NovelToon NovelToon
( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:910.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puspa Herliyah

Kita Sama sebagai seorang Abdi Negara, mengabdi untuk Negara tercinta. Dimana dengan seragam yang kita kenakan di baliknya ada sebuah tanggung jawab.

Di balik seragam kita, ada Cinta yang tulus selain untuk Negara , Cinta untuk kamu Abdi Negara pujaan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 Tahun Yang Lalu Tak Kan Pernah Lupa

Dimas duduk di tepi tempat tidur sambil memandang wajah natural Annisa, wajah cantik mulus dan putih terlihat sangat jelas, dan bisa kembali menatap sangat dekat.

" Di balik senyum kamu, di balik rasa bahagia kamu, ternyata hati kamu Tersakiti. Maaf kan saya yang tidak pernah memikirkan hati kamu, hanya memikirkan ego saya sendiri. "

Dengan refleks tangan Dimas menyingkirkan rambut panjang Annisa yang sedikit menutupi wajah nya.

" Kamu cantik, tapi kenapa saya tidak bisa mencintai kamu. "

Kekesalan 5 tahun yang lalu...

" Kamu cuti berapa lama? " Tanya Ali pada Dimas.

" Satu minggu, langsung Dinas di tempat baru." Jawab Dimas.

" Polres? "

" Iya, eh saya nggak menyangka Ajudan baru Ayah itu kamu. " Ucap Dimas.

" Iya lah, kalau saya itu nggak bakalan jauh - jauh Sama kamu." Ucap Ali.

Saat sedang mengobrol santai terlihat Annisa membawa nampan berisi obat dan air putih.

" Apakah tugas Ajudan yang satu itu menyediakan makan dan obat Bunda? "

" Bunda kamu sangat percaya Sama Annisa."

" Sebegitu percaya nya pada dia."

" Annisa cantik, dia suka sama kamu."

" Cih, dia bukan level saya. "

" Apakah level kamu cukup Siska yang punya body seperti gitar spanyol? "Tanya Ali

" Hanya Siska nggak ada yang lain, terutama dia walau dia suka sama saya." Jawab Dimas.

*****

" Ibu benar baik - baik saja? " Tanya Annisa.

" Ibu benar baik - baik saja." Jawab Ibu Riana sambil memegang dada nya.

" Ibu minum obat dulu. " Ucap Annisa sambil memberikan pil pada Ibu Riana.

" Annisa, Ibu bisa hidup lama seperti ini hanya karena ini, kamu tahu bisa saja saya berhenti mengkonsumsi ini semua, tanpa di obati. "

" Ibu bicara apa sih, Ibu pasti sembuh dengan sakit jantung Ibu."

" Ibu hanya ingin di usia saat ini sebelum Mata ini tertutup melihat anak Ibu yang bungsu bahagia, namun apakah Ibu bisa melihat Dimas bahagia menunggu kekasihnya 2 tahun lagi."

" Saya rasa Ibu bisa katakan Sama Bang Dimas." Ucap Annisa.

"Ibu tidak suka Sama pilihan anak Ibu, Pak Bupati juga Sama tidak suka. "

" Maaf Ibu, mungkin Ibu belum kenal Sama dengan Pak Ibrahim juga."

" Jaka....!!! " Panggil Ibu Riana.

Lalu seorang pengawal Ibu Riana masuk ke ruang Ibu Riana, sambil membawa bukti kepada Annisa.

Annisa melihat beberapa photo kegiatan pacar Dimas, dan matanya terbelak kaget saat melihat kekasih Dimas yang sedang mengadakan pesta dengan hanya mengenakan bikini dan disitu terlihat Dimas pun ikut berpesta, dan terlihat dengan gaya glamor dengan berbelanja barang - barang bermerk.

" Ibu tidak suka dengan gaya seperti itu, kamu lihat aurat nya disitu tidak hanya Dimas tapi ada pria lain, dan lihat belanja barang - barang branded siapa yang bayar kalau bukan Dimas. "

" Jaka perlihatkan lagi riwayat transaksi."

Jaka lalu memberikan beberapa laporan transaksi bank dan beberapa toko yang pernah melakukan transaksi.

" Kok bisa, ini kan privasi? "

" Dimas itu bodoh, pakai kartu kredit masih milik Ibu nya, walau dia yang bayar. Mana ada waktu Dimas ke bank, saat Ayah nya menjabat sebagai Bupati dia tidak mau terekspos media jadi dia nggak bebas kemana - mana. Kamu tahu karena viral anak Bupati kita seorang Polisi sangat tampan disitu banyak media yang ingin tahu tentang dia, kamu tahu kalau sampai media tahu anak Saya sedang bersama Siska mengadakan pesta seperti ini, bisa jadi hot news dan kamu tahu transaksi seperti ini bisa kena pemberantas korupsi , bukti belanja seperti ini bisa di pertanyakan, dan kamu tahu pacaran sudah seperti ini bagaimana nanti sudah nikah. Ibu tidak suka punya menantu glamour seperti dia. "

******

" Nanti Saya transfer. " Ucap Dimas setelah mematikan ponselnya.

