Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.
Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.
Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?
"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"
Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.
Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepercayaan Papa Jo Yang Ternoda
Setelah beberapa hari Kamila bisa lolos dari bertemu tidak sengaja dengan Victoria, sementara mereka tinggal di satu Gedung yang sama. Tapi hari ini, seperti dunia tidak lagi berpihak padanya yang terus bersembunyi. Seseorang menekan bel di pintu Apartemen, tanpa Kamila cek siapa yang datang, dia langsung membuka pintu. Dan akhirnya Kamila hanya bisa tertegun di ambang pintu melihat Victoria sudah berdiri di depannya.
"Ah, jadi tetangga Razka yang bilang kalau Razka tidak pulang waktu itu, juga tinggal di sini? Satu Apartemen dengan Razka?"
Pertanyaan yang penuh nada sindiran, membuat Kamila hanya membeku di tempatnya tanpa bisa bicara apa-apa. Ketika Victoria menerobos masuk ke dalam Apartemen, Kamila juga hanya bisa diam. Menutup pintu dengan perlahan dan mengikuti Victoria yang sudah duduk di sofa.
Victoria melirik ke sekelilingnya, melihat banyak foto Razka dan Kamila yang terpajang. Lalu, melirik ke arah Kamila yang masih berdiri di dekat sofa.
"Duduklah, aku ingin bicara denganmu"
Kamila memejamkan mata untuk sekadar menenangkan dirinya. Meski itu tidak berpengaruh apa-apa padanya yang sedang panik sekarang. Kamila duduk di sofa tunggal, tangannya saling bertaut dengan erat. Keringat dingin bercucuran di dahinya.
"Tidak perlu tegang begitu, aku sudah menyelidiki kamu. Dan memang sudah tahu jika kamu adalah perempuan yang di maksud Razka. Hanya saja, aku baru sempat menemuimu hari ini"
Ucapan Victoria sangat santai, seperti yang dia ucapkan bukanlah hal yang sangat besar di sembunyikan. Membuat Kamila semakin panik dan tegang dibuatnya.
"Kamila, nama kamu Kamila 'kan?" Dan tidak ada yang bisa Kamila lakukan selain mengangguk menjawab pertanyaan Victoria. "Seorang mantan penata rias biasa, yang beruntung bertemu aktor ternama, dan akhirnya dijadikan seorang simpanan olehnya? Waw... Kisah yang sangat indah sekali"
Kamila menunduk diam, bahkan ketika ucapan Victoria semuanya nyata, dan tidak ada alasan untuk Kamila membantah.
"Aku pikir kamu juga pasti sudah tahu jika aku dan Razka sudah dijodohkan?" VIctoria menatap Kamila dengan sangat merendahkan, tatapan yang penuh keberanian dan percaya diri darinya, membuat Kamila semakin lemah dan hanya menunduk diam. "Seharusnya kau bisa melepaskan Razka yang hanya menjadikan kamu simpanan saja. Sementara aku adalah seseorang yang akan menjadi istrinya"
Kamila memejamkan mata, lalu dia memberanikan diri untuk mendongak. Menatap Victoria dengan sisa keberanian yang dia punya.
"Maaf, aku tahu jika kalian sudah dijodohkan. Tapi, antara aku dan Razka bukan lagi hanya sekadar hubungan saling menguntungkan. Kami saling mencintai sekarang"
Huh... Lega sekali saat dia berani berkata seperti itu. Meski suaranya sangat bergetar, tapi pada akhirnya Kamila mampu mengatakannya.
"Haha... Lucu sekali, dari seorang simpanan lalu berubah saling mencintai? Hey Kamila, ayolah buka matamu. Memangnya kamu pikir Razka benar-benar serius denganmu? Dari awal kau menjadi seorang simpanan untuknya saja, sudah sangat merendahkan harga dirimu. Jadi, apa Razka akan mau dengan perempuan tidak punya harga diri sepertimu? Jangan mudah di tipu"
Perempuan tidak punya harga diri. Ingin sekali menyangkal kalimat itu, tapi Kamila sudah menyerahkan semuanya pada Razka yang akhirnya memang harga dirinya sudah rendah di hadapan pria itu.
"Kamila, coba kamu tanyakan pada dirimu sendiri, apa benar Razka bisa menerimamu bahkan mencintaimu? Menjadi seorang pendamping untuk Razka, tidak mungkin dengan perempuan dengan asal-usul seperti kamu"
Victoria berhasil, caranya hanya untuk menjatuhkan mental Kamila. Menimbulkan keraguan besar dalam dirinya, hingga Kamila yang akan menyerah sendiri tanpa harus Victoria memaksanya.
