Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Kesambet Hatimu
Pagi hari kali ini tidak seperti biasanya, namun, Kenzie tetap akan memasak. Yang menjadi tidak biasa adalah kali ini berada di rumah orang lain, meskipun secara status bukanlah orang lain.
"Di makan atau nggak, yang penting sudah tak masakin!" gumam Kenzie sembari melirik kamar Kenzo.
Sisa nasi tadi malam masih ada, Kenzie sangat menyayangkan jika harus di buang, akhirnya ia memutuskan untuk membuat nasi goreng.
Nasi pun sudah dipindahkan, Kenzie beralih mempersiapkan bumbu-bumbu dan beberapa butir telur untuk ia goreng nanti.
"Loh kok?"
Saat tengah serius memasak, Kenzie dikejutkan dengan kedatangan Kenzo dari depan. Kenzie mengira bahwa Kenzo masih tidur di kamar.
"Aku tidur di bengkel," ujar Kenzo menjawab rasa penasaran Kenzie.
"Aman 'kan?" tanya Kenzo.
Kenzie mengangguk.
Kenzo langsung masuk ke kamarnya tanpa mengomentari apa yang tengah dilakukan oleh Kenzie.
"Kenapa gue perhatian sama si tengil?" gumam Kenzo sembari menatap langit-langit kamar.
"Ini sebenarnya gue lebih perhatian ke rumah gue 'kan?"
"Iya, ke rumah gue! bukan di tengil!"
"Nanti kepedean lagi!"
Sementara itu, Kenzie masih mencicipi masakannya pagi ini. Setelah dirasa sudah pas dengan seleranya, Kenzie memindahkan ke wadah lain. Untuk pendamping, Kenzie menggoreng telur ceplok.
"Ternyata tadi malam aku di rumah ini sendirian?'' gumam Kenzie.
"Pasti dia abis nemuin pacarnya itu!" lanjutnya menebak.
Dengan hanya bermodalkan dugaan, Kenzie begitu yakin atas dugaannya itu.
Selesai urusan masak, Kenzie ke kamar untuk mengambil pakaiannya.
"EH!"
Keduanya sama-sama terkejut karena tujuannya sama ke kamar mandi.
"Kamu duluan aja," suruh Kenzie.
"Kamu aja, kamu yang mau pergi duluan," balas Kenzo tidak ingin berebut.
"Tapi, aku mandinya lama," balas Kenzie.
Bukan aktivitas mandinya yang lama, hanya karena sedang datang bulan sehingga membuat waktunya semakin bertambah.
"Nggak papa, aku siang keluarnya." jawab Kenzo.
Sebelum Kenzo berubah pikiran, Kenzie langsung nyelonong masuk ke kamar mandi.
Setelah memastikan Kenzie mengunci pintu kamar mandi, Kenzo melongok ke arah meja makan. Sejak tadi ia sudah mencium aromanya yang membuat cacing-cacing diperutnya menari-nari.
"Baunya sih enak, paling rasanya juga asin. Tadi malam palingan juga beli, cuma masak nasi dirumah," gumam Kenzo berprasangka negatif.
Kenzo mengambil sendok dengan hati-hati agar tidak bersuara.
"Hmm, lebih enak dari masakan mama." gumam Kenzo langsung menutup mulutnya karena sadar memuji dan menghina 2 wanita dalam satu waktu.
Setelah dua kali suapan, Kenzo memutuskan mengambil piring karena tiba-tiba semakin merasa lapar.
"Nanti ketahuan si tengil! gue makan di kamar aja deh!" gumam Kenzo.
...
Tatapan Kenzie langsung tertuju pada meja makan yang tidak serapi tadi.
"Ada kucing kah?"
Kenzie langsung menatap kamar Kenzo dan sudah menebak siapa pelakunya.
"Syukurlah kalau dia mau makan,"
Kenzie pun juga langsung mengambil piring, agar tenaganya terisi untuk bekerja hari ini. Sudah biasa bagi Kenzie yang selalu memuji masakannya sendiri cukup enak.
"Bisa-bisanya kamu makan di rumahku tanpa ajak-ajak!" protes Kenzo yang baru keluar dari kamar.
Kenzie langsung menghampiri Kenzo setelah mencuci tangannya.
"Kenapa lu dekat banget!" protes Kenzo.
Kenzie mendengus-dengus dihadapan Kenzo seperti kucing.
"Mau lihat manusia yang habis makan nasi goreng + telur, tapi, masih protes nggak diajak makan." jawab Kenzie menyindir.
"Fitnah lu, orang baru juga keluar dari kamar!" bantah Kenzo.
Kenzie langsung tertawa dan kembali mengendus-endus dengan jarak yang cukup dekat.
