NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:90k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 — Jurang Kekuatan

Su Yun menatap arena di depannya.

Ternyata dugaannya benar. Lawan kali ini bukan murid wilayah luar.

Seorang pemuda berpakaian mewah sudah berdiri di atas panggung. Cincin giok berbingkai emas menghiasi jarinya, pelindung pergelangan tangannya memancarkan cahaya samar, sementara beberapa aksesori spiritual tergantung di pinggang.

Dibandingkan peserta wilayah luar yang kebanyakan hanya membawa senjata sederhana, penampilannya benar-benar mencolok.

Namanya Tian Yuan. Murid wilayah dalam Keluarga Su. Dan kultivasinya sudah berada di Alam Roh Sejati.

“Lawan murid wilayah luar lagi?” Seorang pria botak di tepi arena bersiul. “Tian Yuan, kau selalu beruntung!”

Beberapa murid wilayah dalam tertawa.

Seorang gadis di antara mereka langsung menggerutu. “Kenapa kalian selalu mendapat lawan mudah? Sementara aku, sejak awal justru selalu menghadapi murid wilayah dalam!”

“Itulah namanya takdir.”

“Takdir kepalamu!”

Mereka saling mengejek seolah pertandingan di depan bukan sesuatu yang penting.

Bagi mereka, murid wilayah luar hanyalah pengisi pertandingan.

Su Yun tidak memedulikan percakapan tersebut.

Ia melangkah naik.

Begitu berada di arena, matanya langsung mengamati Tian Yuan. Auranya jauh lebih kuat daripada Su Nan Ye.

Ini bukan lagi perbedaan satu atau dua tahap, tapi sudah perbedaan alam.

Alam Murid Roh dan Alam Roh Sejati dipisahkan oleh sebuah batas besar.

Walaupun Su Yun telah memperkuat tubuh dengan Buah Bulan Sabit, berbagai pil, dan obat hasil alkimia, kultivasinya sendiri masih berada di tahap kedelapan Alam Murid Roh.

Mengandalkan kekuatan biasa tidak cukup. Ia harus berani mengambil risiko.

“Bersiap!”

Juri mengangkat tangan.

Tian Yuan memandang Su Yun beberapa saat. “Kau tidak menyerah?”

Su Yun mengambil posisi. “Tidak.”

Tian Yuan tertawa pendek. “Menarik.”

Sebagian besar murid wilayah luar langsung menyerah ketika mengetahui lawannya berasal dari wilayah dalam. Setidaknya itu membuat mereka terhindar dari luka.

Namun Su Yun malah bersiap bertarung.

“Kalau begitu jangan salahkan aku.”

Dong! Lonceng berbunyi.

Tian Yuan langsung bergerak.

Boom!

Kakinya menghentak arena. Energi spiritual yang jauh lebih padat daripada milik murid Alam Murid Roh meledak keluar.

Tubuhnya melesat, dan dalam sekejap ia sudah berada beberapa langkah di depan Su Yun.

“Sangat cepat!” Beberapa murid luar berseru.

Namun Su Yun tidak mundur. Matanya berubah tajam. Semua energi spiritual di tubuhnya bergerak sekaligus.

Dum!

Aura miliknya ikut meledak. Walaupun tingkat kultivasinya lebih rendah, kepadatan energi yang dilepaskan membuat Tian Yuan sedikit terkejut.

“Hm?”

Su Yun justru menyerang lebih dahulu.

Tinjunya lurus dan tidak menggunakan teknik. Melainkan hanya kecepatan dan kekuatan.

Tian Yuan tidak menghindar, malah memperkuat aura pelindungnya.

“Ingin benturan langsung denganku?” Sudut bibirnya terangkat. “Bodoh.”

Dua tubuh bertabrakan.

Boom!

Energi spiritual meledak. Udara bergetar. Namun yang mengejutkan penonton—

Su Yun tidak terpental. Tian Yuan juga hanya bergeser sedikit.

Su Yun langsung memanfaatkan momen tersebut.

Bang!

Pukulan kedua menghantam tubuh Tian Yuan.

Tian Yuan kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terangkat. Tetapi sebelum sempat jatuh—

Su Yun menangkap kerah bajunya.

“Hah?” Tian Yuan membelalak.

Su Yun memutar pinggang.

Bam!

