Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.
Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.
Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 — Utang Dua Ribu Koin Roh
Pagi berikutnya, Su Yun berdiri di depan sebuah toko kecil di wilayah luar Keluarga Su.
“Dua botol penawar racun, satu botol obat pemulihan tingkat rendah, satu botol darah Serigala Hitam, tiga bungkus bubuk obat, dan tiga potong jantung harimau.”
Pemilik toko tua yang berada di balik meja mengangkat kepala.
“Masih ada?”
“Satu lagi.”
Su Yun meletakkan kantong uang di atas meja.
“Siapkan seekor Kuda Roh Hitam untuk besok pagi. Beri makan dengan baik. Aku akan membutuhkannya untuk perjalanan jauh.”
Pemilik toko menatapnya dengan heran.
Su Yun memang dikenal di wilayah luar.
Bukan karena kekuatannya.
Justru sebaliknya.
Dahulu ia pernah menjadi salah satu jenius Keluarga Su. Pada usia sepuluh tahun, kultivasinya telah mencapai tahap kelima.
Namun setelah itu, perkembangannya hampir berhenti.
Delapan tahun berlalu.
Ia hanya berhasil mencapai tahap keenam.
Seorang jenius akhirnya berubah menjadi bahan tertawaan.
“Su Yun.”
Pemilik toko mengambil salah satu potongan jantung harimau.
“Benda ini mengandung energi spiritual cukup kuat. Tubuhmu baru saja terluka. Dengan kultivasimu sekarang, memakannya bisa berbahaya.”
“Aku tahu.”
“Kalau begitu masih mau membelinya?”
“Ya.”
Orang tua itu menggeleng.
“Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak takut mati.”
Ia mulai menghitung barang.
“Penawar racun, obat pemulihan, darah Serigala Hitam, bubuk obat, jantung harimau, ditambah sewa Kuda Roh Hitam...”
Beberapa saat kemudian ia mengangkat kepala.
“Tiga puluh lima koin roh.”
Su Yun mendorong kantong uang ke arahnya.
Pemilik toko membukanya.
Tepat tiga puluh lima.
Tidak kurang satu pun.
“Kalau kudanya tidak dikembalikan dalam tujuh hari, ada biaya tambahan. Kalau terluka atau mati, kau harus mengganti sesuai harga.”
“Tidak masalah.”
Su Yun memasukkan barang-barangnya ke dalam bungkusan.
“Besok pagi aku mungkin kembali membeli beberapa bahan.”
Setelah mengatakan itu, ia pergi.
Pemilik toko hanya bisa memandang punggungnya dengan bingung.
“Anak itu...”
Biasanya Su Yun hanya terlihat di kedai arak atau tempat perjudian.
Sekarang ia membeli obat, darah binatang, jantung harimau, bahkan menyewa Kuda Roh Hitam.
“Apa sebenarnya yang ingin dilakukannya?”
Tiga puluh lima koin roh.
Itulah seluruh uang yang masih dimiliki Su Yun.
Kehidupannya benar-benar menyedihkan.
Seandainya ia bekerja untuk Keluarga Su, satu bulan penuh mungkin hanya menghasilkan sekitar lima puluh koin roh.
Namun Su Yun dari kehidupan sebelumnya tidak pernah bersedia melakukannya.
Ia memilih hidup dari uang Qing Er.
Mengingatnya sekarang membuat Su Yun merasa muak kepada dirinya sendiri.
“Tak akan terulang lagi.”
Ia terus berjalan.
Wilayah luar Keluarga Su jauh berbeda dibandingkan kediaman utama.
Rumah-rumah sederhana berjajar di sepanjang jalan batu. Sebagian dinding telah ditumbuhi lumut, sementara para pekerja berlalu-lalang membawa kayu, ember, ataupun barang dagangan.
Tidak semua orang di sini memiliki darah Keluarga Su.
Ada pengungsi perang.
Pengembara.
Kultivator miskin.
Bahkan beberapa orang yang datang untuk mencari perlindungan.
Selama menaati aturan Keluarga Su, mereka diperbolehkan tinggal.
Kehidupan di wilayah luar keras.
Tempat latihan hanyalah tanah terbuka yang dikelilingi tiang kayu. Teknik kultivasi yang tersedia kebanyakan hanya teknik dasar.
Sumber daya jauh lebih sedikit dibandingkan wilayah dalam.
Namun selalu ada satu harapan.
Tahap kesepuluh.
Siapa pun yang berhasil mencapai tahap kesepuluh berhak mengikuti seleksi untuk memasuki wilayah dalam Keluarga Su.
Di sanalah kehidupan seorang kultivator benar-benar berubah.
Tempat tinggal lebih baik.
Senjata.
Pil spiritual.
Koin roh bulanan.
Teknik kultivasi yang lebih tinggi.
Itulah sebabnya banyak orang rela berlatih mati-matian.