Saat itu Annisa melintas di depan nya sambil berjalan menunduk karena tahu dia melewati Dimas, setiap berdekatan sedikit ada rasa jantung berdegup kencang.

" Hey... apa di bawah lebih menyenangkan dari pada berjalan dengan pandangan lurus, dan tidak sopan. "

" Maaf Bang, Saya Salah maaf. "

" Apa tidak ada kata lain selain maaf pada saya?"

" Karena saya di Mata Bang Dimas salah."

" Ikut saya. "

Annisa hanya diam saat Dimas mengajaknya dan menatap bingung kepada pria bertubuh tinggi dengan rambut cepak.

" Kok diam..!! " Bentak Dimas.

" Baik Bang."

Dimas membawa Annisa ke ruang makan, disana terlihat berbagai menu makanan tertata rapi.Ingat tentang titik lemah Annisa dengan otak licik nya.

" Duduk. "

Annisa pun lalu duduk bersebrangan dengan Dimas, dan masih dengan rasa bingungnya dengan perlakuan Dimas.

" Kamu belum makan kan, Saya ajak kamu makan, mungkin Saya kasar Sama kamu. Jangan sampai pensiun jadi Ajudan Bunda meninggalkan jejak yang nggak enak. " Ucap Dimas sambil memberikan piring yang berisi nasi dan lauk yang mengandung rasa pedas.

" Bang maaf ini.. "

" Nggak ada penolakan, kamu makan itu perintah. "

" Tapi ini.. "

" Kamu nggak suka? "

" Bukan tapi ini pedas. "

" Kamu nggak suka pedas? "

Annisa menganggukkan kepalanya, dengan menatap ke arah Dimas.

" Baik, Saya tantang kamu makan pedas. Kalau kamu ingin dekat dengan Saya , hari ini saya tantang kamu makan pedas, kalau gol kamu bisa dekat dengan saya."

" Saya lebih baik di jauhi. " Ucap Annisa beranjak berdiri.

" Apa perlu saya sebar video saat kamu mencuri photo Saya, dan memotret Saya secara diam - diam di group Kabupaten, dengan hastag seorang Ajudan yang diam - diam menaksir anak Bupati, dan dengan menghalalkan segala cara Ajudan ini bertindak tak wajarnya seorang Ajudan."

" Salah Saya dimana Bang, Ibu Riana memang di luar itu hanya ingin dengan Saya."

" Saya hanya ingin kamu malu dulu, walau nanti Bunda akan mengklarifikasi."

" Abang kalau nggak suka Sama saya, jangan bertindak lebih. "

" Saya senang saja bully kamu, saat tahu kamu suka Sama saya, kamu belum tahu sifat saya seperti apa. "

" Kalau Abang masih kesal dengan itu, saya minta maaf, saya disini juga tidak menggangu Abang. "

" Kamu bisa pergi dari sini dan berhenti jadi Ajudan Bunda atau makan pedas itu kamu tetap disini saya maaf kan kamu, dan melupakan kejadian itu."

Annisa lalu berfikir sambil mengepal kan kedua tangan nya.

" Saya butuh pekerjaan ini untuk biaya hidup Saya, dan Saya mau makan itu semua."

Annisa pun lalu memakan makanan pedas itu, dan lalu dengan lahapnya menahan dengan segala cara.

Dimas hanya tersenyum puas dengan segala keberhasilan nya. Namun saat sedikit lagi habis, wajah Annisa berubah dengan kedua tangan nya meremas perut nya, dan menahan sakit hingga membuat wajah nya memerah.

" Hey... kamu baik - baik saja? "

Annisa beranjak dari duduk nya namun karena tak kuat tangan Annisa meremas taplak meja makan hingga tubuhnya tumbang dengan di tarik nya taplak meja tersebut hingga semua yang di atas nya jatuh berserakan di lantai.

Praaanngg

" Annisa...!!! "

Dimas dengan segera mengangkat tubuh Annisa, dan menggendong nya ala bridal style saat itu Pak Ibrahim tiba bersama Ibu Riana pun tampak kaget.

"Annisa kenapa Dimas? " Tanya Pak Ibrahim.

" Maaf kan Dimas Ayah Bunda." Jawab Dimas Panik.

*****

Plaaak.

Plaaak

" Kamu kenapa melakukan itu semua pada Annisa." Bentak Pak Ibrahim.

" Maaf Dimas kira tidak terjadi seperti ini."

" Terlalu kamu Dimas, Ayah nggak mengerti jalan otak kamu, sifat dari dulu nggak pernah berubah suka bully orang dengan apa yang kamu tidak suka. " Ucap Pak Ibrahim Penuh emosi.

