NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Pedang Sang Pemikat

“Su Yang! Keluar sekarang juga!”

Teriakan itu mengguncang halaman rumah Su Yang. Belasan murid laki-laki berdiri di depan pintu dengan wajah merah padam. Beberapa menggenggam pedang, sementara yang lain terus melontarkan ancaman.

Sejak layanan pijatnya terkenal, Su Yang telah menerima ratusan pelanggan. Sebagian besar merupakan murid Sekte Bunga Mendalam yang sudah memiliki pasangan kultivasi.

Walaupun para wanita itu berkali-kali menjelaskan bahwa mereka hanya menerima pijatan, perubahan sikap mereka setelah pulang membuat pasangan masing-masing sulit menerima penjelasan tersebut.

Pintu akhirnya terbuka.

Su Yang muncul dengan wajah tenang, seolah keributan di hadapannya tidak lebih mengganggu daripada suara burung.

“Maaf,” katanya sambil mengamati rombongan itu, “aku tidak menerima pelanggan laki-laki.”

“Kami bukan datang untuk dipijat!”

Seorang murid maju dengan tangan terkepal.

“Sejak bertemu denganmu, pasanganku terus membandingkan teknikku dengan teknikmu!”

“Xia’er bahkan mengatakan aku tidak mampu membuatnya puas lagi!” seru yang lain.

Su Yang memandang mereka, lalu tertawa kecil.

“Jadi kalian datang untuk menyalahkanku karena pasangan kalian merasa kurang puas?”

“Kau masih berani mengejek kami?”

“Kalau kalian ingin mengetahui apa yang disukai pasangan kalian, bicaralah dengan mereka. Mengancam orang lain tidak akan memperbaiki hubungan kalian.”

Jawaban itu justru menyulut kemarahan mereka.

Di Sekte Bunga Mendalam, memiliki lebih dari satu pasangan kultivasi bukan sesuatu yang aneh. Namun, kebanggaan para murid ini terluka karena wanita-wanita yang selama ini mereka anggap akan selalu bergantung kepada mereka kini terus membicarakan Su Yang.

“Kalau begitu, buktikan kemampuanmu di arena!”

“Aku menantangmu bertarung sampai mati!”

Su Yang melipat tangan.

“Seratus Poin Prestasi untuk waktuku.”

Mereka tertegun.

“Kau meminta bayaran untuk bertarung?”

“Aku sedang mengumpulkan sumber daya kultivasi. Kalau kalian ingin mengganggu jadwalku, setidaknya berikan sesuatu yang berguna.”

Tawaran mulai bermunculan. Seratus, seratus lima puluh, lalu dua ratus poin.

Akhirnya, seorang murid bernama Dai Zheng mengajukan dua ratus lima puluh Poin Prestasi.

“Aku yang pertama!” serunya.

“Baik. Kita minta izin sekte.”

“Sekarang juga!”

Su Yang mengangguk.

Ia memang tidak ingin menghabiskan waktu menghadapi orang-orang semacam ini. Namun, jika mereka terus mendatangi rumahnya, pekerjaannya tidak akan pernah selesai.

Di Pagoda Kayu Fajar, Tetua Zhou menatap dua murid yang berdiri di hadapannya.

“Su Yang melawan Dai Zheng dalam pertarungan hidup dan mati?”

Ia memeriksa catatan kultivasi Su Yang, lalu mengernyit.

“Menurut catatan, kau berada di Tingkat Ketiga Alam Roh Dasar. Dai Zheng berada di Tingkat Kelima. Kau memahami risikonya?”

Catatan itu belum diperbarui. Su Yang kini telah mencapai tingkat yang sama dengan lawannya, tetapi ia tidak merasa perlu menjelaskannya.

“Aku memahami aturan, Tetua.”

“Ini bukan latihan. Setelah kalian naik ke arena, pertarungan baru berakhir ketika salah satu tewas.”

“Aku tahu.”

Dai Zheng segera menyela, khawatir tetua tersebut membatalkan pertarungan.

“Dia menerimanya atas kemauan sendiri!”

Su Yang meliriknya.

“Tenang. Aku tidak akan melarikan diri.”

Kemudian ia memandang murid-murid lain yang ikut datang.

“Sekalian daftarkan tantangan mereka. Supaya aku tidak perlu bolak-balik.”

“Su Yang!” Dai Zheng menggeram. “Kau bahkan belum menghadapiku!”

“Memangnya aku datang ke sini untuk kalah?”

Tetua Zhou mengetuk meja.

“Cukup. Aku akan mengawasi pertarungan kalian secara langsung.”

Kabar tentang pertarungan resmi itu segera menarik penonton ke arena.