Su Yun pernah memiliki semua itu.
Lalu kehilangan semuanya.
Tetapi sekarang ia tidak terlalu memedulikannya.
Memasuki wilayah dalam bukan tujuan akhirnya.
Sekte Langit Mendalam jauh lebih menakutkan daripada Keluarga Su.
Jika ia bahkan tidak mampu melampaui keluarga kecil ini, bagaimana mungkin ia bisa mengubah nasib Qing Er?
“Hei!”
Sebuah suara menghentikan langkahnya.
“Bukankah dia Su Yun?”
Su Yun menoleh.
Beberapa pemuda mengenakan lencana Keluarga Su berjalan mendekat.
Mereka adalah pengawas wilayah luar.
Tatapan Su Yun berhenti pada pemuda yang berjalan paling depan.
Su Gui Mu.
Sudut matanya sedikit menyempit.
Ia tentu mengenal orang ini.
Ayah Su Gui Mu menangani sebagian urusan keuangan keluarga dan diam-diam mengendalikan sebuah rumah judi.
Rumah judi yang dahulu menelan hampir seluruh harta peninggalan orang tua Su Yun.
“Wah.”
Su Gui Mu tersenyum lebar.
“Jadi rumor itu benar. Tuan Muda Su yang terkenal sekarang benar-benar tinggal bersama orang-orang wilayah luar.”
Beberapa orang di belakangnya tertawa.
Su Yun tidak menunjukkan reaksi.
“Ada urusan?”
Senyum Su Gui Mu memudar sedikit.
Sikap Su Yun berbeda dari biasanya.
Biasanya pria ini mudah terpancing.
“Memang ada.”
Su Gui Mu mengulurkan tangan.
“Dua ribu koin roh.”
“Apa?”
“Utangmu.”
Su Gui Mu mendekat.
“Jangan bilang kau sudah lupa.”
Su Yun tentu tidak lupa.
Dalam kehidupan sebelumnya, Su Gui Mu menggunakan berbagai tipu daya untuk membuatnya menandatangani perjanjian utang.
Dua ribu koin roh.
Jumlah yang hampir mustahil dibayar Su Yun saat ini.
“Aku tidak punya uang.”
Wajah Su Gui Mu langsung berubah.
“Tidak punya?”
“Benar.”
“Kau berutang dua ribu dan hanya mengatakan tidak punya?”
“Apa aku harus mengatakannya dua kali?”
Beberapa orang di belakang Su Gui Mu saling berpandangan.
Ada yang berbeda dengan orang ini.
Su Gui Mu juga merasakannya.
Namun kemarahannya segera berubah menjadi senyum licik.
“Baiklah.”
Ia menepuk bahu Su Yun.
“Kita masih saudara. Aku bisa memberimu waktu.”
Su Yun menatap tangannya.
“Tapi...”
Benar saja.
“Tidak ada yang gratis di dunia ini.”
Su Gui Mu merendahkan suaranya.
“Aku punya sebuah usul.”
“Katakan.”
“Qing Er.”
Tatapan Su Yun seketika mendingin.
“Ada apa dengannya?”
Su Gui Mu tersenyum.
“Bantu aku mengajaknya makan malam.”
Ia mengangkat dua jari.
“Kalau berhasil, utang dua ribumu kuhapus.”
Kemudian satu jari lagi terangkat.
“Bahkan kutambahkan seribu koin roh.”
Su Yun diam.
Su Gui Mu mengira ia mulai tergoda.
“Aku hanya ingin mengenalnya. Kau tahu sendiri Qing Er sekarang sangat berbakat. Aku sudah lama mengaguminya.”
“Benarkah?”
“Tentu.”
“Lalu bagaimana dengan wanita-wanita sebelumnya?”
Senyum Su Gui Mu membeku.
Su Yun melanjutkan dengan tenang.
“Yang minumannya diberi obat.”
Wajah beberapa pengawas berubah.
“Apa maksudmu?” bentak Su Gui Mu.
“Kau tahu maksudku.”
Su Yun mendekat sedikit.
“Setelah mereka kehilangan kesadaran, ayahmu ikut menikmati mereka. Kemudian masalahnya ditutup menggunakan jabatan dan uang.”
“Diam!”
Wajah Su Gui Mu memerah.
“Berani sekali kau memfitnah ayahku!”
“Fitnah?”
Su Yun tersenyum tipis.
“Kau sendiri tahu apakah itu fitnah.”
“Aku akan bertanya sekali lagi.”
Su Gui Mu mengertakkan gigi.
“Bantu aku mendapatkan Qing Er, atau bayar dua ribu koin roh sekarang!”
“Tidak keduanya.”
“Apa?”
“Aku tidak akan menyerahkan Qing Er kepadamu.”
Tatapan Su Yun menjadi dingin.
“Dan uangmu belum akan kubayar.”
