Dia ternyata dosenku sendiri. Dia menawarkan bantuan membayarkan semua hutang-hutangku saat harus membiayai pengobatan ibu.
Tapi aku tidak mau menerimanya begitu saja. Akhirnya diapun menawarkan sebuah penawaran yang membuatku sangat terkejut
Dia menginginkanku agar mau bersandiwara menjadi istrinya. Lalu apa yang harus aku lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sepakat
Sesampainya di tempat makan, kamipun langsung memesan makanan. Di sela-sela menunggu pelayan mengantarkan makanan, aku meyodorkan selembar kertas yang berisikan tentang poin-poin perjanjian yang aku buat
“Ini..!” ucapku
“Apa ini?” tanya mas Rifan
“Bacalah dulu.” Ucapku dan diapun membacanya
Setelah dia selesai membacanya, diapun hanya mengrenyitkan dahi
“Tiga poin ini?!” ucapnya ragu
“Iya. Itu tiga poin perjanjian pernikahan ini. Jika mas setuju, maka aku akan membantu tapi jika mas tidak setuju maka aku tidak mau membantu. Lebih baik aku coba cicil aja hutangku ke mas.” Ucapku
“Ya udah ga apa-apa. Tapi ada beberapa poin lagi yang harus aku tambahkan.” Ucapnya
“Apa itu?” tanyaku
“Sini kertasnya! Akan aku tulis poin tambahannya.” Ucapnya
Setelah beberapa saat menulis, akhirnya aku disuruh untuk membacanya.
Dan poin tambahannya adalah
• Pernikahan ini tidak memiliki batas waktu.
• Pernikahan ini akan berakhir, saat salah satu pihak menemukan orang yang di cintai
• perjanjian ini akan 100% batal, jika salah satu pihak atau kedua-duanya memiliki perasaan cinta satu sama lain
“Ini?” ucapku
“Iya. Itu syarat dariku. Gimana? Apakah kamu setuju?” tanya mas Rifan
“Baiklah mas.” Ucapku pasrah
Setelah mengatakan itu, kami berduapun menandatangani perjanjian itu. Dan selang sesaat, pelayanpun datang dengan membawa makanan pesanan kami
Setelah selesai makan, akupun minta diantar pulang kerumah
***********************************
Ke esokan harinya, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumahku.
“Iya sebentar.” Ucapku dari dalam
Setelah aku membukakan pintu, aku terkejut sekali karena ternyata yang datang kerumahku itu adalah Nenek.
“Nek, nenek sama siapa kesini?” tanyaku
“Nenek diantar supir sayang.” Sahut nenek
“Oh begitu. Ya udah sini masuk nek.” Ucapku mempersilahkan nenek untuk masuk
“Maaf nek, rumahnya jelek dan berantakan. O ya nek, nenek mau minum apa? Biar aku ambilkan.” Ucapku
“Ga usah repot-repot sayang. Hari ini kamu kerjanya libur kan?” tanya nenek
“Iya nek. Hari ini aku libur. Memang klo boleh tahu ada apa ya nek?” tanyaku bingung
“Nenek mau mengajakmu ke suatu tempat.” Ucap nenek
“Kemana ya nek?” tanyaku
“Pokoknya kamu ikut aja. Sekarang kamu ganti baju dulu sana.” Ucap nenek
“Baiklah nek.” Sahutku
Setelah aku selesai, kamipun berangkat. Diperjalanan, aku masih bingung dengan sikap nenek
Setelah sampai ditempat yang dituju, aku benar-benar menjadi sangat terkejut.
“Nek, kenapa nenek membawaku ke sini?” tanyaku bingung
“Hari ini adalah hari pernikahan kamu.” Sahut nenek
“Apa nek? Tapi...” ucapku dipotong oleh nenek
“Ga ada tapi-tapian. Rifan sudah menunggu kamu didalam.” Ucap nenek
“Hadeuh... Kenapa bisa begini?” gumamku dalam hati
“Cilla sayang, ayo. Kamu ga mau kan semua orang menunggi kita?” tanya nenek
“Apa maksud nenek dengan semua orang?” tanyaku yang makin bingung
“Sudah kamu ikuti aja. Nanti kamu juga mengerti.” Sahut nenek sambil menggandeng tanganku yang masih bengong
Sesampainya didalam, ada mas Rifan yang melihatku dengan tersenyum
“Mas, sebenarnya ini ada apa?” tanyaku berbisik pada mas Rifan
“Nenek sudah mengatur semuanya untuk kita.” Sahut mas Rifan yang juga berbisik
Setelah beberapa saat, pak penghulupun datang.
“Siapa yang akan menjadi calon mempelainya?” tanya penghulu itu
“Mereka berdua pak.” Sahut nenek
“Oh baiklah. Selanjutnya, apa ada wali dari pihak perempuan?” tanya penghulu itu lagi
“Tidak ada pak. Lebih baik pakai wali hakim saja.” Sahut nenek lagi
“Ya sudah klo begitu. Kita mulai ijab qabulnya.” Ucap penghulu itu.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comen nya ya...🙏
.