NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:926.6k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Pagi itu, Astrid berdiri cukup lama di depan cermin kamar. Sudah hampir lima menit, mungkin lebih. Namun ia belum juga beranjak dari tempatnya. Pandangannya terpaku pada pantulan dirinya sendiri yang terlihat begitu asing.

Kaos rumah yang longgar membungkus tubuhnya. Rambut panjangnya diikat seadanya tanpa bentuk yang jelas. Wajahnya tampak lelah, bahkan lebih tua dari usianya yang sebenarnya belum genap tiga puluh tahun.

Astrid menatap dirinya sangat lama. Perlahan tangannya terangkat, menyentuh pipinya sendiri.

Kapan terakhir kali ia benar-benar memperhatikan dirinya?

Astrid tidak ingat. Mungkin setelah Ariana lahir. Mungkin bahkan jauh sebelum itu.

Dulu, ia adalah perempuan yang senang merawat diri. Ia suka memilih pakaian yang akan dikenakan sebelum kuliah. Suka mencoba model rambut baru. Suka memakai riasan tipis yang membuatnya terlihat segar. Bukan karena ingin menjadi pusat perhatian atau mendapatkan pujian dari orang lain. Ia melakukannya karena ia menyukai dirinya sendiri. Karena ia merasa bahagia menjadi Astrid. Namun, perlahan semua kebiasaan itu menghilang.

Hari demi hari hidupnya dipenuhi oleh kebutuhan orang lain. Lucas membutuhkan sesuatu. Marta menginginkan hal lain. Rumah harus selalu bersih. Makanan harus selalu tersedia. Tagihan harus dibayar tepat waktu. Ariana harus diurus dan diperhatikan.

Tanpa Astrid sadari, di tengah semua kesibukan itu, dirinya sendiri justru tertinggal paling belakang. Dia selalu memastikan semua orang baik-baik saja, kecuali dirinya.

"Mamaaa!" Suara cadel dari arah pintu membuat Astrid tersadar dari lamunannya.

Wanita itu pun menoleh dan langsung menemukan Ariana berdiri di ambang pintu sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Rambut gadis kecil itu berantakan karena baru bangun tidur. Seperti biasa celana piyamanya naik sebelah. Namun, senyum lebar yang menghiasi wajah mungilnya membuat Astrid langsung merasa hangat.

"Mama ngapain?" tanya Ariana polos.

Astrid tersenyum kecil. "Lagi lihat bayangan Mama di cermin."

Ariana mengerjapkan matanya beberapa kali seolah berusaha memahami jawaban itu. Lalu ia berjalan menghampiri dengan langkah kecil yang masih sedikit goyah karena mengantuk.

Setelah sampai di depan ibunya, Ariana mendongakkan wajahnya dan menatap Astrid selama beberapa detik. Kemudian ia tersenyum.

"Mama cantik."

Astrid membeku. Kalimat itu begitu sederhana. Hanya dua kata, namun entah kenapa dadanya langsung terasa hangat. Sudah lama sekali tidak ada yang mengatakan hal itu kepadanya.

Sudah lama Lucas tidak pernah lagi mengatakannya. Marta tentu tidak mungkin mengatakannya. Dan Astrid sendiri sudah terlalu lama berhenti melihat sesuatu yang baik dalam dirinya.

Perlahan Astrid berjongkok lalu memeluk putrinya erat dan menciuminya. "Terima kasih, Sayang."

Ariana terkikik geli di dalam pelukan itu. "Mama cantik."

Astrid tersenyum sambil mengusap rambut putrinya. "Beneran Mama cantik?"

"Iya."

"Kalau Ariana?"

Tanpa ragu, Ariana langsung mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan ekspresi bangga. "Ana cantik."

Astrid tertawa. Tawa yang benar-benar tulus. Pagi itu, ada sedikit cahaya yang terasa masuk ke dalam hatinya.

Hari itu adalah hari pertama Astrid mulai bekerja secara resmi membantu proyek Mateo. Setelah menyiapkan sarapan dan membereskan beberapa hal di rumah, ia berjalan menuju lemari pakaian yang sudah lama tidak benar-benar ia perhatikan.

Deretan baju tergantung rapi di sana. Sebagian besar sudah bertahun-tahun tidak dipakai karena sudah tak muat lagi di tubuhnya.

Tangan Astrid bergerak perlahan menyusuri satu per satu gantungan pakaian sebelum akhirnya berhenti pada sebuah blouse berwarna biru muda. Dahulu, baju itu kebesaran ditubuhnya.

Astrid tersenyum tipis. Ia masih ingat saat membeli baju itu. Saat itu tubuhnya belum sebesar sekarang dan wajahnya selalu terlihat cerah karena dipenuhi mimpi-mimpi masa depan.

Perlahan Astrid mengenakan blouse tersebut, ternyata masih muat karena bahannya elastis. Meski tidak selonggar dulu, namun cukup nyaman dipakai, bahkan cukup baik.

