NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Ngomong Apa Lagi?

Ayara merasakan sekelebat rasa canggung merayap di dadanya. Di tengah remang cahaya bintang dan sepinya malam di kawasan Cikasur, kedekatan fisik yang tiba-tiba itu membuat napasnya seakan tertahan sesaat.

​"Maaf, saya harus kembali ke tenda," pamit Ayara dengan nada sopan, berusaha menjaga jarak dan membuang pandangannya dari sorot mata tajam pria di hadapannya itu.

​Ayara lantas berbalik, berniat melangkah cepat meninggalkan area mata air. Namun, sebelum kakinya sempat melangkah jauh, sebuah sentuhan hangat namun tegas terasa melingkar di pergelangan tangannya.

​Althaf menahan tangan Ayara dengan lembut, tidak dengan kasar, melainkan cukup membuat langkah buru-buru wanita itu terhenti seketika.

​Ayara tertegun, ia menoleh kembali dengan alis bertaut tipis. "Ada apa?"

​Althaf melepaskan genggamannya perlahan begitu sadar ia telah menahan tangan Ayara, lalu pria itu memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya. Ada secercah senyum tipis yang terukir di sudut bibirnya, nyaris tak terlihat di balik temaram malam.

​"Nama kamu siapa? Saya belum tahu nama kamu," tanya Althaf tenang, suaranya terdengar begitu berwibawa namun sama sekali tidak bernada mengintimidasi.

​Ayara mengerjap beberapa kali, merasa heran mengapa pria asing ini tiba-tiba ingin tahu namanya. Di tengah lelahnya fisik setelah seharian mendaki, berurusan dengan teman dari pria yang menyebalkan seperti Niko bukanlah hal yang ada di kepala Ayara.

​"Nama saya Ayara," jawab Ayara singkat.

​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Ayara langsung memutar badan dan berjalan cepat menyusuri jalan setapak kembali ke arah perkemahan tenda kelompoknya. Althaf hanya berdiri diam di tempatnya dan menatap punggung Ayara yang perlahan menghilang di balik kegelapan malam, sementara senyum tipis di bibirnya perlahan memudar digantikan oleh sorot mata yang menyiratkan rasa penasaran.

​Keesokan paginya, matahari pagi menyapa kawasan Cikasur dengan keindahan yang luar biasa. Kabut tipis masih menyelimuti hamparan rumput sabana, berpadu dengan bias jingga matahari terbit yang memantul di atas tetesan embun. Suasana yang begitu magis seketika menghapus rasa lelah yang dirasakan oleh Ayara dan teman-temannya.

​"Wah... gila, ini sih Keren banget!" seru Maura heboh begitu ia keluar dari tenda sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.

Ayara, ​Clara, Adel, Diana, Stevi dan Linda turut keluar menyusul, kekaguman terpancar jelas di wajah mereka melihat pemandangan alam Argopuro yang terbentang luas bagaikan lukisan hidup.

​"Tidur nyenyak, Ra?" tanya Linda sambil berjalan mendekat dengan membawa cangkir teh hangat.

​"Nyenyak banget, Lin. Padahal hawanya dingin parah," jawab Ayara tersenyum ramah, menerima uluran teh dari Linda.

​"Syukurlah kalau begitu," ujar Linda bersemangat.

​Tak berselang lama, rombongan Niko dan Althaf pun tampak keluar dari tenda mereka. Niko langsung melirik ke arah kelompok Ayara, matanya berbinar begitu melihat Clara sedang berdiri di dekat tenda. Namun, sebelum Niko sempat melangkah mendekat, Althaf menepuk bahu temannya itu seraya menggelengkan kepala pelan, memperingatkan agar Niko tidak memulai drama pagi-pagi buta di hadapan para wanita tersebut.

​Setelah sarapan pagi berupa roti lapis hangat dan sosis bakar yang disiapkan oleh para porter, Heri mengumpulkan seluruh anggota rombongan untuk melakukan briefing singkat sebelum perjalanan dilanjutkan.

​"Hari ini jalurnya cukup panjang dan terbuka, pastikan persediaan air minum di botol kalian terisi penuh dan jangan lupa gunakan topi serta kacamata hitam untuk melindungi diri dari teriknya matahari. Kali ini, perjalanan kita lebih santai dari kemarin, kita akan mendirikan tenda di rawa embik dan perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 5 jam, jadi kita akan sampai di sana sekitar jam 2," jelas Heri dengan suara tegas.

