NovelToon NovelToon
Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Aku Bukan Perusak ( Membawa Benih Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.

Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?

Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Kahfi

Setelah pembicaraan mereka semalam pagi ini Kahfi akan membelikan sebuah alat tes kehamilan sebelum memeriksakan nya ke dokter atau bidan kandungan.

" pakai ini dan kita akan lihat apakah kamu memang hamil atau tidak " ucap Kahfi sambil menyerahkan alat tes kehamilan yang baru saja iya beli sesaat sebelum pulang ke rumah.

" nanti akan saya tes " ucap Rahma dengan tangan bergetar menerima alat tes itu.

" bukan nanti tapi sekarang " ucap Kahfi sebelum meninggalkan Rahma menuju kamar Caca putri semata wayangnya.

" saya tunggu hasilnya " ucap Kahfi yang sejujurnya sama sama tak tenang menunggu hasil yang akan di tunjukkan alat tes itu.

Dengan hati dan pikiran yang tak tenang Rahma pun melangkah menuju kamar kecil untuk bisa melakukan pengujian pada alat itu dan untuk hasilnya nanti biarlah menjadi urusan nanti.

Begitu juga dengan Kahfi yang merasakan hal yang sama karena meski baru sebentar mengenal Rahma tapi Kahfi yakin jika Rahma bukan wanita bodoh yang akan rela menyerahkan kesuciannya pada sembarang laki laki.

" ayah baru pulang ?" tanya Caca saat memeluk ayahnya.

" iya sayang, bagaimana sekolah caca hari ini ?" tanya Kahfi yang selalu antusias mendengarkan cerita Caca.

" seru tapi sepertinya Tante Rahma masih sakit"

" Tante Rahma banyak diam " ucap caca sedih.

" benarkah ?" tanya Kahfi sambil memangku Caca yang selalu menjadi obat di kala lelah datang.

" Hem "

" apa Caca akan bahagia jika Tante Rahma menjadi bunda Caca ?" tanya Kahfi hati hati.

Caca melihat ke arah ayahnya yang juga sedang menatap ke arahnya tapi senyuman Caca sudah menjelaskan jawaban yang akan Caca berikan meski Kahfi ingin mendengarnya langsung dari mulut Caca sendiri.

" caca mau "

" tapi "

" apa Tante Rahma mau menjadi bunda Caca ?" tanya Caca yang memang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu selama ini jadi Caca ragu apa Rahma akan mau menjadi ibunya atau tidak.

" ayah akan berbicara dengan Tante Rahma dan ayah juga akan menanyakan langsung sama Tante Rahma apakah Tante Rahma mau menjadi ibu untuk Caca atau tidak " ucap Kahfi yang kini sudah menurunkan kembali Caca karena dirinya merasa hasil alat tes kehamilan itu pasti sudah muncul.

" caca tunggu di sini dulu ya " ucap Kahfi yang ingin semuanya jelas dulu.

Kahfi melangkah keluar dari kamar Caca dimana tak jauh dari kamar Caca Rahma berdiri mematung sambil menatap alat tes kehamilan yang masih iya pegang.

" bagaimana hasilnya ?" tanya Kahfi yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Rahma yang masih menatap intens ke arah alat tes itu.

" dua " ucap Rahma dengan suara bergetar seolah dua garis itu sudah benar benar membuat dunianya runtuh tak bersisa.

" apa kamu yakin ?" tanya Kahfi sambil mengambil alat tes itu dari tangan Rahma dan memang benar terlihat jelas dua garis di alat itu meski salah satunya warnanya sedikit memudar.

" kita akan periksakan semuanya ke dokter kandungan agar semuanya lebih jelas " ucap Kahfi yang tak tau harus bahagia atau sedih saat ini.

" untuk apa pak ?"

" saya akan pergi dari sini sebelum orang orang di sekitar rumah ini tau jika saya hamil " ucap Rahma yang tak ingin membuat Kahfi masuk lebih dalam lagi dalam masalah hidupnya.

" kemana kamu akan pergi ?" tanya Kahfi yang sangat yakin jika Rahma tak akan mungkin ke rumah ayahnya meski dalam keadaan terdesak sekali pun.

" kemana pun, dimana tak ada yang mengenali saya " ucap Rahma yang terlihat putus asa menghadapi semua masalah dalam hidupnya yang tak pernah ada akhirnya.