"Bibirmu berminyak, mulutmu bau telur." ujar Kenzie seraya menunjuk dan ternyata berhasil membuat Kenzo langsung mengusap bibirnya dengan punggung tangan.
Kenzie langsung tertawa melihat Kenzo tanpa disadari mengakui apa yang sudah ia lakukan.
Melihat Kenzie menertawainya, Kenzo langsung melotot dan menekan kening Kenzie dengan telunjuknya.
"Gunanya masak buat di makan 'kan?" balas Kenzo langsung ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Kenzie.
"Emang, tapi, nggak perlu bohong, haha!"
Kenzie masih cekikikan meskipun pintu kamar mandi sudah tertutup rapat.
"Malu 'kan?"
Kenzie masih tertawa, tidak disangka-sangka paginya ini sangat menghibur.
"Eh, buset! jam berapa ini malah ngetawain dia aja!"
Kenzie langsung bergegas untuk siap-siap di kamarnya, tidak lupa menyiapkan apa yang akan dibawa ke kontrakan nanti.
Pukul 06.45 WIB
Kenzie sudah siap untuk berangkat ke pabrik. Sedangkan Kenzo masih di belakang ntah apa yang dilakukannya. Waktu berangkatnya tidak sama ketika tinggal di kontrakan, karena jaraknya lebih dekat.
"Aku berangkat dulu," ujar Kenzie berpamitan.
"Hm," jawab Kenzo seraya menghisap rokok.
Kenzie berdecak kesal karena hanya mendapatkan respon singkat.
"Nanti aku langsung pulang ke kontrakan, jangan tiba-tiba nyuruh balik ke sini! weekend ini rencananya aku mau jalan sama pacarku!" ujar Kenzie.
Ujung kalimat itu membuat Kenzo langsung menoleh. Namun, beberapa detik kemudian beralih menatap objek lain.
"Kenapa gue shock? gue juga ada janjian sama Gita weekend ini!" bathin Kenzo.
"Ya, terserah kamu, yang penting nomornya selalu aktif!" balas Kenzo.
Kenzie tersenyum sembari mendekat.
"Apa lu senyum-senyum? kesambet kah?" protes Kenzo.
"Kesambet hatimu! HOEKK!" balas Kenzie langsung terasa mual.
"MAU PAMIT DULU!" imbuh Kenzie.
"Yang sopan sama suami!" protes Kenzo.
"Ck! suami dalam drama!" balas Kenzie.
"Ya sudah, aku nanti bisa telat. Berangkat dulu ya suamiku, ASSALAMU'ALAIKUM!" ucap Kenzie sengaja menggodanya.
Kenzie sudah ke depan sebelum mendengar jawaban dari Kenzo.
"Wa'alaikumussalam," balas Kenzo tak sadar sembari tersenyum.
Kenzie merasa lebih semangat untuk hari ini, senyumnya pun terus terpancar karena nanti akan kembali tidur di kamar kontrakannya setelah ia tinggalkan.
"Semoga para orang tua itu nggak tiba-tiba datang lagi!" gumam Kenzie.
Gara-gara drama pagi ini, Kenzie tiba di pabrik sudah sangat mepet waktu untuk briefing pagi sebelum dimulainya pekerjaan. Ia pun sedikit berlari-lari agar tidak ketinggalan.
"Tumben bisa telat," tegur Aqila.
"Iya nih, bangun kesiangan." jawab Kenzie berbohong.
"Nggak pasang alarm?" timpal temannya yang lain.
"Sudah, cuma tetap nggak dengar. Syukurlah nggak telat banget," balas Kenzie.
Saat Kenzie berangkat, Kenzo masih di belakang. Ia akan berangkat ke bengkel-bengkel atau toko sparepart-nya jam 08.30 WIB. Kalaupun berangkat lebih awal jika memiliki janji atau ada urusan penting lainnya.
Baru beberapa hari menikah dengan Kenzie, ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan. Kerjasama antara mereka berjalan dengan baik. Bahkan yang membuat Kenzo tidak menyangka adalah ia bisa tertawa karena tingkah Kenzie.
"Kesambet hatimu ..,"
Kenzo mengikuti gaya bicara Kenzie yang menye-menye tadi. Tapi, ia tau Kenzie sangatlah tegas dalam bertindak maupun bersikap. Itu hanya karena ingin menggodanya sebagai musuh.
"Jangan bilang anak itu beneran jatuh cinta sama gue?" gumam Kenzo.
"Ah, mana mungkin! orang dia dengan bangganya malah pamer mau jalan sama pacarnya!"
"Nggak menghargai banget ngomong sama suami!"
Kenzo langsung mematikan rokoknya karena harus segera mengurus usaha yang sudah menemaninya itu.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