Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)
Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.
Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.
Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.
Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Sedikit Pun Membantu.
Aku fokus. Bayangkan sinar keemasan itu bukan menyerang simpul gelap, tapi menyelimutinya. Membersihkannya, seperti Ibu berkata.
Ini memang gila, apa yang ibu harapkan dari anaknya yang belum menginjak usia anak-anak. Seolah, seluruh beban alam semesta bergantung kepada diriku di masa depan.
Namun, sedikit demi sedikit, lapisan terluar simpul gelap, warna abu-abu kegelapan, mulai memudar.
Sangat sedikit. Hampir tak terlihat.
Tapi itu terjadi.
Yu Yan menghela napas tajam.
"Itu ... lagi."
"Jangan melawan," bisik Ibu. "Biarkan sinar Shen Yu bekerja."
Yu Yan mulai menangis. Air mata mengalir diam-diam di pipinya.
"Rasa sakitnya ... berkurang. Sedikit."
Aku terus fokus, tapi kelelahannya datang lebih cepat kali ini. Setelah sekitar satu menit, sinar keemasan itu memudar. Biji cahaya di dahiku berdenyut pelan, seperti kehabisan tenaga.
Aku menghela napas atau versi bayi dari menghela napas dan tubuh kecilku lunglai ke depan.
Ibu segera menangkapku, mendekapku. "Sudah cukup untuk hari ini. Bagus sekali, Shen Yu. Kau belajar dengan cepat."
Yu Yan membuka matanya, mengusap air matanya. "Terima kasih," bisiknya, suaranya parau. "Aku ... aku bisa bernapas lebih lega."
Ibu mengangguk, tapi wajahnya serius. "Ini hanya permulaan. Simpul gelapmu punya akar yang dalam. Butuh waktu. Dan ..." dia memandangku. "Shen Yu masih terlalu kecil untuk melakukan lebih."
"Tapi itu membantu," kata Yu Yan dengan penuh keyakinan. "Sedikit pun membantu."
[PoV 3rd]
Di pinggir desa. Di balik pepohonan di perbukitan kecil yang menghadap ke desa Qingyun, dua sosok berjubah gelap berdiri diam.
Mereka telah mengamati selama tiga hari sejauh ini. Yang satu tinggi dan kurus, dengan mata seperti elang. Yang lain lebih pendek dan kekar, dengan bekas luka melintang di pipi.
"Kau yakin itu dia?" suara yang tinggi dan kurus.
"Qi-nya cocok," jawab yang bekas luka. "Meski sangat samar. Dia menyembunyikannya dengan baik."
Mereka menatap rumah kayu keluarga Shen. Dari kejauhan, rumah itu tampak biasa saja. Tapi bagi mereka yang bisa merasakan energi, ada sesuatu yang berbeda.
Sesuatu aura yang menarik untuk ditelusuri.
Ada tiga aura di dalamnya.
Satu, kuat dan dalam, seperti samudera yang tenang.
Ibu Shen.
Satu, muda dan murni, tapi terluka.
Yu Yan.
Dan satu ... yang paling menarik.
Sangat kecil. Sangat muda. Tapi memancarkan potensi yang membuat kulit mereka merinding.
"Bayi itu," bisik yang tinggi. "Aura-nya ... belum pernah kurasakan yang seperti itu."
"Biji Cahaya Klan Ling," gumam yang bekas luka. "Warisan mereka yang terkenal. Tapi klan itu sudah musnah. Terakhir kali terdengar, hanya satu yang selamat."
"Dan dia bersembunyi di sini. Dengan seorang bayi berbakat. Dan gadis dengan simpul gelap turunan." Yang tinggi tersenyum, tapi tidak ada kehangatan di senyuman itu. "Ini menarik."
"Kita harus melapor."
"Tunggu." Yang tinggi mengangkat tangan. "Mari kita amati lebih lama. Lihat seberapa jauh bayi itu bisa berkembang. Dan ... lihat apakah ada yang lain datang."
"Maksudmu?"
"Jika ada anggota klan Ling yang selamat di sini, pasti ada yang mencari. Baik untuk melindungi ... atau untuk membasmi."
Mereka kembali diam, menyatu dengan bayangan pepohonan. Mata mereka tetap tertuju pada rumah kayu itu.
Menilik apa yang akan ditampilkan dari bilik rumah keluarga yang hanya berisi seorang ibu, satu gadis kecil dan bayi.