NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Bayang-Bayang Dress Navy

Aura melepas tasnya dan mendaratkan tubuhnya di sofa empuk miliknya. Ia bersandar dan memejamkan mata erat-erat. Ucapan Darrel tentang dirinya yang 'sangat liar' masih terngiang-ngiang di kepalanya, menciptakan dentuman pening yang teramat menyiksa.

Cukup lama ia terdiam memejamkan mata. Jarum jam dinding sudah hampir menunjukkan pukul dua belas malam. Hingga akhirnya, kesadaran Aura perlahan memudar, tenggelam dalam lelapnya tidur karena kelelahan emosional.

Namun, hanya berselang beberapa menit, kelopak mata itu kembali terbuka. Sorot matanya tak lagi sayu dan lembut. Tatapan itu mendadak tajam, dingin, dan penuh dengan aura keberanian yang berbahaya. Sisi Clara telah mengambil alih sepenuhnya.

Tanpa ragu, perempuan itu bangkit dari sofa dan melangkah anggun menuju kamar mandi. Ia melepas gaun navy blue milik Aura yang sopan, menggantinya dengan mini dress ketat berwarna merah menyala yang membungkus dan menonjolkan lekuk tubuhnya secara sempurna.

Jemarinya meraih lipstik merah, memoles bibirnya lalu tersenyum penuh kepuasan pada bayangan di cermin. Setelah merapikan riasan matanya , ia menyambar tas Hermès kesayangannya.

Namun, baru satu langkah ia meninggalkan kamar, ponsel di dalam tasnya tiba-tiba berdering nyaring. Dahi Clara berkerut tipis, memperlihatkan sedikit kebingungan.

Ia merogoh ponselnya. Tak ada nama yang tertera di sana, hanya deretan nomor asing. Dengan gerakan acuh tak acuh, ia menggeser tombol hijau dan mendaratkan ponsel ke telinganya.

"Siapa?" tanya Clara singkat, suaranya terdengar ketus dan berat.

"Aura, naskah awalmu sudah saya baca. Saya sangat ter—"

"Saya sibuk, jangan hubungi nomor ini lagi!" potong Clara cepat dan tanpa ragu langsung mematikan panggilan tersebut secara sepihak.

....

Di tempat lain, di dalam ruang kerjanya yang luas, Darrel membeku. Ia perlahan menjauhkan ponsel dari telinganya dengan dahi berkerut dalam.

Suara wanita yang baru saja memotong ucapannya tadi sama sekali berbeda. Intonasinya tidak seperti nada bicara Aura bahkan jauh lebih tajam dan ketus dibanding saat Aura marah di balkon beberapa jam lalu.

Darrel menatap kembali layar ponselnya. Nama 'Aura Clarissa' terpampang jelas di sana. Tidak mungkin ia salah menyambungkan panggilan.

Darrel menyandarkan punggungnya di kursi kerja, memijat pangkal hidungnya. Ia benar-benar tidak bisa mencerna sikap Aura dengan logika. Perempuan itu seperti memiliki dua sisi yang bertolak belakang, menciptakan teka-teki rumit yang membuat kepalanya hampir pecah.

...

Sementara itu, di sebuah kelab malam ternama di tengah kota tempat langganan yang biasa Clara kunjungi saat tengah malam tiba suara dentuman musik bass memenuhi udara. Heels merah tinggi milik Clara menyentuh lantai marmer dengan irama yang mantap dan teratur.

Bibir berpoles lipstik merah itu mengukir senyum tipis saat menyadari beberapa pria kaya di bar menatapnya dengan pandangan mengagumi.

"Claraaa! Dari mana aja kamu, ih!" seru Rose yang tiba-tiba berlari panik menghampirinya.

Perempuan yang kerap disapa 'Mami Rose' oleh para pekerja kelab itu sudah sangat akrab dengan Clara. Delapan tahun lalu, saat Clara pertama kali mencari kebebasan dan uang, Rose-lah yang membawanya masuk ke dunia malam ini, mengenalkannya pada pria-pria matang berkantong tebal, hingga akhirnya Clara sempat menjadi simpanan miliarder tua.

"Apaan sih?" sahut Clara santai.

"Bos Daffa udah nungguin kamu dari tadi di ruang VIP!" bisik Rose setengah tertahan.

Mata Clara seketika membulat sempurna. "Sejak kapan?"

"Udah, sana temuin!" ujar Rose seraya mendorong pelan bahu Clara menuju lorong eksklusif ruang VIP.

Clara mendorong pintu kaca tebal ruangan VIP tersebut. Aroma cerutu berkelas yang berpadu tajam dengan wangi alkohol langsung menyengat indra penciumannya. Bagi orang biasa seperti Aura, aroma itu mungkin mual, namun bagi Clara, wangi ini adalah aroma kemewahan yang sangat ia sukai.

Tuk... Tuk... Ketukan heels-nya di atas marmer mendekati pria yang sedang duduk santai di sofa kulit di ujung ruangan. Pria itu tampak dikelilingi oleh beberapa wanita malam yang levelnya jauh di bawah Clara.

Ia nampak sedikit ragu untuk mendekatinya, namun lagi-lagi ia teringat terakhir kali saat Daffa membuatnya menangis karena terus mencoba menghindarinya. Kini Clara harus kembali ber-akting agar macan didalam tubuh Daffa tak bangun.

"Sudah lama?" tanya Clara saat langkahnya berhenti tepat di hadapan Daffa.

Daffa mendongak, lalu seketika menarik tangannya dari bahu wanita-wanita di sekitarnya. Dengan isyarat tangan dingin, ia mengusir para wanita itu keluar dari ruangan.

Lelaki matang itu tersenyum miring. Ia melambaikan tangan, memberikan tanda agar Clara duduk di pangkuannya.

Sedikit ragu, tapi Clara tetap memaksa senyumnya agar tetap on, dengan terpaksa Clara menurut. Ia mendaratkan tubuhnya di pangkuan Daffa, pria kaya yang selama ini selalu menuruti setiap keinginan dan gaya hidup mewahnya.

"Jangan dekat-dekat dengan Darrel. Aku cemburu," bisik Daffa pelan di leher Clara dengan nada yang dibuat-buat bermanja.

Clara seketika tertahan, sedikit tersedak oleh ludahnya sendiri. Tidak biasanya Daffa berbicara selembut dan secemburu ini padanya. Namun, ada satu hal lain yang membuat kening Clara berkerut nama 'Darrel' yang baru saja diucapkan Daffa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!