“Kau mencari mati!”
Su Gui Mu langsung melayangkan pukulan.
Namun Su Yun sudah bergerak.
Satu langkah.
Hanya satu langkah sederhana ke belakang.
Wus!
Tinju itu melewati wajahnya.
Su Gui Mu terpaku.
Su Yun baru berada di tahap keenam.
Bagaimana ia bisa membaca serangannya?
“Kepung dia!”
Beberapa pengawas langsung bergerak.
Su Yun segera dikelilingi.
Orang-orang di jalan mulai menjauh.
Namun tidak sedikit yang diam-diam memperhatikan.
Su Yun sama sekali tidak terlihat panik.
“Su Gui Mu.”
“Apa?”
“Kalau kau masih ingin ayahmu mempertahankan jabatannya, suruh mereka mundur.”
Su Gui Mu tertawa.
“Kau mengancamku?”
“Ya.”
Tawa itu semakin keras.
“Dengan apa? Kau bahkan sudah dibuang ke wilayah luar!”
Su Yun mengangguk.
“Aku memang tidak bisa melakukan apa-apa.”
“Kalau begitu—”
“Tapi Qing Er bisa.”
Tawa Su Gui Mu berhenti.
Su Yun menatapnya.
“Kalau Qing Er mengetahui apa yang kau rencanakan terhadapnya, menurutmu apa yang akan terjadi?”
Su Gui Mu hendak menjawab, tetapi Su Yun tidak memberinya kesempatan.
“Dia sekarang diperhatikan kediaman utama.”
“Lalu kenapa?”
“Dan dengan bakatnya, cepat atau lambat ia akan memasuki Cabang Phoenix.”
Ekspresi Su Gui Mu mulai berubah.
Su Yun tersenyum.
“Kalau dia mengadukan bahwa putra pengurus keuangan berusaha menjebaknya menggunakan obat, menurutmu para tetua akan diam?”
Tidak ada jawaban.
“Begitu penyelidikan dimulai, mereka mungkin akan menemukan lebih banyak hal.”
Su Yun meliriknya.
“Rumah judi, misalnya.”
Wajah Su Gui Mu memucat.
“Juga para wanita yang pernah menjadi korban.”
“Diam!”
“Kenapa?”
Su Yun mengangkat alis.
“Takut?”
Su Gui Mu mengepalkan tangan.
Ia memang memiliki ayah yang cukup berpengaruh.
Namun itu tidak berarti mereka bisa menantang orang-orang wilayah dalam.
Terlebih Qing Er.
Dengan bakat gadis itu, masa depannya hampir pasti jauh melampaui dirinya.
Kalau masalah benar-benar dibawa kepada para tetua...
bukan hanya dirinya yang celaka.
Ayahnya juga bisa kehilangan jabatan.
Bahkan rumah judi mereka mungkin akan dibongkar.
Su Yun berjalan melewati salah satu pengawas.
Tak seorang pun berani menghentikannya.
Ketika berada beberapa langkah di belakang Su Gui Mu, ia berhenti.
“Oh, satu lagi.”
Su Gui Mu menoleh dengan wajah gelap.
Su Yun mengangkat kantong berisi obat di tangannya.
“Aku memang belum punya dua ribu koin roh.”
Ia tersenyum.
“Jadi bersabarlah.”
Kemudian ia pergi begitu saja.
Su Gui Mu menatap punggungnya.
Tangannya gemetar menahan amarah.
“Bajingan...”
Seorang bawahannya mendekat.
“Tuan Muda Su, apa kita biarkan saja?”
Su Gui Mu tidak menjawab.
Ia memperhatikan Su Yun sampai menghilang di ujung jalan.
Tatapan yang tadi penuh amarah perlahan berubah menjadi dingin.
“Tentu tidak.”
Ia tersenyum tipis.
“Orang yang berutang padaku harus membayar.”
Su Gui Mu berbalik.
“Kalau dia tidak punya uang...”
Senyumnya semakin kejam.
“Dia bisa membayar dengan sesuatu yang lain.”
Sementara itu, Su Yun terus berjalan tanpa menoleh.
Ia tahu masalah ini belum selesai.
Namun Su Gui Mu hanyalah gangguan kecil.
Yang benar-benar penting adalah barang-barang di tangannya.
Penawar racun.
Darah Serigala Hitam.
Bubuk obat.
Jantung harimau.
Dan Kuda Roh Hitam yang akan ia ambil besok.
Semua itu hanya untuk satu tujuan.
Menyembuhkan kelainan spiritual yang menghancurkan kehidupan pertamanya.
Kali ini, ia tidak akan menunggu puluhan tahun untuk menemukan jawabannya.
Su Yun mengepalkan bungkusan di tangannya.
“Besok...”
Tatapannya menjadi tajam.
“Sudah waktunya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.”
......................
Bersambung...