NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Semua Perbincangan Itu Didengar Nayra

     Nayra memarkirkan motornya di depan kafe bernuansa alam itu. Hatinya mendadak punya tekad kuat untuk mengetahui dengan siapa sebenarnya Ardana di dalam kafe itu?

     Kaki Nayra sudah menapaki teras kafe, ia mulai mencari sosok Ardana di mana. Tepat di meja ujung paling kanan, Nayra melihat dengan jelas suaminya berada di sana bersama salah satu rekan kerjanya. Kemudian di depan Ardana, duduk salah satu perempuan. Nayra menduga kalau perempuan itu adalah Tiana, perempuan yang diakui Ardana sebagai pasien gangguan psikis atau mental.

     Wajah perempuan itu kurang jelas, namun Nayra bisa melihat bahwa perempuan itu terlihat cantik dan modis, tidak terlihat seperti seseorang yang mengalami gangguan psikis seperti yang dikatakan Ardana padanya.

     "Apa aku harus mendekat?" gumamnya sambil berpikir dan mencari cara.

     Nayra kini sudah duduk selisih dua meja dari meja yang diduduki Ardana dan rekannya serta perempuan itu. Ia menajamkan pendengarannya ke arah meja itu. Untung saja tadi dari rumah, Nayra memakai jaket yang memiliki kuncung di kepalanya, sehingga kini ia bisa menyamarkan diri dengan menutupi kepala dengan kuncung jaket, dan mulut di tutup dengan ujung pashmina yang masih lebar, sehingga menyerupai cadar.

     "Kondisi Mbak Tiana saat ini dalam keadaan lebih baik. Tapi, saya harap lakukan kontrol dan cek setiap dua minggu sekali sesuai jadwal ke RSAU." Pria di samping Ardana berbicara, sepertinya dia seorang dokter.

     "Baik dokter. Tapi, apa boleh saya bergadang sampai malam? Rasanya saya masih belum bisa melepaskan kebiasaan saya yang satu itu?"

     "Jangan dong Tia, kamu dengar kan apa kata dokter Arka barusan. Kondisi kamu saat ini sedang lebih baik. Kalau kamu begadang, maka tingkat stres kamu akan meningkat. Kamu bisa kalap dan lupa akan diri kamu sendiri," cegah Ardana tegas tapi terdengar sangat lembut.

     "Benar apa yang dikatakan Letnan Arda, Mbak Tia jangan lagi bergadang kalau memang ingin betul-betul sembuh. Ok, pertemuan kita hari ini selesai. Saya akan kasih kamu obat penenang apabila kamu sedang mengalami tingkat stres yang tinggi." Dokter Arka yang masih tentara juga, memberikan sebuah resep obat penenang untuk Tiana.

     Tiana menerima secarik resep itu, lalu memasukkan ke dalam saku jasnya. "Terimakasih dokter," ucap Tiana.

     "Sama-sama. Jangan lupa jadwal terapinya tidak boleh terlewat. Kalau terlewat, maka Mbak Tia harus mulai dari awal lagi," peringat dokter Arka sambil berpamitan lebih dulu dari kafe itu.

     Nayra bisa mendengar semua percakapan di meja itu. Kini, setelah dokter Arka pergi, hanya ada Ardana dan Tiana di sana.

     Setelah dokter Arka pergi, Tiana tiba-tiba berdiri dan pindah tempat duduk di samping Ardana. Tangannya dengan cepat merayap ke atas meja menyentuh jemari Ardana.

     "Tia, jangan begini. Nanti orang-orang melihat." Ardana terdengar risih karena takut terlihat orang-orang.

     "Aku hanya ingin bersandar di bahumu, Mas. Setiap aku bisa bertemu kamu dan bersandar di bahu kamu, aku merasa nyaman dan tenang," ungkap Tiana sambil bersandar di bahu Ardana tanpa segan.

     Ardana tidak bisa mencegah, dia selalu teringat pesan rekannya dokter Arka tadi, bahwa untuk kesembuhan Tiana salah satunya lewat sikap yang lembut dan diikuti apa maunya.

     "Mas, gimana dong dengan hubungan kita. Aku pastikan sembuh jika kita kembali bersama, dan kamu menikah denganku," rengek Tiana sambil merapatkan tubuhnya di samping Ardana.

     Nayra terkejut, hampir saja ia berteriak. Untung dengan cepat tangannya sigap menutup mulut.

     "Dengar Tiana Sayang, biarkan hubungan kita seperti ini dulu. Kamu tahu aku sudah menikah, dan pernikahan kami kuat secara negara dan kedinasan. Terlebih pernikahan ini memiliki restu yang kuat dari kedua orang tua kami. Jadi, Mas nggak bisa janjikan akan seperti apa hubungan kita nanti."

     "Mas Arda tega banget. Lihat aku, aku seperti ini karena Mas Arda. Mas lebih memilih perempuan yang dijodohkan orang tua Mas. Mas Arda tidak memikirkan perasaanku," tukas Tiana. Wajahnya berubah merah.

     Ardana buru-buru meraih tangan Tiana, ia was-was kalau Tiana emosinya tidak terkontrol, maka Tiana akan kembali stres.

