Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.
Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.
Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.
Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.
Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.
Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 — Jejak yang Disembunyikan
Pagi itu, Celine Wang tiba di kantor Daniel Zhou dengan satu tujuan: memastikan apakah Shen Yiran benar-benar meninggalkan Shanghai bersama Evelyn Zhao lima belas tahun lalu.
Sejak menerima foto formulir perjalanan malam sebelumnya, Celine hampir tidak tidur. Dua huruf di samping nama penumpang kedua terus menghantuinya. A.W. Jika tanda tangan itu milik Alexander Wu, apa sebenarnya yang pernah dilakukan mantan suaminya? Dan jika tanda tangan tersebut palsu, siapa yang ingin menyeret Alexander ke dalam penyelidikan?
Celine tidak ingin membiarkan kecurigaan menggantikan bukti.
Di ruang kerja Daniel, beberapa dokumen telah tersusun rapi di atas meja. Daniel sendiri tampak kelelahan, dengan dua cangkir kopi kosong di samping laptopnya.
“Aku sudah memeriksa formulir yang kau kirim,” katanya. “Ada beberapa hal yang bisa kita pastikan, tetapi ada juga yang masih meragukan.”
Celine menarik kursi.
“Jelaskan.”
“Pertama, perusahaan yang tercantum pada formulir memang pernah beroperasi di Shanghai. Kedua, perusahaan itu menerima pembayaran melalui perantara yang juga muncul dalam transaksi 0917. Ketiga, nama Evelyn Zhao terdapat dalam arsip pemesanan perjalanan yang berhasil kami temukan.”
“Bagaimana dengan Shen Yiran?”
Daniel mengeluarkan selembar dokumen hasil pemindaian.
“Di sinilah masalahnya. Nama Shen Yiran tidak tercantum dalam arsip resmi perusahaan transportasi. Nama itu hanya muncul pada salinan formulir yang dikirimkan kepadamu.”
“Artinya, seseorang bisa saja menambahkan namanya belakangan.”
“Benar. Namun, ada hal lain.” Daniel menunjuk sebuah catatan pembayaran. “Dua malam penginapan di Hangzhou dibayar melalui rekening perusahaan yang terkait dengan Victor Wu. Pembayaran dilakukan sehari setelah William meninggal.”
Celine terdiam.
“Jadi, Evelyn benar-benar pergi ke Hangzhou?”
“Kemungkinan besar. Tapi kita belum bisa memastikan siapa yang menemaninya.”
Celine mengamati dokumen itu. Ia teringat surat ayahnya yang disimpan Daniel, terutama kalimat yang menyebut seseorang di dalam mobil pada malam kecelakaan.
*Pastikan Celine tidak pernah mengetahui siapa yang sebenarnya berada di dalam mobil malam itu.*
Selama ini, ia mengira ayahnya sedang berusaha melindungi seseorang yang berada di mobil tersebut. Namun, bagaimana jika kalimat itu juga berkaitan dengan perjalanan Evelyn setelah kecelakaan?
“Daniel, apakah mungkin Evelyn membawa Shen Yiran pergi untuk menyembunyikannya dari Victor?”
“Mungkin. Tetapi ada kemungkinan lain. Bisa jadi Victor memerintahkan Evelyn membawa Yiran pergi agar ia tidak dapat memberikan kesaksian.”
“Kalau begitu, Evelyn bisa jadi korban sekaligus orang yang membantu menutupi kejahatan.”
Daniel mengangguk pelan.
“Itulah yang perlu kita buktikan.”
Celine mengambil ponselnya dan membuka foto Evelyn di samping mobil hitam.
“Aku ingin menemui perempuan ini.”
Daniel segera mengangkat kepala.
“Evelyn?”
“Bukan. Shen Yiran.”
“Kita bahkan belum tahu apakah dia masih hidup.”
“Kalau begitu, kita harus mencari tahu.”
***
Menjelang siang, Celine mendatangi Shen Capital dan meminta bantuan Shen Yuxin untuk menelusuri arsip lama keluarga Shen. Yuxin menerima kedatangannya di ruang rapat kecil, tetapi ekspresinya berubah ketika Celine menunjukkan formulir perjalanan tersebut.
