NovelToon NovelToon
Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Dark Romance
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Livia Alessandra adalah tunangan yang sempurna, namun bagi Axel Killian, Livia hanyalah tameng untuk mendapatkan warisan kakeknya. Setiap kali Livia membutuhkan Axel, laki-laki itu selalu menghilang demi Elena. Alasan Axel selalu sama, yaitu Elena fisiknya lemah karena sakit.

Hingga pada akhirnya Livia memilih pergi dan menghilang dari Axel setelah puncaknya ia ditinggal Axel saat fitting baju pengantin. Dan saat itu Livia sudah tahu tentang hubungan Axel dan Elena dibelakangnya. Ternyata Elena bukan sahabat perempuan Axel, tapi mantan pacarnya.

Diambang kehancuran hati, semesta tidak membiarkan Livia jatuh. Ia diselamatkan oleh Morenzo, pemimpin mafia brutal yang diam-diam telah mengamatinya dengan obsesi gila sejak lama.

Livia kini bangkit kembali bukan sebagai pengemis cinta. Saat Axel mulai memohon kesempatan kedua karena sadar Elena hanyalah parasit, Livia hanya tersenyum dingin dibalik pelukan posesif Morenzo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata

Setelah pertemuan koran yang menyiarkan kabar kecelakaan kakeknya Livia, membuktikan bahwa Kakek Livia ternyata bukan orang biasa. Dimasa sekarang, berita itu bahkan sulit ditemukan jejak rekam digitalnya.

Sekilas orangtua Livia pernah bercerita sedikit, samar-samar ditangkap oleh telinga Livia. Ceritanya nampak biasa saja tidak ada kesan misteri yang harus diungkap. Karena memang keluarga Livia orangnya sederhana dan tidak membesarkan masalah. Hanya berupa kecelakaan biasa, dimana sang kakek sedang pergi yang katanya menjemput mimpi. Keluarga Livia tidak tahu persis itu mimpi apa, hanya kakek yang tahu.

Berita di koran tersebut membuat hati Livia janggal. Kenapa gudang ini menyimpan koran tersebut. Akhirnya Livia dibantu Axel mencari-cari petunjuk lain, dan kali ini Livia melihat sesuatu yang menyedot atensinya.

Itu sebuah kotak yang dikunci. Livia membukanya dengan kunci yang diberikan Morenzo, dan ternyata berhasil terbuka. Isinya sebuah tumpukan laporan. Axel pun mendekat. Hampir saja bersentuhan, refleks Livia menjauh dari Axel dan memberikan peringatan bahwa harus jaga jarak aman.

"Axel, tolong jangan terlalu dekat denganku."

"Maaf Liv, tadi aku refleks karena penasaran dengan isi laporan tersebut. Aku akan lebih berhati-hati."

Kau memang harus berhati-hati. Lengah sedikit saja menyentuh ku aku tidak yakin kau selamat. Batin Livia.

Livia lalu membuka lembaran itu dan membacanya hati-hati. Livia tidak terlalu mahir membaca sebuah laporan keuangan. Karena memang dia tak pernah terjun ke dunia perusahaan. Ia hanya menekuni dunianya sendiri di bidang design. Livia keningnya mengeryit, bolak-balik mengebet halamannya satu persatu.

Meskipun tak sepenuhnya mengerti, Livia yakin pasti ada petunjuk di sini. Ia melihat ke arah Axel, dan tidak ada salahnya bertanya pada laki-laki itu yang memang ahli dibidangnya.

"Apa ada yang bisa aku bantu, Liv?" Axel langsung menawarkan bnatuan ketika Livia melihat ke arahnya.

"Ya, tolong kau bacakan ini untukku."

Livia menyodorkan berkas laporan keuangan perusahaan pada Axel. Membacanya secara seksama, lalu di menit ke tujuh, Axel menghela nafas panjang. Ada sesuatu yang ia temukan di sana. Karena Axel pun makin penasaran, ia pun berseru pada Livia.

"Livia, sepertinya kita butuh mencari berkas lain. Aku butuh dokumen penunjang agar hasil analisaku benar."

