NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 7

Aroma tanah basah dan getah pinus semakin pekat seiring langkah kaki Shen Jue dan Ruan Xi'er yang menerobos semak-semak hijau di perbatasan Hutan Perbatasan. Sinar matahari pagi yang menembus celah tajuk pohon tinggi membentuk tirai-tirai cahaya keemasan, memantul pada embun yang masih menggantung di ujung dedaunan.

Xi'er berjalan di samping Shen Jue, sesekali berjinjit kecil untuk menahan rasa pegal pada tumit kakinya. Namun, rasa ingin tahu yang tinggi mengalahkan rasa sakit itu. Matanya terus melirik ke arah Shen Jue yang berjalan santai sambil memegang sebatang ranting kayu kecil.

"Jadi, kita benar-benar tidak akan lari mengejarnya?" tanya Xi'er penasaran sambil menoleh.

Shen Jue menghentikan fisiknya di depan sebuah gundukan tanah gembur yang tertutup serasah daun kering. Ia berlutut pelan, menyapu daun-daun itu dengan ranting di tangannya, memperlihatkan dua lubang kecil berdiameter sepuluh sentimeter di dasar akar pohon beringin tua.

"Kelinci Duri Emas punya dua jalur melarikan diri di setiap sarangnya," kata Shen Jue tenang sambil menunjuk dua lubang tersebut. "Kaki belakangnya punya persendian ganda yang membuat lompatannya tiga kali lebih jauh dari kelinci biasa. Kalau kau mengejarnya dari depan, dia akan langsung memicu getaran angin dan masuk ke lubang cadangan dalam hitungan detik."

Xi'er mendekatkan wajahnya, menatap lubang itu dengan mata membulat. "Wah... aku baru tahu lubang kecil di balik akar ini punya dia! Padahal kemarin aku cuma mondar-mandir di padang rumput terbuka."

Shen Jue tersenyum tipis. Pengalaman ratusan tahun mengamati alam saat mengumpulkan bahan tempaan membuatnya paham betul bahwa setiap makhluk hidup selalu meninggalkan jejak kebiasaan. Ia mengusap pinggiran lubang tanah itu dengan telunjuknya.

"Tanahnya masih basah dan ada bekas bulu halus berbau manis di sekitar akar," analisis Shen Jue pelan. "Dia baru saja keluar mencari makan sekitar setengah jam yang lalu. Sebentar lagi dia akan kembali ke sarang ini untuk menghindari terik matahari siang."

"Lalu, apa rencana kita?" tanya Xi'er antusias sambil mengepalkan tangan kecilnya. "Roh Musangku siap bergerak kapan saja!"

Shen Jue berdiri kembali, matanya bergerak cepat memindai lingkungan sekeliling. Ia memperhatikan arah hembusan angin, kerapatan semak, dan lenturnya dahan-dahan pohon muda di sekitar tempat mereka berdiri.

"Kita buat jebakan pengalih," jawab Shen Jue ringkas. "Xi'er, aku butuh bantuanmu mengupas serat akar pohon waru di sebelah sana."

Gadis berambut kuncir dua itu tidak bertanya banyak. Dengan kelincahan alami pengguna Roh Musang, ia segera melompat mendekati rumpun pohon waru dan menarik beberapa helai akar gantung yang kuat. Shen Jue mengambil serat-serat akar tersebut, lalu merangkainya dengan teknik ikatan simpul geser yang biasa digunakan para pemburu profesional di kehidupan lalunya.

Ia mengikatkan ujung tali akar itu pada dahan pohon muda yang fleksibel, lalu menekuk dahan itu ke bawah hingga membentuk tekanan pegas alami. Di bagian dasar sarang, Shen Jue menaburkan getah tumbuhan berbau manis yang ia petik di jalan tadi sebagai umpan.

"Jebakannya sudah siap," kata Shen Jue sambil menepuk tangannya yang berdebu.

"Sederhana sekali," komentar Xi'er sambil memiringkan kepala heran. "Cuma dahan ditekuk dan tali akar? Kelinci itu tidak bodoh, Shen Jue. Kalau dia melihat tali ini, dia bakal memutar arah."

"Pasti," sahut Shen Jue penuh keyakinan. "Makanya, di situlah peran pentingmu."

Shen Jue menunjuk ke arah celah semak di sebelah timur, sekitar lima belas meter dari sarang. "Kau akan bersembunyi di balik semak itu. Begitu Kelinci Duri Emas muncul dan mendekati umpan getah, jangan langsung menyerangnya dari dekat. Gunakan Roh Musangmu untuk memicu gesekan suara di balik semak sebelah barat."

Mata Xi'er berbinar cerah saat ia mulai menangkap alur taktik tersebut. "Ah! Aku mengerti! Kalau aku buat suara dari barat, kelinci itu akan kaget dan refleks melompat ke arah timur... yang artinya langsung masuk ke dalam simpul tali ini!"

"Tepat," puji Shen Jue sambil tersenyum tipis. "Persepsi panik makhluk hidup selalu membuatnya bergerak menuju tempat yang terlihat paling aman. Dan tempat yang terlihat paling aman untuknya saat ini adalah jalan lurus menuju lubang sarangnya."

"Gila, kamu pintar banget!" puji Xi'er terkekeh senang sambil menepuk bahu Shen Jue pelan. "Oke, serahkan bagian pembuat suara padaku!"

