NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7. Makan Siang Bersama

Mendengar perkataan Tuan Tedy akhirnya Kharisa dan juga Gara mau ikut makan siang dengannya. Hari ini adalah hari pertama untuk Kharisa bekerja di kantornya. Namun seperti yang terjadi, jika Kharisa hanya sekedar mempelajarinya terlebih dahulu.

Mereka saat ini sudah menuju ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor Tuan Tedy. Tepatnya di pinggir laut ada sebuah restoran tempat favorit Tuan Tedy sejak dulu.

"Kalian harus sering-sering ke restoran ini, suasana yang sangat romantis tentu akan membawa ketenangan di dalam hati kalian." seru Tuan Tedy.

Namun keduanya masih tetap enggan bersuara. "Seromantis apa pun jika aku harus dengannya tentu tidak akan tenang. Mengapa Tuan Tedy yang baik sekali bisa memiliki anak pria sepertinya? andai pria itu adalah pria yang tampan dan baik aku dengan senang hati menerima lamarannya." gumam Kharisa sembari menggerutu kesal.

Melalui tatapan mata tajamnya Tuan Tedy melirik dari spion mobilnya. Ada senyuman kecil terlihat di wajahnya.

"Kalian berdua sama-sama keras, aku tidak akan diam saja membiarkan kalian terus saling bermusuhan seperti ini." gumam Tuan Tedy tersenyum licik.

"Aku harus memikirkan cara agar bisa kembali ke California, aku tidak ingin terus menetap di sini." gumam Gara dengan tatapan penuh amarahnya.

Beberapa menit berlalu, kini mereka sudah memasuki restoran mewah itu. Tuan Tedy melangkah lebih dulu dan kedua orang itu pun mengikutinya dari belakang.

Dengan ramah beberapa pelayan tampak menyambut hangat kedatangan Tuan Tedy. Sesekali mata mereka melirik ke arah Gara dan juga Kharisa.

Begitu tampak asing wajah keduanya. Gara dan Kharisa sama-sama tak ada yang menunjukkan senyuman mereka. Sedikit terlihat ukiran tato yang tidak tertutupi jas milik Gara.

Wajahnya terlihat penuh kekejaman, tidak ada aura ketenangan di sana. Sementara Kharisa terlihat begitu berkelas. Tampak berpenampilan seperti wanita karier pada umumnya.

"Ehem..." (Suara Tuan Tedy yang berdehem seketika membuyarkan lamunan mereka).

Dengan cepat pelayan itu mengalihkan pandangan dan segera sibuk melayani Tuan Tedy beserta dua orang yang ikut bersamanya. Kini mereka pun makan dengan beberapa menu yang sudah di hidangkan di meja.

Semua tampak lezat, Kharisa terdiam memandangi makanan di meja itu. Ia berat hati untuk menyantapnya.

"Makanan ini sungguh lezat, tapi bagaimana aku bisa makan dengan enak sementara dua adikku... apakah mereka berdua sudah makan?" gumam Kharisa dengan tatapan sayu itu.

"Kharisa." panggil Tuan Tedy.

"Hah...i-iya Tuan." jawab Kharisa denga cepatnya.

Tuan Tedy mengetahui jika Kharisa sedang memikirkan sesuatu saat melamun tadi. "Apa yang membebani fikiranmu?" tanya Tuan Tedy penasaran.

"Tidak ada, Tuan." jawab Kharisa berbohong.

Tuan Tedy tersenyum menggelengkan kepalanya. "Ayolah katakan, bukankah kau juga putriku lalu apa pantas jika seorang putri berbohong pada Ayahnya?" bujuk Tuan Tedy hingga membuat Gara semakin geram.

"Apa-apaan ini? baru beberapa lama saja aku tidak bersama Ayah, wanita ini sungguh sudah mencuci seluruh otak Ayah." gerutu Gara dengan menatap ke arah Kharisa.

Kharisa masih enggan berbicara. "Saya hanya tidak biasa makan di tempat seperti ini saja, Tuan." tutur Kharisa berbohong.

"Kalau begitu mulai sekarang biasakan untuk makan di tempat ini." seru Tuan Tedy.

"Bagaimana bisa aku membiasakan makan di tempat seperti ini sedangkan adikku, aku tidak tahu mereka apakah sudah makan dan apakah mereka enak makan di rumah." Kharisa terus mengingat Vino dan Vano.

Semenjak terpisahnya mereka, hingga saat ini Kharisa masih saja belum bisa membahagiakan dua adiknya itu.

Setelah beberapa kali Tuan Tedy terus membujuk, akhirnya Kharisa pun mau untuk memakan makanan yang sangat sayang ia sentuh itu.

Suasana pun hening, tak ada lagi percakapan yang terdengar. Hanya dentingan sendok dan piring yang terus terdengar. Waktu makan pun sudah selesai, kini mereka menikmati makanan penutup.

Kharisa yang menuju ke toilet kini menghubungi Vano, "Halo, Kak." jawabnya dari seberang telfon.

"Vano, Kakak pulangnya agak sore, kalian kalau mau makan pesan online saja yah uang ada Kakak taruh di lemari kamar." pintah Kharisa dengan penuh rasa perdulinya.

"Kakak, kami sudah makan. Tadi sebelum pulang Pak Refi membelikan kami makan. Dia baik loh, Kak. Dan katanya dia juga belum memiliki istri loh." ucap Vano.

Kharisa yang mendengar perkataan adiknya mengernyitkan dahinya dalam. "Vano, kalian tidak memintanya kan?" tanya Kharisa.

Vano terkekeh mendengar perkataan Kakaknya. "Kak, sejak kapan sih kita berani meminta pada oranglain?" tanya Vano.

Kharisa pun percaya pada ucapan adiknya. "Yasudah kalau begitu Kakak akhiri panggilan duluyah." tutur Kharisa dengan menutup telfonnya.

Setelah memastikan jika kedua adiknya tidak kelaparan, barulah Kharisa merasa tenang dan bisa kembali bergabung dengan Tuan Tedy dan juga anak dari Tuan Tedy.

"Maaf, Tuan sudah menunggu lama." tutur Kharisa.

Tuan Tedy hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah, sekarang ayo kita pulang." ajak Tuan Tedy.

Gara dan Kharisa terkejut, "Pulang?" Suara keduanya terdengar bersamaan.

"Hari ini belajarnya sudah cukup, kalian harus istirahat karena secepatnya pernikahan akan segera berlangsung." seru Tuan Kriss dengan cepatnya.

Kali ini Tuan Tedy begitu tampak jauh lebih sehat, yang biasanya selalu bersama Nyonya Harina dengan menggunakan kursi roda, kini sudah tak tampak seperti itu lagi.

"Tuan, kalau begitu hati-hati di jalan." tutur Kharisa dengan berdiri di samping mobil yang terparkir.

"Kharisa, ayo masuk mengapa hanya berdiri saja di situ?" tanya Tuan Tedy. "Kami akan mengantarmu pulang." lanjut Tuan Tedy.

Lagi-lagi Kharisa tidak bisa menolak ajakan Tuan Tedy, akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk ke mobil duduk tepat di samping Gara.

Entah sudah berapa lama mulut pria itu terus diam tanpa bicara. Fikirannya terus melayang merasa begitu terbebani dengan tugas yang Tuan Tedy berikan padanya untuk mulai aktif dj kantor bersama dengan Kharisa.

Sementara dirinya sudah sepenuhnya mengabdikan diri pada Mr. Dave. Mengetahui hal ini tentu Mr. Dave tidak akan tinggal diam.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!