“Dari mana kau mendapatkan ini?”
“Pengirim anonim.”
Yuxin membaca dokumen itu berulang kali. Tatapannya berhenti pada nama Shen Yiran.
“Aku pernah melihat kode ini.”
“Kode perjalanan?”
“Bukan. Kode arsip yang ditulis di sudut formulir. Dokumen seperti ini biasanya disimpan bersama catatan relokasi keluarga Shengyuan.”
Yuxin berjalan menuju lemari arsip, mengambil sebuah map tua, lalu meletakkannya di meja.
“Aku tidak memiliki semua dokumen aslinya. Sebagian arsip hilang setelah perusahaan runtuh. Namun, beberapa bulan lalu aku menemukan daftar pengeluaran yang tidak pernah dimasukkan ke dalam laporan resmi.”
Ia membuka map tersebut dan memperlihatkan salinan tabel keuangan.
Salah satu baris mencatat pembayaran untuk pemindahan barang pribadi dari kediaman Shen Guowei. Tanggalnya bertepatan dengan minggu ketika Yiran menghilang dari catatan publik.
Penerima pembayaran tidak tercantum. Hanya ada kode internal dan tanda tangan yang sebagian terpotong.
Celine membandingkannya dengan formulir perjalanan.
Kode awalnya sama.
“Ini membuktikan ada hubungan antara pemindahan barang keluarga Shen dan perjalanan tersebut,” kata Celine. “Tetapi belum membuktikan bahwa Shen Yiran ikut pergi.”
“Benar,” jawab Yuxin. “Dan aku ingin kau memahami satu hal. Jika Yiran memang masih hidup, mungkin dia tidak ingin ditemukan.”
“Karena takut?”
“Karena terkadang, menghilang adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.”
Celine menatap Yuxin tajam.
“Kau pernah bertemu dengannya?”
Yuxin tidak segera menjawab.
“Aku tidak pernah bertemu Shen Yiran secara langsung. Aku masih muda ketika semuanya terjadi. Tetapi ada seseorang yang pernah mengirimkan surat kepadaku beberapa tahun lalu. Surat itu tidak memiliki alamat pengirim.”
“Apa isinya?”
Yuxin membuka laci dan mengeluarkan amplop tipis yang sudah menguning.
Di dalamnya terdapat secarik kertas dengan tulisan tangan singkat.
*Jangan biarkan nama ayahku dihapus untuk kedua kalinya. Jika suatu hari seorang perempuan bernama Celine Wang mencari kebenaran, berikan kepadanya apa yang tersisa.*
Celine merasakan tengkuknya menegang.
“Surat ini dikirim sebelum aku mulai menyelidiki kematian ayahku?”
“Empat tahun lalu.”
“Kenapa kau tidak pernah menghubungiku?”
“Karena saat itu aku tidak tahu siapa dirimu. Nama Celine Wang bukan nama yang langka. Aku baru menyadari kemungkinan hubungan kita setelah kau mulai mencari dokumen transaksi 0917.”
“Apakah kau tahu siapa pengirimnya?”
Yuxin menggeleng.
“Tidak. Tetapi tulisan tangan itu sama dengan tulisan pada label sebuah kotak arsip yang pernah ditemukan di gudang lama Shengyuan.”
Celine menatap surat itu. Untuk pertama kalinya, ia merasa Shen Yiran mungkin telah mengetahui keberadaannya jauh sebelum dirinya sendiri menemukan rahasia keluarganya.
Namun, masih ada pertanyaan yang belum terjawab.
Mengapa Yiran memilih dirinya?
Dan apa yang sebenarnya tersisa dari ayah perempuan itu?
***
Sore hari, Alexander Wu menerima laporan mengenai penyelidikan Celine. Sekretarisnya berdiri di depan meja, menunggu instruksi setelah menjelaskan hubungan antara perusahaan transportasi, pembayaran penginapan, dan arsip lama Shengyuan.