​Mendengar perkataan Heri, Ayara dan teman-temannya pun mengangguk paham, lalu segera bersiap-siap, mengenakan kembali ransel masing-masing dan memastikan tali sepatu terikat kuat.

​Perjalanan hari kedua pun dimulai, langkah demi langkah diayunkan menyusuri padang sabana yang membentang luas tanpa batas. Di kiri dan kanan, hamparan rumput hijau kekuningan bergoyang perlahan diterpa angin pegunungan yang berhembus sejuk. Meski terik matahari mulai merayap naik, udara dingin khas dataran tinggi tetap terasa menyegarkan setiap kali dihirup.

​Di tengah perjalanan yang panjang, Ayara sesekali berhenti sejenak untuk mengatur napas. Beban ransel di punggungnya terasa kian menekan otot bahunya, namun pemandangan alam di sekitarnya seolah menjadi obat penawar lelah yang paling mujarab.

​Di barisan belakang, rombongan Althaf dan Niko berjalan tidak terlalu jauh dari kelompok mereka. Beberapa kali, tatapan mata Althaf tak sengaja beradu dengan Ayara yang sedang berjalan di antara Linda dan Diana. Namun, Ayara segera mengalihkan pandangannya, pura-pura tidak melihat dan terus melangkah maju untuk mencapai tujuan.

Sekitar pukul dua siang, rombongan Ayara akhirnya tiba di area perkemahan rawa embik. Tempat itu sangat indah, berupa padang rumput luas dengan aliran air jernih yang mengalir di sekitarnya, serta latar belakang puncak pegunungan yang menjulang megah.

​"Akhirnya, sampai juga!" teriak Maura kegirangan, lalu langsung menjatuhkan diri ke atas rumput sambil melepaskan ranselnya.

​Para porter dan guide langsung bergerak cepat mendirikan tenda-tenda pendakian. Ayara dan teman-temannya membantu sebisanya, seperti merapikan matras dan kantong tidur di dalam tenda yang sudah berdiri.

​Suhu udara di rawa embik perlahan mulai turun drastis seiring dengan sore hari yang menjelang. Setelah merapikan barang dan sedikit membersihkan diri, mereka berkumpul di depan tenda utama untuk menikmati makan siang yang terlambat sekaligus menghangatkan badan dengan secangkir kopi dan teh panas.

​Suasana di rawa embik menjelang senja terasa begitu tenang. Semburat warna jingga dan ungu menghiasi langit sore Gunung Argopuro, menciptakan panorama yang membuat siapa pun terpesona.

​Namun, di tengah ketenangan itu, Niko akhirnya memberanikan diri melangkah mendekati tenda kelompok Ayara. Melihat kedatangan Niko, Clara langsung membuang muka dan bergeser mendekati Stevi.

​"Clara, aku cuma mau ngomong sebentar. Lima menit aja," ucap Niko berdiri tidak jauh dari mereka.

​Clara menghela napas berat, lalu berdiri dengan enggan. "Mau ngomong apa lagi? Hubungan kita udah selesai."

​"Aku cuma pengen minta maaf," ucap Niko tulus, sorot matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam.

​Clara terdiam sejenak, menatap mantan kekasihnya itu. Sedikit banyak, amarah di hatinya mulai mereda, meski rasa kesalnya belum sepenuhnya hilang.

"Maafnya udah gue terima. Sekarang lo bisa balik ke tenda lo," usir Clara.

"Ra, aku masih sayang sama kamu... kita balikan ya," pinta Niko.

"Kayaknya mantan lo udah cinta mati sama lo," bisik Maura pada Clara.

"Sorry ya, gue nggak suka barang bekas," ucap Clara.

"Ra, kamu salah paham. Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Andin," ucap Niko.

"Oh jadi namanya Andin. Udah deh, Ko. Lo balik aja, gue lagi nggak pengen diganggu," usir Clara.

Dengan perasaan sedih, Niko pun pergi dan kembali pada teman-temannya.

"Jadi, dia bukannya nggak jelas. Tapi, dia selingkuh," goda Maura.

"Apa sih," tegur Clara.

"Katanya nggak peduli, tapi sampai nangis seharian pas diselingkuhi," ucap Adel.

Disisi lain, Niko tidak menyerah. Baru saja ia duduk, ia langsung kembali ke Clara dan menarik tangan gadis itu pergi menjauh dari teman-temannya.

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!