NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:74.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Disa!" bentak Cakra. "Apa-apaan kamu? Aku nggak akan pernah mentalak kamu!"

Disa menarik sudut bibirnya. Kedua tangannya terlipat di depan dada. "Jangan serakah, Mas. Kamu udah ada Risa yang sedang hamil anak kamu. Jadi, kamu udah nggak butuh kehadiranku lagi. Biarkan aku yang pergi!"

Sakit hati yang teramat sangat membuat Disa mengambil keputusan untuk langsung pergi dari rumah Cakra malam ini juga. Namun, Cakra mencekal lengannya sebelum Disa sempat melangkah.

"Bukan ini yang aku mau!" teriak Cakra. "Aku mau kamu tetep ada di samping aku, Dis. Aku nggak mau kita pisah."

"Lalu Risa?" tanya Disa, menoleh ke arah Risa yang sejak jadi hanya menjadi penonton. Oh, mungkin dia tengah menikmati pertengkaran yang terjadi antara Disa dan Cakra, sepasang suami-istri yang selalu menunjukkan kehangatan dan sisi romantisnya di depan Risa.

"Risa ... Risa juga akan tetap menjadi bagian dari kita. Kita butuh anak yang sedang Risa kandung kan, Dis, jangan egois. Aku ngelakuin ini karena nggak mau kamu terus-terusan ditekan sama mama, sama keluarga aku! Harusnya kamu berterimakasih."

emosi Disa semakin tersulut setelah mendengar Cakra mengatakan itu.

"Kamu pikir aku nggak bisa hamil?" desis Disa sengit.

Cakra menatap tajam Disa dengan kedua bahu yang terangkat, "Buktinya? Mana? Sampai dua tahun kita menikah, kamu belum juga hamil. kamu pikir aku nggak stress dituntut untuk segera memiliki momongan?"

Andai saja Cakra tahu bahwa di kantong baju Disa ada kejutan yang seharusnya menjadi hadiah di hari anniversary ini. Namun sayangnya, Cakra lebih dulu memberi kejutan yang tak terduga bagi Disa.

Biarlah, Disa rahasiakan kehamilannya ini. Semua sudah menjadi percuma sekarang. Cakra akan memiliki anak dari wanita lain, maka tak usahlah dia tahu bahwa di rahim Disa sudah tumbuh satu kehidupan baru.

"Oh yaudah. Jadi sekarang kamu bisa bilang ke keluarga kamu kalau kamu akan segera mempunyai anak. Siapa pun ibu dari anak itu nggak akan menjadi masalah buat keluarga kamu, kan? Nggak harus aku?" Suara Disa bergetar.

"Memang!" Dan ketika Cakra menyahut cepat, hati Disa semakin sakit. Seolah ada benda tajam yang sedang menyayatnya tanpa ampun.

"Aku bisa membuktikan ke keluargaku kalau bukan aku yang bermasalah," sambung Cakra. Kini, Disa sudah tidak mengenali tatapan pria itu yang berbeda. "Aku cuma kasihan sama kamu, tapi kalau kamu nggak setuju sama rencana aku ... Ya sudah."

Disa menarik napas panjang seraya mengerjap beberapa kali. Dia tidak boleh terlihat lemah, tidak boleh meneteskan air mata di depan Cakra dan Risa atau Risa akan semakin merasa menang. Lihat saja sekarang, Disa menemukan kepuasan di wajah Risa meksipun berusaha ditutup-tutupi oleh wanita licik itu.

"Tunggu apa lagi?" tagih Disa. "Talaknya, Mas. Setelah itu aku akan langsung pergi dari kehidupan kamu." Sangat berat bagi Disa untuk mengatakan itu.

Jujur, bukan seperti ini yang Cakra harapkan. Dia inginkan Disa untuk tetap ada di sampingnya, dia masih sangat mencintai istrinya. Namun, memohon agar Disa tetap bertahan adalah suatu kekalahan yang tidak mau Cakra tunjukkan.

"Baik," Cakra mengangguk. "Adisa, malam ini aku talak kamu. Kamu bebas sekarang, sudah bukan menjadi istriku lagi."

Tak pernah terbayangkan sebelumnya pernikahan ini hanya akan bertahan selama dua tahun. Lelaki yang Disa kira setia, ternyata telah mendua. Dan akhirnya Disa yang harus menyingkir dari kehidupannya.

Malam itu juga, Disa langsung membereskan barang-barangnya. Memasukkan baju-bajunya ke dalam koper serta beberapa benda berharga miliknya. Sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak menangis, namun saat menatap ranjang dengan seprei di atasnya yang masih rapi, dada Disa terasa sangat sesak. Dalam sekejap, matanya memanas.

Malam anniversary ini tidak berakhir di atas ranjang seperti tahun kemarin. Justru yang terjadi adalah sebuah perpisahan karena pengkhianatan.

