NovelToon NovelToon
Putri Mafia

Putri Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:6
Nilai: 5
Nama Author: Edina Gonçalves

Fernando Garcia Sanchez punya segalanya: kerajaan bisnis teknologi yang disegani, dan sebuah organisasi kriminal yang tumbuh jauh dari mata dunia. Yang tak ia punya hanyalah seseorang yang mencintainya tanpa peduli nama keluarganya.

Maka suatu malam, sang Don menyamar sebagai bartender di klub malamnya sendiri. Di tengah hujan deras, ia bahkan tak sanggup membuka sebuah payung, dan seorang gadis asing menyeberangi jalan hanya untuk menolongnya.

Carolina Gomes Santos, gadis Brasil yang merantau ke Madrid, tak menanyakan harta, pekerjaan, atau nama belakangnya. Ia hanya mengeringkan wajah pria itu dengan handuk kecil, lalu tersenyum.

Sejak malam itu, Fernando tak lagi bisa menyangkal bahwa ia telah jatuh. Namun pria yang ia kenal sebagai "Jorge" menyimpan kebohongan yang cepat atau lambat akan meledak. Dan Carolina sendiri, tanpa ia sadari, membawa rahasia yang jauh lebih besar dari kebohongan mana pun: sebuah masa lalu yang sengaja dihapus, dan mimpi-mimpi tentang ibunya yang terus memperingatkan bahwa hidupnya akan berubah drastis.

Ketika kebenaran terungkap satu per satu, cinta mereka diuji oleh pengkhianatan, musuh lama yang tak pernah berhenti mengintai, dan keputusan sulit antara kedamaian dan kekacauan.

Bisakah seorang pria yang terbiasa mengendalikan segalanya mempertahankan satu-satunya hal yang tak ingin ia kehilangan?

Dan apa jadinya jika wanita yang ia pilih ternyata bukan sekadar gadis kafe biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edina Gonçalves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Sang Raja

POV Fernando

Keesokan paginya aku tiba di istana beberapa menit sebelum pukul sepuluh, hanya ditemani Miguel, yang menunggu di luar sementara aku masuk untuk pertemuan itu. Aku lebih suka menghadapi percakapan ini sendirian, karena aku belum tahu persis bagaimana Raja Alfonso akan bereaksi saat tahu putri yang dicarinya selama dua puluh empat tahun masih hidup, apalagi bagaimana ia akan menanggapi pria yang bermaksud menikahinya.

Seorang staf istana menyambutku di pintu masuk dan membawaku melewati lorong-lorong yang sudah kukenal dari kesempatan lain, meski belum pernah aku memasuki tempat ini dengan membawa informasi yang bisa mengubah hidup seluruh keluarga. Ketika kami tiba di depan sebuah pintu ganda, ia berhenti, membungkuk sedikit, dan mengumumkan kehadiranku.

"Tuan Fernando Garcia Sanchez telah tiba, Yang Mulia."

"Biarkan dia masuk."

Pintu terbuka dan aku melangkah masuk.

Raja Alfonso berdiri di depan salah satu jendela, memandangi taman istana. Begitu mendengar pintu menutup di belakangku, ia berbalik dan menatapku beberapa detik sebelum berjalan menuju meja.

"Fernando."

"Yang Mulia."

Ia mengulurkan tangan dan aku menjabatnya.

"Silakan duduk."

Raja mengambil tempatnya di satu sisi meja, sementara aku duduk di hadapannya.

Beberapa detik tak ada dari kami yang bicara.

Alfonso menumpukan kedua tangan di meja dan mengamatiku dengan saksama.

"Aku diberi tahu bahwa masalahnya sangat penting dan harus dibicarakan langsung."

"Lebih dari penting, Yang Mulia. Ini hal yang bisa mengubah hidup banyak orang."

"Kalau begitu jangan buang waktu."

Aku menarik napas dalam sebelum memulai.

"Saya bertemu seorang wanita."

Raja sedikit mengangkat alis.

"Seorang wanita?"

"Ya. Namanya Carolina Gomes Santos."

Ia tetap diam.

"Saya bertemu dengannya beberapa bulan lalu, saat dia bekerja di sebuah kafe. Waktu itu saya memakai identitas lain, karena ingin bertemu seseorang yang menyukai saya tanpa tahu siapa saya atau berapa banyak uang yang dimiliki keluarga saya."

Alfonso tidak mengalihkan pandangan.

"Dan kamu jatuh cinta padanya?"

"Ya."

Jawaban itu keluar tanpa ragu.

