NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Bangga Pada Istri

Raut wajah Refisha terlihat memerah bagaimana suaminya itu, dekat-dekat dengan dan bahkan ingin mencium pipinya, tetapi Ezra harus menahan, tidak enak juga bersikap terlalu berlebihan di depan kedua orang tua sang istri dan juga orang tuanya.

"Ma, Pa, ayo kita langsung ke tempat duduk, sebentar lagi acaranya dimulai," ucap Refisha.

"Baik Refisha," mereka menganggukkan kepala dan berjalan terlebih dahulu.

Tetapi Refisha masih tetap di tempatnya dan menatap suaminya horor membuat Ezra kebingungan.

"Ada apa?" tanyanya dengan dahi mengkerut.

"Memang harus berlebihan seperti itu?" tanyanya.

"Berlebihan apa?"

"Ya, tadi mepet-mepet seperti itu, tidak pantas dilihat Mama dan Papa," ucapnya dengan wajah kesal.

"Kita itu suami istri, bukankah hal seperti itu adalah hal yang sangat wajar, jadi kenapa jadi masalah?" tanyanya santai.

"Isssss, kalau dibilangin pasti ngeyel!" Refisha gemes sendiri dengan sang suami yang mencibir lembut di bagian perut suami.

"Sakit, sakit!" keluh Ezra sampai menahan tangan sang istri.

"Istri yang baik itu bukan mencubit suaminya, tetapi mencium suaminya," ucap Ezra.

Refisha ingin melakukannya lagi, tetapi Ezra langsung menahan tangan istrinya.

"Ampun Refisha!" Ezra dengan cepat mencegah istrinya Refisha menghela nafas.

Candaan pasangan suami istri itu masih sempat diperhatikan Laudya yang sejak tadi tidak fokus berjalan dan terus menoleh ke belakang.

"Kampungan sekali, entah apa yang dilihat Ezra dari kak Refisha, sudah jelas-jelas dia tidak terlalu menarik tetapi sepertinya dia yang menggebu-gebu, pasti ada yang salah," batin Laudya benar-benar sangat iri dengan kebahagiaan kakaknya yang mendapatkan suami benar-benar terlihat bucin pada istrinya.

*******

Tidak terasa acara fashion show sang istri akhirnya dimulai, terlihat model-model sudah berjalan indah di catwalk menggunakan pakaian busana muslim dengan brand miliknya sendiri, para penonton yang duduk rapi di bangku yang telah disediakan tanpa mengarahkan kamera ponsel mereka pada model-model tersebut.

Tetapi tidak dengan Ezra, dia tetap duduk santai, tetapi di saat istrinya sudah muncul, terlihat anggun dan cantik dengan pakaian busana muslim yang membuat penampilan sang istri benar-benar sangat menarik. Barulah Ezra mengeluarkan ponselnya, merekam bagaimana istrinya benar-benar sangat anggun seperti model profesional berjalan di atas catwalk.

Senyum Ezra juga tampak tulus, terlihat benar-benar bangga dengan penampilan sang istri, hal tersebut menjadi perhatian dari Laudya yang duduk di sebelahnya, Laudya sampai kepo dengan ekspresi dari kakak iparnya itu, yang seolah-olah tidak ingin melewatkan untuk mengabadikan momen sang istri benar-benar sangat sempurna.

Setelah seluruh model sudah menampilkan pakaian mereka masing-masing dan mendapat sambutan tepuk tangan dari para penonton, barulah model dikumpulkan dan kemudian tepuk tangan meriah kembali menggema di dalam ruangan itu ketika sang pemilik brand kembali keluar dengan menyatukan kedua tangannya sangat sopan membungkukkan sedikit tubuhnya.

Ezra kemudian naik ke atas panggung dengan membawa boucket bunga dan memberikan kepada sang istri membuat senyum indah di wajah Refisha merekah. Ezra juga merangkul pinggang sang istri dan mencium lembut keningnya, dia benar-benar bangga pada istrinya.

Kedua orang tua Refisha melihat putrinya diperlakukan istimewa oleh pria yang tepat membuat mereka juga tampak tersenyum dengan keduanya saling melihat dan bahkan mengabadikan foto keromantisan pasangan pengantin baru itu.

Laudya lagi-lagi sangat iri terlihat dari wajahnya tampak bengis, dia juga memperhatikan kedua orang tuanya menurutnya terlalu berlebihan saat memberikan respon seperti itu kepada Kakaknya.

"Selamat ya, kamu benar-benar hebat!" ucap Ezra.

"Makasih sudah datang," ucap Refisha dengan tersenyum.

Ezra menganggukkan kepala dan kembali mencium lembutkan yang sang istri.

