NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

_____🌺

Pukul 20.00 Malam.

Di dalam kamar.

"Masuk ke koper semua! Baju, celana, laptop, skincare, semuanya aku bawa! Aku udah nggak tahan lagi, Mas! Biarin aja rumah ini jadi museum sepi selamanya!"

Nisa melempar setumpuk daster dan kemeja ke dalam koper besar yang terbuka lebar di atas kasur busa mereka. Napasnya memburu cepat, matanya masih memerah sisa tangisan siang tadi.

Dimas yang baru saja masuk ke kamar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, langsung melotot kaget melihat pemandangan horor di depannya. Pria itu nyaris tersandung kaki ranjang, karena panik.

"Nis! Astaghfirullah! Kamu mau ngapain malam-malam begini bongkar lemari? Mau minggat ke mana kamu bawa koper segede gaban begitu?!" seru Dimas panik.

Dia buru-buru melempar handuknya ke sembarang arah dan berlari menahan tangan istrinya.

"Lepasin, Mas! Aku mau pulang! Pulang ke rumah bapak ibuku di kampung! Aku udah beneran nggak kuat lagi tinggal di rumah ini. Kewarasanku udah di ujung tanduk!" Nisa menyentak tangan suaminya dengan keras, kembali memasukkan botol-botol skincare-nya dengan kasar.

"Nis, dengerin Mas dulu. Kita bicarain baik-baik duduk berdua ya? Jangan pakai acara packing kabur begini dong. Nanti kalau tetangga lihat kamu geret koper malam-malam, bisa jadi gosip satu kompleks perumahan kita ini."

Dimas mencoba membujuk dengan suara selembut mungkin, menghalangi tubuh Nisa yang hendak menuju meja rias.

"Biarin aja jadi gosip! Biar semua orang tahu kalau nyonya besar di rumah ini kelakuannya kejam banget sama menantu sendiri! Aku ini manusia, Mas! Punya hati, punya perasaan! Bukan manekin pajangan toko yang bisa dihina-hina seenaknya tiap hari!" tangis Nisa kembali pecah, air matanya menetes bebas membasahi pipinya.

Dimas langsung memeluk tubuh Nisa erat-erat, membiarkan istrinya itu memukul-mukul bidang dadanya.

"Iya, Mas tahu. Mas minta maaf ya. Omongan Mama tadi pagi emang udah kelewat batas banget. Mas juga udah marahin Mama tadi kan di ruang makan? Kamu sabar ya, Nis."

"Sabar gimana lagi sih, Mas?!" Nisa mendorong dada Dimas kuat-kuat hingga pelukan itu terlepas.

"Tujuh tahun loh, Mas! Tujuh tahun aku tutup telinga dibilang kurus, dibilang kurang gizi, dibanding-bandingin sama anak Pak RW! Disuruh minum jus pencahar aku minum! Disuruh tidur di kasur batu giok bikin encok juga aku turutin! Tapi dibilang barang rongsokan yang masa garansinya udah habis?! Itu jahat banget, Mas! Jahat!"

"Nis, Mama itu cuma kebawa emosi gara-gara dipanasin sama Tante Mirna aja. Kamu kan tahu sendiri gengsinya Mama segede apa. Dia nggak bermaksud beneran nyebut kamu rongsokan," Dimas mencoba memberikan pembelaan yang sayangnya terdengar sangat lemah.

"Tuh kan! Kamu selalu aja belain ibumu! Kalau ibumu malu punya menantu kayak aku, ya udah lepasin aja aku, Mas! Ceraikan aku sekarang juga biar ibumu bisa nyari menantu baru yang rahimnya tokcer bisa langsung kasih cucu tiga!" teriak Nisa dengan napas tersengal-sengal.

Emosinya benar-benar sudah mencapai titik didih tertinggi malam ini.

Mendengar kata cerai, wajah Dimas langsung pucat pasi seperti kertas HVS. "Nis! Kamu ngomong apa sih?! Jangan pernah sebut kata cerai! Mas nggak bakal pernah ceraiin kamu sampai kapan pun! Mas sayang banget sama kamu, Nis. Kita kan udah janji mau hadapin semuanya berdua."

