NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

Di balik gang sempit dengan dinding berlumut itu, ketegangan antara dua insan yang baru saja bertemu mencapai puncaknya.

Alih-alih melepaskan cengkeramannya, pria tampan bertubuh tinggi besar itu justru semakin menundukkan wajahnya, memangkas jarak di antara mereka hingga Elena bisa merasakan hembusan napasnya yang hangat menerpa sisi lehernya.

"Lepaskan aku, Tuan! Jangan bersikap seperti ini!" desis Elena panik, kedua tangannya berusaha keras mendorong dada bidang pria asing itu. "Kamu mau aku berteriak sekarang juga dan membuat warga sekampung menganggapmu bule ca-bul nyasar, hah?!"

Namun, ancaman Elena sama sekali tidak digubris oleh Leonard. Pria itu justru memejamkan mata, mengabaikan fakta bahwa kulitnya biasanya akan langsung melepuh dan gatal hebat jika bersentuhan dengan wanita lain.

Saat ini, yang terjadi justru sebaliknya. Leonard merasa aneh. Hidung mancungnya mengendus pelan di sekitar perpotongan leher dan rambut Elena.

Ada aroma vanilla yang lembut, bercampur dengan wangi citrus samar dan aroma sabun mandi biasa.

Sederhana, namun entah mengapa... sangat familiar.

"Aroma ini sama persis dengan wangi wanita di kamar hotel gelap itu. Apa mungkin dia wanita yang sama dengan gadis tujuh tahun silam?" batin Leonard bergejolak hebat, jantungnya mendadak berpacu di luar kendali.

Karena terlalu fokus pada analisis aromanya dan tenggelam dalam memorinya sendiri, Leonard lengah.

Ia melupakan fakta penting bahwa wanita yang sedang ia pojokkan ini adalah ras terkuat di bumi. Ibu-ibu yang sedang lapar dan kelelahan.

Dugh!

Sebuah tendangan lutut yang sangat akurat, keras, dan penuh dendam mendarat mulus di ulu hati Leonard.

"Argh!!" Leonard mengerang tertahan. Cengkeramannya di bahu Elena seketika terlepas.

Pria bertubuh tegap itu langsung membungkuk, memegangi perutnya yang berdenyut nyeri dengan wajah memerah.

"Kamu sudah gila, hah?!" ringis Leonard, menatap Elena dengan tatapan tajam yang menahan sakit luar biasa. "Secara anatomis aku sedang mengalami syok, kenapa kamu malah menendang lambungku?!"

Bencana gatal-gatal dan bentol alerginya saja belum sembuh total, sekarang ia malah mendapat tambahan memar di perut dari wanita bar-bar ini!

Beruntung refleks Leonard cukup bagus sehingga ia bisa sedikit mundur. Kalau tidak, tendangan maut itu pasti sudah menghancurkan aset masa depannya.

Elena merapikan pakaiannya sembari mengatur napas yang memburu menahan emosi. Ia kemudian berkacak pinggang menatap Leonard.

"Kamu yang gila. Sudah ditolong malah kurang ajar. Kamu ini sedang sakit, tapi pikiranmu kotor sekali. Berani-beraninya mengendus leherku di pinggir jalan. Kamu pikir aku ini tester parfum di mall?!" omel Elena ngegas dengan mata melotot tajam.

Leonard menegakkan tubuhnya sedikit demi sedikit, masih memegangi perutnya.

Wajahnya yang tampan terlihat sangat datar dan tak berdosa, persis seperti cetakan wajah Noah saat sedang berdebat.

"Aku tidak berpikiran kotor. Aku hanya sedang mengidentifikasi baumu," bantah Leonard dengan tenang.

Mendengar jawaban kelewat santai itu, rahang Elena seakan jatuh ke bawah.

"Apa kamu bilang? Identifikasi bauku? Memangnya bauku kenapa, hah! Bau terasi? Bau bawang?"

"Bukan begitu. Hanya saja baumu membuatku candu," jawab Leonard enteng, menatap lurus ke dalam bola mata Elena tanpa berkedip.

Hening seketika.

Angin malam berhembus melewati gang sempit itu, menerbangkan sehelai daun kering di antara mereka.

Elena mengerjap-ngerjapkan matanya, memproses kalimat yang baru saja keluar dari mulut bule nyasar ini. Wajahnya mendadak terasa panas, namun rasa gengsi dan kesalnya jauh lebih dominan.

"Dasar gila! Sinting! Bule saraf!" maki Elena bertubi-tubi untuk menutupi salah tingkahnya. "Gombalan murahan macam apa itu?! Kamu pikir aku akan tersipu?! Cepat jalan! Jangan banyak alasan!"

Karena sudah kehabisan kesabaran, Elena maju selangkah dan tanpa permisi langsung menarik paksa lengan baju Leonard dengan kasar.

Mafia dingin yang biasanya sangat ditakuti di dunia bisnis itu kini hanya bisa pasrah diseret oleh Elena.

Tenaga Leonard memang sudah terkuras habis karena menahan reaksi alergi dan rasa sakit di perutnya.

"Pelan-pelan, Nona. Kecepatanmu menyeretku sama sekali tidak sebanding dengan gravitasi yang menahan tubuh lemahku saat ini. Jika aku jatuh dan kepalaku membentur batu, kamu bisa dituntut atas pasal kelalaian yang menyebabkan kematian."

