NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terpilih

Cinta Yang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.

Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.

Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.

Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Diacara Pesta

Fadli menghentikan laju Kendaraan roda empatnya didepan rumah Lidya. Wanita itu segera turun, Ia menoleh pada Fadli yang hanya diam saja.

"Kamu gak mau mampir?" Fadli menggelengkan kepalanya.

"Enggak.. Kamu besok siap-siap aja.. Biar aku jemput.. " Lidya mengangguk. Setelah mengatakan itu, Fadli berlalu pergi.

Besok adalah acara pesta Lelang yang dimana pasti akan banyak para pengusaha yang datang. Dan dia sudah berencana ingin datang bersama Lidya.

Sebenarnya Fadli ingin mengajak Amara, Tapi Lidya berkata kalau dia belum pernah datang keacara yang seperti itu.

Karena merasa kasihan, Akhirnya Fadli memutuskan untuk mengajak Lidya saja. Sayangnya Fadli belum bicara pada Amara masalah ini, Akan tetapi pria itu akan mengatakannya besok.

Bicara tentang Lidya, Entah kenapa Fadli merasa muak dengan sikap Lidya yang sekarang. Padahal dulu, Fadli merasa Lidya adalah wanita yang dewasa yang bisa mengerti dirinya. Maka dari itu, Ia sempat menaruh rasa kagum dan punya ketertarikan terhadap Lidya. Bahkan Fadli juga telah berniat ingin melamar Lidya pada saat itu, Akan tetapi semuanya gagal karena Fadli telah lebih dulu menikahi Amara.

Dulu Lidya tak pernah bersikap yang aneh-aneh. Tapi semenjak dirinya menikah dengan Amara, Lidya seakan tak mau kalah dari istrinya itu.

Lidya ingin dibelikan ini dan itu, Ingin mobil, Ingin perhiasan, Ingin gaun mewah. Padahal dulu tidak seperti itu.

"Sabar Fadli.. Tanggung jawabmu belum selesai.. Kalau bukan karena kau yang menabrak ayah Lidya. Mungkin saat ini pria itu masih sehat.." Ucap Fadli. Sampai sekarang pun Fadli belum tahu yang sebenarnya. Andai pria itu tahu, Sudah pasti Fadli akan marah besar.

Keesokan harinya. Amara tengah berada ditaman belakang bersama Bibi. Dua wanita berbeda usia itu sedang mengobrol asyik, Dan entah apa saja yang menjadi bahan obrolan mereka. Hingga, Kedatangan Fadli menghentikan obrolan dua wanita itu..

"Dek...

"Ada apa?

"Malam ini aku pulang malam.. Masih ada acara penting yang harus aku hadiri.." Amara mengangguk. Sepertinya Fadli tidak tahu kalau ia juga diundang ke acara itu, Pikir Amara.

"Terus?

"Enggak.. Kakak sebenarnya mau ajak kamu. Tapi Lidya bilang dia ingin ikut. Soalnya dia belum pernah datang ke acara yang seperti itu katanya.." Kata Fadli dengan jujur kalau dia tidak mengajak Amara melainkan mengajak Lidya.

"Ya gapapa.. Kan dia emang lebih penting dari aku. Tapi wajarlah.. Dia kan emang gak pernah datang ke acara yang seperti itu. Salam ya... Jangan norak dipesta orang.." Kata Amara, Fadli tak menjawab. Ia berlalu pergi meninggalkan Amara dan Bibi.

"Ning...

"Ya, Bi?

"Emangnya Den Fadli gak tahu kalau Ning juga diundang ke acara itu? Padahal kan diundangannya ditulis siapa saja yang diundang.." Amara tersenyum..

"Sepertinya dia gak baca, Bi.. Tapi gapapa. Nanti juga mereka akan kaget setelah lihat aku datang bareng Abi dan Umma serta kakak kembar.. Apalagi kami sekeluarga duduk dikursi VVIP... Kursi paling depan.."

"Bagus Ning.. Buktikan sama wanita yang gak tahu diri itu.. Biar sadar dia..

...****************...

Malam ini, Amara tampil dengan penampilan yang begitu memukau. Gaun muslimah mewah berwarna dusti Pink melekat indah ditubuhnya. Tak lupa dengan hijab yang berwarna senada serta aksesori yang terlihat sangat mahal sekali.

Amara memang cantik sejak lahir, Sehingga mau memakai apapun aura kecantikannya tak mampu disaingi oleh siapapun. Apalagi memakai gaun mewah itu.

"Ning..

"Bibi...

"Keluarga Ning Amara datang.. Itu udah nunggu diruang tamu.." Senyum Amara mengembang. Malam ini, Dia tidak berangkat dengan Fadli tapi bersama keluarga besarnya.

