NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Pagi itu Alex tidur di lantai kamar kosongnya, beralaskan jaket yang dia gulung menjadi bantal darurat. Begitu matahari mulai naik, dia bangun, membersihkan diri seadanya, lalu memesan ojek online menuju alamat yang sudah dia hafal di luar kepala sejak dua puluh lima tahun hidupnya.

Kediaman Hartono.

Motor berhenti tepat di seberang gerbang besar yang dulu menjadi rumahnya sendiri. Alex turun, membayar tukang ojek, lalu berdiri di trotoar seberang jalan, menatap gerbang besi bermotif ukiran yang kini terasa asing baginya.

Dia melangkah mendekat, bersembunyi di balik pilar pagar, mengintip dari celah gerbang yang sedikit terbuka.

Di halaman dalam, di bawah pohon besar yang dulu sering dia panjat semasa kecil, berdiri dua sosok yang sangat dia kenal.

Daniel—adik tirinya—berdiri dengan tangan melingkar di pinggang Sarah, mantan tunangannya. Sarah tertawa kecil, kepalanya bersandar ke bahu Daniel, sebelum akhirnya keduanya berciuman singkat di bawah naungan pohon itu.

"Dokumen warisannya sudah beres?" Sarah bertanya, suaranya cukup keras terdengar dari balik gerbang.

"Sudah," Daniel menjawab, tangannya membelai rambut Sarah. "Notaris sudah kubayar mahal buat mengubah nama penerima warisan. Alex bahkan gak akan pernah bisa membuktikan kalau surat itu dipalsukan."

Daniel teringat sesuatu, "oh iya bagaimana pembatalan pertunanganmu sama dia?"

"Seperti rencana awal," Sarah tertawa pelan. "Buat apa keluargaku terikat sama orang yang gak punya apa-apa lagi?"

Tangan Alex yang menempel di jeruji besi gerbang mengepal erat, sampai buku-buku jarinya memutih. 'Semuanya... telah direncanakan dari awal.'

Dia mendorong gerbang itu, melangkah masuk tanpa lagi peduli untuk bersembunyi.

"Bajingan!" suaranya menggelegar di halaman yang sepi. "Beraninya kalian menipuku, bahkan ibuku meninggal dunia karena perbuatan kalian. Liat saja sialan."

Daniel dan Sarah menoleh serentak. Bukan wajah terkejut yang muncul di sana, melainkan senyum—senyum yang begitu tenang, begitu meremehkan, seolah kehadiran Alex sudah mereka perkirakan sejak lama.

"Wah, ternyata kau masih hidup," Daniel berkata santai, melepaskan pelukannya dari Sarah dan berjalan mendekat dengan tangan di saku celana. "Kupikir kau sudah tenggelam di comberan sejak dipecat kemarin."

Sarah ikut melangkah maju, tersenyum manis—senyum yang dulu selalu membuat Alex percaya dia benar-benar mencintainya. "Alex, kau kelihatan berantakan sekali. Masih pakai baju yang sama dari kemarin?"

Alex berdiri diam, menatap wajah keduanya bergantian. 'Air mata itu, waktu pembatalan pertunangan... hanya akting.'

"Kau tahu," Daniel melanjutkan, berhenti tepat satu langkah di depan Alex, "orang miskin sepertimu gak akan pernah punya kekuatan buat melawan siapa pun. Kau cuma bisa berteriak di gerbang orang, seperti pengemis yang minta dikasihani."

Sarah tertawa kecil, menutup mulutnya dengan tangan. "Sudahlah, Alex. Terima saja nasibmu. Dulu kau memang gak pernah pantas untuk semua ini."

Alex menatap keduanya lama sekali. Tangannya yang sempat mengepal perlahan mengendur.

'Aku bisa saja menghancurkan mereka sekarang juga. Satu permintaan, mereka bisa hilang dari muka bumi ini.' pikirnya. 'Tapi itu terlalu mudah untuk mereka.'

Bibirnya membentuk senyum tipis, kaku, tapi bukan senyum kekalahan. 'Aku ingin mereka hancur dengan tangan mereka sendiri. Dengan rencana mereka sendiri yang berbalik menghantam mereka.'

Alex berbalik, melangkah keluar dari halaman itu tanpa sedikit pun menoleh ke belakang, meski suara tawa Daniel dan Sarah masih terdengar samar dari belakangnya.

Di tepi jalan, dia berhenti sejenak, hanya cukup untuk mengucapkan satu kalimat terakhir.

"Liat saja bajingan."

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!