Disa sedang membayangkan, bagaimana jika suatu saat Cakra tahu tentang kehamilannya ini? Mungkinkah pria itu akan menyesal?

"Jangan menyesal setelah aku pergi, Mas."

Itu adalah pesan yang Disa katakan sebelum kakinya melangkah keluar dari rumah yang telah ia tempati selama dua tahun lamanya.

Cakra hanya diam, tak ada usaha pencegahan yang ia lakukan. Hanya terus menatap Disa hingga wanita itu masuk ke dalam taksi yang ia pesan.

Apakah benar ini adalah keputusan yang terbaik? Bagaimana Cakra akan menjalani hari-harinya tanpa Disa terlibat di dalamnya?

*

Tangis Disa pecah di dalam taksi. Dadanya terasa sangat sesak jika ia terus menahannya.

"Ya ampun ... Aku nggak sangka semuanya akan berakhir seperti ini."

Disa mengusap-usap perutnya sendiri, merasa bahagia sekaligus kesedihan dalam waktu yang bersamaan. Dia bahagia karena kini dia memiliki kesempatan untuk menjadi seorang ibu, namun Disa juga sedih menyadari anak ini akan tumbuh tanpa kehadiran papanya.

Sungguh Disa tak menyangka Cakra tega mengkhianatinya dengan Risa. Cakra tahu betul Risa adalah sahabat dekatnya, apakah tidak ada wanita lain selain Risa? Mungkin rasa sakitnya tidak akan menjadi-jadi seperti sekarang jika seandainya wanita itu bukanlah Risa.

Membayangkan Risa tidur dengan Cakra, sungguh membuat hati Disa bagai diremas-remas.

Disa tak mempunyai pilihan lain selain pulang ke rumah orang tuanya.

"Disa," gumam ibunya ketika membukakan pintu. Melihat Disa dalam keadaan yang sangat berantakan beserta koper yang ada di sampingnya tentu membuat wanita tua itu bertanya-tanya.

"Ibu .... "

"Disa, kamu kenapa? Enggak pulang sama Cakra?"

Disa hanya menggeleng lemah.

"Ayo masuk," ajak Rahmi.

Disa semakin tidak kuasa menahan air matanya yang mengalir deras ketika Rahmi memeluknya. Pada akhirnya, ibu adalah tempat terbaiknya untuk pulang.

Disa menceritakan semuanya kepada Rahmi. Tentang Cakra dan Risa juga tentang kehamilannya.

"Keterlaluan Cakra!"

Sama seperti Disa, Rahmi pun tak menyangka. Menantu yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata tega menyakiti anaknya sedemikian dalam.

"Cakra pasti akan menyesal setelah tau dia melepas kamu dalam keadaan sedang hamil anaknya, Dis."

"Biarkan aja, Bu."

Memang itu yang Disa harapkan. penyesalannya Cakra.

...****************...

1
Retno Harningsih
lanjut
sunaryati jarum
Sungguh hati Bu Rahmi dan Disa sangat baik,dan mulia,mau mencari anak pertama dari suaminya
Yunita Sophi
kasian Risa... baru sekarang aq kasian sama pelakor... semoga kamu bertemu lagi dgn Andre...
.semoga Andre mengakui anak nya
Retno Harningsih
up
Ma Em
Alhamdulillah Risa sdh sadar dari kesalahan nya dan mau meminta maaf pada Disa , semoga Risa segera mendapat kan pengganti Cakra lelaki yg baik serta sayang pada Risa juga Zara mungkin kalau bisa Risa bersatu dgn Andre saja agar Zara bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya .
Yunita Sophi
Alhamdulillah Risa sadar... semoga Disa dan Risa saling memaafkan
Vivi Zenidar
Semoga Risa dan Zara bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Semoga mama Disa mau menerima kamu, dan Andre mau menikahimu Risa
Piyah
lanjutkan yg akur sm disa kasian zara
Yunita Sophi
ohh berarti Risa balas dendam yah
Yunita Sophi
bunga untuk mu thor 🌹🌷🌹
Yunita Sophi
bertobatlah Risa demi anak kamu... kasian dia makan diri uang haram
Yunita Sophi
kamu terlalu baik Disa...
Yunita Sophi
Disa kamu boleh baik sama siapalun... tp klo sama pelakor jgn deh.... bisa aja si Risa merebut Rayyan dr kamu
Lucyana H
Disa jgn jd lemah dong tunjukkin ke para penghianat kmu bisa sukses
Lucyana H
good job .jgn mau di duain,dan kmu Risa bakal kena karma terutama cakra
Ma Em
Akhirnya Disa tau kebenarannya bahwa bapaknya punya anak dari istri yang pertama dan tdk tahunya anak bapaknya Disa adalah Risa .
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Iya, bedanya ayahnya sudah cerai , tidak seperti Cakra yang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!