Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.
Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.
Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 — Jalan Buntu
“Di mana Kristal Surgawiku?!”
Raungan Pemimpin Sekte Iblis mengguncang seluruh kediamannya.
Tangannya mencengkeram rambut istrinya dengan kasar.
Perempuan itu masih tergeletak lemah di lantai, tubuhnya dipenuhi luka akibat serangan Master Pedang Tanpa Batas.
“Utusan itu... palsu...”
Ia terbatuk.
“Dia menyamar... lalu mengambil Kristal Surgawi...”
Pemimpin Sekte membelalak.
“Mustahil!”
Ia melemparkan istrinya ke lantai.
“Dia hanya berada di Alam Murid Roh!”
Dengan kekuatan istrinya, membunuh seorang kultivator Alam Murid Roh seharusnya semudah membalikkan telapak tangan.
Bagaimana mungkin seorang murid rendahan melukainya seperti ini?
Namun kotak kosong di hadapannya tidak mungkin berbohong.
Kristal Surgawi benar-benar hilang.
Pandangan Pemimpin Sekte jatuh pada jendela yang pecah.
Wajahnya berubah mengerikan.
“Dia belum pergi jauh.”
Baru saja hendak mengejar—
Denting!
Suara pedang menggema.
Puluhan energi pedang melesat dari luar kediaman.
Pemimpin Sekte mendongak.
Sesosok pria tua sudah berdiri di udara dengan pedang panjang di tangannya.
Aura pedangnya memenuhi halaman.
Salah satu dari Empat Tetua Badai.
“Jadi kau bersembunyi di sini.”
Pria tua itu mendarat perlahan.
Pemimpin Sekte Iblis menggertakkan gigi.
“Sekte Pedang Abadi...”
Ia sedang terburu-buru mengejar pencuri.
Namun orang-orang ini justru menghalangi jalannya.
Tetua Badai mengamati sekeliling.
Tatapannya berhenti pada kotak terbuka.
“Kristal Surgawi?”
Ekspresi Pemimpin Sekte berubah.
“Jangan berpura-pura!”
Ia meraung.
“Bukankah kalian datang karena menginginkan hartaku?”
Tetua Badai mengerutkan kening.
“Hartamu?”
“Bajingan yang mencurinya pasti orang kalian!”
Pemimpin Sekte mengangkat tangannya.
Energi hitam meledak dari tubuh.
“Kalau begitu aku akan membunuhmu terlebih dahulu!”
Tetua Badai mengangkat pedang.
“Hmph.”
“Kalau masih sempat memikirkan harta, berarti kau belum memahami keadaan.”
Ledakan energi segera mengguncang kediaman.
Pertempuran pecah.
Dan kesempatan Pemimpin Sekte untuk mengejar Su Yun pun lenyap.
Jauh dari markas Sekte Iblis, Su Yun terus berlari.
Napasnya berat.
Keringat membasahi pakaian.
Namun langkahnya tidak berhenti.
Semakin jauh dari medan pertempuran, semakin besar peluangnya membawa Kristal Surgawi keluar dengan selamat.
“Hahahaha!”
Suara Master Pedang Tanpa Batas terdengar lemah dari perkamen.
“Benar-benar Kristal Surgawi!”
“Bocah, keuntunganmu kali ini luar biasa!”
Su Yun sedikit memperlambat langkah.
“Kalau bukan karena bantuan Senior tadi, aku mungkin tidak bisa keluar.”
“Jangan terlalu merendah.”
Lelaki tua itu tertawa.
“Aku hanya membantu satu serangan.”
“Yang membuat semua ini berhasil adalah keberanianmu sendiri.”
Su Yun tidak membantah.
Memang banyak bagian dari rencana ini yang sangat berbahaya.
Namun sejak awal, ia sudah menghitung kemungkinan yang tersedia.
Para murid Sekte Pedang Abadi membawa berita pulang.
Para tetua datang.
Sekte Iblis kacau.
Pemimpin Sekte keluar.
Su Yun mengambil Kristal Surgawi.
Semua peristiwa tersebut saling mendukung.
Master Pedang Tanpa Batas terdengar penasaran.
“Nak.”
“Hmm?”
“Bagaimana kau bisa yakin Pemimpin Sekte tidak membawa Kristal Surgawi saat bertarung?”