"Hadapin berdua gimana kalau akunya terus-terusan diinjak harga dirinya?! Aku ini juga anak perempuan bapakku, Mas! Bapakku aja nggak pernah seumur hidup ngatain aku cacat! Kalau kamu beneran sayang sama aku, bawa aku keluar dari rumah ini malam ini juga! Kita ngontrak rumah sendiri! Petakan juga nggak apa-apa asal aku nggak harus lihat muka mamamu lagi!" tuntut Nisa dengan sangat tegas.

Dimas memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Kepalanya pusing tujuh keliling. "Nis, pindah ngontrak malam ini juga itu nggak mungkin. Kita mau tidur di mana coba? Di kolong jembatan tol? Bawa baju sekoper begini malam-malam repot banget lho."

"Ya udah kalau kamu nggak mau pindah! Biar aku aja yang pergi sendiri naik taksi online! Kamu tinggal aja di sini temenin ibumu sampai tua!" Nisa kembali menarik ritsleting kopernya dengan kasar.

"Oke, oke! Berhenti dulu tangannya, Sayang!" Dimas buru-buru menahan ritsleting itu sekuat tenaga. "Iya, kita pindah ngontrak. Tapi kasih Mas waktu buat nyari tempatnya besok pagi, ya? Malam ini kamu tenangin diri dulu. Mas bakal samperin Mama sekarang juga. Mas bakal paksa Mama buat minta maaf langsung ke kamu malam ini juga. Kalau Mama nggak mau minta maaf, besok pagi kita beneran packing pindah dari sini. Setuju?"

Nisa mendengus kasar sambil mengusap air matanya. Ia menatap tajam kedua bola mata suaminya. "Beneran ya? Kalau mamamu tetep gengsi dan nggak mau minta maaf, besok subuh aku pesen gocar langsung ke terminal bus!"

"Iya, janji suci dari dalam hati. Kamu duduk diam aja dulu di sini. Jangan sentuh koper ini lagi." Dimas menarik napas sangat panjang, mengumpulkan seluruh sisa keberaniannya, lalu melangkah keluar dari kamar utama seperti seorang prajurit yang bersiap mati di medan perang.

_____🌺

Ruang Keluarga, Pukul 20.30 Malam.

Dimas berjalan mengendap-endap menuju ruang keluarga. Di sana, Bu Ratna sedang duduk tegak di sofa, menatap layar televisi yang menampilkan acara dangdut. Namun volume televisinya dibisukan sama sekali. Jelas sekali ibu mertuanya itu sedang menguping keributan dari arah kamar.

"Ma," panggil Dimas pelan, berdiri tak jauh dari ujung sofa.

Wanita paruh baya itu berjengit sedikit, tapi langsung pura-pura sibuk merapikan lipatan dasternya. "Apa? Mau marah-marah lagi kamu sama Mama gara-gara istrimu yang gampang baperan itu? Udah jam berapa ini? Harusnya kamu istirahat!" sahutnya dengan nada ketus yang sengaja dibuat-buat.

"Nisa lagi packing baju-bajunya masuk ke koper, Ma. Malam ini dia mau pulang ke rumah orang tuanya di kampung." Dimas membuang bom langsung tanpa basa-basi.

Mata ibunda Dimas seketika melotot, kipas angin lipat di tangannya langsung berhenti bergerak. Namun ia berusaha keras menutupi rasa paniknya.

"Halah! Paling juga cuma gertak sambal doang itu! Biarin aja dia packing! Paling besok pagi juga kopernya dibongkar lagi. Emangnya dia berani beneran pulang ke kampung malem-malem begini? Mau numpang di mana dia?" ujar wanita itu dengan dagu terangkat, sok kuat.

"Nisa udah pesen tiket bus online buat besok subuh, Ma. Dan kalau Nisa besok beneran pergi, Dimas juga bakal ikut Nisa pergi dari rumah ini besok pagi. Kita berdua pindah." suara Dimas terdengar sangat dingin dan serius, tak ada sedikit pun nada bercanda.

Sang nyonya rumah langsung menoleh patah-patah ke arah anaknya. Wajahnya yang penuh skincare malam mendadak pias. "Pindah ke mana?! Kamu jangan macam-macam ya, Dimas! Kamu anak tunggal Mama, masa mau ninggalin ibumu sendirian di rumah segede ini?! Terus kamu mau tinggal di mana sama perempuan itu? Di rumah mertuamu di kampung yang sempit itu?!"

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!