NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Strategi Dua Sisi dan Permainan Catur Kakak-Adik

Kegelapan yang sempat menyelimuti balai mengapung di Dermaga 9 perlahan tergantikan oleh pendar lampu darurat berwarna merah. Para tamu undangan dari kalangan pejabat dan pengusaha mulai dievakuasi oleh tim keamanan dengan panik. Namun, di tengah kekacauan itu, Adrian dan Aura tetap berdiri tegap di tengah ruangan.

Adrian melangkah mendekati meja utama, mengambil dokumen bersampul kulit hitam dengan cap lambang Vane kuno yang ditinggalkan oleh Serena. Ia membukanya, membaca lembar demi lembar dengan raut wajah yang kian dingin.

"Serena tidak bercanda," suara Adrian terdengar berat. "Dia menggunakan hak waris tertua yang belum sempat dicabut oleh Kakek lima tahun lalu. Secara legal, dia memiliki 35% saham veto di induk perusahaan Vane Group Eropa."

Aura berjalan mendekati Adrian, mengambil dokumen itu dari tangan suaminya dan memindainya dengan cermat. Matanya membaca deretan klausa hukum dengan kecepatan yang mengagumkan.

"Hak waris tertua memang masih berlaku," kata Aura dengan nada bicara yang lancar dan tajam. "Tapi lihat bagian klausul eksekusi ini. Hak veto itu cuma bisa diaktifkan kalau dia memegang kendali atas Konsorsium Logistik Pasifik secara utuh sebelum akhir bulan ini! Kalau salah satu pilar logistiknya pecah, dokumen waris ini cuma jadi tumpukan kertas bekas tidak berguna!"

Adrian menatap Aura, lalu sebuah senyuman tipis dan berbahaya terukir di bibirnya. "Dan siapa yang memegang kendali atas jalur logistik selatan yang menjadi pilar utamanya?"

Aura tersenyum manis, memiringkan kepalanya dengan penuh percaya diri. "Aku. Lewat Konsorsium Logistik Nusantara yang baru saja kita sahkan kemarin."

Keesokan harinya, perang dingin antara dua kubu resmi dimulai. Serena Vane tidak menggunakan cara-cara kasar seperti tentara bayaran atau sabotase fisik. Sebagai mantan calon penguasa utama Vane Group sebelum menghilang, Serena bergerak murni menggunakan strategi siber dan tekanan finansial tingkat tinggi.

Di lantai teratas Gedung Vane Group, ruang komando taktis kembali sibuk. Belasan layar monitor menampilkan grafik pergerakan modal asing yang secara agresif mencoba membeli saham-saham anak perusahaan Vane Group di bursa Asia.

"Nyonya Aura!" panggil kepala analis data dengan nada tegang namun penuh respek. "Ada suntikan dana sebesar 50 triliun rupiah dari entitas anonim berbasis di Singapura yang mencoba mengambil alih 10% saham jalur distribusi darat kita!"

Aura yang sedang berdiri di depan layar utama melipat kedua tangannya di dada. Bicaranya langsung menyambar secepat peluru, memberikan instruksi tanpa ragu satu detik pun!

"Jangan ditahan!" perintah Aura tegas. "Biarkan mereka membeli saham itu di harga tinggi! Begitu kepemilikan mereka menyentuh angka 9%, alihkan arus distribusi darat kita ke jalur sekunder Konsorsium Nusantara yang sudah kita amankan kemarin! Bikin modal 50 triliun mereka membeku di jalur mati!"

Para analis data tertegun sejenak sebelum akhirnya menyeringai paham. Strategi Aura sangat jebakan maut: membiarkan musuh menghabiskan modal besar untuk membeli 'wadah kosong', sementara isi dan jalurnya sudah dipindahkan ke tempat lain!

"Luar biasa, Nyonya! Perintah dilaksanakan!" teriak para analis dengan semangat membara.

Adrian yang berdiri di dekat pintu ruang komando menyaksikan bagaimana istrinya mengendalikan pertempuran finansial itu dengan sangat tenang dan presisi. Pria itu melangkah mendekat, merangkul pinggang Aura dari samping, lalu membisikkan sesuatu di dekat telinga istrinya.

