lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7_ bertemu
sore harinya, tepat pukul 5. Gizel mengambil barang barangnya lalu pergi dari ruangannya. Rencananya gizel tidak akan langsung pulang, dia mau mampir di supermarket sebentar untuk membeli keperluan harian nya.
" saya duluan ya" pamit gizel pada karyawan nya.
" baik bu bos, hati hati di jalan"
Gizel tersenyum lalu mengangguk pelan sebagai jawaban. Setelah itu dia segera pergi dari toko nya.
Gizel mengemudi sendiri, dia membawa mobilnya dengan kecepatan normal. setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya dia tiba di supermarket tujuan nya.
Gizel memarkirkan mobil nya terlebih dahulu, lalu berjalan masuk dengan langkah elegan dan punggung tegap dengan sebelah tangan menenteng tas kecil milik nya yang hanya berisi dompet dan ponsel.
Gizel mengambil keranjang supermarket, lalu dia mulai memilih barang yang dia butuhkan.
" yang mana ya, yang merah apa yang biru?" gumam gizel bingung harus mengambil sabun mandi yang mana.
Gizel ingin mencoba sabun mandi yang lain. sabun mandi yang biasanya dia pakai saat di London sangat susah mencarinya di toko toko Indonesia.
" buru saja lah" gumam nya lalu mengambil botol sabun mandi yang berwarna biru laut.
Gizel beralih ke rak rak lain. Hingga tanpa terasa keranjang belanja nya hampir penuh. saat gizel mau pulang dia malah melihat buah kesukaannya, buah naga.
Matanya langsung berbinar, ah! Dia sangat menyukai buah satu ini. tanpa ragu gizel berjalan ke rak buah tersebut lalu memilih yang bagus.
Set!
" sorry, saya tidak_" ucapan gizel terhenti kala matanya menatap pria yang berdiri di samping nya. pria yang juga sedang memilih buah naga dan tanpa sengaja gizel menyentuh tangan pria tersebut saat ingin mengambil buah naga yang sama.
" tidak papa" ujar Kevin santai, tidak mempermasalahkan hal tersebut " untuk mu" ujarnya menyerahkan buah naga tersebut untuk gizel.
" ah! thanks you" ujar gizel mengambil buah tersebut " permisi" pamit nya lalu berbalik untuk segera pergi.
" tunggu!" ujar Kevin menghentikan gizel yang hendak pergi.
sumpah! Jantung gizel berdetak kencang seperti akan loncat dari sarang nya. Ini kali pertama dia bertemu Kevin setelah status nya berubah menjadi gizel Calista Nicole.
dan sialnya, setelah 3 tahun berlalu. detak jantung gizel masih saja tetap sama seperti 3 tahun yang lalu. Ini sangat menyebalkan. Ini tidak seperti yang dia rencanakan.
" yaa?" jawab gizel berbalik badan berhadapan dengan Kevin dan jarak 3 langkah.
Gizel mati matian bersikap biasa saja. padahal dia tahu, wajahnya sudah berubah total, Kevin tidak mungkin masih mengenali nya. tapi entah kenapa dia tetap takut, takut ketahuan.
" siapa nama mu? " tanya Kevin
" gizel" jawab gizel singkat. Jujur dia ingin segera pergi, dia tidak nyaman dengan jantung dan perasaan nya yang tak karuan.
" gizel...." ulang kevin pelan " nama yang bagus, senang bisa berkenalan dengan mu"
" thanks you, nice to meet you" ujar gizel " saya duluan" pamit nya lalu benar benar pergi.
Gizel berdiri di belakang 3 orang yang sedang mengantri untuk membayar. gizel berdiri dengan gelisah menunggu orang di depan yang sedang meletakkan satu persatu belanjaan nya di atas meja kasir.
Dan sialnya belanjaan orang itu sangat banyak dan otomatis akan lama. Dan yang lebih sialnya Kevin datang dan berdiri di belakang nya untuk mengantri.
Detik demi detik berasa sangat lama berlalu. Gizel mengigit bibir bawahnya tanpa sadar karena rasa gelisah yang dia tahan.