"Baiklah, memangnya apa yang kau temukan?"

"Ini adalah laporan keuangan perusahaan keluargaku, Liv. Namun belum berbentuk dan sebesar kondisi seperti sekarang. Sepertinya ini baru merintis, dan ada data yang janggal. Maka dari itu aku butuh bukti penunjang lain."

"Perusahaan keluarga Killian? Mengapa berada di sini?"

"Entahlah, aku pun sangat penasaran. Ayo Liv, kita cari."

Keduanya mencari apa aja yang bisa menjadi petunjuk tambahan. Hingga Livia netranya bermuara pada sebuah dokumen lain yang ia curigai. Dia membukanya terlebih dahulu, disana tertera nama perusahaan yang asing bagi Livia, juga pemiliknya tertera nama kakeknya.

Livia menyodorkan itu pada Axel. Axel membaca dengan sangat teliti. Keringat di pelipisnya mulai membanjiri. Selain pengap, ada sesuatu yang mengejutkan yang baru saja ditemui Axel.

"Livia, ternyata kakeku bedebah. Killian Grup dulunya bernama Noctera."

Hanya begitu saja, Livia memeras otaknya untuk berfikir alih-alih bertanya mengapa dan ada apa. Sedikit demi sedikit Livia tahu alurnya kemana.

"Apakah kakeku ternyata punya perusahaan, yang bernama Noctera? Lalu perusahaannya itu menjadi Killian grup?" tebak Livia.

Axel mengangguk lemah, "Kau benar. Ternyata Kakeku dulunya hanyalah teman kakekmu dan saat itu kakek ku profesinya hanya sebagai asisten kakekmu. Usaha itu masih merintis, namun sudah ada stabil, dan pada tahun sekian mengalami keuntungan meski kecil. Tapi... tak lama mengalami kerugian yang tak masuk akal, dan tak jelas pengeluarannya."

"Itu artinya Kakek Dom melenyapkan Kakek ku lalu mengambil alih usaha itu. Dan saat ini beliau baik padaku meskipun aku berkali-kali mengecewakannya karena rasa menyesal di masa lalu?"

Axel terdiam. Jujur dia pun kaget ketika mengetahui fakta ini. Untuk urusan melenyapkan Kakeknya Livia memang belum lah fix betul. Masih banyak kemungkinan yang harus digali. Apalagi ini hanya praduga yang belum jelas ada buktinya. Soal Kakek Dom yang mengambil alih usaha kakeknya Livia sudah dipastikan itu betul karena bukti yang saat ini dicocokkan.

Axel gemetar karena rupanya sang kakek tak lebih jahat daripadanya. Axel menjatuhkan diri memohon ampunan atas rasa sakit yang bersumber dari keluarganya.

Sudahlah kekayaan keluarga di ambil alih dan dinikmati, tanpa keluarga pemilik aslinya tahu, lalu malah menjodohkan keturunannya demi rasa bersalah. Mengapa tidak alihkan saja aset itu kepada keluarganya Livia secara langsung? Parahnya Livia malah mendapatkan perlakuan buruk dari Axel. Double sekali rasa sakitnya.

Axel sampai menitikan air mata saking malunya dan tak enak hati pada Livia. Selama ini Livia adalah ratunya atas kekayaan keluarga Killian. Namun ia malah pernah bersikap seolah tanpanya Livia tak bisa apa-apa. Siapa yang menumpang dan ditumpangi, sudah jelas sekarang.

Livia menatap nanar ke arah Axel. Ia pun bertanya, "Dimana keberadaan Kakek Dom? Aku ingin menemuinya."

Axel jawab jujur bahwa ia sudah keluar dari Keluarganya karena ingin mandiri, Axel tak tahan selalu di olok-olok dan di tekan orangtuanya. Bahkan ia sudah tak berkomunikasi. Ia tak tahu orangtua tinggal dimana sekarang, dan juga Kakek Dom tinggal dimana sekarang. Tapi Axel sekilas pernah mendengar bahwa kakek Dom jatuh sakit.

