NovelToon NovelToon
Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cerai / Balas Dendam / CEO / Romantis / Office Romance / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi wu

Kehadiran seorang anak adalah kebahagiaan bagi sepasang suami istri, dan hal itu pula-lah yang paling dinanti oleh Haura dan Theo. Tapi sayangnya setelah tiga tahun pernikahan mereka, tangisan bayi tak juga hadir di dalam rumah tangga keduanyanya.

Theo menyalahkan Haura karena wanita itu tidak bisa memberinya seorang anak. Hingga dia tega meninggalkan Haura, dan memilih menikahi wanita yang jauh lebih muda, yang ia anggap bisa memberinya keturunan.

Saat Haura terpuruk, dan ingin mengakhiri hidup dari atas jembatan pusat Kota Tadpole, sebuah tangan hangat seorang pria menyelamatkan dirinya dari ambang kematian.

Setelah perceraian itu, Haura bangkit dan bersumpah akan menuntut balas, pada Theo suaminya. Kemudian ia melamar pekerjaan sebagai Marketing di salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Negara ini. Saat Haura tahu siapa bosnya—wanita dua puluh enam tahun itu sangat terkejut.


"Apakah kau lupa, siapa aku?" tanya lelaki itu dengan ekspresi dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8 • Rahasia

Apakah kau sedang kasihan denganku? Atau ada perasaan lain yang tercipta untuk diriku?

~•~

Haura keluar dari mobil, saat Alden tengah masuk mobilnya sendiri, wanita itu berlari ke arah mobil bosnya yang akan berjalan menjauh darinya. Melihat Haura yang malah keluar dari mobil, membuat Alden menghentikan kendaraan mewahnya itu, dan kemudian dia membuka kaca, untuk bertanya pada Haura.

"Ada apa? Kenapa kau malah keluar? Apakah perintahku tidak cukup tegas untuk dirimu?!" dengus Alden memindai wajah Haura, yang tengah memilin jari-jarinya karena gugup.

"Tidak, Bos. Tapi mobil saya mogok," balas Haura ragu.

Alden menarik napas panjang, dengan perasaan malas, dan tentu saja ekspresi yang tidak menyenangkan dia meminta Haura untuk ikut ke dalam mobilnya.

"Masuk!"

"Tapi, Bo—"

"Masuk!" potong pria itu lagi, menegaskan agar Haura tidak kembali menjawab perkataannya.

Haura menurut, dan berjalan menuju pintu belakang hendak membukanya. Tapi dengan suara meninggi Alden mencegah Haura.

"Kau pikir aku ini sopirmu?!" bentaknya.

Haura terdiam, tak lama ia mengerti dan berjalan memutar menuju pintu mobil bagian depan, Haura nampak canggung duduk di samping bosnya. Ia sudah mengenakan piyama tidur kali ini, dan dia sudah menghapus riasan di wajahnya.

Alden bergeming, lalu mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah apartemen yang digadang-gadang menjadi hunian mewah para publik figure. Melihat hal itu Haura menelan ludah tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang akan dilakukan pria ini padanya? Apakah dia akan berniat jahat pada Haura? Wanita itu memberanikan melirik ke arah bosnya yang tampan, pria itu nampak tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa.

Benar saja, Alden membawa mobil sedan hitamnya menuju ke basemen apartemen mewah yang menyatu dengan pusat perbelanjaan di mana Theo bekerja. Haura sendiri tidak pernah menginjakkan kaki di tempat ini. Tapi sekarang dengan Alden dia berada di sini, dan tidak tahu apa yang akan dilakukan pria ini.

Alden turun dari mobil, dan membanting pintu dengan sedikit keras, kemudian berjalan menjauh dari mobilnya. Namun, langkahnya terhenti ketika Haura masih berdiam diri di dalam sana, dengan wajah dingin pria itu berjalan ke arah Haura yang masih mengedarkan pandangan ke segala arah.