" akhirnya.... " batin gizel saat giliran nya tiba.
Dia meletakkan belanja nya dengan tergesa gesa seperti sedang di kejar oleh hantu yang mematikan. Bahkan tangan nya pun bergetar, mbak kasir yang melihat itu merasa heran.
" mbak tidak papa?" tanya mbak kasir tersebut.
" i'm not oke, bisa lebih cepat sedikit? saya harus segera pulang" ujar gizel.
" baik mbak"
Mbak kasir itu pun mempercepat pekerjaan nya. Setelah semuanya selesai gizel segera mengambil belanjaan nya lalu segera pergi tanpa menoleh pada Kevin yang terus menatap dirinya.
" ini saja" ujar Kevin pada mbak kasir menyerahkan satu buah naga dan satu minuman dingin.
setelah membayar Kevin segera keluar. Saat tiba di parkiran dia melihat gizel yang seperti orang sedang terlibat masalah.
" terjadi sesuatu?" tanya Kevin menghampiri gizel.
Gizel sampai terkejut karena tiba tiba Kevin ada di samping nya. Gizel segera menggeleng cepat" tidak ada " jawab nya cepat. terlalu cepat untuk orang yang Santai.
gizel mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Seharusnya dia bisa lebih tenang, bersikap santai selayaknya orang asing yang baru bertemu.
" kamu yakin? " tanya Kevin lagi untuk memastikan.
" yaa" jawab gizel tanpa ragu.
dreet
Ponsel gizel berdering, dia mengambil ponselnya lalu sedikit menjauh dari Kevin untuk menjawab panggilan.
" ban mobil gw bocor, Lo bisa bantu gw nggak? Gw nggak punya nomor bengkel" ujar gizel
" punya, bentar gw kirim" ujar Luna
" thanks you Luna, cepat ya"
" iyaa, udah ya. Gw lagi kerja "
" okee beb"
Panggilan berakhir, gizel membuka room chatnya dengan Luna lalu mengirimkan pesan pada nomor tersebut mengirimkan lokasi dan detail mobilnya.
Lalu dia melirik Kevin yang masih berdiri di tempat yang sama. bahkan dia tidak mengeser sedikit pun. Dan itu membuat gizel kesal.
" kenapa?" tanya Kevin
" kenapa belum pergi?" tanya gizel
" ban mobil mu bocor? Perlu bantuan?"
" tidak, aku sudah menghubungi orang bengkel"
" butuh tumpangan? " tanya Kevin lagi menawarkan tumpangan.
" no! Aku bisa memesan taxi " tolak gizel
Pulang bareng Kevin? Yang benar aja! big no! Itu tidak akan pernah terjadi. Rania ingin di kehidupan nya yang menjadi gizel ini tidak akan membawa Kevin untuk masuk ke kehidupan barunya ini.
" hari sudah sore, dan seperti nya sebentar lagi akan hujan. Kamu yakin?" tanya Kevin.
" sangat yakin, 100% "
" baiklah" jawab Kevin tidak memaksa lalu dia berbalik berjalan menuju mobilnya yang di parkir kan tidak jauh dari mobil gizel.
Gizel bernafas lega, dia mengambil ponselnya lalu mencari taxi yang dekat. tapi sialnya tidak ada, memang di jam seperti ini cukup susah mencari taxi kosong.
Tik tik tik
Gizel mendongak menatap tetesan air hujan yang mulai jatuh dari langit yang sudah gelap. Gizel melihat jam di ponsel nya, ternyata sudah hampir jam 6.
Brummm
cit
Kevin menghentikan mobilnya tepat di depan gizel. Dia turun lalu membuka pintu bagian penumpang depan.
" masuk lah, hujan sudah turun" ujar Kevin.
Dan benar, hujan turun semakin deras bahkan baju mereka berdua sudah basah. Gizel ingin menolak dan masuk ke mobilnya sendiri. Namun Kevin menarik tangan nya memaksa dirinya untuk masuk.
" jangan kurang ajar! Ini pemaksaan!" bentak gizel begitu tubuhnya masuk ke mobil milik pria tersebut dan kevin menutup pintu mobilnya.