Su Yun menggeleng.
“Aku tidak yakin.”
“Apa?”
“Aku hanya memperkirakan.”
Master Pedang Tanpa Batas terdiam.
Su Yun melanjutkan.
“Orang seperti dia sangat berhati-hati terhadap nyawanya sendiri.”
“Kalau menghadapi musuh yang belum diketahui kekuatannya, dia pasti akan memeriksa situasi terlebih dahulu.”
“Kristal Surgawi memancarkan aura yang terlalu mencolok.”
Su Yun mengingat energi yang dirasakannya ketika kotak itu dibuka.
“Kalau dibawa keluar, para Tetua Sekte Pedang Abadi mungkin langsung mengetahuinya.”
“Jadi kau menduga dia akan meninggalkannya?”
“Ya.”
“Dan kalau dugaanmu salah?”
Su Yun tersenyum tipis.
“Aku pergi dengan tangan kosong.”
“Sesederhana itu?”
“Apa lagi?”
Su Yun menjawab.
“Aku tidak cukup bodoh untuk merebut Kristal Surgawi dari tangannya di tengah pertempuran para ahli.”
Master Pedang Tanpa Batas tertawa.
“Setidaknya kau masih tahu batas.”
Su Yun kembali mempercepat langkah.
“Semua ini juga hanya bisa dilakukan karena orang-orang Sekte Pedang Abadi datang.”
“Jadi kau memanfaatkan mereka?”
“Tidak.”
Su Yun menggeleng.
“Kepentingan kami kebetulan sama.”
“Mereka ingin menghancurkan Sekte Iblis.”
“Aku menginginkan Kristal Surgawi.”
“Dengan Sekte Iblis musnah, mereka mendapat apa yang diinginkan.”
“Dan aku juga.”
Lelaki tua itu tertawa kecil.
“Bocah licik.”
Su Yun tidak membantah.
Bagi dirinya, yang terpenting hanyalah hasil.
Karena waktu tidak berpihak kepadanya.
Qing Er masih memiliki sekitar empat tahun sebelum tragedi itu terjadi.
Empat tahun terdengar lama.
Namun bagi seorang kultivator...
itu sangat singkat.
“Aku harus menjadi lebih kuat.”
Suara Su Yun pelan.
Master Pedang Tanpa Batas mendengar perubahan nadanya.
“Karena gadis itu?”
Su Yun tidak menjawab.
Namun itu sudah cukup sebagai jawaban.
Beberapa saat kemudian, suara lelaki tua semakin lemah.
“Energi jiwaku belum pulih.”
“Aku harus tidur lagi.”
Su Yun mengangguk.
“Beristirahatlah.”
“Jangan mati sebelum aku bangun.”
Sudut bibir Su Yun terangkat.
“Akan kuusahakan.”
Cahaya perkamen meredup.
Namun tepat sebelum suara Master Pedang Tanpa Batas benar-benar menghilang—
“Nak!”
Nada suaranya tiba-tiba berubah.
“Berhenti!”
Su Yun langsung menghentikan langkah.
“Ada apa?”
“Seseorang datang.”
“Dan sangat kuat.”
Su Yun mengangkat kepala.
Beberapa detik pertama tidak ada apa-apa.
Lalu—
Wusss!
Suara tajam membelah udara.
Sebuah cahaya pedang melesat dari kejauhan dengan kecepatan mengerikan.
Su Yun hanya sempat menyipitkan mata.
Cahaya itu sudah berada di atasnya.
Seorang pria berjubah mewah berdiri di atas pedang terbang.
Aura yang dipancarkannya jauh melampaui apa pun yang bisa Su Yun hadapi saat ini.
Salah satu ahli Sekte Pedang Abadi.
“Berhenti!”
Suara lelaki itu menggema.
“Kau berani berkeliaran di wilayah operasi Sekte Pedang Abadi secara mencurigakan!”
Su Yun mengerutkan kening.
Ia sudah mengganti sebagian penyamarannya setelah keluar dari markas.
Namun sepertinya pergerakannya tetap menarik perhatian.
Pria tersebut turun sedikit.
Tatapannya tajam.
“Berlutut.”
“Aku akan memeriksamu.”
Su Yun berdiri diam.