" Dulu kamu pernah bully anak orang, sampai Bunda Sama Ayah kirim kamu ke sekolah dengan disiplin yang sangat keras. Sekarang kamu bikin ulah Sama Ajudan Bunda yang diam - diam suka Sama kamu." Ucap Ibu Riana marah.

*****"

Annisa dengan tubuh yang lemah, selang infus yang menancap di tangan nya membuat tubuh wanita cantik itu terbaring dengan wajah yang pucat.

" Annisa maaf kan Dimas." Ucap Ibu Riana.

" Maaf kan anak Kami." Ucap Pak Ibrahim.

" Iya Pak, Annisa sudah lupakan." Ucap Annisa yang masih lemas.

" Kalau Dimas bikin ulah kamu bilang Sama kami, dan kami tidak akan pernah memaafkan anak itu." Ucap Pak Ibrahim.

" Maafkan Annisa yang sudah membuat Pak Ibrahim Sama Ibu Riana sangat cemas. "

" Kamu tidak Salah nak, justru kami merasa sangat tidak enak."

Saat itu Dimas masuk dengan membawa sebuah bucket bunga mawar, terlihat wajah bersalahnya hingga masih menyisakan kesal di wajah kedua orang tuanya.

" Ini untuk kamu, Saya minta maaf. " Ucap Dimas.

" Terima kasih." Ucap Annisa menerima bucket bunga mawar.

"Dimas Ayah berharap kamu bisa berdamai dengan Annisa, kali ini Ayah Sama Bunda maafkan kamu, bila sekali lagi kamu menyakiti hati Annisa Ayah Sama Bunda tidak akan pernah memaafkan kamu."

Dimas masih diam setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan Annisa dan Dimas berdua.

" Kamu masih marah Sama Saya? "

" Kesal pasti ada, Abang juga kesal Sama Annisa sudah sampai ubun - ubun, begitu juga Annisa."

" Kamu kenapa tetap mau menerima tantangan Saya, sedang kan kamu tahu resikonya."

" Tak ada pilihan, Saya butuh makan dengan pekerjaan ini."

" Kamu punya keluarga? "

" Saya yatim piatu sejak usia 5 tahun, kedua orang tua Saya meninggal dunia. Karena tak ada yang mau mengurus Saya saat itu, Saya di taruh di panti asuhan."

" Maaf. "

" Tidak seperti Abang, hidup bahagia dengan keluarga yang lengkap. Abang tahu Ibu Riana dan Pak Ibrahim sudah seperti kedua orang tua Saya sendiri. Saya beruntung bisa menjadi Ajudan disini, Saya beruntung bisa dekat tidak hanya sebatas Ajudan." Ucap Annisa dengan mata yang berkaca - kaca.

" Abang pantas menghina Saya, dan Saya memang bukan Selera Abang tapi apa Saya Salah mencintai anak seorang Bupati. Memang Saya nggak pantas antara bumi menggapai langit pasti tidak bisa di gapai."

" Tolong jangan bilang tentang status sosial, saya bukan maksud menghina kamu."

" Sama saja Bang, hati saya sakit tapi saya harus terima ini resiko saya."

" Apa yang harus saya lakukan agar saya dapat maaf dari kamu? "

" Saya tidak minta apa - apa Bang, kalau Abang nggak suka saya mencintai Abang, saya minta maaf sebesar besar nya. Tapi ini masalah hati biarkan saya mencintai Abang dalam diam."

" Saya ijinkan kamu mencintai Saya, tapi maaf Saya tidak bisa membalasnya."

" Tidak apa Bang, sakit memang tapi hati Saya tidak bisa di bohongi, dengan berjalan nya waktu nanti akan capek sendiri hati Saya ini."

1
Dewi Oktavia
nah Lo,,,ketawan tak y
Dewi Oktavia
waduh
Dewi Oktavia
sedih x cerita y
Dewi Oktavia
Alhamdulillah akhir y bersama lagi
Dewi Oktavia
wih,,anak y masih hidup
Dewi Oktavia
nyebelin
Dewi Oktavia
😁lucu
Dewi Oktavia
asyik,,,seru
Dewi Oktavia
cemburu
Dewi Oktavia
tak kebanyang
Dewi Oktavia
😭
Dewi Oktavia
benar klo kita cinta ma orang tapi cinta kita tak terbls pasti akan hilang walaupun sakit.
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
oh baru faham alur cerita y,,,,tak enak jika menikah dari perjodohan
Dewi Oktavia
maksud y pa sich inti y saya kurang faham
Dewi Oktavia
ko baru jumpa sudah begitu,,,,jadi penasaran
Dewi Oktavia
wih....jarang Lo seperti itu biasa y😜
Nina Maryanie
menarik
Rubiyanti
Luar biasa
Dianty
semangat thor, g sah dngerin nyinyiran para deterjen,,, moga sehat trus biar bisa bkin cerita yg bagus2 lgi, n so pasti rejekinya bnyak n berkah, we ❤️u👍
Puspa Herliyah: amin.. i love you too..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!