NovelToon NovelToon
Salah Loker, Malah Jadi Nyonya Muda

Salah Loker, Malah Jadi Nyonya Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rosella Nona

Melisa Monaco memalsukan tahun lahirnya demi mendaftar pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, tapi tidak sepenuhnya membaca kontrak. Ternyata isi kontrak adalah persetujuan pernikahan. Ia terpaksa tetap menjalaninya sebab jika mundur sepihak maka harus membayar denda yang jumlahnya sangat besar.

Sejak pernikahan digelar, hidupnya berubah tiga ratus enam puluh derajat. Ia yang muak direndahkan, nekat berusaha merebut hati Dharma Panjalu dan membuktikan pada seluruh keluarga bahwa ia bukan perempuan yang layak direndahkan.

Dalam perjalanan membuktikan diri, ia mengalami banyak kejadian buruk. Tanpa disangka kejadian buruk yang dialaminya justru membantu keluarga itu menguak penyebab kematian istri Dharma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosella Nona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membebaskan Maya

Dharma memencet bel. Hanya dalam hitungan detik Sheila membukakan pintu untuknya. 

“Hei, kita sudah sangat lama sekali tidak ngobrol berdua.” Sheila memeluk Dharma erat, dan cukup lama. 

Dharma menahan diri untuk tidak memberontak meskipun sangat ingin, demi keberhasilan rencana yang sudah ia susun bersama timnya. 

“Bisa kita masuk dan langsung membahas rencanaku?” tanya Dharma begitu pelukan itu dilepas.

“Kamu bukan ke sini untuk Maya, kan?” selidik Sheila.

“Maya. Ada urusan apa aku dengan Maya? Dia di sini?” tanya Dharma pura-pura tidak tahu.

Melisa mengangguk lega. Ia sama seklai tidak curiga dan percaya pada Dharma. Ia pikir laki-laki itu memang sungguhan tidak tahu soal Maya.

“Oke. Kalau begitu silakan masuk. Aku buatkan minuman dulu.” 

Sheila akan segera pergi, tapi Dharma menahannya. “Tidak perlu, Sheila. Setelah ini aku harus ke rumah Mama. Ada arisan ibu-ibu kompleks di sana.”

Sheila mengernyitkan dahinya. “Lalu?”

Lalu apa? Dharma juga tidak tahu apa kelanjutannya. Ia bingung dan mematung sejenak.

“Lalu apa?” tanyanya.

“Ya lalu kenapa kalau ada acara arisan ibu-ibu komplek di rumah mamamu? Memangnya kamu ikut arisan juga sama mereka?” 

Oh, dharma baru sadar alasannya sangat tidak masuk akal. Ia menutupinya dengan tertawa. 

“Maksudku, aku diminta mama untuk membelikan bingkisan kecil di toko langganan mama untuk diberikan pada mereka saat pulang nanti. Jadi, setelah dari sini nanti aku akan langsung ke toko. Begitu. Ya, begitu.”

“Nah, kalau begitu jadi masuk akal, Dharma. Aku pikir kamu harus ke sana karena anggota arisan juga.”

Mereka tertawa. 

Tiba-tiba terdengar suara ledakan di belakang rumah. Dharma juga terkejut sungguhan.

“Suara apa itu?” Sheila berlari ke halaman belakang. Dharma mengikutinya setelah membri kode kepada tim dua untuk masuk ke dalam rumah dan membebaskan Maya.

“Dari arah kolam, ya? Apa kalian punya alat elektronik tertentu di sana?” tanya Dharma dengan suara yang dibuat seolah sungguhan panik.

“Aku juga tidak tahu.” Sheila berjalan terburu-buru. Di dekat tangga, ia berpapasan dengan mamanya yang juga ikut turun setelah mendengar suara ledakan itu.

“Apa Om Gunawan di rumah?” tanya Dharma memastikan.

“Tidak. Daddy sedang dalam perjalanan bisnis.”

Dharma berhenti mendadak. Sheila dan mamanya juga ikut berhenti. 

“Kalau begitu panggil semua penjaga ke sini. Siapa tahu yang meledakkan itu tadi orang asing dan berkelompok?” ia coba mengulur waktu agar tim peledak bisa segera kabur dan tidak tercium jejaknya.

“Oke.” Sheila menekan tombol pada interkom nirkabel yang terpasang di dinding, memberi perintah pada semua penjaga untuk segera menuju lokasi ledakan.

Mereka bertiga berjalan ke arah kolam belakang lebih dulu sambil menunggu para penjaga sampai.

Di area kolam, tidak ada apapun.

Dharma menunjuk tanah berserakan  di sekitar taman bunga kecil di dekat kolam. “Sepertinya berasal dari sana!”

Mereka berjalan menuju ke sana. Tercium aroma bubuk mesiu dari sana. Semua orang menutup hidung.

“Apa ada akses masuk ke sini selain dari ruang keluarga?” tanya Dharma.