“Apakah tanda tangan pada formulir perjalanan itu sudah diperiksa?” tanya Alexander.
“Belum. Kami hanya memiliki salinan digital dengan kualitas rendah.”
“Cari dokumen aslinya. Jangan menghubungi Celine atau Shen Capital tanpa sepengetahuanku.”
Sekretarisnya mengangguk, lalu menyerahkan sebuah amplop.
“Dokumen ini ditemukan dalam arsip pribadi Tuan Victor. Tampaknya berkaitan dengan perjalanan ke Hangzhou.”
Alexander membuka amplop itu.
Di dalamnya terdapat salinan surat pembayaran yang ditandatangani ayahnya. Namun, bagian keterangan transaksi telah ditutup dengan tinta hitam.
Alexander menatap tanda tangan Victor lama sekali.
Ia mengenali tulisan tangan ayahnya.
“Siapa yang memberikan ini?”
“Seorang mantan pegawai arsip. Ia mengaku menyimpan salinan tersebut sebelum dokumen aslinya dimusnahkan.”
“Temukan dia. Aku ingin tahu di mana dokumen aslinya.”
Setelah sekretarisnya pergi, Alexander mengambil ponsel dan membuka percakapan dengan Celine. Ia ingin memberitahunya tentang dokumen tersebut, tetapi jari-jarinya berhenti di atas layar.
Celine sudah mengatakan dengan jelas bahwa ia tidak ingin lagi dikendalikan atau dipaksa menerima bantuannya.
Jika ia menghubunginya sekarang, apakah itu benar-benar untuk membantu, atau hanya karena ia tidak tahan melihat Celine semakin jauh darinya?
Alexander akhirnya mengirim pesan singkat.
*Aku menemukan dokumen yang mungkin berkaitan dengan perjalanan Evelyn setelah kematian ayahmu. Aku akan menyerahkannya kepada Daniel jika hasil pemeriksaan menunjukkan dokumen itu asli. Aku tidak akan memintamu menemuiku.*
Ia meletakkan ponselnya dan menyandarkan tubuh ke kursi.
Untuk pertama kalinya, Alexander mulai memahami bahwa memperbaiki kesalahannya bukan berarti berhak kembali ke kehidupan Celine.
Namun, ia belum menyadari bahwa dokumen yang baru ditemukannya mungkin juga mengungkap sesuatu tentang keluarganya sendiri.
***
Malam itu, Evelyn menerima panggilan dari nomor yang sudah lama tidak muncul di layar ponselnya.
Ia sedang berada di apartemennya ketika suara laki-laki terdengar tanpa salam.
“Kau harus menemui seseorang.”
“Siapa?”
“Daniel Zhou.”
Wajah Evelyn langsung menegang.
“Tidak mungkin. Dia tidak tahu apa-apa.”
“Dia sudah menemukan catatan perjalananmu ke Hangzhou.”
Evelyn berdiri begitu cepat hingga kursinya terdorong ke belakang.
“Siapa yang memberitahumu?”
“Itu tidak penting. Yang penting, Celine sekarang tahu nama Shen Yiran.”
Evelyn terdiam. Ia merasa seperti kembali ke lima belas tahun lalu, ketika seseorang memintanya meninggalkan Shanghai tanpa penjelasan.
“Aku sudah melakukan semua yang kalian minta,” katanya dengan suara bergetar. “Aku pergi, aku diam, dan aku tidak pernah menyebut nama Yiran.”
“Dan itulah sebabnya kau masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan.”
“Memperbaiki keadaan bagaimana?”
“Pastikan Celine berhenti mencari.”
Evelyn menggenggam ponselnya.
“Kalau aku menolak?”
Suara laki-laki itu menjadi dingin.
“Maka seseorang akan mengetahui bahwa kau bukan sekadar saksi dalam perkara William Wang.”
Panggilan terputus.
