NovelToon NovelToon
Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda

Status: tamat
Genre:Fantasi / Pendekar / Perubahan Hidup / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sigi Tyo

Seorang Dewa Perang yang terbuang dari Alam Dewa karena ulah nya yang dianggap "nakal", hingga membuat kaisar Dewa memohon kepada sang pencipta untuk membuang nya ke alam manusia.

Jalan takdir yang membawa nya ke alam yang baru dengan ingatan yang hilang dan kekuatan yang tersegel.

Mampukah Sang Dewa Perang menemukan jati dirinya..? ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin mengembara

Kekacauan makin kian terus berlangsung, Kekuatan fisik lah di sini yang paling di andalkan dan di jadikan tolok ukur sebuah keberadaan sebuah kelompok.

Saling serang saling bunuh jika ada sedikit saja perselisihan, itu sudah biasa.

Siapa kuat maka dia lah yang akan berkuasa atas segala nya.

Bagai bara dalam sekam yang sewaktu waktu bisa membakar apapun, Anggota Panca Buana mulai saling intai, saling lirik kekuatan masing masing untuk kemudian di tikung dan di hancurkan oleh anggota yang lain, meskipun nampak di depan terlihat baik baik saja namun di belakang tersimpan api yang berkobar dan ingin meletup.

Belum lagi dua pengguna elemen Api dan Air yang tak tampak akur meskipun di permukaan tak terjadi masalah namun sebenarnya mereka saling bermusuhan ingin menjadi penguasa di dunia persilatan.

Selama ini hanya ada dua kekuatan yaitu pengguna element Api maupun element Air yang nampak malang melintang di dunia persilatan, pengguna unsur unsur kehidupan yang lainnya sudah tak terdengar lagi, entah karena sudah musnah atau memang tidak mau menampakkan diri, itulah yang terjadi.

"Hingga kini sudah enam belas tahun hampir tujuh belas semenjak peristiwa Ndaru Kolocokro jatuh ke Bumi, apakah Dewa api masih terus ingin mencari nya..?," tanya seorang pria paruh baya yang juga memakai baju dengan simbul api di dada nya.

Orang yang di panggil Dewa Api itu hanya mengangguk angguk kan kepalanya.

"Aku yakin Aura cahaya Ndaru Kolocokro itu masih ada dan tetap di buru hingga kini, dan aku dengar orang orang Sukat Jaladri masih mencari keberadaan anak yang terkena Ndaru Kolocokro."

Sukat Jaladri adalah pimpinan element Air atau yang di kenal dengan kelompok Es Abadi, atau Dewa Es.

"Aku ingin mengadakan pertemuan dengan kelompok Pitugeni mungkin ada berita yang sudah berhasil di dapatkannya," kata Dewa Api yang aslinya bernama Nambi Tosa.

**

Di dasar jurang Kematian Jaya Sanjaya yang bagai terlahir kembali sedang berusaha menggali potensi yang ada di diri nya.

Meski ingatan tentang siapa dirinya belum pulih namun secara naluri mulai berlatih ilmu beladiri dengan arahan Kakek Jayeng Rono.

Sedikit demi sedikit mulai mempelajari jurus yang di ajarkan oleh Kakek Jayeng rono, Manggar Pecah adalah salah satu jurus andalan dari padepokan Bale Rupa, karena jurus itulah yang paling di kuasai oleh Jayeng Rono dan juga merupakan jurus terhebat dari padepokan Bale Rupa.

Jurus Manggar Pecah adakah jurus yang menitik beratkan pada kekuatan pukulan tangan kosong dengan gerakan sedikit unik untuk mengecoh lawan.

Setelah berlatih bersama dengan Jaya Sanjaya, kakek Jayeng Rono mulai memahami ternyata pemuda yang saat ini berlatih di depannya memiliki keunikan dan keanehan.

Salah satu keunikan dari Jaya Sanjaya adalah tubuhnya mampu memperbaiki diri atau meregenerasi tubuh nya, baik oleh pukulan maupun karena luka bacokan.

Makanya saat badannya hancur sewaktu terjatuh di jurang, Jaya Sanjaya bisa selamat dan tubuhnya kembali pulih dalam waktu hitungan hari.

"Hebat kau Jaya...ilmu apa yang kau miliki..sehingga badanmu begitu istimewa dan kuat..," puji Jayeng Rono yang tak bisa menutupi kekagumannya, begitu melihat regenerasi dari setiap luka di tubuh pemuda itu.

"Kakang memang hebat..!!.," seru Pelangi sambil bertepuk tangan memuji pemuda itu.

Jaya Sanjaya hanya cengar-cengir mendengar pujian tersebut, setiap gerakan dari jurus Manggar Pecah selalu di kombinasikan dengan gerakan yang terlintas di pikirannya.