"Hello... Apa yang kau pikirkan?" Tiba-tiba Alden muncul di sebelah kaca Haura dan mengetuk-ngetuk dari luar. Haura terkesiap, secara reflek menengok ke arah bosnya yang sudah berada di luar. Haura segera keluar dari dalam mobil, dengan mata terus memandang ke segala arah.

"Bos, mengapa Anda membawa saya ke mari?" Haura memberanikan diri bertanya pada bosnya yang mulai berjalan.

"Kau akan mengerti ketika sudah sampai di atas!" balas pria itu berlalu.

Haura tidak ada pilihan selain mengikuti langkah bosnya pergi ke tempat yang lelaki itu mau.

Di dalam lift Haura mencoba mencairkan suasana dengan membuka percakapan di antara dirinya dan bosnya yang nampak dingin itu.

"Bos, mengapa Tuan Josep tidak mengantarkan Anda pulang?" tanya Haura, karena ia pikir seperti di dalam drama televisi, sekertaris akan mengantarkan bosnya pulang.

Alden menoleh, tatapannya begitu dingin seolah mampu membuat tubuh Haura membeku layaknya es.

"Kau pikir aku ini anak sekolah dasar, yang harus diantarkan pulang dan pergi?!"

Haura langsung mengatupkan bibirnya dan memilih diam karena respon Alden yang sangat tidak menyenangkan untuk dirinya. Haura tahu jika dia memang tidak pantas memberi pertanyaan kepada tuan sempurna di hadapannya ini.

Akhirnya mereka sampai di lantai tiga puluh yang ada di dalam apartemen tersebut. Alden berjalan pelan dan berhenti tepat di unit dengan nomor 307 yang memiliki pintu besar berwarna coklat kayu yang mengkilat. Untuk membuka pintu besar itu, Alden hanya cukup menempelkan sidik jarinya ke arah sebuah benda yang seperti kunci otomatis tersebut. Tak lama suara 'BIP' terdengar di telinga Haura, dan pintu pun terbuka.

Alden masuk diikuti Haura yang mengekor ke belakang. Alden menyalakan lampu satu persatu, keadaan yang sebelumnya gelap gulita kini nampak terang benderang.

"Ini apartemen Anda?" tanya Haura.

"Bukan...." Hening sesaat. "Aku akan serahkan tempat ini untuk dirimu. Tinggallah semaumu," imbuh Alden kemudian, lelaki itu berjalan ke arah balkon dan menatap pemandangan malam kota Tadpole yang dihiasi lampu-lampu.

Haura hampir tidak percaya mendengar ucapan Alden, bagaimana bisa pria ini begitu baik kepadanya. Siang ini dia memberi dia kejutan, dengan memberi dirinya black card yang ia miliki untuk berbelanja, dan kini ia memberikan apartemen ini dengan cuma-cuma, padahal keduanya sama sekali belum pernah saling mengenal satu sama lain.

"Siapa Anda?" Suara Haura hampir bergetar ketika melontarkan pertanyaan pada pria itu.

Alden berbalik badan, menatap Haura dari jauh. Lelaki itu berjalan mendekat seolah berharap Haura mengenali dirinya.

"Kau benar-benar tidak mengenaliku?"

Haura menggeleng pelan, dia memang merasa tidak asing pada nama pria di depannya ini, akan tetapi dia benar-benar lupa pernah mendengarnya di mana.

"Alden Walsh... Sekolah Menengah Atas Forest Quebec," tandas Alden tanpa ragu.

Forest Quebec adalah salah satu sekolah favorit di kota ini, dari mana Alden tahu jika Haura dulu sekolah di sana? Haura merasa semakin bingung. Wanita itu nampak mengerutkan kening.

"Alden Walsh, murid yang selalu dibully karena penampilannya yang culun, karena selalu memakai kaca mata tebal." Penjelasan Haura membuat wanita itu terkejut, bahkan hingga membuat dirinya tidak bisa berkata apa pun. Dia mengingat pria itu, pria dengan rambut berminyak, kaca mata tebal, dan selalu membawa buku. Tapi, bukan Alden ini—mereka seperti dua orang yang sangat berbeda.