     "Ok, ok. Tenangkan pikiran kamu, ya. Coba dengarkan Mas sebentar. Kamu harus tenang dan jangan selalu emosi," bujuk Ardana lembut. Dia benar-benar menjaga perasaan Tiana, sebab kalau tidak begitu Tiana akan mudah down.

     Nayra menghela napas dalam, dadanya terasa sesak. Ardana sangat beda dalam memperlakukannya. Kepada Tiana, dia begitu lembut dan penuh kemesraan dan kasih sayang. Sementara padanya, dingin dan datar tanpa kemesraan.

     "Mas, bisa mungkin Mas ajukan cerai saja dengan alasan bahwa istri Mas Arda tidak bisa memberikan keturunan."

     Ardana tersentak, begitu juga Nayra. Berani sekali Tiana bicara seperti itu. Lalu apa respon Ardana, di sini Nayra ingin tahu.

     "Nggak gitu juga Tia Sayang, Mas nggak bisa ambil keputusan yang gegabah. Permintaan cerai karena istri belum bisa hamil, perlu bukti kuat. Harus benar-benar ada pemeriksaan dan bukti dari dokter kalau istri tidak bisa memberikan keturunan," terang Ardana sembari perlahan melepaskan tubuh Tiana yang bersandar di bahunya.

     "Hahhhh...Mas Arda bukannya tidak mencintai dia, tapi kenapa seperti berat menceraikannya. Apa Mas sekarang mulai mencintainya?" telisik Tiana curiga.

     "Lagipula sudah tiga tahun dan dia belum hamil-hamil, ini suatu bukti kalau istri Mas Arda tidak bisa memberikan keturunan," lanjut Tiana ngotot.

     "Mas itu bilang aku belahan jiwa, Sayang, dan lain-lain, tapi apa buktinya? Menceraikan istri yang tidak dicintai saja susahnya minta ampun?" racau Tiana tanpa jeda. Membuat Ardana pusing kepala.

     Ardana kalang kabut harus memberi alasan apa? Kalau bukan karena saran dokter Arka, saat ini dia pasti sudah katakan kalau semua kata-kata itu hanya agar Tiana cepat sembuh dan tidak down lagi.

     "Tia, tenang dulu. Duduk dulu yang rapi. Jangan tegang begini. Kalau kamu tidak tenang, Mas khawatir kamu kambuh lagi. Untuk itu kamu harus ikuti saran dokter Arka. Kamu paham, bukan?"

     "Lagian, kenapa Mas Arda dulu malah menerima perjodohan itu? Bukannya setia menunggu aku?" Tiana kembali mengungkit perjodohan Ardana dan Nayra.

     Ardana terdiam untuk beberapa saat, ia benar-benar bingung harus mengatakan apa. Namun, Ardana harus katakan alasan kenapa dia akhirnya menerima perjodohan itu.

     "Saat itu, Mas sangat bingung. Mas juga sempat menolak permintaan Mama. Tapi, kamu begitu sulit dihubungi, bahkan komunikasi kita hilang begitu saja. Mas didesak terus, apalagi Mama dan Papa terang-terangan tidak setuju Mas menikah dengan kamu karena kamu seorang pramugari. Mas bingung dan jenuh karena kamu hilang kontak. Akhirnya Mas terpaksa memutuskan menerima perjodohan itu," jelas Ardana apa adanya.

     "Mas, maafkan aku. Karena saat itu karir aku tengah melesat. Aku terpaksa memutuskan kontak, karena aku ingin fokus dengan karir aku. Aku pikir kamu akan setia, tapi setelah dua tahun, aku justru mendengar kabar pernikahanmu. Aku sangat kecewa," balas Tiana sedih.

     "Sekarang aku kembali, Mas. Apa kamu tidak kasihan melihat aku begini dan sewaktu-waktu stres dan bahkan bisa saja aku bunuh diri. Itu semua karena kamu. Kalau kamu tidak ingin aku seperti itu, cari cara agar kamu bisa cerai dengan istrimu," lanjut Tiana lagi.

     Nayra perlahan berdiri, dia sudah tidak tahan lagi berada di sana dan mendengar semua ocehan dan perdebatan Ardana dengan Tiana. Nayra keluar dari meja. Namun, tidak diduga, kaki kirinya tersangkut kaki meja sehingga dia terjerembab dan jatuh.

     "Aduhhh...."

     Ardana dan Tiana terkejut, lalu dengan sigap Ardana menghampiri Nayra yang terjerembab.

     "Dek, kamu kenapa?" sapa Ardana, dia menyebut Adik karena Nayra terlihat seperti seorang anak kuliahan.

     "Mas Arda...."

     Ardana terkejut, kala menyadari kalau suara itu ternyata suara Nayra.

     Nayra segera bangkit sebelum Ardana sampai membantunya. Nayra berlalu dari tempat itu dengan air mata membasahi pipi.

     "Nayra...." panggil Ardana. Nayra tidak peduli, ia terus berlari keluar kafe.

Jangan lupa dukungan dan follow ya!

1
amilia indriyanti
sudah jadi ladang sawit
Lina Zascia Amandia: Wkwkwk Kakak tahu aja..!
total 1 replies
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!