Tubuh Tian Yuan dibanting keras ke arena.

Debu beterbangan.

Penonton terdiam.

Su Yun belum selesai. Ia langsung menjatuhkan tubuh dan mengirimkan pukulan menuju perut bawah lawan.

Bang!

Wajah Tian Yuan berubah putih. “Ugh!”

Rasa sakit menyebar dari perut menuju seluruh tubuh.

Pukulan tersebut terlihat sederhana. Namun sasaran Su Yun bukan sembarang tempat. Ia menghantam dekat dantian.

Begitu area itu terkena benturan, aliran energi Tian Yuan menjadi kacau dan aura pelindungnya langsung melemah.

“Dia menyerang dantian!” Seorang wanita tua yang menonton dari kejauhan tiba-tiba berkata.

Pria di sampingnya menyipitkan mata. “Anak itu memahami tubuh manusia dengan sangat baik.”

Itu benar!

Kekuatan Su Yun tidak cukup untuk mengalahkan Tian Yuan dalam pertarungan panjang. Karenanya ia tidak berniat memberi lawannya kesempatan menggunakan keunggulannya.

Serangan pertama untuk mengejutkan. Benturan kedua untuk mendekat. Dan pukulan terakhir untuk merusak sirkulasi energi lawan.

Tian Yuan berguling menjauh. Ia memaksa dirinya berdiri. Wajahnya penuh kemarahan.

“Sialan!”

Bagaimana mungkin dirinya, seorang murid wilayah dalam, dibuat malu oleh murid wilayah luar?

Aura di tubuhnya kembali meledak. Cahaya tipis muncul pada kedua lengannya.

Melihat itu beberapa murid langsung mengenalinya.

“Teknik spiritual!”

Tian Yuan menatap Su Yun dengan penuh amarah. “Sekarang aku akan membuatmu menyesal.”

Ia berlari.

Su Yun memasang kuda-kuda.

Namun kali ini Tian Yuan tidak menyerang langsung. Ia menghentakkan tinjunya ke udara.

Boom!

Udara di depan meledak. Gelombang tekanan menghantam tubuh Su Yun.

“Teknik Ledakan Uap!”

Su Yun terlempar.

Brak!

Tubuhnya menghantam arena dan napasnya langsung ngos-ngosan.

Tian Yuan menyeringai. “Itu baru permulaan.”

Ia kembali mendekat. Kedua telapak tangannya berubah posisi. Energi spiritual berkumpul.

Gerakannya tidak lurus. Energi yang terbentuk seolah bergerak zig-zag mengikuti jalur yang sulit dibaca.

“Habislah dia.” Seorang murid wilayah dalam tertawa. “Kalau terkena telapak itu, setidaknya tulangnya patah.”

Tian Yuan sudah berada di depan Su Yun.

“Berakhir!” Telapak tangan mengarah ke dada.

Namun Su Yun tiba-tiba mengangkat tangan kanannya untuk menepis serangan.

Plak!

Tian Yuan tertawa. “Kau ingin tanganmu hancur yah?”

Energi spiritualnya langsung meningkat.

Bang!

Telapak keduanya bertabrakan. Gelombang energi menyebar. Pakaian mereka berkibar keras. Tidak satu pun segera mundur.

Wajah Tian Yuan perlahan berubah. “Apa?”

Energi di telapak Su Yun terasa padat. Tidak seperti kultivator tahap Kedelapan. Dan juga seharusnya cadangan energinya jauh lebih kecil.

Namun energi Su Yun terasa dalam dan stabil. Tian Yuan kembali tenang.

Tidak masalah.

Kalau pertarungan berubah menjadi adu konsumsi energi, dirinya pasti menang. Ia berada satu alam lebih tinggi. Semakin lama pertarungan berlangsung, keunggulannya akan semakin besar.

Namun saat itu...Su Yun tersenyum.

Tian Yuan langsung merasakan firasat buruk.

“Kenapa kau...”

Tangan Su Yun berubah. Bukannya mempertahankan benturan telapak, jari-jarinya justru menangkap dua jari Tian Yuan. Jempol dan telunjuk menekan titik tertentu.

Mata Tian Yuan membesar. “Lepaskan!”

Terlambat. Su Yun menekan.

Energi spiritual Tian Yuan yang mengalir menuju lengan mendadak terputus karena jalurnya terganggu.

