NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Hanan diam, Alanapun diam

Hanan duduk disamping Alana "Mulai malam ini, tidurlah disini"

Alana berdiri menghadap Hanan yang masih duduk diranjang "Nanti Imran menangis"

Netra Hanan mengikuti kemana arah Alana "Kan ada mbaknya"

Alana berjalan mendekati pintu. Dengan langkah cepat, Hanan mendorong pintu, agar tetap tertutup

Hanan menunduk "Kau mau kemana?"

Alana mendongak "Aku capek kak, aku mau tidur"

"Kau tidak ingin tidur bersama suamimu?"

Alana terdiam, fikirannya mulai bercabang

"Iya ya, suamiku itu Imran apa kak Hanan. Tapi ini kamarnya kak Aina. Kak Aina pasti kecewa denganku"

Alana akan membuka pintu

"Mau kemana?" Hanan memainkan rambut Alana kebelakang

Deg deg deg

Jantung mereka mulai berdetak tak beraturan.

Hanan ingin sekali menarik Alana kepelukannya. Tapi nanti Alana menjerit dan minta bantuan satu RT, Hanan bisa dicap pria pemerkosa istri.

"Baiklah, kau ingin tidur bersama Imran?"

Alana mengangguk gugup.

Hanan kembali membelai rambut panjang Alana

Cup

Bibir Hanan sudah mendarat didahi Alana dengan sadar dan ikhlas

Hanan mulai membutuhkan sentuhan dari seorang wanita, dia sudah membutuhkan Alana. Tapi belum tau kapan, karena Hanan masih mencari kunci sukses untuk membuat Alana menerimanya

Mereka saling tatap, Hanan sedikit tersenyum didepan Alana. Dia tidak mau kegirangan karena tadi berhasil mencium Alana, dan Alana tidak berontak

"Boleh kakak memelukmu?"

Alana mendongak "Hmm" Alana mengedipkan kedua matanya

Hanan memegang pinggang Alana, ia mulai menarik tubuh Alana tanpa jarak.

"Kakak, jangan menarikku. Sesak" Cicit Alana

Tangan Alana mengurai tangan Hanan yang melekat dipinggang, tapi belum berhasil. Karena cengkeraman Hanan lebih kuat

Nafas Hanan mulai menghangat, tanpa sadar, bibir Hanan menempel pada bibir Alana

Hanan menyesap bibir Alana, tapi tidak dibalas karena Alana tidak tau cara membalasnya

Netra Alana melebar, karena Alana merasa ada nafas hangat yang begitu dekat diwajahnya

Wajah Hanan sangat dekat

Mata Hanan terbuka, mata keduanya sama sama terbuka

Hanan mengurai, lalu mengelap bibir basah Alana dengan ibu jarinya "Kenapa tidak dibalas?"

Sekejab Alana terdiam, dia bingung mau ngomong apa "Kakak aku ngantuk" Alana menunduk

Hanan langsung melepas semuanya. Ia terdiam berdiri memperhatikan gerak gerik Alana yang terlihat tidak nyaman

Hanan kembali mengacak rambut Alana "Ya sudah, tidurlah" Hanan membukakan pintu untuk Alana, dan langsung menutupnya

Hanan berdiri dibalik pintu

Tangan Hanan menutup mulutnya dengan dua jarinya yang tidak punya rem.

"Ternyata, aku sangat membutuhkanmu Alana"

Ternyata, dibalik pintu luar, Alana sedang lenggak lenggok malu mendapatkan serangan malam dari Hanan

Alana berlari kecil menuju kamar Imran

Oklek oklek

Alana membuka pintu kamar Imran "Dikunci. Tumben dikunci" Tak mau mengganggu, akhirnya Alana turun, dan tidur dikamar tamu

Alana langsung membanting tubuhnya dikasur empuk tanpa saingan

Brak

Alana tersenyum, memegang bibirnya, lalu memegang dadanya yang ada jantung didalamnya

Deg deg deg

Alana tersenyum, tiba tiba teringat dengan seseorang "Kak Aina, maafkan adikmu ini yang tak tau diri" Alana bersedih. Baru saja kegirangan, sekarang ia urungkan "Jangan, jangan sampai aku tergoda. Aku tidak boleh tergoda dengan kak Hanan"

Alana meringkuk tanpa selimut, dan tertidur

-

Ditempat Hanan

Hanan sudah pegangan kepalanya. Fikirannya kemana mana takut Alana tak terima.

Hanan membersihkan tubuhnya terdahulu, habis itu, Hanan turun untuk mencari sesuatu

Hanan terduduk dikursi meja makan, hatinya bimbang

Hanan beranjak menuju lantai dua. Tapi begitu melihat kamar tamu ada sedikit penerangan, Hanan mundur satu langkah "Memang ada tamu? siapa?"