"Tolong pikirkan baik-baik ya, Kamila. Jangan sampai kamu menyesal karena terlalu bodoh percaya pada ucapan Razka"
Victoria berlalu pergi setelah menghancurkan mental Kamila yang sudah lama hancur, dan sedang dia coba untuk menatanya kembali. Namun, belum selesai dia menata kembali, Victoria datang dan menghancurkannya kembali tanpa iba.
Razka tidak mungkin benar-benar serius dengan perempuan yang sudah rendah di hadapannya.
*
Razka tidak pulang malam ini, Kamila juga tidak bertanya kenapa dia tidak pulang ke Apartemen. Kamila tahu, sekarang Razka lebih sering pulang ke rumah orang tuanya. Mungkin karena memang masalah perjodohan ini mengharuskan dia selalu kembali ke sana.
Nyatanya sebuah penolakan yang Razka berikan, tidak mempan untuk orang tuanya bisa membatalkan perjodohan ini. Dan untuk hubungannya dengan Kamila, benar-benar tidak ada harapan, restu sama sekali tidak akan dia dapatkan.
Hari ini, Razka menemui Paman Leon, hanya untuk meminta bantuan dengan harapan Pamannya ini bisa membantunya.
"Paman, aku tidak mencintainya, dan aku mempunyai perempuan yang aku cintai. Kenapa aku harus menuruti keinginan Papa untuk menikah dengan perempuan yang tidak aku cinta. Tolonglah, aku tidak bisa melakukannya"
Paman Leon memijat pelipisnya yang sedikit pening. Bukan dia tidak ingin membantu, namun situasi benar-benar tidak mudah untuk bisa Razka bersama dengan Kamila.
"Begini, Angga adalah sosok yang sangat di percaya oleh Papa kamu. Bahkan Paman saja tidak ada tandingannya dengan posisi Angga saat itu. Hingga sebuah proyek di serahkan dengan penuh kepercayaan padanya. Bukan sebuah proyek kecil, namun sangat besar. Papa kamu sangat yakin jika Angga akan melakukan yang terbaik untuk Perusahaan dan proyek ini. Tapi, nyatanya proyek tidak selesai, uang investor hilang sebesar lebih dari 100 juta. Dan ... Angga mengakui jika dia telah melakukan korupsi, tanpa alasan yang jelas, dan kami memang tidak pernah memaklumi alasan apapun untuk sebuah kejahatan"
Razka menghela napas kasar, dia tahu soal cerita ini. Tentang proyek besar yang hampir tidak selesai karena pemegang proyek melakukan korupsi. Tidak pernah menyangka kalau yang melakukan itu adalah Ayah dari Kamila.
"Proyek selesai, uang yang di korupsi mungkin tidak seberapa untuk Perusahaan. Tapi, kepercayaan Papa kamu yang menjadi hal utama. Dia mempercayakan semuanya pada Angga, namun seseorang yang dia percaya telah menghancurkan kepercayaan itu sendiri. Jadi, Paman benar-benar tidak bisa membantumu untuk kali ini"
Papa Jo adalah seorang yang konsisten, optimis dan selalu menepati janji. Dia bisa memberikan kepercayaan lebih pada orang-orang yang dia pilih. Namun, ketika kepercayaan itu ternoda sedikit saja, maka semuanya berakhir.
"Raz, sebaiknya kamu menyerah saja kali ini. Menikah saja dengan Victoria, maka semuanya akan aman. Papa kamu bisa saja menemui Kamila, mengatakan yang sebenarnya, dan itu yang akan membuat semuanya semakin kacau"
"Aku tidak bisa menikahinya, karena aku tidak mencintainya, Paman"
Razka pergi ke balkon, menenangkan diri setelah berbicara dengan Paman Leon. Masih terlalu bingung harus mengambil keputusan seperti apa.
"Kenapa tidak mencoba pura-pura menikah saja, Raz?"
Lista muncul entah darimana, namun dia sudah berdiri di samping Razka dengan tangannya bersandar pada pembatas pagar di Balkon ini.
"Jangan aneh-aneh, aku tidak mau menyakiti Kamila"
"Kau bisa tetap bersama Kamila, selama kau menikah dengan perempuan pilihan Paman Jo, pasti dia tidak akan tahu kalau kau masih bersama Kamila"
"Tapi, Lis..."
"Jika kalian saling mencintai, mungkin ini akan menjadi cara satu-satunya untuk tetap bersama, tanpa mendapatkan gangguan dari orang tua kamu, Raz"
Bersambung