"Carolina gadis yang luar biasa. Dia cerdas, gigih, berhati besar, dan, meski sudah melalui banyak hal, tidak kehilangan kemampuannya memercayai orang. Saya jatuh cinta padanya sebelum tahu apa pun tentang keluarganya, masa lalunya, atau identitas yang bahkan tidak dia sadari dimilikinya."

Raja melipat tangan.

"Lalu apa hubungannya aku dengan wanita ini?"

Aku tahu saatnya telah tiba.

"Semuanya."

Alfonso mengerutkan kening.

"Jelaskan."

"Ketika saya bertemu Carolina, dia bilang tidak mengenal ayahnya. Katanya ibunya, Maria Cecília Gomes Santos, tak pernah membicarakannya, dan tak ada informasi apa pun tentang keluarga dari pihak ayah. Baginya, masa lalunya nyaris dimulai dari masa kecil yang dijalaninya di Brasil."

"Dan kenapa kamu menyelidikinya?"

"Karena dia menjadi penting bagi saya, dan karena ada hal-hal yang tidak masuk akal."

Kujelaskan bagaimana Miguel mulai mencari informasi tentang Carolina, awalnya demi keamanan lalu karena hasilnya terlalu janggal. Tak ada catatan yang konsisten tentang ayahnya, dan beberapa dokumen tampak telah diubah bertahun-tahun silam.

Kuceritakan tentang peretas yang dihubungi Miguel ketika semua kemungkinan lain habis.

Alfonso tetap tak bergerak, menyimak setiap kata.

"Orang itu menemukan dokumen-dokumen lama," lanjutku. "Catatan yang mengarah pada seorang bayi yang lahir di Spanyol dan menghilang saat masih bayi."

Wajah raja berubah tipis.

"Bayi yang mana?"

Kutatap dia.

"Seorang gadis bernama Estrella de Montserrat."

Keheningan yang menyusul berbeda dari semua keheningan sebelumnya.

Alfonso tidak menjawab.

Matanya tetap tertuju padaku, tetapi kulihat ekspresinya kehilangan keyakinan yang ia pertahankan sejak awal pembicaraan.

"Lanjutkan," pintanya setelah beberapa detik.

"Peretas itu menemukan dokumen kelahiran Putri Estrella, foto-foto lama, dan catatan yang menunjukkan bahwa ia menghilang dalam penyerangan ke istana."

Alfonso berdiri perlahan.

"Tidak."

Kata itu keluar pelan.

"Yang Mulia..."

"Lanjutkan."

Aku kembali bicara.

Kuceritakan tentang Maria Dell Pillar Velasquez, wanita yang merawat sang putri saat bayi, dan Diego Morales, prajurit yang membantu mereka melarikan diri saat penyerangan. Kujelaskan bahwa Maria tiba di Brasil bersama bayi itu dan mengganti identitasnya sendiri menjadi Maria Cecília Gomes Santos.

Raja berjalan beberapa langkah di ruangan.

"Maria Dell Pillar..."

Ia mengulang nama itu nyaris pada dirinya sendiri.

"Dia salah satu wanita yang bekerja langsung dengan istriku pada masa itu."

"Dokumen-dokumen itu mengonfirmasinya."

"Dan bayinya?"

Kutatap dia lurus-lurus.

"Bayi itu selamat."

Alfonso berhenti.

"Di mana dia?"

Aku belum menjawab.

Ia berbalik menghadapku.

"Fernando, di mana putriku?"

Kubuka map di atas meja.

"Di Madrid."

Raja mendekat lagi.

"Kamu yakin?"

"Yakin."

"Siapa dia?"

Kuletakkan foto pertama di meja.

"Carolina Gomes Santos."

Alfonso memandang foto itu.

Ia tidak langsung menyentuhnya.

Matanya menyusuri wajah gadis yang kucintai itu, seakan mencoba menemukan sesuatu di gambar itu yang bisa mengonfirmasi apa yang baru ia dengar.

"Ini mustahil."

"Saya pun berpikir begitu ketika mengetahuinya."

Raja mengangkat mata menatapku.

"Kamu sudah memberitahunya?"

"Sudah. Dia baru-baru ini tahu bahwa dia bukan anak kandung Maria Cecília dan nama aslinya Estrella. Tapi dia belum tahu bahwa saya sedang berbicara dengan Anda."

Alfonso memandangi foto itu beberapa detik.

"Dia tahu bahwa akulah ayahnya?"

"Dia tahu ayah kandungnya adalah Raja Alfonso de Montserrat. Dia belum bicara dengan Anda dan tidak tahu saya datang ke sini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!