"Kakakku berpikir dia sedang bertarung melawan pengusaha biasa," bisik Adrian dengan suara rendah yang hangat dan seksi. "Dia tidak tahu kalau dia sedang bertarung melawan otak taktis terbaik yang pernah ada."

Aura melirik Adrian dari samping, mencoba menahan rasa hangat yang merayap di pipinya. "Jangan memuji dulu, Tuan CEO. Serena pasti sudah menyiapkan langkah balasan."

Tepat seperti dugaan Aura, dua jam kemudian, sebuah undangan resmi kembali masuk ke jalur komunikasi khusus Vane Group. Serena mengajak Adrian dan Aura untuk bertemu secara pribadi di gedung peninggalan almarhum ayah mereka di pinggir kota—sebuah tempat netral yang penuh sejarah keluarga Vane.

Sore harinya, mobil Rolls-Royce hitam Adrian tiba di depan gedung berarsitektur klasik tersebut. Adrian dan Aura melangkah masuk tanpa membawa pengawal bersenjata ke dalam ruangan, menunjukkan bahwa mereka tidak takut sedikit pun pada gertakan Serena.

Di dalam ruangan berpanel kayu mahoni yang megah, Serena Vane sedang duduk di kepala meja panjang, menyesap teh hitam dari cangkir porselen. Di belakangnya, berdiri dua pengacara senior tingkat internasional.

"Kalian datang tepat waktu," sapa Serena dengan senyuman dingin yang sangat mirip dengan Adrian. "Aura... aku harus mengakui bahwa manuver jebakan sahammu di bursa pagi tadi cukup cerdik. Kamu membuat modal 50 triliun milik konsorsiumku membeku."

Aura melangkah tegap menuju meja, menarik kursi di depan Serena dan duduk dengan anggun. Bicaranya langsung mengalir lancar dan tajam.

"Itu baru pemanasan, Mbak Kakak Ipar," ujar Aura dengan senyum menantang. "Kalau kamu mau main taktik keuangan, pastikan modalmu tidak berasal dari pinjaman bank Swiss yang bunga per harinya bisa membakar sisa asetmu dalam seminggu."

Serena meletakkan cangkir tehnya, menatap Aura dengan pandangan yang kian serius. "Kamu memang wanita yang sangat tangkas dan cerdas, Aura. Tapi ini adalah urusan internal Keluarga Utama Vane. Adrian... apakah kamu benar-benar akan membiarkan wanita luar mengendalikan arah masa depan keluarga kita?"

Adrian melangkah maju, berdiri tepat di belakang kursi Aura. Tangan kokohnya beristirahat di bahu Aura, memancarkan dukungan mutlak yang tak tergoyahkan.

"Aura bukan orang luar, Serena," tegak Adrian dengan suara berat yang menggelegar dan sarat intimidasi. "Dia adalah istriku, Ratu dari Vane Group, dan keputusannya adalah keputusanku. Jika kamu menantang Aura... artinya kamu menantang seluruh kekuatan yang kumiliki."

Serena menatap keterikatan kuat dan rasa saling percaya yang mendalam di antara pasangan di depannya itu. Untuk pertama kalinya, raut wajah dingin Serena sedikit goyah. Ia menyadari bahwa hubungan Adrian dan Aura bukan sekadar pernikahan bisnis biasa, melainkan aliansi dua sosok penguasa yang saling melengkapi tanpa celah.

"Baiklah," kata Serena sambil berdiri, merapikan jas mewahnya. "Kalau begitu, kita selesaikan ini di rapat pemegang saham utama lusa. Kita lihat... siapa yang benar-benar pantas memegang takhta tertinggi Vane Group!"

Aura ikut berdiri, menatap mata Serena dengan keberanian yang menyala. "Sampai jumpa di rapat pemegang saham, Mbak Kakak Ipar. Pastikan kamu membawa pengacara yang lebih banyak!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!