Hanan menjauhi tangga, lalu mendekati kamar tamu

Gerrreettt

Hanan mengabsen seseorang yang tertidur tanpa selimut

Baju, body krempengnya seakan sudah melekat dibenak Hanan "Alana, kenapa ia tidur disini"

Hanan masuk kekamar, lalu menutup pintu, dan mendekati Alana yang tertidur sendirian dikamar tamu

Hanan terkejut melihat lengan kanan Alana biru biru, Hanan naik keranjang "Kenapa pada biru biru begini"

Alana terusik dengan kehadiran Hanan. Hanan yang sudah naik keranjang, iapun pura pura tertidur

Tapi lama ia memejamkan matanya, tidak ada sedikitpun pergerakan diatas ranjang ini

Hanan membuka matanya, kembali ia melihat banyak sekali warna biru disekujur lengan dan paha "Keterlaluan sekali Imran ya"

Kemudian Hanan keluar untuk mengambil minyak, sekalian selimut

Hanan masuk kembali, dan mengolesi kulit Alana yang berwarna lebam itu menggunakan minyak

Hanan menyingkirkan anak rambut Alana "Kau tidak cantik seperti Aina, kau tidak anggun sepertinya, kaupun tidak kalem sepertinya. Kau sangat berbeda. Jauh... Tapi melihat pengorbananmu, sifat keibuanmu, dan tingkah lakumu yang bar bar, membuatku tidak bisa tidur setiap malam"

Hanan menyelimuti Alana, lalu Hanan turun dari ranjang.

Kembali ia memandang gadis yang salah ambil jurusan, benar benar kasihan. Memaksa menerimanya untuk menjadi pendamping hidupnya juga kasihan.

"Melihatmu tidur sendirian, juga kasihan. Mau sampai kapan aku jalan ditempat. Padahal aku membutuhkan seorang wanita yang mau menerimaku"

Hanan naik keranjang, dan menelusup masuk kedalam selimut "Alana, maafkan kakak iparmu yang menjadi suamimu ini ya.." Hanan mencium pipi tirus Alana "Emmuah.. Selamat malam istriku" Hanan tidur meringkuk menghadap kearah Alana

Tangannya kembali mengusap pipi mulusnya, bibirnya yang tadi ia sesap. Hanan tersenyum, lalu tertidur

-

Pagi harinya

Alana bangun meraba raba seseorang yang ada disampingnya. Hanan geli geli gimana, anunya kepegang pegang. Hanan pura pura tertidur, padahal hatinya berantakan tidak karuan

"Imran??" Alana duduk "Kakak ??! kakak bangun !! mana Imran !!?" Alana membangunkan Hanan seperti gempa

Hanan pura pura tidur, tapi meruba posisi sampai membelakangi Alana

"Kakak !! dengar aku tidak ??!"

Hanan berbalik hingga paha berambut Hanan terpampang jelas terlihat oleh mata Alana. Alana buru buru menyelimuti kaki Hanan

"Ih, malah pamer lagi"

Hanan melempar selimut "Apa Apaan sih... Aku ngantuk Alana... Aku tidak bisa tidur"

"Tapi ini sudah pagi kak !!" Alana menggeser tubuhnya akan turun dari ranjang

Hanan menarik tangan Alana "Mau ngapain"

Alana sudah numpuk diatas tubuh Hanan

"Kak kak..." Cicitnya

Alana sudah berwajah merah

"Kenapa??" Hanan menahan tubuh Alana biar tidak lepas dari genggaman "Kamu enteng banget. Berapa kilo?"

Alana langsung memberi jarak satu lengan, agar dadanya tidak menempel dengan dada Hanan

"Kamu mau push up?"

Alana mulai memberontak

"Sekali lagi kamu bergerak, habis kamu"

"Kakak mau ngapain??" Alana sudah pucat

"Operasi kamu"

Bugh bugh bugh

Alana memukul mukul dada Hanan "Kakak lepasin aku" Alana berontak sambil goyang goyang karena tidak mau berhenti memukul

Hanan memejamkan matanya hingga wajahnya memerah

"Alana!!" Bentaknya

Alana langsung panik melihat wajah Hanan berubah

Hanan membalikkan tubuh Alana, hingga Alana berada dibawah kungkungan Hanan

"Kau ada yang merasa berbeda?"

"Berbeda??? "

"Dibawah"

"Dibawah apa kak?" Alana ingin menangis menahan Hanan yang beratnya dua kali lipat dari berat badannya

Hanan menunjuk kepunyaannya

"Siapa yang akan bertanggung jawab, katakan!!"

"Kakaaaak" Alana menangis

BERSAMBUNG.......

1
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
ika krisdianti
jangan ngambek dong alana
ika krisdianti
lanjut kak😍
ika krisdianti
aku seneng banget bacanya, lucu
ika krisdianti
mama Sifa emang terthe best, kocak bangets
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!