NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:387.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Disa!" bentak Cakra. "Apa-apaan kamu? Aku nggak akan pernah mentalak kamu!"

Disa menarik sudut bibirnya. Kedua tangannya terlipat di depan dada. "Jangan serakah, Mas. Kamu udah ada Risa yang sedang hamil anak kamu. Jadi, kamu udah nggak butuh kehadiranku lagi. Biarkan aku yang pergi!"

Sakit hati yang teramat sangat membuat Disa mengambil keputusan untuk langsung pergi dari rumah Cakra malam ini juga. Namun, Cakra mencekal lengannya sebelum Disa sempat melangkah.

"Bukan ini yang aku mau!" teriak Cakra. "Aku mau kamu tetep ada di samping aku, Dis. Aku nggak mau kita pisah."

"Lalu Risa?" tanya Disa, menoleh ke arah Risa yang sejak jadi hanya menjadi penonton. Oh, mungkin dia tengah menikmati pertengkaran yang terjadi antara Disa dan Cakra, sepasang suami-istri yang selalu menunjukkan kehangatan dan sisi romantisnya di depan Risa.

"Risa ... Risa juga akan tetap menjadi bagian dari kita. Kita butuh anak yang sedang Risa kandung kan, Dis, jangan egois. Aku ngelakuin ini karena nggak mau kamu terus-terusan ditekan sama mama, sama keluarga aku! Harusnya kamu berterimakasih."

emosi Disa semakin tersulut setelah mendengar Cakra mengatakan itu.

"Kamu pikir aku nggak bisa hamil?" desis Disa sengit.

Cakra menatap tajam Disa dengan kedua bahu yang terangkat, "Buktinya? Mana? Sampai dua tahun kita menikah, kamu belum juga hamil. kamu pikir aku nggak stress dituntut untuk segera memiliki momongan?"

Andai saja Cakra tahu bahwa di kantong baju Disa ada kejutan yang seharusnya menjadi hadiah di hari anniversary ini. Namun sayangnya, Cakra lebih dulu memberi kejutan yang tak terduga bagi Disa.

Biarlah, Disa rahasiakan kehamilannya ini. Semua sudah menjadi percuma sekarang. Cakra akan memiliki anak dari wanita lain, maka tak usahlah dia tahu bahwa di rahim Disa sudah tumbuh satu kehidupan baru.

"Oh yaudah. Jadi sekarang kamu bisa bilang ke keluarga kamu kalau kamu akan segera mempunyai anak. Siapa pun ibu dari anak itu nggak akan menjadi masalah buat keluarga kamu, kan? Nggak harus aku?" Suara Disa bergetar.

"Memang!" Dan ketika Cakra menyahut cepat, hati Disa semakin sakit. Seolah ada benda tajam yang sedang menyayatnya tanpa ampun.

"Aku bisa membuktikan ke keluargaku kalau bukan aku yang bermasalah," sambung Cakra. Kini, Disa sudah tidak mengenali tatapan pria itu yang berbeda. "Aku cuma kasihan sama kamu, tapi kalau kamu nggak setuju sama rencana aku ... Ya sudah."

Disa menarik napas panjang seraya mengerjap beberapa kali. Dia tidak boleh terlihat lemah, tidak boleh meneteskan air mata di depan Cakra dan Risa atau Risa akan semakin merasa menang. Lihat saja sekarang, Disa menemukan kepuasan di wajah Risa meksipun berusaha ditutup-tutupi oleh wanita licik itu.

"Tunggu apa lagi?" tagih Disa. "Talaknya, Mas. Setelah itu aku akan langsung pergi dari kehidupan kamu." Sangat berat bagi Disa untuk mengatakan itu.

Jujur, bukan seperti ini yang Cakra harapkan. Dia inginkan Disa untuk tetap ada di sampingnya, dia masih sangat mencintai istrinya. Namun, memohon agar Disa tetap bertahan adalah suatu kekalahan yang tidak mau Cakra tunjukkan.

"Baik," Cakra mengangguk. "Adisa, malam ini aku talak kamu. Kamu bebas sekarang, sudah bukan menjadi istriku lagi."

Tak pernah terbayangkan sebelumnya pernikahan ini hanya akan bertahan selama dua tahun. Lelaki yang Disa kira setia, ternyata telah mendua. Dan akhirnya Disa yang harus menyingkir dari kehidupannya.

Malam itu juga, Disa langsung membereskan barang-barangnya. Memasukkan baju-bajunya ke dalam koper serta beberapa benda berharga miliknya. Sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak menangis, namun saat menatap ranjang dengan seprei di atasnya yang masih rapi, dada Disa terasa sangat sesak. Dalam sekejap, matanya memanas.

Malam anniversary ini tidak berakhir di atas ranjang seperti tahun kemarin. Justru yang terjadi adalah sebuah perpisahan karena pengkhianatan.

Disa sedang membayangkan, bagaimana jika suatu saat Cakra tahu tentang kehamilannya ini? Mungkinkah pria itu akan menyesal?

"Jangan menyesal setelah aku pergi, Mas."

Itu adalah pesan yang Disa katakan sebelum kakinya melangkah keluar dari rumah yang telah ia tempati selama dua tahun lamanya.

Cakra hanya diam, tak ada usaha pencegahan yang ia lakukan. Hanya terus menatap Disa hingga wanita itu masuk ke dalam taksi yang ia pesan.

Apakah benar ini adalah keputusan yang terbaik? Bagaimana Cakra akan menjalani hari-harinya tanpa Disa terlibat di dalamnya?