"Aku juga tak tau Kek,..mengapa aku bisa begini....he..he..," sahut Jaya Sanjaya, tertawa, tampilan mereka bertiga yang seperti gembel karena hidup di lingkungan kotor dan lembab tak mengurangi kebahagiaan dari ketiganya.

**

"Aku rasa kini sudah tiba waktunya kamu keluar dari lingkungan ini, dari jurang Kematian ini," kata Jayeng Rono suatu hari kepada Jaya Sanjaya.

"Kamu sudah lebih dari empat purnama tinggal di sini, sudah saatnya menjelajahi jagat raya, melihat dan belajar tentang kehidupan, mencari jati dirimu siapa sesungguhnya engkau..."

"Karena tak selamanya toh kamu disini, bersama kami..."

Jaya Sanjaya hanya terdiam merasa terusir oleh kakek Jayeng Rono, namun berbeda dengan Pelangi yang mendengar itu langsung lemas seluruh badannya.

Selama ini semenjak kehadiran Jaya Sanjaya di jurang Kematian membuat hidupnya lebih berwarna, mereka saling bertukar pikiran, bercerita tentang alam bebas yang sudah di lihat Jaya Sanjaya, berlatih bersama mengembangkan jurus Manggar Pecah, bahkan berburu hewan di dasar jurang bersama sama.

"Kakek apakah aku boleh ikut kakang Jaya Sanjaya..mengembara..?." pinta Pelangi dengan penuh harap.

"Aku bosan tinggal di dasar jurang terus menerus..!," sungut gadis tersebut.

Sesaat Jayeng Rono menghela nafas nya, menghisap dalam dalam udara mengurangi sesak di dadanya.

Benar apa yang di minta Pelangi, gadis yang sudah dianggap anak atau bahkan cucunya, tak selamanya mereka di sana.

"Tapi dunia luar sangat kejam Pelangi, kakek sangat mengkhawatirkan mu," Sahut Jayeng Rono menatap gadis itu.

"Kami bisa menjaga diri..bukankah aku sudah bisa menguasai jurus Manggar Pecah jurus andalan kakek..?."

Jurus Manggar Pecah memang terdiri dari Lima Bab dan semua sudah di kuasai Pelangi, sehingga kemampuan bertarung nya setingkat dengan pendekar Raja Perunggu.

Tingkatan kependekaran di alam ini ada sepuluh tingkatan di awali dari

Prajurit perunggu.

Prajurit Perak.

Prajurit Emas

4 .Raja Perunggu

Raja Perak

Raja Emas

Dewa Perunggu

Dewa Perak

Dewa Emas.

Pendekar Surgawi

Tiap tiap tingkat itu juga terbagi menjadi sepuluh level kependekaran, misalnya pendekar Prajurit perunggu level I, hingga pendekar Prajurit perunggu level X.

Selama ini hanya ada beberapa tokoh saja di jagat tersebut yang berada di tingkat Dewa, itupun tingkat Dewa Perunggu.

Makanya mereka berlomba lomba mencari terobosan peningkatan kependekaran dengan mengejar Ndaru Kolocokro saat itu berharap menjadi yang terhebat nantinya.

____________

Jangan lupa tinggalkan jejak nya...

1
Raysonic Lans™
duh duh
Reza bima
iya,musuhnya lari ga dibunuh, terus bikin perguruan lagi bikin ulah lagi.. begitu seterusnya...ya orangnya itu2 saja
Reza bima
berhenti,tunjukkan surat2nya.. dewa kok begini
Markinyo
rasa kemanusiaan apa? gimana dengan korban yg di bantai oleh perusuh itu?

jgn naif dunk thor..
Markinyo
kelamaan, knp tdk langsung d ikuti ke markas penjahat, langsung d tumpas sekalian..?
Reza bima: bertele-tele..ceritanya
total 1 replies
Markinyo
katanya pembela kebenaran? kelompok pemeras di biarkan..
Markinyo
katanya kl ketemu zirah sayapnya, akan kembali ke Jaya, krn ada roh di zirahnya..
lha ini ktmu kok g kembali ke Jaya thor..

yg bnr mn thor?
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Luar biasa
Iskandar Yunaeni
Sepertinya mau jadi kuat nih
Iskandar Yunaeni
Baru mulai
Iskandar Yunaeni
WAH RAME NIH
muh syahlan
mantap.............,/Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
Luar biasa
Irfan tejo laksono
top
Agus Susanto
Lumayan
left
Luar biasa
left
Lumayan
Dewi Yani
mcnya gila jalan makan istrahat....jalan makan istrahat....lha pusaka udah diambil semua orang...
Zacky yulianto
Luar biasa
Zacky yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!