"Apakah kau—"

"Ya, kau tidak salah mengingat. Dulu kau selalu membantuku ketika aku dibully. Kuingat dulu kau gadis yang begitu populer dan cantik, dan hanya kau yang selalu membelaku," Jawabnya.

Haura menyelipkan rambut ke telinga, ia benar-benar terkejut, memang benar jika dulu dia selalu membantu Alden ketika dia dibully. Apakah ini cara dia membantu dan membalas kebaikan Haura dulu?

"Maaf jika aku menginvasi kehidupanmu. Aku juga sudah tahu sejak awal jika kau baru saja dicampakkan oleh suamimu. Pertemuan kita di pusat perbelanjaan kala itu, ketika karyawanku memaksamu membeli produk kami, saat itulah untuk pertama kalinya aku melihatmu setelah tujuh tahun kita tidak bertemu."

Haura kembali mengingat kejadian itu, di mana seorang pria tampan menyelamatkan dirinya dari seorang wanita yang memaksa untuk membeli cussion mereka.

"Ketika aku ingin mengakhiri hidup?"

"Ya, aku mengikuti dirimu," jawabnya lugas.

Kebetulan macam apa ini? Bagaimana bisa pria ini berbuat banyak untuk Haura dan memata-matai dirinya selama ini. Sungguh semua ini ada di luar pikiran Haura.

"Dan sebuah kebetulan, saat aku tahu kau melamar pekerjaan di perusahaanku."

"Apa maksudmu?" Haura mulai penasaran.

"Lupakan! Aku hanya ingin membalas kebaikanmu di masa lalu. Bukan berati aku menaruh perasaan padamu!" potong Alden, mengelak. "Aku akan pergi, dan ini untukmu." Sebelum pergi Alden menyerahkan amplop putih pada Haura.

"Untuk apa ini?" Haura enggan menerima benda itu.

"Untuk menyambung hidupmu!" Sahutnya menaruh amplop itu di atas meja, dan pergi begitu saja meninggalkan Haura yang masih kebingungan.

to be continue

Terima kasih masih setia membaca Kala Bos Menggoda.

1
Ira Widiyastuti
Terima kasih sudah membuat cerita yang bagus
IG __NoviWu: sama2 kakak cantik... Terima kasih.
total 1 replies
kalea rizuky
Josep bawahan terlalu ikut campur
desi
jangan terlalu baik haura karena kita baik belum tentu orang baik pada kita
Jade Meamoure
ya Tauhan akhir yg buruk buat Theo, jika ada kesempatan kedua jangan lagi kyk Theo yg dulu
Jade Meamoure
hayyah dah unboxing aja duh calon anak ng mga sulat
Jade Meamoure
aih Apok kapok deh
Patri Behel
luar biasa
Patri Behel
Buruk
Vien Habib
Luar biasa
Ahsin
dasar bangke sok TDK mau ujung2 mewek
Emy Chumii
Luar biasa
Emy Chumii
mampir kesini karena recommend dari mommy Ar 🙏😊
IG __NoviWu: Terima kasih, Kakak 😘
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih author👍👍👍👍😍😍
Suherni Erni
Sayangnya perempuan binalnya tetep hidup enak ya...ngga ikut mati secara tragis jg.
Surati Surati: iyaya thor kok alila nya ngk ikutan mati aj kaya theo sih ntar jadi penggu rmh tgga haura dan alvin lagi dan jngn sampai itu trjadi ya thorr
total 1 replies
Noor Laila Khairul Isma
Terbaik
.
💕febhy ajah💕
begitulah hasilnya kalau orang tua selalu ingin mencampuri urusan rumah tangga anaknya
💕febhy ajah💕
aku suka gayamu alden
I miss you so much ❤❤❤
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Surati Surati: sq jg suka gayau alden sok jutek, tapi perhatiyan banget /Heart/dan jg bertggung jwb,biarlah haura menyadari akan cintamu alden dan kau trudlah berusaha untk membahagiayakan hauraa lanjut thoorrrr
total 1 replies
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian purnama difavoritkan
IG __NoviWu: terima kasih, Sayangku.
total 1 replies
UTIEE
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!