" pertama kita akan memastikan mu dulu baru setelah itu aku akan meminta kamu memberitahu ku dimana rumah mu dan kita akan menemui ayah mu " ucap Kahfi panjang lebar.

" menemui ayah ?"

" untuk apa ?" tanya Rahma.

" aku akan menikahi mu dan aku bersedia menjadi ayah dari anak yang sedang kamu kandung begitu juga dengan kamu yang akan menerima caca seperti anak mu sendiri " ucap Kahfi seperti seorang yang sedang menjelaskan sesuatu bukan seperti orang yang sedang melamar.

" saya memang menganggap Caca seperti anak saya sendiri tapi saya tak menerima anak ini ! " ucap Rahma sambil memukul perutnya sendiri tapi sebelum kepalan tangannya menyentuh perutnya Kahfi dengan sigap menahan tangan Rahma.

" suka tidak suka, menerima atau tidak dia sedang tumbuh dalam rahim mu dan kamu lah ibunya !" ucap Kahfi yang hanya ingin menyadarkan Rahma jika semua itu sudah di luar kuasanya.

" tapi saya tak ingin anak ini " ucap Rahma sedih.

" jika seperti itu lalu apa bedanya kamu dengan laki laki itu ?" tanya Kahfi.

" dia menolak kebenaran jika dia sudah menodai mu dan kini kamu juga menolak kehadiran anak yang sudah ada dalam kandungan mu !" ucap Kahfi yang terdengar jatah tapi demi menyadarkan Rahma harus Kahfi lakukan.

" tapi jika bapak menikahi saya di saat saya sedang mengandung, bapak tidak akan bisa menyentuh saya " ucap Rahma sambil memalingkan wajahnya.

" saya tau dan saya tak masalah dalam hal itu " ucap Kahfi yang memang niat awalnya bukan seperti itu.

" jadi bersiaplah, kita akan ke dokter kandungan "

" baru setelah itu kita akan menemui ayah mu" ucap Kahfi yang sudah memutuskan semuanya.

Berbeda dengan Via dan Aslan yang mana tiada hari tanpa pertengkaran diantara keduanya dan hal itu pun sering saksikan oleh Bu Hana yang sejujurnya merasa sedih dengan pernikahan putrinya ini.

" sudah hentikan ?" ucap Bu Hana saat melihat anak dan menantunya yang terus saja bertengkar.

" kalian ini pengantin baru, kenapa awal pernikahan kalian harus di isi dengan pertengkaran yang tak ada akhirnya ?" tanya Bu Hana kesal.

" maaf Bu, tapi sepertinya saya tidak sanggup lagi untuk tetap mempertahankan pernikahan ini " ucap Aslan yang lelah menghadapi rasa cemburu dan curiga yang Via tunjukan setiap hari.

" apa yang kamu katakan nak ?"

" bagaimana bisa kamu menceraikan Via saat usia pernikahan kalian saja baru beberapa bulan ?"

" ibu akui jika saat ini kalian masih banyak perbedaan tapi harusnya rasa cinta itu bisa mengalahkan perbedaan yang ada di antara kalian " ucap Bu hana menasehati.

" tapi hati wanita mana yang akan tahan saat suaminya terus saja memikirkan wanita lain ?" teriak Via sambil berurai air mata.

" wanita lain ?"

" bagaimana bisa !"

" dan siapa wanita itu ?" tanya Bu Hana penasaran.

" Rahma !" teriak Via.

" karena Rahma jauh lebih baik dari mu !" teriak Aslan.

" meski aku sudah menodainya tak pernah sekalipun dia datang dan menuntut pertanggungjawaban ku !"

" dan entah kenapa aku sangat yakin jika saat ini Rahma pasti sedang hamil " ucap Aslan yang entah dari mana memiliki keyakinan itu.

" hamil, tidak !"

" anak mu hanya akan keluar dari rahim ku !"

" kamu dengar !"

" anak mu hanya akan keluar dari rahim ku titik !" teriak Via histeris.

✍🏻✍🏻✍🏻 jika seperti ini bagaimana nanti reaksi Aslan saat tau Rahma datang bersama Kahfi dan Caca ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘 😘 😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!