Sheila dan ibunya menggeleng bersamaan. “Tidak ada.”

“Lalu bagaimana bisa tiba-tiba ada ledakan?” tanya Dharma. Ia terus berakting seolah tidak tahu apa-apa sampai rencana selesai. “Pak penjaga, tolong anda cek sekitar tembok luar. Siapa tahu pelaku masih ada di sana.”

Perintah itu mendapat anggukan dari mereka lalu segera dijalankan. Dharma coba menaiki tembok dan tidak berhasil. “Kalau tidak ada akses dari mana pun, berarti satu-satunya jalan adalah melewati tembok ini, Tante. 

“Aku bukan penasaran dari mana mereka masuk sih, Dharma? Lebih ke untuk apa mereka meledakkan sesuatu di rumahku.”

Nah, kalau sampai dipikirkan terlalu jauh bisa-bisa Dharma ketahuan. Ia segera mengalihkan dengan bertanya hal lain. “Mungkin ini ulah rekan bisnis Om Gunawan, Tante. Mereka menargetkan kalian mumpung Om Gunawan sedang tidak di rumah.”

Sheila mengecek Lokasi ledakan sekali lagi. Ia memperhatikan sekitar lokasinya. “Tidak ada jejak apapun di sini. Sepertinya sudah aman. Biar diselidiki oleh para penjaga saja. Ayo kita masuk.”

Tepat setelah Sheila mengajak mereka masuk, notifikasi keberhasilan pembebasan Maya masuk. Dharma langsung mengiyakan ajakan Sheila untuk mengabaikan masalah ledakan tidak jelas ini dan segera masuk ke dalam rumah kembali.

“Baiklah kalau begitu. Jadi, masalah ini bisa kita lupakan begitu saja?” tanya Dharma memastikan.

“Iya, biar dibereskan para penjaga. Nanti juga kalau Daddy sudah datang biar diselidiki.”

Dharma bersukur reaksi Sheila masih sama. Perempuan itu tidak pernah mengambil pusing masalah apapun, ia akan selalu menyerahkan semua kesulitan yang dialaminya pada daddynya.

Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. 

Sheila mempersilakan Dharma duduk. Ia membuka berkas kesepakatan kerja sama ynag Dharma bawa tadi. “Apa ini? Kenapa pembagian keuntungannya hanya 80:20?” 

“Iya, bukannya semua kolaborasi dengan investor selalu memberikan keuntungan yang seperti itu?” tanya Dharma sok polos.

“Menurutmu begitu?” Sheila malah berbalik menanyainya.

“Tentu saja. Sejak dulu seperti itu kesepakatan kerja samaku dengan semua investor.”

“Selama ini investormu kan hanya Bu Inggit, Dharma. Tentu saja dia setuju dengan akal bulusmu ini. Kalau orang lain jelas akan menolak, apalagi aku. Aku lulusan terbaik di kampusku dulu. Ini harga yang sangat merendahkan.” Sheila menyatakan penolakan itu masih dengan wajah yang tersenyum ramah. Ia tidak mau menyakiti pria yang diinginkannya.

“Oh, begitu ya? Kalau begitu biar coba aku konsultasikan dulu dengan penasihat bisnisku ya. Sepertinya dia kurang teliti membaca bagian ini kemarin.” Dharma menggaruk-garuk kepalanya berusaha terlihat sedang merasa bersalah.

Sheila yang bersimpati malah menawarkan bantuan sungguhan. “Apa kerugianmu sangat besar dari kebakaran itu, Dharma? Aku bisa membantumu tanpa kesepakatan kerja, aku bisa membantu sebagai keluarga.” 

“Tidak perlu. Biar aku pikirkan cara lain dulu.” 

Tepat saat itu ponselnya berdering. 

“Iya, Ma. Sebentar lagi aku sampai. Ini sudah di jalan,” ucapnya dalam telepon.

“Kalau begitu aku pamit dulu ya, Sheila. Aku harus segera mengambil pesanan mama di toko. Nanti aku coba pikirkan cara lain lagi.” Ia bergegas pulang setelah pamit.

Di luar, ia langsung menjalankan mesin mobilnya dengan kecepatan penuh sebelum Sheila sadar apa yang sebenarnya sejak tadi ia lakukan di rumah itu. Misi pembebasan Maya berhasil.

Ia segera meuju rumah Bu Inggit untuk memastikan keadaan Maya baik-baik saja dan melihat informasi apa yang berhasil didapatkan dari sana.

Sementara Sheila yang menyadari Maya berhasil kabur, langsung mengumpat dan uring-uringan sendiri. Ia menyalahkan dan menghukum semua penjaga yang lalai menjaga Maya.

1
yuqana
karyanya bagus rekomend buat dibaca karya pertama semoga sukses yaa kak ditunggu up yaa🥰🥰😍😍😘😘
Ross: Makasih banyak untuk dukungannya kak.
iya nih, baru karya pertama. semoga kakak juga sukses yaa 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!