Su Yang berdiri dengan sebilah pedang baja pinjaman. Di seberangnya, Dai Zheng sudah memasang kuda-kuda, matanya tidak pernah lepas dari wajah lawannya.

Namun, ketika Tetua Zhou hendak memberi aba-aba, Su Yang justru berkata, “Sebelum mulai, aku ingin menceritakan sebuah kisah.”

“Apa?”

“Pada Era Kekacauan, hiduplah seorang jenderal wanita yang kecantikan dan kemampuan pedangnya membuat banyak raja serta kaisar ingin mempersuntingnya.”

Para penonton saling berpandangan.

Mengapa ia membicarakan kisah cinta di tengah arena pertarungan?

“Wanita itu tidak tertarik pada kedudukan atau kekayaan. Ia hanya ingin seseorang yang mampu berdiri sejajar dengannya. Kemudian, seorang kultivator pengembara jatuh cinta kepadanya. Pemuda itu bukan siapa-siapa. Di mata para bangsawan, ia bahkan tidak pantas mendekati sang jenderal.”

Su Yang mengangkat pedangnya perlahan.

“Tetapi ia terus berlatih. Setiap hari, ia mengayunkan pedang demi memperpendek jarak di antara mereka.”

Ia menatap Dai Zheng.

“Menurutmu, bagaimana akhir kisahnya?”

“Dia pasti gagal,” ejek Dai Zheng. “Orang lemah seharusnya tahu diri.”

Senyum Su Yang menipis.

Cahaya samar muncul di sepanjang bilah pedang pinjamannya.

Tetua Zhou mendadak berdiri.

Itu... Niat Pedang?

Tekanan tak terlihat menyapu arena. Beberapa penonton tanpa sadar mundur. Pedang biasa di tangan Su Yang kini memancarkan aura yang membuat mereka sulit bernapas.

Niat Pedang bukan sekadar energi yang dialirkan ke senjata. Itu merupakan perwujudan pemahaman seorang pendekar terhadap pedangnya, sesuatu yang biasanya baru dikuasai setelah pengalaman panjang.

Tetua Zhou pernah mendengar bahwa jumlah Master Pedang di dunia ini bahkan tidak mencapai sepuluh orang.

Dan sekarang, seorang murid berusia enam belas tahun memperlihatkannya tepat di hadapan mereka.

“Mustahil....”

Su Yang mengayunkan pedang sekali untuk menguji keseimbangannya.

“Penguasaan pedang tidak hanya bergantung pada tingkat kultivasi,” katanya. “Yang terpenting adalah seberapa jauh seseorang memahaminya.”

Dai Zheng menggertakkan gigi. Tekanan dari Su Yang membuat tangannya gemetar, tetapi ia menolak mundur di depan begitu banyak penonton.

“Siapa nama pasanganmu?” tanya Su Yang tiba-tiba.

“Cheng Yu.”

“Kalau begitu, pikirkan dia sebelum mengambil langkah berikutnya. Pertarungan ini tidak bisa ditarik kembali.”

Dai Zheng menganggap perkataan itu sebagai penghinaan terakhir.

“Aku akan membunuhmu!”

Ia menerjang tanpa mempertahankan kuda-kudanya.

“Mulai!” seru Tetua Zhou.

Pedang Su Yang bergerak.

Hanya satu tebasan.

Cahaya melintas di arena, dan serangan Dai Zheng terhenti seketika. Tubuhnya roboh sebelum ia sempat mencapai lawannya.

Keheningan menyelimuti seluruh tempat.

Tetua Zhou memandang Su Yang dengan wajah pucat. Ia bahkan tidak sempat melihat seluruh gerakan pedang itu.

Su Yang menurunkan senjatanya, lalu menatap rombongan penantang yang kini membeku di antara penonton.

“Kalian sudah melihat akibatnya. Jangan datang ke rumahku membawa ancaman kalau tidak siap menanggung keputusan sendiri.”

Tak seorang pun menjawab.

Ia mengembalikan pedang pinjaman kepada Tetua Zhou.

“Pedang yang cukup bagus.”

Saat hendak meninggalkan arena, Su Yang berhenti sejenak.

“Omong-omong, pemuda dalam cerita tadi berhasil memenangkan hati sang jenderal. Bukan karena ia terlahir kuat, melainkan karena ia tidak berhenti berusaha.”

Ia turun dari panggung tanpa menoleh lagi.

Di belakangnya, Tetua Zhou masih menggenggam pedang yang baru dikembalikan itu.

Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa catatan sekte tentang Su Yang mungkin tidak menggambarkan pemuda tersebut sama sekali.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!