"Tapi ada satu petunjuk yang bisa kita gunakan untuk menemui keberadaan Kakek. Aku pun tidak tahu persis apakah itu benar tempat tinggal kakek atau bukan, karena hanya sekilas mendengar desas-desusnya. Jika kau mau, aku antar kesana. Jika tidak, aku akan akan kasih tahu nama tempatnya. Bagaimana?" Tawar Axel.

"Kau juga ikut kesana. Aku akan memberi perhitungan pada Kakek Dom di depan cucunya sendiri."

Axel begidik ngeri dengan perkataan Livia, ia membatin, apakah ajal Kakek Dom sudah dekat?

Jika benar Kakek Dom yang sengaja melenyapkan Kakek, maka aku tak akan memaafkannya. Batin Livia merasa pilu. Ia merasa bodoh selama ini tak tahu apa-apa. Hanya bucin kepada Axel saja yang ia bisa.

...***...

Epilog.

"Tuan, Axel tengah mengikuti Nyonya masuk ke gudang sektor tujuh." Lapor asisten Morenzo.

"Biarkan saja, biar dia ikut kaget melihat kenyatannya. Pastikan Nyonya Morenzo tak tersentuh oleh sampah itu. Jika dia berani menyentuh milikku sedikitpun, lumpuhkan!"

"Baik, Tuan."

Perintah Morenzo dilaksanakan. Ketika Axel refleks mendekat dan hampir saja menyentuh Livia, senjata para anak buah Morenzo naik. Lalu ketika Livia menghindar dan Axel tak sampai menyentuh, senjata pun diturunkan. Lebih dari satu kali kondisi senjata anak buah Morenzo naik turun naik turun gara-gara Axel dan Livia yang hampir bersentuhan.

Bersambung.

1
aleena
teryata ini hanya taktik morenzo
untk melepaskan livia sebentar saja
seolah livia pikir jika dia tidak ada yg mengawasi🤣🤣🤭
aleena
hadeeuuh
bagaiamana munhkin kamu lupa pada janji Seorang morenzo yg tidak Akan melepaskanmu🤭🤭
aleena
ahahah kirain sudah lepas dari kandang
malah ketemu sama elena🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ga bakal bs lari kau liv 🤣🤣
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
masalahnya, walaupun kamu berhasil hamil. itu bukan anak theo /Sob/
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mungkin moren lebih suka mendengar suara de sah, daripada kamu berbicara
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
elena berpikir kalo uang yang hamburkan untuknya, karena dia berhasil menggaetnya. ternyata tak lebih uang itu sebagai bentuk bayaran untuk elena /Facepalm/
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan cewek kayak gitu lebih murah, di bandingkan wanita malam /Facepalm//Facepalm/
Dewi Payang
Vitamin kesuburan....
Dewi Payang
Morenzo ssperti cenahang....
Dewi Payang
Di dornya beda Liv😂
〈⎳ FT. Zira
salahnya itu... posisi livi sekarang lagi cembukor.. mau jelasin manis gimana, dirimu tetep salah morenzo🤣
〈⎳ FT. Zira
makin parah gak tu otak trevelingnya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
otak livi udah treveling/Facepalm/
Tevina Anggita
pasangan se unik mereka jangan di kasih konflik berat ya Thor,kasih hati nurani dikit🤣🤣🤣🤣🤣😭😭
Zenun: nggak kok, ini detik-detik mereka bersatu seutuhnya😁
total 1 replies
Maydian li Maydian
Lanjuttt thor pliss lebih banyakkk
Zenun: iyeeees
total 1 replies
Tevina Anggita
sebenernya salah 2 2 nya,satu salah paham satunya kurng ngertiin,semoga morenzo ngk nyakitin Livia plis..
Zenun: Xixixixixi
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dikira ngemut lolipop morena 🤣🤣
Zenun: padahal yang ngemut lolipop Lakinya cuma dia doang😄
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wkwkwkwkwkwk absurd bgt
Zenun: Xixixixi
total 1 replies
aleena
lagi male komen ten tang mozarolla , 🤭
mau nunggu hasil nya aja experimen livia
Zenun: Xixixixixi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!