Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
"Ra, maafin aku ya.. Aku beneran gak sengaja"
Ucap Dika tulus.
"Kamu baca surat dari aku? kamu udah maafin aku kan? " Seraya menggenggam tangan Tiara.
"Aku udah maafin kamu kok lagi pula ini bukan gara gara kamu kemaren"
Memberi sedikit rasa legah di hati Dika.
"Makasih ya ra.. Apa mau ke Puskesmas? "
"Gak usah Ka, aku gak apa apa kok"
"Cie... Sorak teman-teman mereka bersamaan.
Tiara langsung menarik tangannya, wajahnya bersemu malu.
Bel tanda masuk berbunyi, mereka segera berhamburan menuju bangku mereka masing-masing.
3 tahun berlalu...
Tiara sudah duduk di bangku SMA.
SMA Pelita Nusantara sekolah Tiara sekarang.
Kelas sepuluh dua adalah kelas Tiara, ia sekelas dan sebangku lagi sama sahabat SD dan SMP nya yaitu Risty.
Sebelumnya memang ada secercah rasa di hati Tiara untuk Dika namun Tiara harus menelan kekecewaan lantaran Dika melanjutkan sekolahnya di Medan, ikut orang tuanya pindah ke sana.
lupakan soal rasa yang pernah ada.
Tiara tidak mau larut dalam kekecewaannya, jalan masih panjang karena masa depan tidak ada yang tahu.
Ia bertemu orang-orang baru & juga sahabat baru Dea & Rani.
"Kantin yuk" Ajak dea pada ketiga sahabatnya itu.
"Yuk" Rani & risty beranjak dari kursi mereka.
"Aku gak deh, kalian aja" Tiara menolak.
"Kenapa? " Tanya risty penasaran.
"Iya nih tiara, gak seru ah kalo personil kita gak lengkap" Sambung Dea.
"Iya ikut aja ra, siapa tau nanti ada cowok yang nyantol hehe" Timpal Rani.
"Ih apaan sih Ran, gak usah kegenitan" Dea menoyor kening Rani.
"Ayolah ra, aku traktir kamu" Bujuk risty mengingat ia tahu betul keadaan Tiara.
" Gak usah ti, aku masih kenyang"
"Ihh ikut aja Ra" Rani sedikit memaksa.
"Gak , makasih. Aku tadi di panggil pak Rudi di suruh ke kantor" Tiara berbohong.
"Oh.. Bilang dong dari tadi" Ujar Dea.
"Girls aku duluan ya... " Beranjak dari kursinya lalu keluar kelas.
"Oke" Ucap ketiga sahabatnya secara bersamaan mengacungkan jempol tangannya.
Tiara masuk ke dalam sebuah perpustakaan,
Menyibukkan diri dengan membaca buku.
Seorang siswa laki laki menghampirinya
"Hem.. Boleh aku duduk di sini? " Seraya menarik kursi di samping Tiara.
"Boleh" Jawab Tiara tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya.
"Serius amat"
"Iya kak" Jawab Tiara singkat tanpa menoleh ke arahnya.
"Kamu kelas berapa dek? "
"Kelas sepuluh dua"
"Emm.. " Mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Nama kamu siapa? "
"Mutiara"
"Ohh.. Aku wahyu, kelas sebelas IPA dua"
"namanya Wahyudi" gumam Tiara pelan namun dapat terdengar jelas di telinga Wahyu.
"Wahyu Satria" ia membenarkan.
Tiara mengembangkan senyum manisnya ke arah Wahyu, bukan tanpa alasan ia melakukan itu karena tidak enak asal menerka nama orang.
"maaf" ucap Tiara.
"iya gak apa-apa" mata Wahyu menatap netra hitam tersebut.
Tiara kembali fokus ke bukunya denga apa yang dia baca namun pertanyaan-pertanyaan masih terus meluncur dari mulut Wahyu, membuat Tiara sedikit sebal dan tidak fokus membaca.
"Pulang kemana? " Tambahnya lagi.
"Ihh banyak tanya banget kakak ini" Batin Tiara.
Belum sempat Tiara menjawab pertanyaan wahyu, suara bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah berakhir.
Semua murid bergegas masuk ke kelas masing masing termasuk Tiara.
"Kak aku duluan ya" Beranjak dari kursi keluar perpustakaan.
"Oke" Seraya menatap kepergian Tiara.
Tiara masuk ke dalam kelasnya, belum nampak ketiga sahabatnya.
"Mutiara... " Seru ketiga sahabatnya.
"Kalian" Tiara Tersenyum.
"Pak Rudi ngomongin apa tadi"? risty penasaran.
" Kamu gak ada masalah kan ra? " Ujar Dea.
"Gak kok, aku cuma di suruh bantu ngoreksi tugas" Tiara beralasan.
"Oh" Ketiganya menganggukkan kepala.
"Syukur mereka percaya" Batin Tiara.
"Selamat siang anak anak.. "Sapa bu Kiki guru bahasa Indonesia yang tiba tiba masuk.
Anak anak berlarian kembali ke meja masing masing begitu juga Dea dan Rani yang duduk di belakang bangku Tiara.
Proses belajar mengajar di mulai, Semua mengikuti pelajaran dengan tertib.
" Ra" Bisik risty.
"Kenapa? " Tiara melirik bu Kiki yang mencatat materi di papan tulis.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