NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Cinta Terlarang Di Pabrik Sawit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siska Delvi

Nadia seorang gadis yang diterima kerja sebagai admin di sebuah pabrik sawit di kabupaten Dharmasraya sumatera Barat terlibat cinta terlarang dengan asisten manager di pabrik sawit tersebut yang bernama Arif, mereka sama-sama tidak bisa memendam perasaan karena sering bertemu di tempat pekerjaan, padahal mereka sama-sama punya tunangan di kampung nya masing-masing siapa kah nanti yang akan di pilih Nadia apakah Arif Assisten Manager atau Tunangannya yang bernama Rizki seorang guru sejarah di kampung halamannya di padang panjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Delvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Yang Berani Bicara

Jam delapan pagi, ruang rapat besar pabrik penuh.

Semua 30 staf inti dipanggil Pak Hendra untuk evaluasi bulanan. Dari mandor panen, staf timbangan, admin, sampai satpam. Semua duduk melingkar.

Nadia datang paling akhir, rambut panjangnya diikat ekor kuda, wajahnya pucat karena semalam tidak tidur. Ia cari kursi kosong, semua kursi sudah terisi, hanya ada satu kursi kosong di pojok, paling jauh dari meja utama.

Ia duduk di situ, tunduk, buka buku catatan.

Pak Hendra buka rapat.

"Terima kasih sudah datang. Hari ini kita evaluasi kerja bulan ini. Tapi sebelum itu, saya mau bahas soal kedisiplinan. Soal foto yang kemarin ramai di grup WA INFO PKS. Saya tidak mau sebut nama, tapi kalian tahu siapa. Saya sudah minta mereka jaga jarak. Saya harap tidak ada lagi kejadian berduaan di tempat sepi jam delapan malam," kata Pak Hendra, lihat sekilas ke arah Nadia dan Arif yang duduk berjauhan.

Semua mata langsung lihat ke Nadia. Nadia makin tunduk, tangannya gemetar pegang pulpen.

Mbak Sari bisik ke Bu Lastri, "Tuh kan, sudah ditegur manager."

Bu Lastri angguk-angguk.

Arif yang duduk di barisan depan, mendengar itu, kepalan tangannya mengepal. Wajahnya merah.

Ia angkat tangan.

"Pak Hendra, saya boleh bicara?" kata Arif, suaranya keras.

Pak Hendra kaget, "Silakan, Arif."

Arif berdiri, jalan ke tengah ruangan, lihat semua orang satu per satu.

"Terima kasih Pak. Saya bicara bukan sebagai asisten manager, tapi sebagai karyawan yang ada di foto itu. Foto gudang arsip itu," kata Arif.

Semua ruangan diam, tegang.

"Foto itu diambil Pak Bambang jam 06.45 pagi, dengan niat baik, mau info kalau pintu gudang macet. Saya berterima kasih sama Pak Bambang. Tapi yang saya sesalkan, foto itu dipelintir. Dijadikan bahan gosip. Dikirim ke grup ibu-ibu, grup bapak-bapak, dengan cerita yang tidak benar," lanjut Arif.

Ia lihat ke arah Nadia yang masih tunduk di pojok.

"Malam itu jam delapan, Nadia masuk gudang arsip karena disuruh Bu Lastri cari berkas lama. Pintu gudang itu memang macet, sudah laporan tiga kali ke bagian umum. Nadia terjebak di dalam, lampu emergency mati. Saya yang lewat, dengar suara minta tolong, saya bantu buka pintu. Itu saja. Tidak ada yang aneh. Tidak ada yang seperti yang kalian gosipkan," kata Arif tegas.

Mbak Sari langsung nyaut, "Tapi Pak Arif, ngapain lama di dalam? Katanya lama keluarnya."

Arif lihat Mbak Sari.

"Mbak Sari, saya lama di dalam karena kunci macet dari luar juga. Saya juga terjebak sepuluh menit. Kalau Mbak Sari tidak percaya, tanya ke satpam jaga malam, dia lihat saya masuk dan susah keluar. Atau cek CCTV gudang, masih ada rekamannya," jawab Arif.

Bu Lastri ikut bicara, "Tapi kan tidak pantas, Pak Arif sama Bu Nadia berduaan malam-malam..."

"Tidak pantas?" Arif potong. "Yang tidak pantas itu kita mengucilkan teman kerja kita sendiri hanya karena satu foto yang tidak jelas. Kemarin saya lihat Nadia makan siang sendirian di pojok, padahal biasanya makan sama kalian. Ember di mess putri hilang, gayung hilang. Apa itu pantas? Apa itu kerjaan orang dewasa?"

Semua diam. Bu Lastri dan Mbak Sari tertunduk, malu.

Arif tarik napas, suaranya lebih pelan sekarang.

"Saya tahu, saya dan Nadia sama-sama baru batal tunangan. Foto jas hujan, foto gudang arsip, memang gampang dipelintir. Tapi saya minta, jangan menghakimi orang hanya dari foto. Tanya dulu yang sebenarnya. Saya dan Nadia kerja di sini untuk cari makan, bukan untuk digosipkan."

Ia balik lihat Pak Hendra.

"Pak Hendra, saya siap dihukum kalau memang saya langgar aturan. Pindahkan saya ke lapangan, tidak usah masuk kantor administrasi lagi. Tapi tolong jangan hukum Nadia dengan dikucilkan. Dia tidak salah apa-apa. Dia hanya korban pintu macet," kata Arif.

Pak Hendra diam lama, lalu mengangguk.

"Terima kasih Arif atas penjelasannya. Saya hargai keberanian kamu bicara. CCTV gudang nanti saya cek. Untuk semua, saya harap gosip ini selesai hari ini. Kita kerja profesional. Tidak ada lagi yang bahas foto itu di grup WA. Paham?" kata Pak Hendra tegas.

"Siap Pak," jawab semua serempak.

Rapat bubar.

Semua keluar, tidak ada yang berani lihat Nadia lagi, tapi kali ini bukan karena benci, tapi karena malu.

Nadia masih duduk di pojok, air matanya jatuh, tapi kali ini bukan karena sedih, tapi karena terharu.

Arif berjalan ke arah Nadia, berhenti satu meter di depannya.

"Kamu gak apa-apa?" tanya Arif pelan.

Nadia angguk, hapus air mata, senyum kecil pertama setelah dua hari.

"Aku gak apa-apa. Terima kasih ya, Pak Arif. Tadi berani banget bicara di depan semua orang," jawab Nadia, suaranya masih pelan.

"Gak usah ucapkan terima kasih. Aku cuma bilang yang sebenarnya. Sudah, kamu kerja lagi ya. Jangan nangis lagi. Rambut kamu ikat kudanya miring lagi," kata Arif sambil senyum kecil.

Nadia langsung betulkan ikat rambut yang memang miring.

"Iya, makasih," kata Nadia.

Sore itu, untuk pertama kalinya setelah foto itu viral, Mbak Sari datang ke meja Nadia, bawa kue lapis.

"Nadia, ini kue kemarin, masih ada, buat kamu," kata Mbak Sari pelan, tidak berani lihat mata Nadia.

Nadia terima, angguk.

"Terima kasih Mbak Sari," jawab Nadia.

Di luar, matahari sore masuk ke ruang administrasi, hangat.

Dua orang yang kemarin dikucilkan, hari ini mulai dapat tempatnya lagi, karena satu orang berani bicara jujur di depan semua orang.

Bersambung

1
𝐀⃝🥀Weny
semoga kalian berjodoh🤲 tambah up lagi dong thor 😊
𝐀⃝🥀Weny: 😊😊😊😊😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!