Dengan langkah tanpa suara yang sangat halus, Xi'er menyelinap ke balik semak-semak tebal. Bayangan musang perak kembali tampak samar mengelilingi tubuhnya, siap meredam setiap getaran langkah kakinya. Shen Jue sendiri mengambil posisi bersembunyi di balik batang beringin tua, menggenggam tali pemicu pasak dengan tenang.

Keheningan kembali menguasai perbatasan hutan. Hanya suara desir angin yang menggerakkan dedaunan dan cicit burung liar yang terdengar.

Sepuluh menit berlalu.

Telinga tajam Shen Jue menangkap langkah kaki berisik yang sangat ringan dari arah padang rumput. Sebuah bayangan kecil berbulu keemasan mengkilap muncul dari balik semak. Kelinci Duri Emas itu berukuran sebesar kucing dewasa, dengan duri-duri halus mirip serat tembaga di sepanjang tulang punggungnya. Hewan itu bergerak ragu-ragu, telinganya yang panjang tegak berdiri mendeteksi bahaya.

Aroma manis getah tumbuhan di dekat sarang segera menarik perhatian kelinci tersebut. Dengan lompatan-lompatan kecil yang anggun, hewan itu mendekati lokasi jebakan.

Saat jarak kelinci tinggal satu meter dari pemicu tali, Shen Jue memberikan kode berupa jentikan jari yang pelan.

Srrtt!

Di sebelah barat, Xi'er mengeksekusi tugasnya dengan sempurna. Bayangan musang peraknya melesat menabrak semak-semak kering, menciptakan suara tebasan angin yang nyaring seolah-olah ada pemangsa besar yang sedang melompat turun.

Kelinci Duri Emas itu kaget setengah mati. Refleks kepanikannya bekerja persis seperti analisis Shen Jue. Tanpa sempat memeriksa sekeliling, kelinci itu melompat kencang dalam garis lurus menuju lubang sarangnya di bawah beringin.

Srett! Plak!

Kaki belakang kelinci itu menyentuh simpul tali akar di tanah. Pasak pemicu terlepas seketika, membuat dahan pohon muda melenting naik ke atas dengan cepat. Tali simpul terjerat rapat di sekeliling badan kelinci, mengangkat hewan itu melayang satu meter di udara, terikat aman tanpa terlukai sedikit pun.

"Berhasil!" teriak Xi'er gembira sambil melompat keluar dari semak-semak.

Gadis itu berlari mendekat dengan mata berbinar-binar. Musang perak gaib di sekeliling tubuhnya menari-nari gembira sebelum akhirnya memudar sepenuhnya. Xi'er menatap kelinci berbulu emas yang terombang-ambing di udara dengan takjub.

Shen Jue menurunkan dahan pohon itu secara perlahan, lalu mengikat kaki kelinci tersebut dengan sisa tali akar yang aman.

"Bagaimana?" tanya Shen Jue santai sambil menyerahkan kelinci buruan itu ke tangan Xi'er. "Tidak perlu menguras tenaga berlari, kan?"

Xi'er menerima kelinci itu dengan kedua tangannya, memeluknya erat dengan wajah berseri-seri. "Ini ajaib banget, Shen Jue! Biasanya kalau aku dan Ayah berburu kelinci ini, kami harus kejar-kejaran sampai napas hampir habis dan kakiku lecet semua!"

Xi'er menatap Shen Jue dengan pandangan yang sama sekali baru. Rasa hormat yang mendalam terpancar jelas dari matanya. Di desa ini, semua orang mengagumi kekuatan fisik dan ketajaman senjata. Tetapi baru kali ini ia menyaksikan seseorang melumpuhkan buruan gesit hanya dengan memanfaatkan tali akar, ranting pohon, dan pemahaman mendalam tentang pikiran lawan.

"Kamu ini sebenarnya belajar dari mana, sih?" tanya Xi'er heran sambil tersenyum lebar. "Jangan-jangan belati berkaratmu itu cuma pengalihan saja, ya?"

Shen Jue tertawa kecil, suara tawa yang ringan dan membumi. "Aku cuma banyak membaca dan memperhatikan hal-hal kecil di sekitarku."

"Alasan!" cibir Xi'er tertawa renyah. Gadis itu lalu merogoh kantong kecil di pinggangnya dan mengeluarkan secarik kain pembungkus. Ia membagi dua kelinci hasil buruan mereka dengan sangat adil, lalu menatap Shen Jue dengan hangat.

"Dua hari lagi, utusan dari Akademi Canglan akan datang ke desa kita untuk menyeleksi murid baru," kata Xi'er pelan, suaranya kini terdengar agak serius. "Orang-orang desa bilang kamu tidak akan lolos karena rohmanifestasimu cuma belati kecil. Tapi kalau menurutku... mereka semua itu buta."

Shen Jue menatap gadis di depannya. Kepolosan dan ketulusan Ruan Xi'er terasa seperti angin segar di tengah dunia baru yang penuh dengan kepalsuan ini.

"Aku pasti ikut seleksi itu," jawab Shen Jue mantap.

"Bagus!" seru Xi'er gembira sambil mengepalkan tangannya di udara. "Kalau begitu, kita harus lolos sama-sama dan masuk Akademi Canglan!"

Di bawah naungan pepohonan Hutan Perbatasan, sebuah kemitraan tak terduga resmi terjalin. Tanpa mereka sadari, kerja sama sederhana di pagi hari itu adalah langkah awal dari jejak langkah dua orang yang kelak akan mengguncang seluruh benua.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!