"Aku akan turun sekarang..."

Amara pun turun, Wanita itu tersenyum setelah melihat Abi, Umma serta dua kakak kembarnya yang terlihat sangat tampan.

"Masha Allah... Putri Umma cantik sekali.." Puji Umma pada sang putri. Sungguh siapapun pasti akan terkesima dengan kecantikan dua bidadari Abi Rafa itu.

"Sudah siap?

"Siap Abi...

"Ya sudah, Ayo kita berangkat..." Ajak Abi Rafa pada seluruh keluarganya. Pria paruh baya tersebut tidak bertanya apapun tentang Fadli pada putrinya. Karena pria sudah tahu apa yang telah terjadi sebenarnya.

Terlebih, Abi Rafa merasa malu pada putrinya sendiri. Karena dirinya yang telah menjodohkan Amara dan Fadli, Putrinya seakan hidup sendiri. Seperti seorang wanita tanpa suami.

"Hati-hati ya..

"Iya, Bi..

Mobil mewah itupun mulai melaju. Bibi menghela nafas panjang..

"Pasti setelah ini Nenek lampir itu kaget.. Kalau yang mau disaingkan gak sebanding sama sekali...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku udah gak sabar.. " Kata Lidya, Didalam mobil itu. Lidya tetap memakai gaun yang seharga ratusan ribu yang dibeli kemarin. Walaupun memang sebenarnya dia ingin sekali memakai pakaian gaun mewah, Tak apa. Setidaknya ia bisa ke pesta bersama Fadli.

"Si Amara itu pasti sekarang lagi nangis dipojokan karena suaminya pergi kepesta lebih milik ajak aku.. " Batin Lidya bangga. Karena memang itulah rencana Lidya, Dia merengek mengajak minta ikut ke pesta karena ingin membuat Amara kepanasan.

Tidak tahu saja wanita itu, Kalau sebentar lagi dia sendiri yang akan kepanasan.

Mobil yang dikendarai oleh Fadli telah memasuki hotel mewah dimana diadakannya pesta malam ini. Lidya segera turun, Begitupun dengan Fadli.

Banyak para tamu yang datang secara bersamaan dengan dua orang itu. Lidya melihat kesana kemari, Tak ada orang yang memerhatikan atau menyambutnya.

"Kok gak ada yang perhatiin aku sih? Apa karena aku kurang menarik ya?" Batin Lidya. Ia menunduk melihat gaunnya yang seharga ratusan ribu itu.

Jika dibandingkan dengan gaun para tamu lainnya, Tentu saja kalah. Dan Lidya merasa hanya dia yang tidak menarik disini...

"Selamat datang, Tuan.. Undangannya?" Fadli memberikan Undangannya, Pria itu menoleh pada Lidya..

"Dia datang bersama saya..

"Baik, Silahkan duduk kursi yang telah disediakan.." Fadli mengangguk, Pria itu mengajak Lidya untuk masuk. Baru saja hendak masuk, Sebuah mobil mewah berhenti dan menarik perhatian semua para tamu yang baru juga datang.

Tidak seperti saat Lidya dan Fadli yang tak mendapatkan perhatian dari siapapun, Untuk tamu yang satu ini langsung mendapatkan sambutan hangat dari yang lain.

"Siapa sih? Kok pada mendekat semua.. Padahal orangnya belum turun..." Lidya kembali membatin, Dia juga ikut penasaran siapa tamu yang datang itu.

Jika Lidya penasaran dengan tamu yang satu ini, Tapi tidak dengan Fadli. Pria itu tahu siapa mereka, Bahkan jantung Fadli saat ini berdegup dengan begitu kencangnya.

Ia lupa, Kalau orang yang berada dalam mobil itu adalah orang yang paling penting. Dan yang pastinya sangat berpengaruh sekali.

"Fadli.. Itu siapa sih? Kok orang-orang kayak nyambut mereka banget.. Gak kaya kita..." Ucap Lidya. Fadli tak menjawab, Hingga sebuah kaki indah mulai menapak dikarpet merah itu.

Amara turun dari kendaraan roda empat mewah tersebut, Lalu disusul oleh Umma Zakia. Wanita yang cantiknya masih bertahan meski usianya sudah tak lagi muda.

Setelah itu, Barulah disusul yang lainnya. Abi Rafa serta dua putra kembarnya. Lidya menelan salivanya dengan susah payah. Padahal dia hampir saja pamer pada Amara kalau dia sedang diajak ke pesta. Tapi buktinya sekarang, Bukan Amara yang kepanasan melainkan Lidya sendiri.

"Hay....