Otot yang sebelumnya diperkuat energi mendadak kehilangan daya mengakibatkan seluruh lengan menjadi lemas. Rasa sakit tajam menjalar menuju bahunya.

“Aaargh!” Tian Yuan mencoba menarik tangan.

Su Yun justru menggeser telapak dan mendorong seluruh energi spiritualnya ke titik pertemuan.

Boom!

Ledakan kecil terjadi dan keduanya terpental.

Su Yun menghantam penghalang arena. Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya. Tubuhnya gemetar.

Benturan tadi ternyata melukainya juga.

Namun keadaan Tian Yuan jauh lebih buruk. Tubuhnya terlempar beberapa meter. Ia berguling keras. Kemudian...

“Puiiih!”

Seteguk darah menyembur. Kedua tangannya jatuh lemas. Aliran energi di tubuhnya kacau total.

Tian Yuan mencoba bangkit. Namun kakinya tidak mampu menopang tubuh.

Bam!

Ia jatuh dan tidak bergerak lagi. Suasana langsung hening. Tidak seorang pun berbicara. Bahkan murid-murid wilayah dalam yang tadi tertawa kini menatap arena dengan wajah kaku.

Seorang murid Alam Murid Roh tahap kedelapan...

baru saja menjatuhkan kultivator Alam Roh Sejati.

Juri sendiri membutuhkan beberapa detik untuk bereaksi lalu segera memeriksa Tian Yuan.

Setelah memastikan hanya pingsan, tangannya terangkat.

“Pemenangnya...” Tatapannya tertuju pada Su Yun. “Nomor 998!”

Boom!

Kerumunan langsung gaduh.

“Apa-apaan itu?!”

“Tian Yuan kalah?”

“Dia murid wilayah dalam!”

“Apakah Su Yun benar masih Alam Murid Roh?”

“Tidak mungkin!”

Su Yun tidak memedulikan teriakan. Ia mengusap darah di sudut bibir.

Pertarungan tadi sangat berbahaya.

Kalau Tian Yuan sejak awal menjaga jarak dan menggunakan teknik spiritual terus-menerus, Su Yun mungkin tidak akan mendapat kesempatan.

Namun lawannya terlalu percaya pada perbedaan tingkat kultivasi. Dan kesalahan kecil itu sudah cukup.

Su Yun turun dari arena.

Tatapan orang-orang di sekitarnya sudah berubah sepenuhnya.

Tidak ada lagi yang menyebutnya sampah. Bahkan beberapa murid wilayah dalam mulai melihatnya dengan waspada.

Namun Su Yun tahu satu hal.

Kemenangan kali ini tidak berarti ia sudah mampu melawan semua kultivator Alam Roh Sejati.

Jurang di antara dua alam itu masih ada.

Ia hanya berhasil menemukan jalan untuk menyeberanginya sekali.

Dan pertandingan berikutnya mungkin tidak akan memberinya kesempatan yang sama.

Su Yun menarik napas. “Kekuatanku masih belum cukup.”

Ia baru hendak berjalan pergi ketika sorakan kembali muncul dari arena lain.

Tidak lama kemudian, Xin Yue berlari menghampirinya.

“Kak Su Yun!” Wajahnya penuh kegembiraan.

“Aku menang!”

Su Yun tersenyum. “Bagus.”

Xin Yue lalu melihat darah di bibirnya. Senyumnya langsung hilang.

“Kakak terluka?”

“Sedikit.”

“Lawanmu murid wilayah dalam?”

“Ya.”

Xin Yue langsung menahan napas. “Kakak menang?”

Su Yun mengangguk.

Mulut gadis itu perlahan terbuka. Sebelum ia sempat bicara...

Buzz!

Nomor pertandingan mereka kembali menyala.

Su Yun mengangkat lempengannya. Pertandingan berikutnya sudah ditentukan. Namun ketika ia melihat arena tujuan...

matanya sedikit berubah.

Di sekitar arena itu, hampir semua yang menunggu mengenakan pakaian wilayah dalam.

Tidak ada lagi murid biasa.

Su Yun menyipitkan mata. Semakin dekat menuju dua ratus besar, semakin nyata jurang kekuatan yang harus ia hadapi.

Dan mulai sekarang...

setiap lawan mungkin jauh lebih berbahaya daripada Tian Yuan.

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!