*****

Acara fashion show akhirnya selesai, Refisha menerima banyak ucapan selamat dari para pengunjung, Refisha juga menerima banyak hadiah termasuk bunga-bunga dari orang-orang yang mengapresiasi karyanya dan termasuk kedua orang tuanya.

"Sayang kamu benar-benar sangat luar biasa, Mama berharap brand kamu laku di pasaran, banyak orang yang menyukainya dan tetap produknya menjadi amanah," ucap Mila memberikan apresiasi kepada putrinya itu.

"Makasih. Ma, Alhamdulillah dan semoga saja doa-doanya di ijabah oleh Allah," sahut Refisha.

Di Tengah pembicaraan itu Bitha dan Dellon menghampiri menantu mereka.

"Refisha, papa mengucapkan selamat sekali lagi atas brand kamu, kamu benar-benar sangat luar biasa," ucap Dellon.

"Terima kasih. Pa, terima kasih juga sudah menyempatkan waktu untuk datang," sahut Refisha.

"Selamat Refisha," Bitha juga mengucapkan selamat tetapi dengan ekspresi datar dan hanya sekadar saja.

Refisha menanggapi dengan tersenyum, lagi dan lagi jangan ditanya bagaimana tatapan suaminya melihatnya, sungguh dia benar-benar sangat bangga dan ingin terus memberi pujian kepada sang putri.

*****

Refisha dan Ezra sekarang sudah kembali berada di dalam mobil setelah menyelesaikan acara yang cukup melelahkan tetapi tetap sangat memuaskan, Refisha duduk di sebelah sama suami yang fokus menyetir sejak tadi memeluk bunga yang diberikan suaminya.

"Kamu suka bunganya?" tanya Ezra melirik sebentar membuat Refisha menganggukkan kepala.

"Kalau begitu, setiap hari aku akan membelikan kamu bunga," ucap Ezra.

"Kalau setiap hari bisa-bisa kamar penuh dengan bunga, nanti akan jadi gudang," sahut Refisha.

"Ya gimana dong, soalnya ingin jadi suami yang selalu memberikan yang terbaik untuk istrinya, meski sangat tidak masuk akal setiap hari harus memberikan bunga dan membuat kamar menjadi penuh, tetapi kalau itu untuk istrinya kenapa tidak," sahut Ezra.

"Daripada membeli bunga tidak permanen seperti ini, lebih baik membuatkanku rumah kaca penuh dengan bunga," ucap Refisha tiba-tiba ingin menawarkan satu kreatif kepada sang suami Ezra mengerutkan dahi merupakan tantangan besar untuknya.

"Baiklah," sahut Ezra.

"Jangan terlalu dianggap serius, itu hanya bercandaan," sahut Refisha.

"Kenapa harus menganggap semua itu bercanda, wanita yang di sebelahku ini tidak pernah meminta apapun kepadaku, bagaimana mungkin aku harus menganggap permintaannya sebagai candaan," ucap Ezra membuat Refisha tersenyum.

"Jadi tunggulah rumah kaca yang indah penuh dengan bunga yang akan aku berikan kepadamu," ucap Ezra tidak main-main dengan apa yang sudah dia katakan Refisha hanya mengangguk-anggukkan kepala.

*******

Karena bagi Laudya hari ini adalah hari kekesalannya dengan banyaknya orang-orang yang bangga atas kakaknya dan dia telah diabaikan membuatnya tidak ingin pulang ke rumah.

Padahal sudah malam, tetapi terlihat bagaimana Laudya masih terus melangkah di pinggir jalan.

"Kenapa semua orang selalu saja mengagung-agungkan dia, hidupnya kenapa beruntung, karirnya bagus dan seharusnya percintaannya tidak bagus, sudah paling benar banyak orang menolak untuk dijodohkan dengannya karena usianya yang sudah tua, banyak keraguan dari orang tua para lelaki yang dijodohkan dengannya, tetapi lelaki yang satu ini, sangat bodoh mau menikahinya, dia juga tidak terlihat terpaksa, apa yang ada di pikirannya," Laudya justru begitu kesal dengan Ezra yang menerima kakaknya apa adanya.

"Sekarang dia benar-benar hidup dalam keberuntungan. Mama dan Papa terus aja membanggakan, sementara aku yang harus menunggunya untuk menikah, aku harus putus dengan kekasihku, sekarang tidak punya pacar, kuliah belum selesai, pekerjaan juga tidak ada?" Laudya secara tidak langsung justru membandingkan dirinya dengan kakaknya.

Dia mulai tidak percaya diri dengan apa yang dia miliki saat ini. Dia selalu merasa jika orang tuanya hanya berpihak kepada Refisha.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!