, ia pun menuruti keinginan Lexi. Diambilnya beberapa roti dan kemudian disajikannya bersama segelas susu.

"Terkahir kali kau membawa kulkas yang besarnya melebihi pintu, dan lihatlah, kulkas mewah itu tidak cocok berada di gubuk ini." Ny. Percy menatap miris kulkas Meneghini La Cambusa yang tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan makanan tetapi juga tersedia pembuat kopi sekaligus televisi layar datar. Ny.Percy tidak berani menerka-nerka berapa harga benda tersebut. Yang ia tahu ia dan suaminya harus membayar tagihan listrik yang membuat tabungan mereka terkuras habis. "Jadi katakan, kali ini kau membawa apa lagi?"

Lexi menelan potongan terakhir rotinya dan sengaja menghabiskan susunya untuk mendorong roti itu masuk lebih cepat melewati kerongkongannya.

"Tidak banyak, Ibu. Wajahmu jangan tegang begitu. Aku hanya membawa setelan jas untuk Steven. Besok malam acara prom night di sekolah. Jangan katakan aku yang membelinya," Lexi memanggil pengawalnya masuk membawa barang-barang hadiahnya. Lexi menyerahkan tiga paper bag. Satu untuk setelan jas, satu untuk sepatu dan satunya lagi adalah sepatu bot untuk ayah Steven. Terakhir Lexi melihat sepatu Tuan Percy sudah rusak dan tidak layak pakai. "Aku tidak membawa apa-apa untukmu ibu selain microwave terbaru."

Ny. Percy lagi dan lagi hanya bisa menghela napas. Ia tahu definisi tidak membawa apa-paa dalam versi Lexi dan mereka sangat berbeda.

"Jangan memikirkan nominal yang kukeluarkan, Ibu. Ini semua gratis. Aku mengambilnya dari salah satu bisnis elektronik Willson. Dan Pakaian ini juga kuambil dari salah satu butik keluargaku." Ya, siapa yang tidak mengenal desain indah hasil rancangan Willson Busana.

"Kami tidak enak hati dengan ayah dan ibumu, Sayang."

"Ouh Ibu, mereka tidak masalah. Aku sudah meminta izin terlebih dahulu." Lexi melirik jam tangannya, hari sudah mulai petang. Sekolah pasti sudah bubar. "Ibu, sebaiknya aku pulang. Katakan salam rinduku kepada Ayah. Dan jangan katakan kepada Steve bahwa aku datang berkunjung. Oh iya, kudengar kau sedang mengandung, ini luar biasa. Aku turut bahagia untukmu."

Wajah Ny.Percy bersemu merah. Ia dan suaminya beserta Steve juga terkejut dengan kehamilannya di usianya yang menginjak angka 42 tahun. Tentu saja mereka bahagia mengingat mereka hanya memiliki Steve, tapi hamil di usia yang tidak muda lagi agak sedikit memalukan.

"Terima kasih, Sayang." Dikecupnya kening Lexi, pun Lexi membalas dengan mengecup kedua pipi wanita itu dan diusapnya perut Ny.Percy yang belum terlihat membuncit sebelum ia pergi.

_____

Dengan tangan gemetar, Steven memasang blus ke tubuh Olivia, mengancing satu persatu. Pikirannya kacau luar biasa. Olivia terlihat bagaikan mayat hidup. Hanya air mata gadis itu yang meleleh.

"Tu-tunggulah, aku akan mencari ro-rokmu dan juga sepatumu." Steven kembali merangkak, karena tidak mampu untuk berjalan. Rok gadis itu akhirnya ia temukan beserta sepasang sepatu milik Olivia. Steve mencoba berdiri memaksakan diri. Ia harus membawa Olivia ke rumah sakit sebelum mereka membuat laporan.

Dengan memalingkan wajah, Steven memasang rok Olivia, ia tidak menemukan di mana pakaian dalam gadis itu.

"A-apakah jijik ke-padaku, Steve?" Suara parau itu berhasil membuat Steven tersentak. Ia menoleh, menemukan Olivia menatapnya dengan nanar. Oh Tuhan, Steve merasa hancur. Ia pun menggeleng, ditariknya Olivia ke dalam pelukannya dan mereka berdua pun menangis di bawah rintik hujan.

Siapa yang harus mereka salahkan? Keadaan mereka yang tidak berdayakah atau kejamnya takdir yang ditetapkan semesta kepada mereka. Apakah hidup hanya untuk orang-orang kaya. Jika begitu kenapa Tuhan memberikan kehidupan yang miskin kepada mereka?

"Ki-kita harus ke rumah sakit," Steven mengangkat Olivia ke punggungnya. Tulangnya terasa remuk semua. Tapi ia harus kuat, ia tahu ia harus bertahan. Hanya dirinya yang bisa diandalkan Olivia. Mereka tidak bisa membiarkan para pemerkosa itu bebas begitu saja.

Merangkak, berjalan, tertatih dan terjatuh, Steve tetap pantang menyerah. Terdorong oleh keinginan untuk menghukum orang-orang yang sudah berbuat jahat kepada mereka, ia berjalan dengan langkah tersaruk-saruk ke tengah jalan.

Nasib baik, sebuah mobil melintas di depan mereka. Steve pun mencegatnya. Dan seketika amarahnya memuncak melihat si empu mobil. Darren Willson.

1
andini mutva
baca novel pax alena di mana thor??
andini mutva
gimana klo austin ma grace aja thor...kayaknya seru tu
Nicaaaaa♥
ga nyangka nmu novel sbagus ini
BumbleBee: terima kasih
total 1 replies
andini mutva
baca novel pax di mana yah??
Riezki Arifinsyah
pokokye Austin gentleman sejatilah
Riezki Arifinsyah
horrrrreee
Riezki Arifinsyah
zenia = lexia ya PODO
Riezki Arifinsyah
mantap Steve pantang mundur sebelum janur melengkung
Riezki Arifinsyah
Bab top markotop Thor
Riezki Arifinsyah
Kecewa
Riezki Arifinsyah
Buruk
Riezki Arifinsyah
Eng Ing Eng saatnya pembalasan Steve
Riezki Arifinsyah
pasti seru Tengkyu Thor dah bikin cerita kayak gini /Good//Good//Good/
Conny Ngantung
mungkin Arthur
Nana Colen
judulnya apa
Djoko Supeno
suek austin
Nurhayy
sayang sejuta sayang si lexi tidak bisa bela diri
Hariyati
cerita nya menegangkan seru gak bosan bacanya
anisa
thor kata" nya gak di perjelas siapa yg bicara bingung jadinya
Via Octavia
actionnya runut, bisa dimengerti dan nagih. penyampaiannya lugas. tolong bikin yang kek gini lg othor 😭 masterpiece
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!