*

Tangis Disa pecah di dalam taksi. Dadanya terasa sangat sesak jika ia terus menahannya.

"Ya ampun ... Aku nggak sangka semuanya akan berakhir seperti ini."

Disa mengusap-usap perutnya sendiri, merasa bahagia sekaligus kesedihan dalam waktu yang bersamaan. Dia bahagia karena kini dia memiliki kesempatan untuk menjadi seorang ibu, namun Disa juga sedih menyadari anak ini akan tumbuh tanpa kehadiran papanya.

Sungguh Disa tak menyangka Cakra tega mengkhianatinya dengan Risa. Cakra tahu betul Risa adalah sahabat dekatnya, apakah tidak ada wanita lain selain Risa? Mungkin rasa sakitnya tidak akan menjadi-jadi seperti sekarang jika seandainya wanita itu bukanlah Risa.

Membayangkan Risa tidur dengan Cakra, sungguh membuat hati Disa bagai diremas-remas.

Disa tak mempunyai pilihan lain selain pulang ke rumah orang tuanya.

"Disa," gumam ibunya ketika membukakan pintu. Melihat Disa dalam keadaan yang sangat berantakan beserta koper yang ada di sampingnya tentu membuat wanita tua itu bertanya-tanya.

"Ibu .... "

"Disa, kamu kenapa? Enggak pulang sama Cakra?"

Disa hanya menggeleng lemah.

"Ayo masuk," ajak Rahmi.

Disa semakin tidak kuasa menahan air matanya yang mengalir deras ketika Rahmi memeluknya. Pada akhirnya, ibu adalah tempat terbaiknya untuk pulang.

Disa menceritakan semuanya kepada Rahmi. Tentang Cakra dan Risa juga tentang kehamilannya.

"Keterlaluan Cakra!"

Sama seperti Disa, Rahmi pun tak menyangka. Menantu yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata tega menyakiti anaknya sedemikian dalam.

"Cakra pasti akan menyesal setelah tau dia melepas kamu dalam keadaan sedang hamil anaknya, Dis."

"Biarkan aja, Bu."

Memang itu yang Disa harapkan. penyesalannya Cakra.

...****************...

1
SisAzalea
bagus Disa...sering ketawa juga nggak papa kok..bumil bahagia .lagian anak2 mu sudah ditunggu calon Daddy Rayyan.
Farida Dalle
setuju aq tuh sm si Rayyan, klu mau berterimakasih ke Risa,krn Risa mengambil Cakra jd Rayyan bisa nikahin Disa,iya khan
😂🥰🥰
Farida Dalle
Betul sekali, Rayyan gak usah tunggu setahun, kelamaan... tuh si Cakra agresif, pokoknya aq setuju bulan depan nikahnya, 🤭koq aq yg jad buru2🤣😂
Farida Dalle
Duh... senangnya yg dikasi semangat sebelum menghadapi operasai, pokonya hrs semangat Dis, tuh sdh ada yg nunggu jadi calon bpknya si kembar, hehe... aq padamu Rayayan🥰😂🤣
Farida Dalle
Benar sekali thor, jd gak sabaran, ingin lht gmn menyesalnya Cakra dan ibunya si Yuni itu pas tahu klu bayi yg dikandung Risa bukan darah daging Cakra, nyesel2 deh, enang enak tidur sm perempua kek si Risa, Risa itu🤭
Farida Dalle
Nah lho, Risa... hati2🤔
Niza Neza
disa aneh sama orang yg sdh ngancurin rumah tangganya aja sok pema'af sok bijak laaa ini dengerin omongan orang iri dengki aja jd sewot. kemana pikiran sok binak muuu
Kembarr Kembaarr
kemungkinan risa bkn anak kandung dr ayah disa. karna selalu di sembunyikn keberada'annya
Kembarr Kembaarr
kalau risa msh punya malu dn sedkit harga diri risa akan pergi jauh dr kota itu.
Niza Neza
Nahh mulai kebusukannya hadir dngn sendirinya. apem busuk akann tetap busuk. kebejatan pelakor itu akan tetap bejat
Niza Neza
mboyao jngn cuma mintak ma'af doang. kasih ATM yg isi nya banyak itu lbh ber manfa'at.
Niza Neza
bangkai di tutupi dn di sembunyikn sprt apa pun akan tetap ter cium baunya
jngn jd orang bodoh cakraas..... Apem busuk yg sdh kamu nikmati itu akan tetap busuk sampek kapan pun
Niza Neza
kenapa cakra merasa ter coreng nama baiknya. kelakuan aja bejad mintak di sanjung dn di hormati trs
Niza Neza
ini contoh ayah yg baik.dn punya prinsip. tdk sprt ibu nya yg mendukung sfat bejad anak dn perempuan rombeng yg jd menantunya. sesama perempuan ko seneng punya menantu pelakor. alangkah bodohnya si ibu ini
Niza Neza
itu yg namanya sahabat terlaknat. smg di laknat dunia akhirat
Dewi 1234
cerita nya bagus thoorrr...cuman sayang riska dan disa ketukar2
Sky: oke, aku revisi ya kak. makasih masukannya ❤️
total 1 replies
Dewi 1234
kok disa..harus nya riska...bikin bingung aja...
Dewi 1234
oke
Samsiah Yuliana
lagi seru² nya Thor 😓
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
yazelin
bagus ceritanya seru
kayak di kisah nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!