•

•

•

TBC

1
Nice1808
fadli bego bin oon kau percaya pd ular itu smpai melawan umma Zakia😡tunggu waktunya tiba Amara akn bongkar semua kebohongan klurga ular dan dihari itu kau akn menyesal seumur hidupmu , gk akn bisa meraih Amara lagi, kapok🤣🤣🤣
Lucy
GK nyadar,ngaca Lidya org miskin iri ma org kaya😀Amara itu kaya sejak belum jadi orok🤣🤣mampus bntr lagi Lidya masuk penjara jgn mau damai Amara 👍GK sabar nunggu kebongkar penipuan kluarga Lidya pada Fadli yg dongok😀
Setyowati Setyowati
iya Ra....cari tanggal dan hari baik dulu 🤭🤭
Evi alvian
jadi gak sabar pengen liat kebongkarnya kebohongan keluarga Lidya..dan si Fadli yg kecewa berat yg slalu membela Lidya dari pada Amara
Sri Rahayu
Fadli dongok...bener2 kamu ya menyakiti Amara didepan Abi, Umma dan kedua Kakak Amara...kl Amara balas baru nyesel kamu...lanjut Thorr ditunggu balasan Amara terhadap Fadli dan Lidia🤩🤩🤩🤩🤩
Ariany Sudjana
gimana rasanya Fadli, dipermalukan di depan umum sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dan katanya karena iri dengan Amara ? ya jelaslah kamu iri, Amara itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dari keluarga konglomerat, sedangkan kamu, hanya pelacur murahan, miskin dan bodohnya kebangetan 🤣🤣🤭🤭 kamu minta diajarin ini dan itu, dan diusahakan sama Fadli, tapi sampai sekarang kamu ga bisa apa-apa..... ya jelaslah kan ga sekolah, jadi otaknya zonk 🤣🤣🤭🤭 yang gini dibela terus sama kamu Fadli?
Nice1808
mampus kau lidya penjara menanti mu😃dan kau Fadli moga aja reputasimiu hancur 🤭mslh viral aja blom selesai tambah lagi masalah ini😡
Maria Magdalena
😄😄😄😄mampus kau lidya gmn fadli msh mau pertahanin si jalang lidya.
Intan Nurwulan
Fadli fadli bo-doh d piara👻
Ayudya
telat kecewa kamu Fadli Uda dari lamandi bodohin ma keluarga jalang Masi mau aja🤣🤣🤣🤣
Masha 235
lha....baru bilang kyak gini skrng...kemaren2 kmna aj bng.....mbolang🤣
Lucy
mampus kau Lidya tiada ampun penjara menantimu,dan Fadli GK bisa membantu🤣🤣trlalu malu dan kecewa dia🤭.Jelas bedalah keturunan Ibrahimi IQ nya tinggi nah Fadli IQ nya dibawah rata2😀
Sarmini Isang
itu blm seberapa fadli ,kebohongan dan penipuan yg dilakukan lidya dan keluarganya,makanya punya otak dipake fadli jangan terlalu bodoh lah
Muft Smoker
Lidya ,, Lidya ,, udh dtg numpang ,, yx hrus ny d jaga sikap dan sifat norak ny ,,
aduuuh siap2 deh km tinggal di hotel prodeo ,, selain tuntutan Amara ,, sekaligus tuntutan dr pihak hotel ,,
tuh liat fadliu wanita pilihan mu ,, sungguh luar binasa 🤣😁
Evi alvian
mampus Lidya siap" masuk penjara karena Amara ambil jalur hukum dan pastinya tidak ada kata damai..dan buat Fadli yg bodoh kamu bakal nyesel setelah tau kelicikan keluarga Lidya
Nurminah
lolo lolo jadi lanang kato wong palembang bengak buyan
Sri Rahayu
rasain loh Lidia...kamu bakalan dituntut Amara ke jalur hukum... kamu salah pilih lawan...Amara dan kel bukan tandingan mu🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah ini baru betul kamu kecewa sama Lidia....selama ini kamu uda dicocok hidung mu oleh Lidia sampe dongok 🤪🤪🤪....rssain lah kamu bakal menghadapi istri dan kel nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
skak mat, gimana Fadli? apa masih tetap membela si pelacur murahan itu? ya maklum sih anak pungut yah, beda dengan Ghazi dan saudaranya, mau dididik seperti apa pun, ya otaknya bodoh 🤣🤣🤭🤭 lebih percaya sama pelacur murahan daripada istrinya sendiri 🤣🤣🤭🤭

heh jalang, siap-siap kamu dan keluarga kamu masuk penjara dan jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
Maria Magdalena
mampus lu lidya mau ngomong apa lu dasar manipulatif silahkan ambil tu lidya laki bodoh fadli dan lepaskan amara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!