Bukannya iba, Elena justru semakin memutar bola matanya malas. Kalimat pria ini sungguh mengingatkannya pada seseorang!

Mengapa gaya bicaranya yang kaku, panjang lebar, dan menyebalkan ini mirip sekali dengan Noah?

"Banyak omong. Kalau pelan-pelan, kapan kita sampai ke rumah?! Keburu kakiku mati rasa dan ayam gorengku dingin!" balas Elena ketus, semakin menguatkan tarikannya tanpa menoleh.

"Ayam goreng tidak akan basi hanya dalam waktu lima menit penundaan," sahut Leonard keras kepala, masih berusaha menyeimbangkan kakinya yang sempoyongan. "Lagipula, menyeretku seperti karung beras tidak beretika—"

"Diam atau kutinggalkan kamu di sini biar digigit anjing liar!" potong Elena galak.

Leonard akhirnya bungkam, mengatupkan bibirnya rapat-rapat dengan wajah kesal bercampur takjub.

Sepanjang sejarah hidupnya, baru kali ini ada wanita yang berani membentak, menendang, dan menyeret tuan muda Leonard layaknya tawanan. Dan anehnya, Leonard sama sekali tidak merasa jijik pada sentuhan wanita ini.

*

*

"Noah! Bella! Buka pintunya, aku pulang!" teriak Elena sambil menggedor pintu rumah dengan sekuat tenaga.

Leonard otomatis meringis, menutup kedua telinganya.

"Pelankan suaramu. Gendang telingaku bisa pecah mendengarnya."

"Biarkan saja! Ini rumahku, suka-suka akulah!" ketus Elena tak mau kalah.

Sambil menunggu pintu dibuka, mata biru Leonard menyapu sekeliling.

"Rumahmu jelek sekali. Sempit, pengap, dan secara ekologis sangat tidak sehat. Lihat, banyak nyamuk mutan yang mencoba menggigitku!" ejek Leonard.

"Tak masalah! Asal anakku nyaman di sini!" balas Elena sengit.

Gerakan tangan Leonard terhenti. Ia menoleh cepat. "Kamu sudah punya anak?" tanyanya kaku.

Sial, apa Leonard baru saja tertarik pada istri orang?

"Hmm," jawab Elena enteng.

"Dimana suamimu?"

"Entahlah," jawabnya acuh.

Leonard diam-diam mengelus dada lega. Berarti klaim Elena pada warga tadi yang mengaku istrinya murni hanya alibi.

"Iya, sabar, El! Aku sedang ganti baju gara-gara disuruh Noah!" balas Bella berteriak dari dalam.

Ceklek!

Pintu akhirnya terbuka.

Bella yang baru saja mau mengomel seketika membeku. Matanya melotot menatap sosok pria jangkung bermata biru bak dewa Yunani di samping sahabatnya.

"El, siapa pria yang kamu bawa ini?" gagap Bella terpesona.

"Oh, dia ini—"

"Aku suaminya," potong Leonard santai dengan wajah super datar, membuat Elena refleks melotot tajam menatapnya.

"Apa?! Suami?!" pekik Bella histeris.

"Siapa yang datang, Tante?" terdengar suara Noah dari dalam.

"Noah! Sini cepat! Pria ini mengaku sebagai suami mamamu!" teriak Bella panik.

Noah melangkah keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka. Langkah bocah itu terhenti tepat di ambang pintu.

Sepasang mata biru milik bos mafia arogan itu akhirnya bertemu langsung dengan sepasang mata biru milik bocah enam tahun yang tak kalah angkuh.

Keduanya saling menatap dalam diam.

Noah memiringkan kepala, menganalisis pria di depannya.

"Paman ini siapa? Kenapa cetakan wajah dan matanya persis sekali denganku?" pikir Noah dengan dahi berkerut.

Sementara itu, Elena dan Bella hanya bisa mematung kaku. Keduanya menelan ludah kasar, menatap wajah Leonard dan Noah secara bergantian dengan syok berat seakan baru saja disambar petir di siang bolong.

******

Akhirnya sampai di bab 20, semoga retensinya mencapai standar agar novel tetap berlanjut. Jangan lupa dukungannya kakak semua..

1
Zee Gween
masa ga kenaaall.... aneh bangettt
Zee Gween
naaah bagus Elle... lari ke sinii... ke Indonesian... ke BOGOR sini ngumpeett
Indra Wahyu Rianti
asik bacanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus ceritanya 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bahagianya dngn porsi masing" 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semua ngumpul
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata baru diterima kirain dah nikah
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa Joni dah nikah sama Bella 🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ada" aja Noah 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bakal jd anak kesayangan baby girl nya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siap" Leon kamu bakal pusing tujuh keliling tujuh tanjakan dan tujuh turunan 😅😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baby triplet on going 👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ampun dah Leon perang sama kompor 😂😂
Senja: kak tidur kk 🤣
total 1 replies
Rita Juwita
kereenn thor ceritanya..
Rismawati Damhoeri
kenap kamu mau aja di perassama tuh bocah, minta lah opa xander..🤭😄
Rismawati Damhoeri
kocak ya...🤣🤣 biasanya aku tak suka cerita mafia2an, lanjuuttt....
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
penyesalan mu terlambat Frank 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bknnya Frank dan Julia tinggal di tempat padat penduduk ya kok ini beda lg jd mana yg benar 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baguslah Julia mau ditangkap 👍👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Frank kamu sdh memelihara ular 🐍🐍 berbisa di hidupmu 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!