Setelah itu Astrid berdiri di depan cermin sekali lagi. Kali ini ia menyisir rambutnya dengan lebih rapi. Ia mengoleskan pelembap ke wajahnya dan memakai sedikit lip balm agar bibirnya tidak terlihat pucat. Tidak ada riasan berlebihan atau sesuatu yang istimewa. Makeup dia sangat sederhana.

Ketika menatap pantulan dirinya lagi, Astrid bisa melihat perbedaan kecil yang membuatnya tersenyum. Wajahnya terlihat lebih segar dan lebih hidup. Lalu, yang paling penting ia mulai terlihat seperti dirinya sendiri lagi.

Astrid mengembuskan napas pelan. Ia belum kembali menjadi perempuan yang dulu. Perjalanan itu masih panjang. Setidaknya hari ini ia sudah mengambil langkah pertama.

Ketika turun ke ruang makan, Lucas yang sedang menikmati kopi sempat mengangkat kepalanya dari layar ponsel. Awalnya hanya sekilas, namun beberapa detik kemudian pandangannya kembali tertuju pada Astrid.

Pria itu terlihat sedikit mengernyit. Astrid memang tidak berubah drastis. Tidak ada yang mencolok, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Rambutnya lebih rapi, wajahnya tampak lebih segar, dan setelah sekian lama, ada semangat yang kembali terlihat di matanya.

"Kamu mau ke mana?" tanya Lucas.

Astrid yang sedang menuangkan susu ke dalam gelas Ariana menjawab tanpa menoleh. "Kerja."

"Setiap hari?"

Astrid meletakkan kotak susu di meja lalu menatap putrinya yang sedang sibuk memainkan sedotan. "Kalau memang ada pekerjaan."

Lucas terdiam. Matanya masih memperhatikan Astrid. Entah kenapa ada sesuatu yang mengganggunya. Selama ini Astrid selalu ada di rumah. Selalu ada menunggunya kapan pun ia pulang. Sekarang perlahan semuanya mulai berubah.

Lucas tidak yakin dirinya menyukai perubahan Astrid ini. Pria itu menyesap kopi sebelum akhirnya berkata, "Jangan terlalu capek."

Astrid sedikit terkejut. Kalimat itu terdengar asing keluar dari mulut Lucas. Karena sudah lama sekali suaminya tidak menunjukkan perhatian sekecil apa pun.

Astrid hanya mengangguk pelan. "Terima kasih."

Jawaban itu terdengar sopan. Sampai-sampai terasa seperti percakapan antara dua orang yang tidak benar-benar saling mengenal. Bukan seperti percakapan suami dan istri yang pernah saling mencintai.

Lucas merasakan sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan ketika melihat Astrid berjalan menjauh darinya. Seolah perempuan yang selama ini selalu berada di tempat yang sama kini perlahan mulai melangkah ke arah yang tidak lagi bisa ia kendalikan.

1
Nar Sih
semoga noel memang jodoh mu ariana
Nar Sih
trrnyata penjara sdh membuat mu berubah lebih baik lucas
Nar Sih
semagat noel💪
Agus Tina
Nah gitu setidaknya Astrid itu lukusan Manajemen Bisnis, ayo semangat Astrid
Mama Lilik
Ceritanya happy ending... Baguss banget... ku tunggu crita lainnya ya thor 💪👍
Uthie
dokter mungkin memang begitu yaa 😁
Uthie
laki-laki mokondo 😡
Uthie
coba mampir lagi ke sini 🙏
Tira Aneri
suuukaaa
Dessy Lisberita
hidup enak bergelimang harta hidup di atas penderitaan orang lain tanpa mikir gimana kedepan nya yg penting senang
Katherina Ajawaila
waauuuvkeren a
satu keren outhour, cerita nus aku banyak smp ke bawa halu, 😭
Kurnia Suharyono
tugas seorang dokter bedah penuh resiko terutama saat gagal menyelamatkan nyawa fasien di meja operasi tp saya yakin setiap dokter bedah sdh melakukan operasi sesuai prosedur...
Saptarini 742
lho bb Astrid kok sampai 105 kg wah gede banget itu....tapi sekarang dah sudut 24 kg ya ... Alhamdulillah.....
Saptarini 742
laki 2 livik
Dessy Lisberita
kadang kita melakukan sesuatu tanpa pikir mau enak mau cepat seperti starla dan Lukas nikmat di awal akhir menyakitkan
Saptarini 742
ya tak ikuti ya Thor.
Katherina Ajawaila
kayanya si baby sdh mau hadir, ikutan senam yoga
Katherina Ajawaila
Ayo Mateo udh ada jalan jujur aja terbuka. gas pool jgn diam 😁
Katherina Ajawaila
Mateo kemana in. sih ntar keburu fi damber Elang aja baru deh, jinak" merpati stack. di tempat bae😞
Katherina Ajawaila
itu nmnya tabur tuai ibu marta, lupa sih kalsu itu harta milik anak mantu, mantu baik. di hina, di serakah in hartanya, kaget ya jadi OKB. ngk anak ngk ibu. trims karma nya 🤑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!