Tatapan sang ahli kemudian jatuh pada kotak kecil yang masih berada di tangan Su Yun.
Mata pria itu berubah.
Walau Kristal Surgawi berada di dalamnya, sedikit aura masih keluar.
“Benda apa itu?”
Su Yun langsung mengerti.
Jadi begitu.
Orang ini merasakannya.
“Tidak ada hubungannya denganmu.”
Ekspresi ahli Sekte Pedang Abadi langsung memburuk.
“Berani sekali.”
Energi pedang menyelimuti tubuhnya.
“Seorang kultivator Alam Murid Roh berbicara seperti itu kepadaku?”
Su Yun menurunkan pusat gravitasinya sedikit.
Lari?
Mustahil.
Dengan kecepatan pedang terbang, ia tidak akan mencapai seratus langkah sebelum tertangkap.
Bertarung?
Lebih mustahil lagi.
Perbedaan kekuatan mereka sangat besar.
Namun mata ahli itu terus tertuju pada kotak.
Su Yun menangkapnya.
Orang ini mungkin belum tahu apa isinya.
Tapi ia curiga.
“Serahkan kotak itu.”
Nada lelaki tersebut menjadi dingin.
“Aku akan memeriksanya.”
Su Yun tertawa kecil.
“Memeriksa?”
“Benar.”
“Dan setelah memeriksa?”
Pria itu kehilangan kesabaran.
“Itu bukan urusanmu.”
Sekarang jelas.
Jika kotak itu diserahkan...
Su Yun tidak akan pernah mendapatkannya kembali.
Kristal Surgawi yang baru saja ia pertaruhkan nyawa untuk mendapatkannya akan berpindah tangan begitu saja.
Su Yun mengepalkan kotak tersebut.
“Jadi begini cara Sekte Pedang Abadi membalas orang yang membantu murid-muridnya?”
Ahli itu mengerutkan kening.
“Membantu murid kami?”
“Tidak penting.”
Su Yun sudah memahami bahwa menjelaskan segalanya tidak akan banyak membantu.
Bahkan jika pria ini percaya...
godaan Kristal Surgawi terlalu besar.
Yang kuat mengambil milik yang lemah.
Dunia kultivasi selalu seperti itu.
Ahli di udara mengangkat tangannya.
Energi pedang mulai berkumpul.
“Kesabaranku terbatas.”
“Serahkan.”
Su Yun menatapnya.
Tidak ada jalan keluar.
Tidak ada bala bantuan.
Master Pedang Tanpa Batas juga terlalu lemah untuk kembali menyerang.
Hanya ada dirinya sendiri.
Dan Kristal Surgawi.
Tatapan Su Yun perlahan menjadi dingin.
“Kalau begitu...”
Ia membuka pengunci kotak.
Klik.
Cahaya keemasan langsung keluar.
Mata ahli Sekte Pedang Abadi membesar.
Aura agung menyelimuti udara.
“Kristal Surgawi!”
Keserakahan langsung muncul di matanya.
Su Yun melihat semuanya.
Dan justru karena itulah keputusannya menjadi semakin bulat.
“Nak!”
Suara Master Pedang Tanpa Batas kembali terdengar sangat lemah.
“Apa yang ingin kau lakukan?”
Su Yun mengambil kristal dari kotaknya.
Benda itu terasa panas di tangannya.
Energi besar berdenyut dari dalam.
Ahli Sekte Pedang Abadi langsung berteriak.
“Jangan bergerak!”
Su Yun tersenyum tipis.
“Kalau tidak bisa kubawa pergi...”
Ia menatap lelaki di atas sana.
“...maka aku akan menggunakannya di sini.”
Wajah sang ahli berubah drastis.
“Tunggu!”
Su Yun menggenggam Kristal Surgawi erat.
Ia tidak tahu apa yang akan terjadi.
Namun satu hal pasti.
Ia tidak akan menyerahkan kesempatan yang diperolehnya dengan mempertaruhkan nyawa begitu saja.
Energi spiritual mulai mengalir menuju kristal.
Cahaya keemasan meledak semakin terang.
Su Yun mengangkat kepala.
Tatapannya penuh tekad.
“Kalau memang tidak ada jalan untuk lari...”
Sudut bibirnya terangkat.
“...aku akan membuat jalan sendiri.”
......................
Bersambung...