Evelyn berdiri membeku. Ia tahu ancaman itu bukan gertakan kosong. Selama bertahun-tahun, ia menyimpan satu rahasia yang tidak pernah berani ia ceritakan kepada Alexander: sebelum meninggalkan Shanghai, ia telah menyerahkan sebuah amplop kepada orang yang mengatur perjalanan Shen Yiran.
Amplop itu berisi halaman terakhir perjanjian pengalihan aset.
Ia mengira dokumen tersebut akan digunakan untuk melindungi Yiran. Baru bertahun-tahun kemudian, ia menyadari bahwa halaman itu mungkin justru menjadi bukti yang menguntungkan orang-orang yang bertanggung jawab atas runtuhnya Shengyuan.
Jika Celine menemukan dokumen aslinya, semua kebohongannya akan terbongkar.
Evelyn segera membuka lemari besi kecil di kamarnya. Di dalamnya terdapat sebuah foto lama Shen Yiran dan selembar kartu nama yang sudah usang.
Pada bagian belakang foto, terdapat tulisan tangan:
*Jika suatu hari mereka mencariku, jangan biarkan mereka menemukan tempat persembunyianku.*
Evelyn menutup lemari itu dengan tangan gemetar.
Ia belum tahu apakah harus membantu Celine atau menghancurkan bukti yang tersisa.
Tetapi satu hal kini jelas: orang yang selama ini membantunya menyimpan rahasia mulai menganggapnya sebagai ancaman.
***
Pukul sebelas malam, Celine menerima sebuah pesan baru.
Tidak ada foto kali ini. Hanya alamat sebuah bangunan tua di kawasan pelabuhan Shanghai dan satu kalimat pendek.
*Jika kau ingin mengetahui mengapa Shen Yiran menghilang, datanglah besok sebelum tengah malam. Bawa surat dari Yuxin. Jangan beri tahu Adrian Shen.*
Celine membaca pesan itu dengan wajah serius.
Ia segera meneruskannya kepada Daniel, lalu menghubungi Yuxin untuk memastikan apakah alamat tersebut berkaitan dengan arsip lama Shengyuan.
Jawaban Yuxin datang beberapa menit kemudian.
*Bangunan itu dahulu digunakan untuk menyimpan dokumen perusahaan sebelum Shengyuan runtuh. Tempat itu sudah lama tidak beroperasi.*
Celine menatap alamat tersebut.
Seseorang jelas mengetahui bahwa ia telah menemukan surat Yuxin. Artinya, penyelidikan mereka sedang diawasi.
Ia membuka kembali foto formulir perjalanan dan memperhatikan satu detail kecil yang sebelumnya luput dari perhatiannya: di bawah nama Shen Yiran terdapat nomor arsip yang berbeda dari nomor pada dokumen resmi.
Nomor itu sama dengan kode yang tertulis pada surat pembayaran Victor.
Celine mengirimkan foto tersebut kepada Daniel.
Lalu ia mengetik satu kalimat di buku catatannya.
*Shen Yiran bukan sekadar perempuan yang menghilang. Seseorang telah menghapus jejaknya karena ia memiliki sesuatu yang tidak boleh ditemukan.*
Celine mematikan lampu ruang kerjanya.
Besok malam, ia akan mendatangi bangunan tua itu—dengan Daniel mengetahui rencananya dan tanpa menyerahkan surat asli kepada siapa pun.
Ia tidak akan membiarkan rasa penasaran membuatnya ceroboh.
Namun, ketika ponselnya kembali menyala, sebuah pesan terakhir muncul dari nomor tak dikenal.
*Jangan percaya pada siapa pun yang mengaku ingin menyelamatkan Shen Yiran. Termasuk orang yang membawanya keluar dari Shanghai lima belas tahun lalu.*
Celine menatap layar dalam keheningan.
Untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan apakah Evelyn benar-benar membawa Shen Yiran pergi untuk melindunginya.
Atau justru perempuan itulah yang menyerahkan Yiran kepada orang-orang yang ingin mengubur kebenaran.
Dan di suatu tempat di luar Shanghai, seseorang yang telah lama bersembunyi akhirnya mengetahui bahwa Celine Wang sedang mengikuti jejaknya.